Terpaksa menjadi kedua

Terpaksa menjadi kedua
Undangan makan malam


__ADS_3

“Nanti kamu kabari Anyelir ya, supaya dia datang,” titah Agam pada Rose.


“Nggak!” tolak Gita, mala mini akan diadakan pertemuan dua keluarga antara keluarga Gita dan Arman, karena mereka berdua mulai serius dalam hubungan mereka, dan peremuan itu akan membahas tentang rencana pertunangan antara Gita juga Arman.


“Kenapa Gita? Biar bagaimanapun Anyelir adalah adik kamu,” Agam mencoba menasejati putri sulungnya, sedagkan Rose masih membantu beberapa pelayan untuk menyiapkan semua keperluan malam hari ini, karena Rose tidak mau ada yang kurang sedikitpun, apalagi keluar Arman salah sat keluarga terpandang.


“Pokoknya aku nggak mau Yah,” tolak Gita lagi, tapi Agam tidak habis akal, dia pun mengancam Gita akan membatalkan pertemuan nanti malam dengan keluarga Arman, kalau Gita tidak mengundang Anyelir. Akhirnya, Gita tidak punya pilihan lain, dia pun menyetujui permintaan ayahnya untuk mengundang Anyelir.


Anyelir yang tengah, menghabiskan waktunya dengan bersantai di gazebo pun dikejutkan dengan suara dering ponselnya, Anyelir tersenyum karena itu telepon dari Agam, ayahnya.


[“Nak, nanti malam datanglah,”] ujar Agam kepada Anyelir, membuat Anyelir mengerutkan keningnya.


[“Ada apa memangnya yah? sepertinya ada acara penting?”] tanya Anyelir penasaran.


[“Iya nak, eemm jadi begini Anyelir, nanti malam akan ada pertemuan antara kedua keluarga, keluarga kita dan juga keluarga Arman nak, untuk membahas hubungan Armand an juga Gita,”] jelas Agam dengan perasaan tidak enak, bagaimanapun dia tahu kalau Anyelir dulu pernah menjalin hubungan dengan Arman cukup lama, dan harus berpisah setelah pengkhianatan yang dilakukan Arman dengan Gita.


[“Oh begitu yah, baiklah akan Anyelir usahakan,”] jujur saja, Anyelir merasa bimbang, akankah dia datang nanti malam atau tidak, karena Anyelir merasa canggung nantinya jika bertemu dengan keluarga Arman. Anyelir tidak mempermasalahkan soal Arman, begonia Arman hanyalah masalalu yang sudah seharusnya dia lupakan, namun kedua orangtua Arman? Anyelir pernah sangat dekat dengan mereka, bahkan sudah dianggap selayaknya putri sendiri, dan setela hubungan Anyelir kandas dengan Arman, komunikasi Anyelir dengan kedua orangtua Arman terputus, karena Desi dan Dika memblokir kontak Anyelir.

__ADS_1


[“Ajak juga suami kamu nak, tapi pastikan suami kamu sedang tidak sibuk,”] ucap Agam lagi, namun Anyelir kembali mengingat pada Agam soal perjanjian pernikahan dulu, dimana pernikahan ini harus dirahasiakan dari khalayak umum, dan Agam pun teringat akan hal itu, tentu saja itu sudah bisa menjawab bahwa Devan tidak akan datang, meski Arman sudah tahu tentang Anyelir yang sudah menikah dengan Devan, namun masih ada kedua orangtua Arman yang belum tahu menahu soal itu.


[“Ayah minta maaf ya?”] ucap Agam sendu, membuat Anyelir bingung, karena tiba-tiba saja Agam nampak sedih dan meminta maaf.


[“Minta maaf untuk apa yah?”] tanya Anyelir bingung.


[“Kalau saja, kamu tidak menikah dengan …”] Agam hendak membahas soal pernikahan antara Anyelir dan Devan, namun langsung dihentikan oleh Anyelir.


[“Sudahlah yah, itu semua adalah takdir, dan buktinya sekarang aku bahagia, dan kak Devan tidak seburuk yang ayah pikir, dia lelaki yang baik yah, dan aku beruntung memilikinya. Meskipun harus berbagi suami, tapi mungkin ini takdir yang harus aku jalani,”] ujar Anyelir dengan bijak, meskipun dulu pernikahan ini adalah pernikahan yang dilalui Anyelir dengan paksa, namun sekarang ini Anyelir merasa kalau dirinya sudah mulai menerima dan berdamai dengan keadaan. Bahkan kini Anyelir merasakan, kehidupan yang dia jalani bersama Devan terasa sangat indah, membuat Anyelir semakin bersemangat dalam menjalani hidup, bahkan ketakutannya tentang terkuaknya status Anyelir suatu hari nanti, tidak lagi dia pikirkan, karena Anyelir yakin semua terasa mudah jika dilalui dengan Devan.


[“Tapi ayah merasa bersalah, karena Gita hubungan kamu dan Arman berakhir dengan tidak baik,”] ujar Agam.


Anyelir terus mencoba menenangkan dan meyakin Agam, agarAgam tidak terus merasa bersalah, Anyelirpun bercerita soal keadaan rumah tangganya sekarang ini, yang sudah lebih baik dan Anyelir bercerita tentang sosok Devan di matanya, lelaki yang bertanggung jawab dan memiliki sisi kelembutan yang hanya bisa dilihat oleh orang yang dicintai oleh Devan. Meski sebenarnya Anyelir belum yakin 100% bahwa Deva mencintainya, tapi setidaknya Anyelir ingin Agam tenang dan yakin bahwa sekarang Anyelir sudah hidup jauh lebih baik, dan tidak seperti yang Agam bayangkan. Rasa syukur terus terucap dari bibir Agam, ketika dia mendengar bagaimana bahagianya Anyelir menjadi istri Devan, Agam berharap kebahagiaan akan selalu mendatangi keduanya dan semoga saja hubungan rumah tangga Anyelir dengan Devan selalu langgeng.


Anyelir tersenyum lega, mendengar Agam yang sudah lebih baik dan percaya dengan semua ceritanya, Anyelir bahkan bercerita tentang hubungannya dengan Laura yang dimana Anyelir mengarang soal itu, Anyelir berkata pada Agam bahwa hubungannya denagn Laura terjalin sangat baik selayaknya kakak dan adik, namun itu semua berbanding terbalik, karena sebenarnya, Laura tidak pernah mau menerima Anyelir menjadi madunya. Dan Anyelir tahu, Laura selama ini tidak menyukai keberadaannya, itu lah kenapa mungkin Devan akhirnya memisahkan antara Anyelir dengan Laura, begitu pikir Anyelir.


Telepon ditutup, Anyelir kembali merenungi semua yang sudah terjadi, hubungannya dengan Arman memang sudah berakhir, namun kesalahpahaman diantara mereka terus berjalan, dan Anyelir yakin kalau Arman tidak pernah jujur kepada kedua orangtuanya soal alasan kenapa mereka akhirnya mengakhiri hubungan yang sudah terjalin cukup lama itu, dan itu membuat kesalah pahaman terus berlanjut padda kedua orangtua Arman. Anyelir malas untuk menjelaskan secara detail bagaimana dan apa yang sebenarnya terjadi, karena bagaimanapun Anyelir menjelaskan, maka mereka yang sudah tidak menyukai Anyelir pasti tidak akan mempercayai perkataan Anyelir lagi. dan itu semua, hanya membuang waktu dan tenaga Anyelir sendiri.

__ADS_1


Akhirnya Anyelir memutuskan akan datang ke acara Gita nanti malam, itu semua Anyelir lakukan hanya untuk menghargai undangan Agam, karena Anyelir sendiri yakin kalau Gita yang tidak lain kakak tirinya tidak akan pernah setuju jika Anyelir diikut sertakan dalam acara keluarga nanti malam.


Anyelir mencoba menghubungi Devan, tapi tidak diangkat karena sekarang ini Devan tengah meeting dengan beberapa client dan ponselnya pun dia silent, Anyelir sendiri sudah paham pastinya akan suaminya itu tengah sibuk sekarang, dan jalan satu-satunya adalah Felix, hanya Felix yang bisa Anyelir hubungi sekarang ini. tapi, Felix pun sama, beberapa kali Anyelir mencoba namun tetap tidak bisa. Akhirnya Anyelir memilih untuk mengirimkan pesan kepada Devan, dia yakin nantinya Devan akan membaca pesan tersebut.


[Suamiku, aku izin ke rumah ayah dan ibu, akan ada acara di sana dan aku diundang, mala mini aka nada pertemuan antara keluarga ayah dengan kedua orangtua kekasih Gita, dan ayah mengundangku, aku tahu siamiku ini pasti sangat sibuk, jadi aku akan pergi sendiri.]


Anyelir pun mulai bersiap mencari dress yang akan dikenakannya nanti malam, dia tidak menggunakan dress yang mencolok, hanya dress berwarna navy selutut dengan lengan sebahu, cukup simple karena Anyelir tidak mau menjadi pusat perhatian, dan lagi, malam  ini bukanlah Anyelir yang menjadi bintangnya, tapi Gita.


**


Anyelir berangkat menuju kediaman kedua orangtuanya tepat jam 7 malam, rasanya akan pas kalau Anyelir sampai di sana, namun ada yang membuat Anyelir heran, karena sampai sekarang Devan tidak membalas pesan Anyelir sama sekali.


‘Apa sesibuk itukah dia? Sampai tidak sempat membaca pesan ku?’ batin Anyelir, dia ingin menghubungi Devan sekali lagi, namun Anyelir takut kalau saat ini Devan tengah bersama Laura, dan itu akan mengganggu kebersamaan mereka, Anyelir sudah merasa cukup tidak enak karena semalam yang seharusnya Devan masih bersama Laura, malah Devan menghabiskan malam dengan Anyelir.


Akhirnya Anyelir sampai di kediaman kedua orangtuanya, nampak sudah ada mobil lain yang terparkir di dan Anyelir yakin itu milik kedua orangtua Arman, saat Anyelir masuk, nampaknya mereka baru saja datang, karena terlihat Agam yang masih menyambut Dika dan Desi, juga Arman.


“Anyelir? Kamu datang Nak?” Agam sangat bahagia karena mala mini mereka semua akan berkumpul, Anyelir juga menyempatkan datang.  Semua mata menatap Anyelir, begitu pula Dika dan Desi, namun tatapan mereka menyiratkan bahwa mereka tidak suka dengan kehadiran Anyelir, hanya saja mereka menghargai adanya Agam dan Rose sebagai calon besan mereka.

__ADS_1


Anyelir tentu tahu, bahwa kehadirannya di sini tidak diharapkan oleh banyak orang, namun niatnya datang bukan untuk mereka, tapi untuk menghargai undangan Agam, mereka semua mulai berbincang di ruang tamu, sedangkan Anyelir memilih ke belakang untuk membantu para pelayan menyiapkan semua jamuan dan sajian, suasana di dapur sangat sibuk, mereka semua juga sudah mulai menyiapkan jamuan makan malam. Para asisten rumah tangga sebenarnya sudah meminta Anyelir untuk duduk saja, namun Anyelir menolak, karena dia tahu di rumah ini dia terasa asing dan tidak diharapkan, jadi Anyelir memilih mencari kesibukan lain.


__ADS_2