
Akhirnya, Devan sampai di kediamannya, melihat tuan rumah yang datang dengan tergesa-gesa, Larissa menyadari ada yang tidak beres antara Anyelir dengan Devan.
“Di mana Anyelir?” tanya Devan seraya melangkah masuk ke dalam rumah.
“Ada di dapur Tuan,” jawab Larissa, membuat langkah kaki Devan seketika terhenti, dia pikir Anyelir berada di kamar karena tengah marah dengannya.
“Dapur?” tanya Devan memastikan, dan Larissa menganggukkan kepalanya.
“Benar Tuan,” jawab Larissa takut, tadi Anyelir tiba-tiba saja turun ke lantai satu dan langsung masuk ke dapur, sebenarnya Larissa sudah mencoba untuk melarang namun Anyelir bersikeras untuk memasak di dapur.
“Jam segini dia masak untuk apa?” Devan tidak habis pikir dengan apa yang tengah dilakukan oleh istri keduanya, Devan pun meminta Larissa untuk segera mengosongkan rumah utama dan meminta semua pelayan pindah ke rumah belakang.
“Memasak untuk menyambutku? Hmm?” Devan langsung memeluk Larissa yang tengah fokus memasak, membuat Larissa langsung terpaku, dia ingin melepaskan pelukan itu, namun dia tahu dia tidak bisa melakukannya, sebab ada hal yang harus dia lindungi, keluarganya.
“Kamu pasti sudah lelah kan? jadi tinggalkan ini,” dengan halus Devan mencoba melepas celmek yang dikenakan oleh Anyelr.
“Kenapa hanya itu? Kenapa tidak bajuku juga,” Anyelir menatap Devan dengan tatapan kecewa, Devan ssendiri bingung dengan perkataan Anyelir.
__ADS_1
“Maksud kamu apa sayang?” tanya Devan dengan bingung.
“Bukankah ini maksud kedatangan kamu?” Anyelir mulai membuka satu persatu kancing baju piyama yang dia kenakan.
“Sayang apa yang kamu lakukan?” Devan benar-benar binung dengan sikap Anyelir, dia menghentikan tangan Anyelir handak membuka kancing ketiga.
“Kenapa? bukankah ini yang kamu inginkan? Kamu mau aku mengandung dan melahirkan anak kan? dan setelah itu kamu akan mencampakkan aku begitu? Jadi ayo kita lakukan, aku akan membuat hal ini menjadi lebih cepat, dengan begitu kamu bisa segera menceraikan aku,” ucap Anyelir dengan nada dingin dan menyiratkan kekecewaan.
Devan menatap Anyelir dengan tatapan bingung, “maksud kamu apa Anyelir? Aku tidak paham dengan perkataan kamu,” Devan benar-benar tidak mengerti dengan perkataan Anyelir, namun Felix yang tidak sengaja mencuri dengar pembicaraan Devan dan Anyelir, nampaknya paham dan tahu siapa yang sudah membuat kesalah pahaman ini terjadi, dia adalah Laura.
“Maaf Tuan, Nona Anyelir,” Felix masuk dan mencoba untuk melerai pertengkaran suami istri itu, seketika Devan menyembunyikan Anyelir di belakang tubuhnya, karena kancing baju Anyelir sudah terbuka separuh.
“Maaf kalau saya lancing Tuan, saya hanya ingin mengatakan bahwa mungkin kesalah pahaman ini terjadi karena nyonya Laura,” ucap Felix, dan Devan menganggukkan kepalanya, membenarkan apa yang Felix katakana.
“Salah paham?” lirih Anyelir.
“Nanti aku jelaskan,” ujar Devan kepada Anyelir yang berada di belakang punggungnya, kemudian Devan pun meminta Felix untuk keluar lebih dulu, supaya Anyelir bisa mengenakan pakaiannya dengan baik.
__ADS_1
“Ayo.” Devan membawa Anyelir masuk ke dalam kamar miliknya, membuat Anyelir bingung. Ini adalah kali pertama Anyelir masuk ke dalam kamar Devan, dan ini juga termasuk kali pertama Devan membawa masuk seorang wanita ke dalam kamarnya, bahkan Laura sekalipun tidak diperkanankan masuk ke dalam kamar ini.
“Kenapa ke sini?” tanya Anyelir bingung.
“Ini salah satu menjadi pembuktian ku, bahwa kamu jauh lebih spesial dibandingkan dengan Laura,” jawaban Devan seketika membuat Anyelir bingung.
“Maaf, karena aku tidak pernah memperkenalkan kamu kepada ibuku, dan maaf kalau ibuku hanya tahu soal Laura,” Devan menunduk dalam, kemudian matanya menatap bintang lewat jendela balkon, “tapi, aku punya penjelasan untuk itu semua,” ucapan Devan menyiratkan sesuatu, tentang bahagia, luka dan kesakitan yang bercampur menjadi satu.
Akhirnya, Devan menceritakan soal hubungannya dengan Laura, saat mereka tengah merasakan bahagia dan bagaimana Devan juga kedua orangtuanya begitu menyayangi Laura dan mereka sudah sanbat yakin bahwa Laura akan bisa menjadi istri Devan dan menjadi pendamping hidup Devan untuk selamanya. Namun, semua itu terbantahkan karena pada hari pernikahan mereka berdua, Laura sudah menorehkan luka yang begitu dalam kepada Devan, dan bukan hanya itu saja, Laura juga sudah melemparkan kotoran kepada keluarga Devan atas sikapnya yang begitu egois, memilih untuk meninggakan Devan dan mengurus karirnya sebagai model. Keterpurukan Devan tidak berhenti hanya di situ, Devan harus mendapatkan kabar pahit tentang kecelekaan ayahnya yang menewaskannya tempat, bahkan pada saat yang sama Devan harus melihat dengan mata kepalanya sendiri ibunya terluka cukup parah karena terjatuh dari tangga.
“Aku harus mengurus pemakaman ayah ku sendiri, bahkan tidak hanya itu, Felix pun harus tetap tegar di hari pemakaman ayahnya, karena mereka berdua menjadi korban kecelakaan,” sendu, sedih dan pedih, itu yang terlihat dari tatapan mata Devan, membuat Anyelir ikut merasakan bagaimana sulitnya dan bagaimana rasanya di posisi Devan dan Felix pada saat itu.
“Satu tahun ibu koma, dan saat sadar aku harus mendapati kenyataan bahwa ibu mengalami amnesia sementara, ingatannya hilang seperuh dan dia tidak mengingat kejadian di hari pernikahanku, yang dia tahu aku akan segera menikah,” Mayang mengalami amnesia dan sebagian ingatannya hilang, namun nama Laura tidak akan pernah hilang dan masih menjadi sosok calon menantu idaman Mayang. Tapi, bukan itu yang menjadi fokus Devan saat itu, dia hanya memikirkan bagaimana caranya bisa menjelaskan kepada Mayang, bahwa suami tercintanya sudah meninggal karena kecelakaan. Sebab Mayang memiliki riwayat penyakit jantung yang kapan saja bisa kambuh, dan hal ini menjadi perhatian penting Devan, dia mencoba memulihkan keadaan dan kondisi Mayang, setelah Dokter menjelaskan kondisi kesehatan Mayang dan mengalami kemajuan yang cukup signifikan, akhirnya Devan membawa Mayang ke makam alm. Ayahnya.
Meskipun Devan sudah memberikan perawatan yang terbaik, namun tetap saja Mayang syok dan langsung drop, kembali Devan berbikir keras bagaimana caranya bisa memulihkan keadaan Mayang. Devan mendapatkan secercah harapan saat Mayang siuman, namun yang membuat Devan bingung, Mayang menanyakan soal Laura dan Mayang mengira acara pernikahan Devan berjalan dengan lancar. Devan tidak mau mengambil resio, dia tahu bisa saja hal buruk menimpa ibunya kalau saja Mayang tahu soal gagalnya pernikahan Devan dan Laura, akhirnya Devan mengatakan bahwa pernikahan mereka berjalan lancar dan Laura tengah menyelesaikan pekerjaannya di luar negeri.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, disaat Devan tengah pusing bagaimana cara menemukan Laura, ternyata Laura sendiri yang memilih mendatangi Devan di kediaman Devan, Laura langsung meminta maaf karena sudah meninggalkan Devan, tentu saja saat seperti ini langsung dimanfaatkan oleh Devan dengan baik, dia langsung menikahi Laura secara siri dan meminta Laura bersandiwara dengannya. Devan mengira dia akan bisa menjelaskan semuanya saat Mayang sudah benar-benar sembuh, namun hal lain terjadi dan Anyelir kini sudah tahu soal rahasia Devan.
__ADS_1