
“Aku tidak pernah mau menjadi istri kedua, karena aku tahu itu pasti sangat menyakitkan. Namun, akhirnya aku menjadi istri kedua, karena aku harus menyelematkan ayahku, yang terancam bangkrut dan bisa saja dilaporkan ke polisi,” isak Anyelir, mendengar pengakuan Anyelir, tentu saja Ayu, Mike dan Daniel nampak terkejut.
“Mungkin ini memang sulit dipercaya, dan kalian akan menganggap aku berbohong, karena kisahku seperti kisah dalam novel. Namun, itu semua benar adanya, aku harus menikah dan aku menjalani biduk rumah tangga yang tidak biasa. Semua hal terasa berat bagiku, aku harus menyembunyikan status pernikahan ini, dan satu hal lagi, aku merasa setelah aku menikah aku tidak punya kesempatan untuk bisa berkembang lagi. Langkahku terasa terhenti,” ujar Anyelir.
“Anyelir, maafkan kami …” Ayu memeluk Anyelir, dia merasa bersalah, begitupun Mike dan Daniel, namun mereka berdua tidak berani memeluk istri bos mereka.
“Kami tidak tahu seberat itu pertimbangan kamu mau menjadi istri kedua,” ujar Daniel sendu.
“Tidak apa-apa Kak, aku paham, mungkin ini sulit diterima,” ujar Anyelir merasa maklum.
“Lalu, bagaimana dengan keadaan kamu sekarang? Apa masih seberat dulu?” tanya Mike, dia merasa iba dengan takdir yang harus dijalani oleh Anyelir.
“Sekarang, sudah jauh lebih baik. Tapi, bukan karena aku sudah menjadi istri satu-satunya, hanya saja ada hal yang akhirnya kami menemukan kebahagiaan kami sendiri. Seperti kak Laura, yang akhirnya bisa menjalin hubungan dengan leluasa, meskipun … restu untuk ku belum aku dapatkan dari ibu mertuaku,” satu hal yang masih sangat mengganjal bagi Anyelir. Dia ingin bertemu dengan Mayang, namun Devan sampai saat ini tidak memberikan izin. Jangankan izin, bahkan di mana Devan memindahkan Mayang saja, Anyelir tidak tahu. Akan tetapi, Anyelir paham, Devan memberikan waktu untuk Mayang beristirahat.
“Aku yakin, ibu mertua kamu akan menyayangi kamu Anyelir, karena kamu adalah wanita yang sangat baik,” Ayu mencoba menenangkan Anyelir dan memberikan semangat.
“Aammiinn terimakasih Kak, kalian semua sudah mau membukakan pintu maaf untuk Anyelir. Terimakasih juga untuk semangatnya, itu sangat berharga bagiku,” ucap Anyelir dengan senyum manis yang menghiasi.
__ADS_1
.
.
Hari ini, Devan datang ke rumah sakit di mana Mayang dirawat. Devan membawa Mayang di rumah sakit lain, rumah sakit itu sudah sangat dijaga dengan ketat supaya Mayang benar-benar bisa beristirahat dan memulihkan kesehatannya.
“Bagaimana keadaan Ibu?” Devan masuk dan melihat keadaann Mayang yang nampak sudah jauh lebih baik.
“Untuk apa kamu datang?” Mayang terlihat masih begitu kecewa dengan Devan.
“Devan akan menceritakan hal yang sebenarnya kepada Ibu, tapi berjanjilah Ibu akan baik-baik saja,” ucap Devan, sebelum ini Devan sudah konsultasi dengan Dokter yang menangani Mayang, memastikan kondisi Mayang benar-benar sudah baik-baik saja.
“Hari pernikahan Devan dulu bersama dengan Laura, sudah terancam batal Bu, karena Laura meninggalkan Devan tepat di hari pernikahan kami,” ucap Devan dan sontak Mayang menatap Devan dengan penuh tanya.
“Iya Bu, pernikahan itu tidak terjadi, karena ditambah lagi kita mendapatkan kabar buruk bahwa Ayah kecelakaan dan meninggal ditempat, sedangkan Ibu? Ibu jatuh dari tangga sampai koma satu minggu,” Devan menceritakan di masa tersulitnya, saat semua hal tidak berpihak padanya, bahkan cinta sekalipun.
“Ibu mengidap amnesia sementara, di mana Ibu hanya mengingat sebagian ingatan dan yang lainnya hilang, itulah kenapa Ibu tidak bisa mengingat semuanya,” ujar Devan menjelaskan.
__ADS_1
“Lalu kenapa kamu menikahi Laura?” hal yang sulit diterima oleh Mayang, kenapa Devan kembali dengan Laura.
“Karena Ibu, karena Ibu menanyakan soal Laura. Saat Ibu baru siuman, Ibu langsung menanyakan Laura dan yang Ibu tahu, pernikahan berjalan dengan lancar, itu lah sebabnya aku mencari Laura dan langsung menikahinya secara siri. Akan tetapi Devan tidak bisa lagi mencintai Laura, Devan hanya menganggap dia supaya dia bisa menebus dosanya kepada Ibu,” ujar Devan.
“Bukankah itu menyakitkan, kamu harus hidup dengannya selama beberapa tahun ini?” Mayang tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Devan selama ini, dia harus hidup bersama wanita yang sudah menghancurkan hatinya.
“Iya Bu, itu sangat menyakitkan, sampai akhirnya aku bertemu dengan Anyelir,” Devan mulai bercerita seputar Anyelir, dan bagaimana pertemuan yang terjadi antara mereka berdua. Dan bagaiman awal pernikahan mereka. Mayang ikut iba atas apa yang menimpa Anyelir, karena harus menikah dengan Devan lelaki yang sama sekali tidak Anyelir cintai, ditambah lagi Anyelir harus menerima bahwa dirinya harus menjadi istri kedua bagi Devan.
“Anyelir mengalami hal yang luar biasa Bu, sebelum dia menikah denganku, dia harus mendapati kekasihnya berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri, bahkan ibu kandungnya sama sekali tidak memihak Anyelir, dan lebih membela kakak tirinya. Aku tahu, Anyelir tidak banyak mendaoatkan kebahagiaan di rumah itu, namun entah kenapa Anyelir masih bisa tersenyum dan terlihat baik-baik saja di hadapan semua orang,” Devan menceritakan kekagumannya terhadap Anyelir.
“Ibu menjadi merasa bersalah, karena pertemuan terakhir Ibu dengan Anyelir tidak baik, bahkan Ibu menuduh Anyelir sebagai perebut suami orang,” Mayang nampak menyesal atas sikapnya kepada Anyelir, mungkin saja ini menjadi pertanda baik bagi Anyelir dan Devan, karena Mayang nampaknya memberikan restu untuk pernikahan Devan dan Anyelir.
“Lalu apa itu artinya Ibu menerima Anyelir?” tanya Devan dengan raut wajah yang berbinar.
“Ibu menerima Anyelir, karena dia wanita yang baik, namun Anyelir juga wanita yang bisa merubah sikap kamu. kamu sekarang jauh lebih banyak tersenyum dan Ibu melihat kamu nampaknya sangat bahagia dengan Anyelir,” Mayang bersyukur karena Devan bisa bangkit dari keterpurukannya dan Mayang juga bersyukur, karena kehadiran Anyelir, sikap Devan yang dingin bisa mencari jika berhadapan dengan istri tercintanya. Itu menandakan, kalau Devan memang sangat mencintai Anyelir.
“Terimakasih ya Bu?” Devan memeluk Mayang erat, dia tidak bisa menutupi raut wajah bahagianya, dan begitu juga dengan Mayang. Devan sangat bahagia, akhirnya Mayang bisa menerima Anyelir, dan memberikan restu untuk pernikahan mereka. Begitupun dengan Mayang, yang kini sudah lega melihat kehidupan sang putra yang sudah jauh lebih baik. Mayang berharap, kalau putranya akan selalu hidup bahagia dengan Anyelir, karena Mayang tidak menyangka, begitu berat beban yang dipikul oleh Devan. Mayang tidak mau, kalau Devan hidup dalam cinta yang penuh tipu muslihat, dan jika memang Anyelir adalah wanita yang baik, Mayang harap Anyelir akan selalu ada di posisi Devan, apapun kondisinya.
__ADS_1