
Darma lantas menghampiri anak itu.
"woyyyy" Darma dengan nada menggertak membuat semua orang menoleh ke arahnya.
Anak kecil itu menoleh dan langsung merinding ketakutan mendengar Darma yang memanggilnya dengan sentakan.
"Sini!" Darma melambaikan tangannya.
Anak kecil itu menghampiri Darma dengan rasa takut. Namun dia terus melangkah sampai akhirnya berhadapan dengan Darma.
Darma menyonggoh dompet di saku celananya dan mengambil uang Rp. 100.000; dan menjatuhkannya ke mangkok anak kecil itu.
"hati-hati banyak orang jahat!" Darma berbisik pada anak itu.
"makasih om!" ucap anak itu.
Darma hanya membalasnya dengan senyuman. Dia tak mempedulikan uang itu mau di pakai apa. Yang jelas dia ikhlas dengan bersedekah. Dia kasihan melihat anak itu seperti kelaparan. Walau dia hanya pura-pura mengemispun Darma percaya tuhan maha melihat.
"Iya... Ingat jangan beli mobil!" Darma memperingati yang sontak membuat anak itu mengangkat satu alisnya kebingungan.
"beli mobil om?" heran anak itu.
"iya yang kayak di berita-berita itu!" Darma berjongkok untuk menyamai tinggi anak itu.
"aduh om jangankan untuk beli mobil. Saya belum makan selama satu hari ini" anak itu berkaca-kaca.
Darma merasa tersentuh dengan melihat dan mendengar anak itu bicara. Dia seakan ingin menangis menitikan air mata. Namun tertahan oleh gengsinya.
"tempat tinggalmu di mana de?" Darma memegang pundak anak itu.
"tak jauh om ada di sana!" jawab anak itu.
Ehhhhhh dia punya rumah???
"boleh aku lihat tempat tinggalmu?" pinta Darma merasa tak yakin dengan jawaban anak itu. Dia merasa anak itu tak jauh beda dengan yang di beritakan. Tapi untuk membuktikannya dia harus melihat terlebih dahulu sebelum membuat pernyataan.
"apa om yakin?"
"yakin"
"ya udah ayo ikut aku!" ajak anak itu.
Darma mengikuti anak itu. Dan...
****
Hah... Hahh...
"katanya deket?" Darma terengah kecapean.
"deket kok! Ini dekat jembatan" anak itu melingkarkan tangannya menunjuk jembatan.
"gak ada akhlak ini anak!"
Di bawah jembatan Darma melihat ada sebuah tenda kecil dari karung bekas dan terlihat disana ada dua orang anak kecil. Satu anak laki-laki dan satu lagi anak perempuan.
"mereka siapa?" tanya Darma.
"mereka adik-adikku" jawab anak itu.
"adik-adikmu?" Darma tak percaya dengan yang dilihatnya. Darma merasa sudah suudzon pada anak ini. Karena adanya berita di HPnya, tidak sepatutnya dia melupakan sifat empatinya. Darma lantas mengucapkan istigfar tiga kali.
__ADS_1
Lain orang lain cerita. Itulah yang ada di benaknya.
"ayo om kita bertemu dengan adik-adikku!" ajak anak itu.
"tunggu sebentar... Kamu duluan saja!" ucap Darma yang kemudian berlari menjauh dari sana.
Darma pergi ke jalan untuk Membeli sate, 4 bungkus nasi, dan 4 botol air minum. Kemudian berlari ke tempat tadi dengan secepat kilat.
Dengan nafas yang terengah-engah dia menghampiri anak-anak itu. Terlihat anak-anak itu sedang meminum air dari sungai.
"ehhh apa yang kamu lakukan jangan minum air itu. Kotor!"
"tapi ini agar kami bertahan hidup om!" ucap seorang anak perempuan.
Darma melihat kearah langit. Betapa kerasnya hidup di kota ini.
Ya rabb berikan mereka kesabaran. Berilah mereka rezeki yang melimpah. Do'a Darma dalam hati.
Darma mengambil air minum yang sudah dia beli di dalam kantong plastik.
"Minumlah ini!" Darma membukanya kemudian memberikannya pada anak perempuan itu.
Anak perempuan itu meminum air dalam botol itu dengan cepatnya.
"lihat ini aku beli 4 bungkus nasi dan 100 tusuk sate. Untuk kita makan"
Darma menunjukan kantong plastik yang berisi beberapa sate, nasi dan air mineral. Seketika mata mereka membinar melihat pemandangan ini.
Darma lalu membuka kantong plastik itu kemudian membagikan nasi pada masing-masing anak itu.
"ouh iya nama kalian siapa?"
"kalau ini adik saya yang laki-laki, Debby. Dan yang ini adik saya yang paling cantik dan paling kecil. Tania" Ucup memperkenalkan adik-adiknya.
"wahhhhh nama kalian semuanya bagus" puji Darma menepuk-nepukan tangannya.
"makasih om!" jawab mereka serentak.
"jangan panggil om ah. Panggil saja aku kak Darma" pungkas Darma.
"makasih kak Darma!" jawab mereka secara serentak kembali.
"udah ayo sekarang kita makan dulu!"
Mereka membuka nasi masing-masing. kemudian Darma membagikan satenya secara merata. Dia lalu mengajak anak-anak itu membaca do'a terlebih dahulu.
"baca dulu do'a yah berterima kasih dulu sama allah dan biar allah bisa menambah rezki kita semua" ucap Darma
"allah itu siapa?" tanya tania.
"allah itu Tuhan yang menciptakan kita, menciptakan langit bumi dan beserta isinya" jawab Darma tersenyum
"wahhh... Dia di mana sekarang?" ucap Tania semakin bertanya-tanya.
"dia ada di atas sana!" Darma menunjuk ke langit.
"Dan kita akan bertemu dengannya jikalau sudah meninggal nanti" Darma menerangkan kembali.
"Bukankah sesudah meninggal kita tidak bisa apa-apa lagi? Bagaimana kita akan bertemu?" Tania semakin penasaran.
"hmmm bisa,,, karena di dalam diri kita ada roh, yang jikalau meninggal roh kita akan tetap hidup. Tapi bukan di alam ini ada lagi namanya setelah alam dunia itu disebut alam barzah" terang Darma.
__ADS_1
"sudah ayo kita berdo'a dulu lalu makan. Nanti satenya keburu dingin"
"ikuti kakak ya!" Darma mengangkat tangannya berdoa. Anak-anak mengikutinya.
"bismillahirahmanirahim"
"bismillahirahmanirahim" anak - anak itu mengikuti kata-kata dari Darma.
"Allohuma..."
"allohuma..."
"baarik lanaa.."
"baarik lanaa.."
"fiima razaq tana.."
"fiima razaktana.."
"Wa qina 'adzaa banaar"
"Wa qina 'adzaa banaar"
"Aamiin"
"Aamiin"
Merekapun melahap makanan yang telah tersedia dan memakannya dengan kenyang. Belum pernh mereka sebhagia ini biasanya mereka makan satu nasi untuk tiga orang dan Belum pernah mereka makan sekenyang seperti ini. Semua ini berkat kebaikan Darma.
Setelah selesai makan Darma terlihat kasihan membiarkan mereka tidur di kolong jembatan seperti ini. Dia merasa heran bagaimana bisa semua orang tidak ada yang melihat penderitaan mereka seperti ini.
Dia berkeinginan ingin membawa mereka tinggal di kosannya, tapi untuk biaya kosannya pasti akan bertambah. Dia jadi bingung.
"Hey ,,, kakak janji akan membantu kalian dan mencarikan kalian tempat tinggal" Darma merangkul pundak Ucup dan Tania.
"iya kak. Terima kasih! semoga allah membalas kebaikan kakak " ucap ucup
Darma matanya terkaca-kaca mendengar ucapan ucup. Darma langsung memeluk mereka bertiga. Tak kuasa mengisak tangis pilu dimatanya. Dia lalu melepaskan pelukannya.
"ya udah ini uang lagi" Darma memberikan ucup uang Rp.100.000; lagi. Ucup lantas menerimanya.
"Yang hemat ya! Kalau misalkan butuh bantuan atau kalian kelaparan lagi. Bisa tunggu kakak di jalan tadi"
"Dan mungkin nanti pagi-pagi kakak akan datang lagi"
Darma lalu memeluk mereka bertiga kembali. Bajunya jadi ikutan kotor oleh mereka. Tapi Darma tak mempedulikan itu. Baginya untuk apa memedulikan pakaiannya.
"ya sudah kakak pulang dulu ya" Darma tersenyum dan berdiri dan pergi dari sana sesekali dia menoleh lagi ke arah mereka. Merasa berat untuk meninggalkan mereka.
Bersambung...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Terimakasih bagi yang sudah baca jangan lupa follow, follow,,dan jangan lupa follow dan ingat follow,,,dan 1 lagi mohon follow agar maenambah keakraban kita
Intinya jangan lupa follow ,,rate,,comment,,,dan follow lagi
Teng teneeengggg teeeenngg teneeeeng
@yoga_jfp
__ADS_1