
"ah maaf... maaf! kamu sih ngagetin!" ucap Darma.
Setengah jam kemudian polisi datang ke tempat itu. Olivia menceritakan kronologi ceritanya. Setelah mendengar kronologi dari Olivia dan telah terbukti bahwa Roy memakai alkohol dan telah positif menggunakan Narkoba. Roypun di tangkap oleh pihak kepolisian.
Setelah kejadian itu Olivia turun ke bawah. Saat itu sedang sepi pelanggan. Para pegawai menatapnya bangga.
"Boss mereka nampaknya bangga sama boss!" ujar Darma.
"pasti" sombong Olivia terus berjalan maju menuju mobilnya.
"sombongnya" ucap Darma pelan.
"Oh iya untuk manager di sini di usahakan akan secepatnya saya ganti, tunggu saja ya! Jadi sekarang kalian libur saja dulu, nanti di website kita di beritahu lagi"
"siap boss" ucap Mereka serentak.
Oliviapun berjalan kembali memasuki mobilnya. Darma mengekor.
Setelah di dalam Olivia menyalakan mesin mobilnya. Lagi dia meninggalkan Darma di toko itu. Darma hanya melongo melihat kepergian Olivia. Terpaksa Darma harus menaiki angkutan umum untuk ke tempat kantornya.
Setelah sampai di kantor pusat, Darma langsung pergi ke ruangan Olivia.
"yo boss!" sapanya
"oh iyah ini tolong kamu bantu para Administrator di bawah yah!"
"ah baiklah" ucap Darma.
Selama sisa waktu kerajanya Darma membantu Administrator sampai larut dan Sekarang adalah waktunya pulang.
"Boss aku pamit pulang ya!" pamit Darma menghadap Olivia.
"oh iya kamu absen sidik jari dulu di lantai bawah!" perintah Olivia.
"absen? Absen apa boss"
"ya absen kerjalah bodoh!"
"di bawah?"
"iya cepat!"
__ADS_1
"Ok baiklah" Darmapun berjalan menuju lantai bawah.
Darma melihat mesin Absen chek lock disana. Ia lalu menghampiri mesin itu dan menempelkan bawah jempolnya pada mesin itu.
"Thank you!" suara mesin tu
"wooooaaaahhhhh!!!" kagum Darma.
"canggih juga!" ucapnya.
Darma kemudian pergi keluar kantor berjalan menuju tempatnya Ucok dan adik-adiknya untuk melihat keadaan mereka. Sekaligus dia membawa bekal dari jatah makan di kantin perusahaan. Darma pun sampai di tempat yang di tujunya itu.
"Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam" ucap mereka serentak menoleh ke arah Darma.
"wah kak Darma!" ucap Tania riang.
"Hay Cantik!" Darma menegelus rambut Tania.
"ayo kita makan!" Darma mengacungkan plastik berisi makanan.
Merekapun lalu makan dengan lahap dan riang hati. Setelah itu Darma mengajari mereka tentang dasar agama yang dia tahu kepada mereka.
Malampun sudah larut dia bergegas pergi dari tempat Ucok dan kembali ke kosannya.
*****
Sinar pagi menyapa, kini Darma sudah sampai kantor untuk bekerja. Olivia datang datang dengan mobil mewahnya mendatangi kantor. Darma menyambutnya dengan posisi hormat. Olivia melihatnya acuh.
Olivia memarkirkan mobilnya. Ia lalu keluar dan berjalan menuju ruangannya. Darma mengekor Olivia dari belakang.
"Boss boleh saya bantu bawain tasnya!" pinta Darma.
"ouh boleh" Olivia melepaskan tasnya kemudian melempar kasar pada wajah Darma. Darma menangkap tasnya itu dan dia hanya tersenyum setelah itu.
Darma mana mungkin berani melawan Olivia. Dia adalah singa betina pemilik kekuasaan yang megah ini. Seorang ratu yang mempunyai kasta paling tinggi.
Olivia memandang rendah Darma. Dirinya yang sekarang memang tak sepadan dengan Darma.
Olivia ingat betul bagaimana dirinya pernah di suruh paksa membawa tas milik Darma ketika SD kelas 2. Mengingat kejadian itu Olivia kesal.
__ADS_1
"Ouh iya kenapa kamu gak cuciin mobil saya tadi!"
Sial! Darma terlupa bahwa dirinya memiliki hukuman untuk mencuci mobil Olivia di subuh hari.
"e...Anu aku lupa boss!" jawab Darma gugup.
"bagaimana sih? gak konsisten banget jadi orang!"
"maaf boss. Aku akan melakukannya sekarang!"
"Kan gue nyuruhnya..." Olivia menendang bokong Darma.
"subuh!"
Darma melirik Olivia menyesal. Pagi-pagi udah di marahin saja!
"padahal gampangkan? Gue cuma nyuruh tiga hari sekali! Udah sekarang hukuman lo makin berat!"
"oh tidak! sekarang apa lagi?" Tanya Darma dalam hati sembari menelan salivanya.
"Lo harus...."
Gigi Darma bergeretak.
"lo harus bersihin lantai semua lantai di kantor ini selama seminggu ini"
mata Darma membulat mendengar hukuman yang di berikan Olivia. Mati Darma!
Apalah daya Darma dia hanya bisa pasrah dengan semua ini. Jikalau melawanpun pasti hukuman dirinya semakin berat.
"baiklah boss!" pasrah Darma.
"dan jangan lupa dini hari nanti cuci itu mobil!" ucap Olivia membalikan badanya kemudian berjalan ke arah lift.
Mengapa Darma melemah! Dulu waktu SD dia akan melawan siapapun yang berani memerintah dan melawannya. Termasuk kepala sekolah sekalipun. Tapi sekarang Darma telah berubah. Itu yang membuat Olivia bingung. Bagaimana bisa dia berubah drastis seperti ini?
Bersambung...
Thanks for coming 😁
Thanks for reading
__ADS_1