The Garabagan

The Garabagan
Epesode 84 : Ada gengster


__ADS_3

Di pagi hari, Olivia sedang melihati Darma yang tengah mengerjakan tugasnya di komputernya. Dia menyaksikan dengan seksama indahnya pria pujaannya tengah bekerja.


"ini Boss kayak gini?" tanya Darma memperlihatkan dokumen yang telah dibuatnya.


"iya. Tetaplah seperti itu" lantur Olivia menatap Darma.


"hah?" bingung Darma.


"baiklah" lanjut Darma.


Olivia kini tidak fokus pada pekerjaan, dia sedang fokus menatap Darma. Entahlah, mata Olivia terus terpancar cahaya pesona dari Darma.


"menatapnya saja aku sudah bahagia" batin Olivia.


Darmapun merasa aneh, dia kali ini menyadari Olivia sedang melihatinya terus. Namun coba tebak apa yang dipikiran Darma? Darma berpikir mungkin Olivia tengah mengawasi Darma bekerja.


"YOSSSHHH... AKAN KUPERLIHATKAN PADA SI BOSS. BAHWA AKU JUGA BISA BERKEMBANG SEPERTI DIANA" semangat batin Darma.


"lihat saja Boss... Lihat saja.... Ahahahhahahaha" dia tertawa layaknya penjahat dalam film.


*****


Di satu sisi di luar gedung Destiny media. Telah datang seseorang Pemuda yang berusia 24 tahun memakai jas hitam terbuka, memakai Dasi, dan memakai tas gandongnya dengan digendong sebelah. Dia juga memakai tiga anting di tiap telinganya. Dan juga rambutnya yang di cat merah. Diapun membenarkan posisi lehernya yang pegal, kemudian mulai masuk ke dalam kantor.


Karena penampilannya yang sangar, Satpam yang melihatnya pun memberhentikan dirinya.


"mau kemane nih?" tanya Zaenal.


"mau masuk" jawab Pemuda itu datar menatap tajam zaenudin.


"mau apa?" tanya Bima menghampiri.


"interview" jawab Pemuda itu menatap tajam Bima tanpa rasa takut.


"apa? buahahahahaha" ketawa Zaenudin.


"hey kenapa kau pd sekalih? Lihat antingmu. Mana ada perusahaan yang mau mempekerjakan orang yang di tindik sepertimu" jawab Bima.


"kalau begitu akan ku buktikan" jawab Pemuda itu kemudian melewati mereka.


"HEY BERHENTI!" teriak Zaenudin.


"gue sudah terlambat" jawab Pemuda itu berlalu pergi.


Pemuda itu pun lalu masuk ke kantor. Orang - orang yang ada di kantor melihati pemuda itu terus. Pemuda itu tak mempedulikan mereka yang terus melihatinya dan terus - terusan berbisik tentangnya. Dia hanya terus berjalan, kemudian masuk ke dalam lift.


Pemuda itupun naik dan tiba di lantai tiga. Diapun keluar lalu berjalan ke tempat yang ia tuju yakni ruang yang dipakai untuk interview.


Diapun duduk menunggu gilirannya. Hingga akhirnya gilirannyapun tiba. Diapun segera masuk ke ruangan interview itu.


"permisi" ucapnya membuka pintu itu.


"iya, silakan masuk" jawab HRD saat itu, Risa.


Pemuda itupun berdiri di depan Risa. Risa mempersilakan pemuda itu untuk duduk. Pemuda itupun duduk di kursi.


"Darma Adijaya?" tanya Risa menunjuk pemuda itu.


"Iya" jawab Darma Adijaya, mengangguk.


*****


"udah selesai Boss" ucap Darma menyodorkan dokumennya.


"ouh iya" Olivia mengambil dokumen yang di sodorkan Darma.


Oliviapun langsung menyimpan dokumen itu di sisi mejanya.


"tak dilihat dulu Boss?" tanya Darma heran.


"aku percaya sama kamu" jawab Olivia.


"wahhh makasih" ucap Darma senang.


"sama - sama" jawab Olivia tersenyum.


"kalau begitu aku ke mejaku dulu"


"eh... Tunggu..." Olivia mencoba memberhentikan Darma. Darma menatap Olivia.


"iya Boss?" tanya Darma.


"itu... Anu...." Olivia bingung mau berkata apa? Darma menatapnya bingung. Olivia memalingkan matanya menghindari tatapan dari Darma.


"kamu senggang kan?" tanya Olivia.


"tergantung" jawab Darma.


"eh?" bingung Olivia.

__ADS_1


"tergantung?" tanya Olivia.


"yah kalau ada kerjaan lagi aku siap" jawab Darma.


"oh begitu" jawab Olivia.


"kalau begitu..."


"ayo..."


"kita.." Olivia mulai gugup menatap Darma.


"makan bersama..."


" ... di sini saja"


"hah?" bingung Darma.


"tidak lupakan saja!" gugup Olivia.


"hmmmm... Ada yang aneh..." Darma melirik aneh Olivia.


Olivia memalingkan wajahnya menghindari tatapan Darma. Darma semakin menatap Olivia.


"mungkinkah..." Darma mengernyitkan matanya semakin dekat menatap Olivia.


"Boss ini..." semakin dekat.


"suka..."


Olivia terkejut. Apakah Darma menyadari perasaan Olivia terhadapnya.


"Tidak. Tidak mungkin. Bagaimana dia bisa tahu ?" batin Olivia.


"Boss suka makan yah?" tanya Darma.


"hah?" kaget Olivia. Sudah Olivia duga, tidak mungkin orang sebodoh Darma peka terhadap perasaannya.


"ya kan?" tunjuk Darma.


Olivia menatap Darma datar. Entah kenapa hatinya merasa kesal pada Darma.


"yahah... Waktu itu aja di nek ratih perut Boss sampai berbunyi"


"aku tidak menyangka perut Boss akan meraung seperti itu"


"eh enggak Boss" Darma tercengang menatap Olivia.


"awas kamu yah" Olivia berdiri.


"eh tidak.." sangkal Darma.


"Boss aku tidak bermaksud meledek Boss" Darma mulai berjalan mundur menjauh dari Olivia.


Olivia semakin mendekati Darma.


"aku kasih pisang juga kamu yah"


"HUAAAAAAHHHHHH!?" teriak Darma ketakutan. Iapun dengan segera membalikkan badannya dan berlari menuju mejanya.


Kemudian Olivia pun mengejarnya. Olivia berhasil memegang tangan dari Darma. Darma menatap Olivia mencoba melepas. Kini mereka berhadapan.


"TIDAK!" teriak Darma.


"AKU TIDAK MELEDEK!"


Karyawan yang ada di luar ruanganpun heran dengan suara teriakan Darma itu.


"JANGAN KASIH AKU PISANG BOSS" Darma menarik tangannya dari pegangan Olivia sekuat tenaga, akan tetapi Olivia tetap bisa menahannya.


"sudah terlambat..." ucap Olivia "kamu telah meledekku" Olivia tersenyum menatap Darma. Dia senang dirinya bisa bercanda seperti ini kepada Darma. Walaupun aslinya Darma ketakutan setengah mati karena phobianya itu.


"AAAAHHHH... Seseorang tolong a..." Darmapun tergelincir kakinya dan terjatuh. Olivia yang memegangi tangan Darmapun ikut tertarik oleh Darma.


Akibatnya merekapun terjatub saling bertindihan.


"Ahak!" kesakitan Darma yang tertindih Olivia.


Merekapun saling berhadapan satu sama lain. Olivia menatap wajah dari Darma. Kini wajah Mereka benar - benar dekat.


Jantung mereka berdebar kencang tidak karuan. Pipi Olivia memerah menatap Darma. Darma terkejut menatap Olivia.


Olivia terdiam menatap Darma. Dia seakan tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Kedua Tangannya memegangi erat jas dari Darma. Perasaan riang sekaligus tegang bercampur di hatinya. Wajah tampan Darma begitu terlihat dengan jelas di matanya itu. Ah Olivia merasa ingin memiliki Darma.


"Aaaahhhh Boss maaf!" ucap Darma dengan napas yang pengap akibat tertindih oleh Olivia.


"Oh i-iya" gagap Olivia.


"anu Boss..." ucap Darma.

__ADS_1


"iya" jawab Olivia.


"pengap" lanjut Darma.


Oliviapun kemudian menghindar dari Darma. Kemudian berdiri dan membantu Darma.


"segitu aja pengap. Cemen banget sih jadi cowok" ledek Olivia.


"cowok juga manusia. Bisa pengaaap bisaaa matiii... Jangan samakan dengaaann obeng mang budi" Darma malah bernyanyi kemudian tersenyum sambil duduk menatap Olivia.


"haha" Olivia tersenyum kemudian duduk di samping Darma.


"udah lemah, alasan lagi" ejek Olivia.


"itu bukan alesan" jawab Darma.


"hehe" Olivia menatap Darma. Darma menatap Olivia.


Darmapun memalingkan wajahnya kemudian berdiri.


"kalau begitu ayo makan saja" ajak Darma.


Olivia menganga menatap Darma. Kenapa tiba-tiba.


"kalau emang suka makan. Bilang saja, jangan pura-pura" lanjut Darma menyodorkan tangannya untuk membantu Olivia berdiri.


Olivia tersenyum akan perkataan Darma. Iapun memegangi tangan Darma yang menyodor itu.


"baiklah" ucap Olivia.


"aku memang suka makan" lanjutnya tersenyum.


"eh... Pantesan agak gemuk" ejek Darma.


"ih kamu yah.." Olivia kesal kemudian mencubit bahu Darma.


"Aaaaahhhh" teriak Darma kesakitan.


"becanda Boss... Becanda"


"hehe" Olivia tersenyum.


Darma memegangi bahunya yang habis di cubit.


*****


Oliviapun memesan makanan dari kantin perusahaan dua porsi keruangannya. Merekapun duduk di sofa untuk makan.


"oh iya Boss..."


"iya"


"apa Boss ingat saat kita di Destiny mall?"


"oh iya aku punya tiga permintaan kepadamu kan?"


"sebenarnya bukan itu sih... Tapi iya"


"ahah aku lupa!"


"ih padahal masih muda!"


"lupa itu tidak tua tidak muda"


"hehe"


"malah ketawa"


"itu bukan ketawa, Boss. Tapi terkekeh"


"sama saja"


"bedalah... Kalau ketawa tuh kayak gini..." Darmapun tertawa dengan suara bengeknya.


"haha itu mah bengek mau mati"


"itu ketawa"


"terus kalau terkekeh"


"hehehe" Darma pun mempraktikan dengan mimik wajah yang lucu.


"hahaha" Olivia tertawa.


"kamu itu lucu yah" ucap Olivia menatap Darma. Darma hanya tersenyum menatap Olivia.


Merekapun menghabiskan makanan yang ada di meja itu dengan lahapnya sambil berbincang dan bercanda ria.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2