
"aku tidak akan menyembunyikan perasaan ku lagi" batin Olivia. Olivia pun tersenyum.
"akan ku gerahkan semua energiku demi mendapatkannya"
"akan kulakukan semuanya, agar Darma hanya jadi milikku"
Olivia pun mengingat kembali kalau dirinya punya 3 permintaan pada Darma. Apapun yang Olivia minta, Darma harus mengabulkannya. Itu adalah konsekuensi saat Darma kalah oleh Olivia saat bermain game kadal shooter.
"aku akan memakai permintaan itu" batin Olivia.
Oliviapun mengangkat kedua tangannya, kemudian dengan segera memegangi bahu Darma, lalu menggoyangkannya.
"Hey Darma... Darma" panggil Olivia. Darmapun membalikkan badannya menghadap Olivia.
"Kenapa Boss?" tanya Darma.
"aku punya tiga permintaan padamu kan?" Olivia mengangkat tiga jarinya pada Darma.
"oh,,, iya" angguk Darma.
"aku mau menggunakan satu permintaan padamu sekarang"
"sekarang?" kaget Darma.
"iya" angguk Olivia.
Darma terdiam. Dia takut Olivia meminta sesuatu yang sulit untuk di lakukan. Yah Darma sih sekarang sudah tidak merasakan sakit perut lagi. Tapi, kalau di suruh untuk melakukan hal - hal yang berat seperti menggendong gajah, ia belum sanggup.
"mi-minta apa Boss?"
Olivia menundukkan kepalanya malu - malu. Pipinyapun mulai memerah.
"aku ingin..." Olivia mengambil jeda. Dirinya terlalu malu untuk mengatakannya.
"... Ka-kamu memanggilku Olivia ketika kita sedang berdua saja" lanjutnya dengan gugup.
"hah?" kaget Darma. Permintaan apa ini? Olivia tidak sedang melantur kan?
"cepat panggil namaku" ucap Olivia kemudian menatap Darma dengan wajah yang serius.
"tu-tunggu!" gagap Darma. Kenapa tiba - tiba Boss nya itu ingin sekali di panggil dengan namanya.
"bukankah itu tidak sopan" lanjutnya.
"tidak sopan bagaimana?" bingung Olivia.
"Boss kan atasanku. Rasanya aneh kalau aku panggil nama"
"itu permintaanku" jawab Olivia.
"aku ingin kamu memanggilku dengan nama asliku" Olivia menunjukkan wajah serius menatap Darma.
Darma terdiam menatap Olivia. Darma tidak mengerti, kenapa Olivia ingin sekali di sebut namanya oleh Darma. Tapi yah lagian hanya memanggil nama Olivia saja. Darma bisa melakukan hal itu.
"Olivia" ucap Darma kemudian.
"hmmm... Apa Darma?" tanya Olivia tersenyum.
"ahahahaha" Darma tertawa palsu. Dirinya benar - benar tidak mengerti maksud Olivia apa?
"apakah perutmu sudah baikkan?" tanya Olivia kemudian.
"iya, Alhamdulillah" jawab Darma.
"ouh syukurlah" lega Olivia.
Olivia pun menatap Darma dengan serius kembali.
"kata dokter kamu keracunan makanan ringan"
"WAHHHH BENARKAH?" teriak Darma kaget. Olivia juga ikut tersentak kaget ole teriakan Darma secara tiba-tiba.
__ADS_1
Darma terkejut, ternyata nasi goreng buatan Laila sampai bisa membuatnya keracunan makanan seperti ini.
"tapi kenapa rasanya jadi seperti itu yah?" heran batin Darma.
"biasanya masakan Laila selalu enak" lanjut batinnya.
Olivia melihat heran pada Darma yang tengah bengong.
"kenapa bengong?" tanyanya.
"ah enggak" jawab Darma tersadar dari lamunannya.
"kamu habis makan apa? Makan darimana? sampai bisa kayak gini?" tanya Olivia penasaran.
"goreng badak" jawab Darma asal jeplak.
"yang benar?" kesal Olivia.
"hihi" Darma malah tersenyum lebar.
"yang benar ih!" kesal Olivia menyuruh Darma untuk serius.
"ada deh! Nanti Boss malah nyobain lagi" jawab Darma dengan candaan. Darma tidak ingin Olivia mengetahui kalau Laila penyebabnya. Darma tidak ingin Laila mendapatkan masalah.
"nanti saja aku yang akan cerita soal kejadian ini pada Laila" batin Darma.
"Ih Darma gak lucu!" kesal Olivia. Olivia sangat ingin mengetahui penyebab Darma seperti itu.
"makan di mana?" tekan Olivia.
Darma menatap Olivia kemudian tersenyum dengan manisnya.
"di Indonesia" jawabnya kemudian.
"hiiihhh... Dasar" Oliviapun mencubit bahu Darma.
"Aaaa.... Aaaaa... Sakit Boss" Darma kesakitan.
"udahlah Boss. Yang penting kan aku sudah baik"
"gak bisa gitu dong. Kita harus tahu penyebabnya, agar kejadian kayak gini tidak akan terulang lagi"
"aku tidak akan mengulanginya lagi" jawab Darma.
Olivia menatap ragu pada Darma. Dirinya mengenal Darma sekarang dengan baik. Darma adalah tipikal orang yang terlalu baik. Dia ingin selalu membahagiakan dan membantu orang di sekitarnya, meskipun dirinya tersakiti. Sebut saja, ketika Olivia hendak jatuh, Darma menangkapnya padahal Olivia sedang membawa boneka pisang. Akhirnya Darmapun pingsan karena phobianya itu.
Olivia berpikir, mungkin saja penyebab sakit perutnya Darma karena membeli makanan pada seorang pedagang yang tidak laku dagangannya. Darma mungkin merasa kasihan, kemudian membelinya. Tapi makanannya itu malah sudah basi, dan Darmapun memakannya. Alhasil terjadilah kejadian seperti ini. Darma keracunan makanan.
"dasar emang!" batin Olivia.
"tapi..." Olivia memandang Darma.
"itulah yang membuatku menyukainya"
"tapi kalau dia terus tersakiti seperti ini. Aku tak terima"
"aku harus jadi orang yang menjaganya"
Darma melihat bingung Olivia yang terus melihatinya terus. Darmapun mulai sadar, akhir - akhir ini Olivia selalu melihati dirinya.
"satu permintaanku lagi" ucap Olivia kemudian.
"eh?" kaget Darma. Olivia akan memakai permintaannya lagi?
"jawab jujur pertanyaanku yang satu ini" pinta Olivia menatap Darma dengan serius.
Darma membulat mendengar perkataan Olivia. Akankah Darma harus menjawab pertanyaan yang akan di lontarkan Olivia?
"Kamu makan apa sampai bisa begini?"
"KAN!" batin Darma berteriak.
__ADS_1
"di mana kamu makan?"
"HUUUUAAAAHHHH... AKU HARUS JAWAB APA INI?" Darma bingung apa yang harus dia jawab. Permintaan dari Olivia itu mutlak harus di jawab, tapi Darma khawatir akan Laila. Apa yang harus dilakukannya?
"aku makan na-nasi goreng" akhirnya Darma menjawab dengan terpaksa.
"ih becanda mulu" sebal Olivia.
"serius" pinta Olivia.
"kan ini dari 3 permintaan lo. Kamu janji mau mengabulkannya"
"aku serius" jawab Darma.
"hah?" kaget Olivia.
"masa makan nasi goreng doang bisa sampai gini?" Olivia tak habis pikir. Bagaimana bisa nasi goreng bisa bikin orang sampai keracunan makanan. Nasi goreng macam apa itu?
"i-iya" angguk Darma.
"astaga! Ini pasti di sengaja Darma"
"tidak mungkin Boss" sangkal Darma. Tidak mungkin, Laila tega seperti itu pada Darma.
"iyalah! Seumur - umur belum pernah dengar ada orang yang keracunan makanan gara - gara makan nasi goreng"
"ya bisa aja kan?" jawab Darma.
"kamu beli dimana?" tanya Olivia kembali.
"di..." Darma ragu mengatakannya. Olivia menanti kelanjutan Darma.
"Boss janji tak akan memarahi orangnya kan?"
"aku akan memarahi orang yang sudah melakukan ini padamu Darma. Bahkan mungkin aku akan memukulnya" jawab Olivia marah.
"ku mohon jangan Boss. Aku yakin dia tak bermaksud menyakitiku" jawab Darma.
"orang ini sudah jelas - jelas mau menyelakaimu Darma. Kenapa kamu bodoh sekali sih?"
Tidak mungkin. Mendengar perkataan Olivia, membuat Darma sadar. Biasanya makanan yang di sediakan Laila selalu sangat enak, tapi kenapa saat itu sangat pedas, keasinan, bahkan masam bercampur aduk tidak lazim.
"Apa benar Laila melakukan itu?" tanya Batin Darma. Dirinya masih tidak bisa percaya Laila akan meracuni nya dengan sengaja. Apa salah Darma padanya?
"cepat katakan siapa orangnya?" tanya Olivia tak tahan.
Darma menatap Olivia. Nampaknya Olivia sudah berubah, sebulan lalu dirinya yang selalu mencelakai Darma. Akan tetapi dirinya sekarang malah membelanya. Ah Darma sangat bersyukur. Dia pun kemudian tersenyum.
"kenapa?" heran Olivia menyaksikan Darma tersenyum.
"enggak, hanya saja..." Darma menatap Olivia.
"aku menyukai Boss yang sekarang" lanjut Darma tanpa sadar.
Cleb... Jantung Olivia seperti di panah oleh panah asmara. Seketika ribuan bunga tumbuh di hati Olivia. Perkataan Darma barusan sungguh membuat hatinya terkejut kesenangan. Astaga... Apa telinga Olivia tak salah dengar?
"A-apa yang kamu katakan Bodoh!" ucap Olivia reflek dengan pipi memerah.
"aku merasa Boss sudah berubah. Boss jadi lebih baik padaku akhir - akhir ini"
"yahhhhh..." Olivia jadi gugup bukan main. Dirinya jadi memalingkan wajahnya dari Darma.
"i-itu karena aku punya alasan mengapa menjahatimu" jawab Olivia.
"alasan apa?" tanya Darma.
"sudah ih! Malah mengalihkan pembicaraan!" memang saat inilah waktu yang tepat untuk berbicara pada Darma tentang alasan Olivia menjahatinya. Tapi, ada sesuatu hal yang lebih penting lagi sekarang. Mengetahui orang yang melakukan ini semua oada Darma.
"siapa orang yang membuatmu begini?" tanya Olivia kembali.
"orang itu..."
__ADS_1
Bersambung...