The Garabagan

The Garabagan
Episode 5 : First work


__ADS_3

Hudaaaaaanggggg Oyyyyyyy!!!


Darma terbangun dari tidurnya akibat suara keras mendobrak telinganya, yang ternyata adalah suara Darma yang direkam berteriak dan dijadikan nada ringtone alarm miliknya.


"wuuuaaahhhh udah jam 2!" Darma melihat HP nya.


Diapun berdiri pergi mandi, ambil wudlu dan berpakaian kerja kemudian melaksanakan solat tahajud dan berdo'a kepada tuhan pemilik semua alam Allah SWT.


Di dalam do'anya :


Ya Allah, milikmulah segala puji, Engkaulah penegak langit dan bumi serta apa-apa yang ada di dalamnya, milik-Mu lah segala puji, milik-Mu lah kerajaan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di dalamnya, milik-Mu lah segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi dan apa-apa yang ada di dalamnya, milik-Mu lah segala puji, Engkaulah penguasa langit dan bumi , milik-Mu lah segala puji, Engkaulah yang benar dan janjimu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataanmu benar, surga-Mu itu benar ada, neraka itu benar ada, para nabi itu benar, Nabi Muhammad Saw itu benar, dan kiamat itu benar ada. Ya Allah hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal, hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dengan-mu lah aku menghadapi musuh, dan hanya kepada-Mu lah aku berhukum. Maka ampunilah aku atas segala dosa yang telah aku lakukan dan yang mungkin akan aku lakukan, dosa yang aku lakukan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Engkaulah yang Maha terdahulu dan Engkaulah yang Maha terakhir. Tiada Tuhan selain Engkau dan tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.


(Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, Muslim, Abu Daud dan al-Tirmidzi)


Setelah selesai sholat dan berdo'a dia merebus mi kemudian memakannya dengan nasi. Darma lalu mengambil tasnya dan berangkat menuju tempat kerja.


Sesampainya Darma di kantor pusat terlihat disana gerbang di kunci dan satpam berkumis tipis yang tengah berjaga sibuk memainkan ponselnya.


"ey,,,ey,,,ey,, whattss upp man!" sapa Darma pada satpam itu dengan tangan yang udah kaya spiderman saja


"whatts up,,, whatts up,,, bukannya salam kamu!" bentak satpam itu


"yah gaul pak!" Darma mengayun-ngayunkan tangannya ke depan satpam itu. Namun satpam itu meliriknya tanpa expresi. Menghening. hanya terdengar suara jangkrik di saat suara terhening itu.


"ya udah deh. aku ulangi lagi ya!" ujar Darma


Darma kembali ke jalan raya dan kembali lagi ke gerbang untuk mengulangi menyapa satpam itu.


"assalamu alaikum ,,,,alaikum ye..." namun kali ini Darma malah bernyanyi menghampiri satpam tersebut.


"malah di nyanyiin,,," kesal satpam itu


"yah aing! Salah lagi" Darma menggaruk kepalanya


"emang susah ya kalau bicara normal?" tanya satpam itu


"udah enak gini pak!" jawab Darma


"hah ya udah ,,, mau apa kamu kesini?" tanya satpam itu


"hehe saya kerja di sini pak!" jawab Darma dengan bangganya


"hah kok saya gak pernah lihat kamu!" bingung satpam itu


"lagian kamu gak pake seragam Destiny media?" l


"yah saya kan baru di sini pak!" jelas Darma


"oh yah... Siapa nama kamu?"


"Darma Deriyana" Darma menyilangkan kedua lengannya dan meletakan di dadanya.


"mana kartu tanda pengenal kamu di perusahaan ini?" tanya satpam itu sembari melihat ke dada kanan Darma. Karena di sanalah biasanya para pegawai memasang tanda pengenal mereka.


"hah?" bingung Darma.


"tanda pengenal? Bu Olivia tak memberi saya kartu tanda pengenal pak" jawab Darma.


"kok bisa?" satpam itu mulai curiga.


"ya mana saya tahu?" Darma mengangkat kedua bahunya.


"ah tidak ada! Kau mau macam - macam pasti!" satpam itu menunjuk Darma


"eh pak jangan fitnes ya!" saut Darma tak terima menunjuk Satpam itu.


"fitnah mungkin!" satpam itu membenarkan.


"nah iya itu!"

__ADS_1


"pokoknya kamu saya tangkap dulu! Diam di sini" satpam itu menarik tangan kanan Darma dan memborgol kedua tangannya


"hah pak kenapa saya di borgol? Bapak mau sulap kah?" Darma mengangkat kedua tangannya dan menatapnya dengan tatapan panik sekaligus bingung.


Datanglah lagi seorang satpam berkumis lebat menghampiri mereka berdua. Satpam itu nampak kebingungan dengan yang terjadi di sana.


"ada apa ini?" tanya satpam yang baru datang itu dengan nada tinggi.


"ini pak,,," satpam itu memegang tubuh Darma dan menariknya kehadapan satpam yang baru datang itu. Darma hanya mengikuti dan hanya menguap ditutupi kedua tangannya yang di borgol


"katanya dia mau masuk ke kantor ini, tapi dia tak memakai seragam dan juga tak mempunyai tanda pengenal" jelas satpam itu.


"hahhhhhh??!!?" murka satpam itu.


"mau apa kamu kesini?" satpam itu mencolok lubang hidung Darma dengan kedua jari nya.


"Aaaaaaa.... Sakit woyyy" teriak Darma


"Cepat jawaaabbb!!!" teriak satpam berkumis lebat.


"kan udah aku bilang pak! Aku tuh pekerja baru di sini, aku jadi asisten nya bu Olivia" jelas Darma namun kedua satpam itu masih ragu bahkan tidak percaya apa yang dikatakan oleh Dery


"haha orang kayak kamu jadi asistennya bu Olivia! Haha" kedua satpam itu terbahak - bahak tak mempercayai.


Melihat mereka tertawa Darma ikut tertawa dengan terpaksa.


"JANGAN BERCANDA" sentak satpam berkumis lebat. Sontak membuat jantung Darma mau pecah akibat kaget.


"eh kalau gak percaya coba telepon bu Olivia nya!" tantang Darma dengan santainya.


"hmmmm boleh!" ucap satpam berkumis lebat


"tunggu sebentar!" satpam berkumis lebat itu mengambil handphone nya, lalu menelpon Olivia Anna Denia.


Panggilanpun tersambung. Olivia saat itu sedang tengah tidur dengan nyenyaknya. Dia terbangun akibat bunyi bising dari HPnya


"hallo" Jawab Olivia dengan nada mengantuk


"ADA APA KAMU TELPON SUBUH - SUBUH BEGINI?" bentak olivia.


"ahhhhhhh,,,,itu,,,anu..." satpam berkumis lebat itu tergagap ketakutan.


Hahahahahahaha...


Darma tertawa melihat tingkah satpam berkumis lebat itu. Namun satpam satunya mengeplak kepalanya.


Plaaaaakkkk


"eh tongo!" latah Darma.


"gini boss..." Satpam itu lalu menjelaskan apa yang terjadi pada Olivia.


"apa benar orang yang bernama Darma Deriyana adalah Asisten anda di kantor?"


Olivia ingat betul bahwa Darma sudah menjadi asistennya di kantor. Namun sebenarnya ini adalah rencananya untuk menjaili seorang Darma.


"hah?" Olivia pura-pura bingung


"tidak! Saya tidak kenal dengan yang namanya Darma!"


"tolong amankan orang itu ya! Takut dia mau merampok!"


"kalian bebas melakukan apapun terhadapnya!"


"tapi katanya..." omongan satpam berkumis lebat itu terpotong.


"ouh iya kalau Para pekerja yang baru sih sudah saya kabarkan bahwa besok kumpul di depan dulu jam 8 pagi untuk di beri seragam dan tanda pengenal kemudian pelatihan selama 3 hari kedepan!"


"dan satu hal lagi!"

__ADS_1


"apa itu bu?"


"hati-hati jangan jangan dia bersama temannya! Sudahlah saya mengantuk"


"iya bu..."


Tutttt...tutt...


Oliviapun menutup teleponnya dan tertawa senang menjahili orang yang dia benci itu.


"nah rasakan itu!" Olivia tertawa lepas


"itulah pembalasan dendamku"


"namun itu baru permulaan" gumamnya sembari tersenyum jahat.


****


Satpam itu menyimpan HPnya kedalam saku celananya Dan menatap Darma dengan mata yang berapi - api.


"MAU APA SEBENARNYA KAU HEH?" sentak satpam berkumis tebal itu sembari melotot pada Darma


"bu Olivia bilang dia tak tahu namamu" satpam itu memegang dagu Darma dengan kasar.


"hah?" kaget Darma tak menyangka. Kenapa Olivia bisa tak melupakannya. Lagi pula dia adalah orang yang nilai testnya paling tinggi. Kenapa bisa Olivia lupa dengan dirinya.


"ya udah Lex ikat dia di gerbang" suruh Satpam berkumis lebat itu.


"dan kata bu Olivia,,, hati-hati siapa tahu dia ada temannya"


"teman apaan! Hong aku cuma sendiri di kosan" ucap Darma dengan santai.


Darmapun diikat tangan dan kakinya di gerbang. Dia berusaha menjelaskan akan tetapi mereka tak percaya. Hingga akhirnya bibirnya di perban.


Jelang beberapa menit Adzan subuh berkumandang. Dia pun meminta izin kepada mereka agar diijinkan untuk sholat subuh dulu lalu di ikat kembali.


Hmmmm...hmmmm..hmmm


Begitulah dia berbicara dengan mulutnya di tempel perban. Satpam berkumis tipis menghampirinya sembari membawa tongkat satpam miliknya.


Plaaakkkk


Darma dipukul bahunya oleh satpam tersebut.


"diamm ngapa!! Si juki lagi tidur tuh capek dia, kasihan!" sentak satpam itu.


"Mau apa?" tanyanya sembari melepaskan perban dari mulut Darma.


"boleh solat subuh dulu gak?" pinta Darma


"hah! Mau merampok kok solat subuh,,,," jawab satpam itu tersenyum tak mempercayai ucapan Darma.


"mau kabur bilang aja" Darma dipukul kembali bahunya dengan tongkat. Darmapun diperban kembali, dan satpam itu kembali berjaga sembari ngopi.


Pada akhirnya Darma merasa lelah. Diapun tertidur dengan posisi berdiri terikat di gerbang. Sungguh malang nasibnya di hari pertamanya ini. Hmmm sabar.


*****


Bersambung...


:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Terimakasih bagi yang sudah baca jangan lupa follow, follow,,dan jangan lupa follow dan ingat follow,,,dan 1 lagi mohon follow agar maenambah keakraban kita


Intinya jangan lupa follow ,,vote,,comment,,,dan follow lagi


Teng teneeengggg teeeenngg teneeeeng


@yoga_jfp

__ADS_1


__ADS_2