
Diruangannya, Diana tengah sibuk menyiapkan beberapa dokumen untuk cabang barunya. Sayang, dirinya tidak bisa bertemu Darma dengan kesibukannya itu.
"ah tidak apalah tidak bertemu sekarang. Yang penting nanti aku bisa bertemu dengannya setiap hari, hehe" ucap Diana sambil memandangi komputer di mejanya. Diapun lanjut mengetikkan tugasnya.
Itulah keinginan Diana. Dirinya tidak hanya ingin mendapatkan lelaki pujaannya. Tetapi dia juga ingin mendapatkan karirnya yang bagus. Karena menurutnya, Cinta itu akan bertahan jika keadaan ekonominya juga bagus. Cinta juga perlu makan kan?
Dan bisa kalian lihat sendiri, banyak orang yang bercerai karena keadaan ekonomi kan?
****
Sementara itu, di dalam Bus, Olivia ketiduran dan bersandar pada pundak Darma.
"AAAAAAAHHHHH" teriak hati Darma kaget.
"POSISI APA INIII?"
Darma yang merasa keberatan, langsung membenarkan posisi kepala Olivia. Selanjutnya Olivia hanya bersandar di jendela bus. Namun ketika Bus selalu berbelok, Olivia selalu terjedot kepalanya pada jendela Bus.
Darma melihat hal itu. Karena merasa kasihan, Darmapun menaruh dan membiarkan kepala Olivia tertidur di pundaknya. Olivia mengintip wajah Darma dengan satu matanya, iapun tersenyum dengan apa yang di lakukan Darma. Ternyata dirinya hanya pura - pura tidur saja. Dia ingin tahu, apakah Darma peduli terhadapnya atau tidak. Dan alhasil, Darma peduli terhadapnya. Oliviapun merasa sumbringah kesenangan.
Dan di tengah perjalanan, Oliviapun yang tertidur pulas terbangun. Dia membuka matanya dan melihati Darma yang tertidur bersandar pada kepala Olivia yang juga bersandar pada pundak Darma.
"wajah kita berdekatan" batin Olivia gugup. Jantungnya berdebar serasa mau meledak.
Oliviapun mengangkat tangan kanannya lalu menyentuh hidung dari Darma.
"hidungnya mancung" batinnya berkata.
Kemudian iapun menyentuh pipi dari Darma. Olivia tersenyum menatapnya.
"Bahkan ketika tidurpun dia begitu tampan" ucap Olivia.
Oliviapun melihat ke arah tangan dari Darma. Iapun menurunkan tangan kanannya kemudian tangan kirinya memegang tangan kanan Darma. Iapun lalu menggengamnya erat.
"tangannya sama besar denganku" ucap Olivia.
Olivia membetulkan sandaran kepalanya. Kemudian menggenggam erat tangan dari Darma. Rasanya hangat bisa berada dalam posisi seperti itu. Nyaman sekali.
"Darma..." ucap Olivia menatap wajah Darma yang tertidur.
"aku mencintaimu" lanjutnya, Kemudian membetulkan sandarannya, tersenyum, lalu terpejam menutup matanya.
Hatinya yang berdebar ikut mengiringi perjalanannya. Udara malam yang dingin tidak terasa di kulitnya, karena Olivia merasa ada Darma sebagai penghangat baginya. Olivia sangat bahagia sekali. Tidak ada kata yang bisa menjelaskan betapa bahaginya dirinya bisa sedekat itu dengan Darma.
"tetaplah selalu seperti ini Darma" ucapnya pelan menatap wajah Darma dari dekat.
"selalu dekat denganku. Jangan menjauh"
Oliviapun menutup matanya dan mencoba terlelap tidur kembali. Ah rasanya Olivia akan kesulitan tidur. Namun akhirnya diapun malah tertidur pulas.
*****
Setelah sampai dekat rumah Olivia, Bus pun berhenti, Darmapun terbangun lalu melihat ke arah Olivia yang tengah bersandar di bahunya tertidur terlelap. Dia pun merasa di tangannya ada sesuatu yang hangat. Darmapun kemudian melihat tangannya yang di genggam oleh Olivia.
"Boss sangat ketakutan yah? Sampai menggenggam tanganku seperti ini" batin Darma. Darma menatap wajah Olivia dengan seksama. Dia melihat jelas wajah dari Olivia. Dia melihat mulai dari halisnya yang tebal karena memakai pensil alis. Bulu matanya yang lentik alami. Bibirnya yang berwarna merah muda karena lipstik yang di pakainya. Ah ternyata kalau dilihat dari dekat wajah Olivia begitu cantik.
"ternyata si Boss cantik juga yah" batin Darma. Diapun langsung teringat waktu di panti asuhan, Olivia memeluknya.
Pipinya langsung memerah seketika kala mengingatnya. Jantungnya jadi berdebar tidak karuan.
"Astagfirullah" istigfar Darma.
Darma pun lalu menggoyangkan bahu dan menyeru agar Olivia bangun dari tidur lelapnya. Oliviapun akhirnya terbangun lalu menatap Darma yang tengah membangunkannya. Merekapun saling bertatap.
"ayo kita turun" ucap Darma.
"oh ... Iya" jawab Olivia.
Oliviapun segera berjalan menuju kernet untuk membayar ongkos untuk dirinya dan juga Darma. Darma membuntang atas apa yang di lakukan oleh Olivia. Oliviapun lalu turun dari Bus. Sementara Darma, dia hanya menatap Olivia.
"ayo" ajak Olivia.
__ADS_1
Darmapun turun dari Bus. Namun karena matanya terus melihat Olivia, dia jadi tidak fokus, diapun terjatuh dari tangga Bus.
"BUAHAAAAAKKK" teriak Darma kaget.
Olivia kaget menatap Darma. Iapun kemudian membantu Darma bangkit.
"HAAAHHH!!?" teriak kernet yang melihatnya.
"HATI - HATI JATUH!" lanjutnya.
"Udah bang" jawab Yuda agak kesal.
"pppfffttt" tahan tawa kernet itu. Kemudian Buspun melaju pergi.
"ini jokes yang kesekian kalinya" gumam Darma.
"kenapa tiap aku jatuh. Selalu ada yang bilang 'hati - hati bang' padahal aku sudah jatuh"
"hehe" Olivia tersenyum geli.
"kamu kesal?" tanya Olivia.
"enggak" jawab Darma.
"kamu tak pandai bohong yah?"
"hah?" bingung Darma.
"bay de wey, makasih yah Boss" ucap Darma menatap Olivia.
"bentar kamu ke kosanmu naik apa?" tanya Olivia.
"naik sepatu"
"jalan kaki? Kan jauh"
"gak apa - apa. Olahraga sedikit hehe" jawab Darma.
"kenapa tadi gak minta turun dekat kosanmu saja sih?"
Olivia menatap Darma.
"ya udah bentar! Aku antar yah"
"eh gak usah Boss. Boss istirahat saja" tolak Darma.
"udah gak apa-apa"
"gak papa Boss gak usah"
"udah aku antar"
"beneran nih?"
"Iya. Ayo ke rumahku dulu" ajak Olivia.
Darmapun terdiam menatap Olivia. Dirinya sangat bersyukur Olivia jadi baik padanya. Dulu ketika waktu dirinya telah selesai membersihkan kendaraan milik Olivia, dirinya selalu di tinggalkan Olivia ketika hendak ke kantor. Kini Olivia bahkan tidak tega melihat Darma berjalan kaki. Padahal jalan kaki sudah menjadi lumrah bagi Darma.
"syukurlah. Boss jadi baik padaku" batin Darma.
"ayo" ajak Olivia.
"Oh baiklah" senang Darma.
Merekapun berjalan menuju arah rumah Olivia.
"Boss..."
"iya"
"hehe... Enggak" Darma terkekeh.
__ADS_1
"eh apa?" penasaran Olivia tersenyum.
"enggak hehe"
"ehhhhh apa sih?" heran Olivia.
Darma harus berkata apa? Dia senang Olivia jadi baik padanya. Dan kalau dipikir juga, akhir - akhir ini Olivia bisa dikatakan selalu menghabiskan waktu dengan Darma. Darma senang Olivia bisa dekat dengan Darma.
Setelah sampai rumah, Oliviapun dengan segera mengambil mobilnya. Iapun kemudian memarkirkan mobilnya.
"ayo naik" ajak Olivia.
"aku gak enak Boss"
"udah gak apa - apa"
"ini udah malam. Boss kan perempuan"
"emangnya kenapa?"
"nanti kalau ada orang jahat gimana? Aku gak mau Boss kenapa - kenapa"
Pipi Olivia memerah dengan perkataan Darma barusan. Darma begitu peduli terhadapnya.
"ya udah, aku pesankan ojek online yah" ucap Olivia.
"boleh deh" jawab Darma.
Beberapa menit kemudian, pengemudi ojek online yang dipesan Oliviapun datang. Olivia membayar biaya ojek itu. Darmapun yang merasa gak enak menolaknya. Namun akhirnya diapun naik juga dan berpamitan pada Olivia. Diapun di antarkan sampai kosannya.
Di kosannya, Darma berbaring menatap langit-langit. Dia masih merasa bingung, kenapa Olivia jadi sangat baik padanya. Darma juga kembali teringat dirinya di peluk dengan hangat di panti asuhan.
"AAAAHHHHH" teriaknya terbangun. Jantungnya berdebar kencang mengingat hal itu. Pipinya memerah.
"kenapa Boss... Me... Me... Memelukku?" tanyanya tergagap.
Darmapun mengingat kembali kejadian di panti. Soal Bu Arini ternyata ibu dari Olivia.
"wuahhhhh betul - betul mengejutkan"
Dia juga teringat, nampaknya Olivia dan Bu Arini sedang tidak dalam keadaan yang baik.
"apa yang membuat mereka seperti itu yah?" heran Darma.
"apa tidak apa-apa kalau aku ikut campur urusan mereka?"
"ah tapikan aku niatnya membantu"
"lagipun aku juga sudah berjanji pada bu Arini, untuk membuat Boss dan Bu Arini berdamai"
"ah aku tidur sajalah. Daripada pusing" Darmapun membaringkan badannya pada kasur lantai. Diapun mulai tertidur mengistirahatkan jiwanya.
*****
Olivia tengah tertidur berbaring sembari menatap langit - langit kamarnya. Dirinya begitu dilanda kebahagiaan hari ini. Sampai - sampai senyumnya tidak bisa dia bendung. Ah menghabiskan waktu seharian dengan Darma lelaki yang di sukainya itu. Benar - benar waktu yang sangat istimewa.
Disaat Olivia yang tengah senang mengingat keadaan semuanya hari ini. Ponselnya pun yang terdiam mulai berdering berbunyi menandakan pesan chat.
Olivia pun mendengarnya, dengan segera mengambil ponselnya dan melihat isi pesan tersebut. Ternyata itu dari Renita.
"coba lo lihat di website kita" pesan dari Renita.
Oliviapun mengikuti apa yang di suruh oleh Renita. Diapun membuka website. Hal yang mengejutkan mengagetkan dirinya. Disitu terpapar nilai terbesar ketiga dalam test bernama, Darma Adijaya. Untuk mengisi karyawan yang kosong di controller.
"Darma?" bingung Olivia.
"emang kenapa dengan Darma?" iapun lalu mengirim pesan balasan pada Renita.
"enggak. Namanya mirip dengan Darma saja" balas Renita.
"iya yah" balas Olivia.
__ADS_1
Oliviapun berpikir, namanya mirip dengan Darma. Emangnya kenapa?
Bersambung...