The Garabagan

The Garabagan
Epesode 46 : Tamparan


__ADS_3

Hingga akhirnya Darmapun datang kembali membawa peralatan kebersihannya. Namun ketika beberapa langkah dirinya terjatuh karena menginjak sesuatu yang licin.


Darma menatap Olivia, dia tahu pasti Olivia yang melakukan semua ini. Akan tetapi Darma tetap bersabar dan berdiri kembali. Kemudian mulai menyimpan peralatan kebersihan yang dibawanya.


Olivia hanya menatap layar laptopnya, sesekali ia juga menatap Darma. Darma mulai membersihkan ruangan yang dihuni Olivia itu. Ia menyapu lantai, kemudian lanjut mengepel, dan membersihkan meja Olivia.


"permisi Bu, maaf mengganggu" ucap Darma "aku mau mengelap meja dulu.


Olivia menatap Darma tajam.


"lo ngehina gue?" tanyanya.


"Gue gak Suka di panggil BU" lantutnya.


"eh..." Darma kaget. Olivia memang tidak bisa di ajak bercanda.


"maaf becanda Boss"


Tak bicara apapun, Olivia langsung berdiri kemudian pindah duduk ke meja Darma. Darmapun membersihkan meja milik Olivia.


Akhirnya dia telah selesai membersihkan ruangan itu. Yah emang ruangan itu tadinya sudah bersih sih. Cuman dengan tambahan dari Darma, jadi lebih bersih.


Darma lalu mengembalikkan alat-alat kebersihan yang di bawanya ketempat semula.


Selanjutnya setelah Darma mengembalikan semua alat kebersihannya, ketika dia mau mendudukan bokongnya pada kursi pribadinya. Darma kembali dipanggil Olivia untuk menghadapnya. Darmapun lantas menghadap Olivia.


"iya Boss"


"Tolong bersihkan semua kendaraan yang ada parkiran"


"hah!?" Darma melongo mendengar apa yang di katakan Olivia barusan.


"iya. Lo bersihkan semua kendaraan yang ada di parkiran"


Apaaaa!? Teriak hati Darma. Pekerjaan jenis apa ini? Dirinya sedang tidak bekerja di steam mobilkan? Kenapa harus membersihkan semua kendaraan yang ada di parkiran.


"ke... Kenapa Boss?" gagap Darma.


"yah biar para karyawanku senang"


"tapi kenapa harus di bersihkan semua kendaraan mereka"


"banyak nanya banget sih. Lo itu asisten gue. Turuti apa kemaun gue" sentak Olivia.


"ba... Baiklah Boss" Darma mengangguk. Tiada guna melawan perintah Olivia. Perintahnya harus mutlak dijalankan.


"CEPAT!"


"iya Boss" Darmapun pergi menuju parkiran.


Hati Olivia merasa tak tega berbuat seperti itu pada Darma. Tapi dia harus bisa menelan rasa kasihannya itu.


Dengan keringat yang terus berjatuhan, Darma membersihkan semua kendaraan yang ada di parkiran semengkilat mungkin.


Kemudian disana, Opik CS yang tengah berjalan, melihat Darma yang tengah membersihkan kendaraan yang ada diparkiran. Merekapun tertawa mengejek Darma.


"apa ini?" tanya Opik membentangkan tangannya. Mereka menghampiri Darma.


"lagi ada yang jadi babu nih" ucap Daniel.


"bersihin mobil gue yah" ucap Gerard menepuk jendela mobil putih miliknya.


"iyah" senyum Darma "dengan senang hati"

__ADS_1


Darmapun bagian membersihkan mobil milik Gerard. Opik, Daniel, dan Gerard tersenyum senang melihat Darma seperti itu. Itu sudah mewakilkan balas dendam mereka pada Darma.


"ayolah kawan-kawan" ajak Opik pergi dari sana. Merekapun pergi dari parkiran.


Darma melanjutkan membersihkan semua kendaraan yang ada di sana sampai akhirnya tiba waktu magrib. Diapun bernafas lega, pekerjaannya selesai.


Diapun menidurkan diri di parkiran sebentar.


"hahhhh..." Darma menghembuskan nafasnya.


"sabar Darma. Dua bulan lagi" ucap dia menenangkan dirinya.


Iapun berdiri, kemudian pergi menuju mushola untuk beribadah solat Magrib.


Tiba waktunya pulang. Darmapun mengambil tasnya dan segera berpamitan pada Olivia.


"Boss aku pamit pulang" pamitnya.


"Iya" jawab Olivia.


Darmapun kemudian pergi dan pulang menuju kosannya.


Oliviapun juga mengambil tasnya lalu pergi ke lantai bawah menuju parkiran. Dia berjalan menuju mobilnya. Langkahnya terhenti setelah dia melihat Via tengah membersihkan mobilnya yang kotor penuh dengan cairan warna warni.


Diapun segera menghampiri Via.


"Kenapa ini?" marah Olivia.


"Maafkan saya Boss. Dari tadi saya jalan-jalan dulu sebentar selagi menunggu Boss pulang" ucap Via.


"Dan kudapati mobil Boss kotor seperti ini"


Olivia langsung mengingat Darma. Dia yang sedari tadi siang sampai sore ada di parkiran. Mungkin ini semua ulahnya. Dia mungkin kesal pada Olivia, karena di suruh membersihkan semua kendaraan yang ada di parkiran.


Dengan segera Olivia masuk kedalam mobilnya di area belakang. Viapun juga masuk di area setir.


"cepat ke Jalan Nigara. Cari orang yang tadi pagi kita awasi" perintah Olivia untuk mengejar Darma.


"baik Boss" Mobilpun melaju di iringi kemarahan Olivia pada Darma.


Akhirnya mereka melihat Darma yang tengah berlari ke area sebrang. Rupanya dia menyelamatkan kucing yang hampir terlindas motor. Untung saja dia tidak apa-apa.


Olivia melihat kejadian itu. Tapi dia tidak peduli akan hal itu. Olivia lantas menyuruh Via menghentikan mobilnya dekat Darma. Olivia turun dan....


Plaaaaaakkkkkk!!!


Olivia menampar Darma. Via kaget dengan yang dia lihat. Kucing yang tadi di selamatkan Darma langsung lari ke area perumahan. Kini Darma memegangi pipinya yang ditampar. Kemudian menatap Olivia bingung. Kenapa dirinya bisa di tampar seperti ini?


"kenapa Boss?" tanya Darma.


"Jangan pura-pura gak tahu deh!" sentak Olivia.


"aku... Gak..."


"pasti lo yang ngotorin mobil gue kan?"


"hah!!" bingung Darma.


"malah Pura-pura polos lo"


"tunggu sebentar" Darma mengayunkan tangannya menghentikan tuduhan Olivia.


"aku tidak tahu yang Boss bicarakan?"

__ADS_1


"Alahhhh... Itu semua ulah lo kan?" Olivia menunjuk mobilnya. Darma menatap mobil Olivia yang kotor.


"aku gak tahu Boss. Aku tidak mungkin berbuat seperti itu, apalagi sama atasanku sendiri"


"cih" Olivia tersenyum sinis "malah pura-pura lagi"


Darma bingung bukan main. Harus dengan cara apalagi dirinya menjelaskan pada Olivia.


"Boss... Demi Allah. Aku gak lakuin itu" sumpah Darma dengan pelan-pelan pada Olivia.


Olivia menatap mata Darma. Mata Darma nampak bersinar tidak berbohong, Rasanya Darma memang tidak melakukan itu.


Bibir Olivia bergetar. Dia tak tahu harus berkata apa.


Darma menghampiri mobil Olivia, menjawil cairan yang mengotori mobilnya.


"lihat. Untuk apa aku membeli ini untuk mengotori mobil Boss. Mubazir uang, Untuk makan aja aku masih susah"


Benar juga. Gajinya bulan kemarin saja cuma lima ratus ribu, untuk apa Darma melakukan itu. Batin Olivia.


Olivia jadi merasa salah telah menuduhnya. Bahkan menampar pemuda ini.


"yah... Po-pokoknya lo ha-harus bersihin mobil gue besok" ucap Olivia memalingkan badannya kemudian menyilangkan tangannya didadanya. Dirinya malu telah menuduh Darma.


"yahah" Darma tersenyum. Olivia menoleh ke arah Darma.


"kalau itu mah kan besok jadwal aku untuk membersihkan Kendaraan Boss"


Olivia diam. Kenapa Darma masih bisa tersenyum. Padahal dirinya sudah di tuduh dan ditampar oleh Olivia.


Olivia heran dengan pria ini. Memikirkannya membuat jantungnya berdebar. Adakah orang yang seperti dia di muka bumi ini, Begitu sabarnya dan kuatnya orang ini.


Ah, Pipi Olivia jadi merah menatap Darma.


"Tuh kan... Besokkan jadwalku untuk membersihkan mobilnya Boss. Jadi gak mungkinkan aku mengotori mobil Boss. Sama saja menambah capeknya aku"


Olivia sangat malu. Dirinyapun langsung berjalan menuju mobilnya, masuk kedalam.


"Awas kalau lo sampai lupa!" Ucap Olivia berada di dalam mobil.


"ayo Via"


"i... Iya Boss" Viapun segera masuk kedalam mobil yang tengah dinaiki Olivia. Olivia menekan tombol untuk menaikan kaca jendela mobilnya. Ingin dia menjerit saking malunya telah menuduh Darma.


Viapun memarkirkan mobilnya dan pergi menjauh dari Darma. Darma hanya menatap kepergian Mereka kemudian memegangi pipinya yang tadi di tampar.


"aduh sakit" ucap Darma.


Di sepanjang jalan pulang Olivia membentur-benturkan belakang kepalanya pada kursi belakang saking malunya. Kemudian tertawa sendiri seperti orang gila


"haha apa yang gue lakukan tadi?" ucapnya menyusutkan tubuhnya.


Melihat Bossnya itu, Via menahan senyumnya.


"hey Via... Lupakan kejadian tadi" ucap Olivia.


"baik Boss"


**Bersambung....


gengs jangan lupa kasih vote, like dan comment biar abdi lebih semangat updatenya ya hehe**...


__ADS_1


visual Via...


__ADS_2