The Garabagan

The Garabagan
Episode 7 : work


__ADS_3

Darma menghampiri kembali Olivia dan berdiri canggung di dekatnya. Olivia terlihat sedang serius mengetik di laptopnya. Karena merasa dapat mengganggu Darma menyimpan tas yang ia bawa di sebelah meja Olivia.


"anu ... Boss apakah ada pekerjaan lain yang bisa kulakukan?" Darma bertanya.


Olivia langsung tersenyum begitu mendengar pertanyaan itu. Dan dia telah merencanakan sesuatu kembali.


"eh iya kayaknya semua OB sekarang sedang tidak ada deh..."


Darma bingung kemana semua OB itu. Kenapa bisa semua tidak hadir...?


"Kayaknya mereka izin melakukan sesuatu"


Sebenarnya tadi malam Olivia menyuruh Kepala Kebersihan dari Office Boy untuk meliburkan semua para Office Boy yang ada di kantornya agar nantinya Darma yang membersihkan semua kantornya. hmmm Olivia sungguh niat mengerjai Darma.


"ouh iya seharian ini kamu bersihin kantor aja ya!" perintah Olivia dengan nada yang lembut


"Ngepel semua lantai aja! Dari lantai 1 sampai lantai terakhir ya!"


Mendengar perintah itu Darma merasa tenggorokannya kering dan langsung menelan ludah dengan kerasnya. Dia mengangkat halisnya kaget kebingungan.


"haaaaahhhh???" heran Darma menganga tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"dari lantai 1 sampai terakhir boss?" tanya Darma memastikan.


"iya!" angguk Olivia sembari menatap layar laptopnya.


"kenapa? Tidak bisa ya?" ucapnya kembali.


Lantai 1 sampai 24 mana bisa dia melakukan semua itu sendirian, pikirnya. Lagipun dia sedang lelah akibat tadi membawa tas milik Olivia yang isinya sebuah baja yang besar.


Darma tak mau mengeluh, dia harus ikhlas hati menerima pekerjaan itu. matanya memejam, dan membukanya kembali lagi.


"baiklah boss" jawab Darma dengan posisi hormat.


"dimana alat kebersihannya boss?"


"ouh iya di ruangan Office Boy di lantai 1" jawab Olivia.


Segera Darmapun menundukan kepalanya pertanda pamit dan menuju ke lantai 1 untuk membawa alat kebersihannya.


Setelah sampai di ruang Office Boy Darma teringat bahwa dia belum solat subuh. Akhirnya dia wudlu, dan mengambil handphonenya untuk melihat arah kiblat. Darmapun sholat di ruangan itu.


Setelah selesai menunaikan ibadahnya, Darma Lalu mengambil peralatan kebersihan lalu membersihkan lantai yang ada di sana.


Ditengah dia mengepel lantai dia melihat Diana sedang di ajarkan oleh seniornya pekerjaanya di staff controler. Darma tersenyum sembari memegang atas tongkat pel-nya. Matanya mengarah pada wanita itu. Dia nampak senang dengan pekerjaannya.


"Wahhh... Diana sepertinya sangat menikmati pekerjaanya" ucapnya.


Tak terasa dia sudah mengepel 15 lantai, Darma merasa tubuhnya susah untuk di gerakan. Tenggorokannya kering kekurangan air mineral. Yah Darma sangat kelelahan. Pekerjaan nya ini lebih melelahkan daripada dia bekerja di mini market.


Darma diam duduk memegangi alat kebersihannya sembari menghela nafas beratnya.


Darma pikir dengan menjadi Asisten Olivia pekerjaannya tidak terlau berat. Dia pikir hanya membantu Administrasi Olivia saja, Tapi sekarang dia malah di suruh membersihkan seluruh lantai kantor tanpa ada satupun yang membantunya. Hah sabar!


Darma kembali berdiri, bajunya basah oleh keringat yang mengujuri tubuhnya. Rasa letih terasa dibenaknya. Tapi dia tak boleh menyerah dia harus bangkit dan mengerjakan pekerjaannya. Dia mulai bersemangat karena di sana ada mesin air minum yang diperuntukan untuk minum para pegawai kantor disana. Lidahnya menjulur keluar.


"Yoshhhhhh" dia mengepalkan tangannya dan berjalan meninggalkan alat kebersihannya lalu berjalan menuju mesin air itu.


Dia menghayal telah berperang dengan siluman kadal di Tengah-tengah gurun. dirinya merasa Kelelahan kemudian mencari surga air.

__ADS_1


Setelah mengembara di panasnya sebuah gurun diapun menemukan sebuah danau.


Darma mengambil gelas yang ada disana kemudian mengalirkan air ke dalam gelas itu. Lalu meminumnya. Dan...


Wuaaaaahhhhh....


Darma sudah seperti Naruto yang telah kehabisan cakra kemudian terisi kembali, sehingga dia siap untuk melawan lagi Madara.


Darma meminum air itu sebanyak 3 gelas. Setelah selesai dia berjalan mengambil alat kebersihannya kembali dan melanjutkan pekerjaannya.


*****


"Ouh iya jangan lupa program baru itu segera promosikan!" suruh Olivia di telpon.


"ya udah boss,,, assalamualaikum" pamit seseorang di telepon.


"yah waalaikum salam"


Olivia lalu duduk menatap jendela kantornya . Dia teringat kepada Darma yang telah dia suruh untuk membersihkan seluruh kantor sendirian. Dia lantas tertawa renyah.


"haha... Bagaimana apa lo masih bertahan?" Olivia bicara pelan sendiri.


"itulah akibatnya bila lo menjahati orang lain, maka orang lain pun akan membalas semua perbuatan lo!" ucapnya lagi.


Oliviapun memegang laptopnya yang sedang asik memutar lagu sedari tadi di youtube. Olivia lalu memindahkan lagu nya ke lagu kesukaannya yakni lagu mawang kasih sayang kepada orang tua.


Nuhuna hinu hinu yeahhhh


Di tengah sedang menikmati alunan lagu Tiba - tiba pintu masuknya terbuka.


Ngekkkkkkk.... Backsound Suara pintu ceritanya.


Hi...hi..hi... Suara orang tertawa


Olivia terkejut setelah dia melihat sesosok...


sesosok....


Sesosok...


Darma dengan wajah kusut kelelahannya...


Aaaaaaahhhhhhhh....


"Done boss!" Darma mengangkat jempolnya dan tersungkur kedepan dengan kelelahan. Tengkurap.


Olivia tak menyangka Darma bisa melakukan pekerjaannya secepat itu sendirian.


"waw cepat sekali"


"hooh" Darma menjawab dengan posisi terlentang ke bawah tembok.


Oliviapun kebingungan apa yang harus dia rencanakan lagi untuk mengerjai Darma kembali. Dia merasa ingin lebih menekan Darma Tapi sepertinya saat ini sudah cukup.


"hey Darma..." panggil Olivia.


Setelah mendengar panggilan Olivia, Darma lalu membuka matanya lebar dan mengangkat tubuhnya berdiri. Dia tak boleh menunjukan dirinya lemah di depan Boss atau Direkturnya ini.


"iya boss" Darma berdiri tegak.

__ADS_1


"sekarang kamu tolong data yang di sana di di hitung ya!" Olivia menunjuk pada beberapa lembar kertas.


"lalu masukan semua datanya pada laptop ini dan juga flashdisk ini!" Olivia menunjuk laptop lalu mengacungkan FDnya.


Setelah mendengar ini Darma merasa tergugah dia seperti mendapatkan ribuan energi. Inilah pekerjaan yang sesuai dengan apa yang dia pelajari dan sesuai dengan pekerjaan kantoran.


"baik Boss laksanakan!" Darma memberi hormat ke Olivia dan langsung memegang laptop kemudian melaksanakan pekerjaannya dengan senang bahagia.


Dia mengerjakan sembari tersenyum-tersenyum seperti orang gila. Olivia bingung melihatnya yang kemudian mengambil headseath nya untuk merileks-kan diri dengan melihat film yang ada di laptopnya.


****


Setengah jam kemudian, di tengah Olivia sedang asik menonton film di laptopnya. Sebuah tangan yang memegang Flashdisk menyodor ke arah matanya.


Olivia kemudian menoleh kepada orang yang menyodorkan Flashdisknya itu. Terlihat di sana pemuda yang tersenyum ke arahnya dan entah berkata apa? Tidak terdangar oleh telinga yang tertutupi headseath itu.


Olivia membuka Headseathnya dan melirik pemuda itu dengan tajam.


"Apa ini?" tanya Olivia mengambil FD itu dan mengacungkannya.


"sudah selesai boss!" Darma tersenyum.


"hah?" kaget Olivia tak mempercayai hal ini. Kenapa bisa lembaran yang begitu banyaknya bisa selesai dalam waktu setengah jam?


"coba di cek boss!" Darma tersenyum kembali.


Olivia pun mengecek file itu dan menghitung kembali karena takut salah. Karena kesalahan sedikitpun bisa merugikannya.


Olivia mengecek dan menghitung kembali dengan teliti selama 2 jam .


Setelah di cek ternyata datanya benar. Oliviapun mengangkat kepalanya dari laptop dan....


Grrrrrrkkkkkk..... Darma tertidur dalam keadaan berdiri.


Seketika Olivia menjadi kesal setelah apa yang dilihatnya. Olivia merasa bahwa dirinya telah di ledek. Berani-beraninya seorang bawahan tertidur di hadapan atasannya. Padahal Darma begitu kelelahan dengan yang terjadi hari ini.


Kepala Olivia begitu jengkel melihat Darma yang tertidur. Ingin rasanya dia menendang pala otak yang tengah lelap tidurnya bahkan jika bisa menyantet Darma.


Tapi di balik wajah lelahnya tersinar wajah manis dari Darma. Namun hal itu tidak mempan pada wanita satu ini. Yang terpancar dipikiran Olivia kepada Darma


hanya kebencian.


Kemudian seorang wanita berambut pendek datang dengan membawa dokumen yang di peluk didadanya.


"permisi" ucap wanita itu


Seketika Darmapun terbangun dari tidurnya karena suara itu. Olivia menoleh kepada wanita itu yang tidak lain adalah sahabatnya Renita.


"Renita!!!" Olivia terkejut dan nampak senang dengan apa yang dilihatnya.


Bersambung...


::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Terimakasih bagi yang sudah baca jangan lupa follow, follow,,dan jangan lupa follow dan ingat follow,,,dan 1 lagi mohon follow agar maenambah keakraban kita


Intinya jangan lupa follow ,,vote,,comment,,,dan follow lagi


Teng teneeengggg teeeenngg teneeeeng

__ADS_1


@yoga_jfp


__ADS_2