The Garabagan

The Garabagan
Episode 22 : Kedatangan Tamu


__ADS_3

Setelah mendapatkan uangnya Darma memasukan uangnya ke jasnya. Darmapun bergegas menuju rumah Olivia menaiki angkutan Umum.


"Hey bang Romli" bang Romli, satpam penjaga gerbang di rumah Olivia. Yang pernah ngobrol bareng dengan Darma di hari sabtu lalu.


"Darma" kaget Romli "mau apa kamu kesini?" tanyanya tersenyum.


"ini mau nganterin ini ke boss Olivia!" Darma menunjukan amplop berisi uang.


"ouh iya, silakan masuk!" Romli membuka gerbang dan Darmapun masuk ke dalam.


Disaat Darma mau mau masuk ke pintu rumah, Darma terpeleset jatuh karena lantai licin.


"Aduhhhhhh" Darma memegangi bokongnya yang terbanting ke atas lantai.


Terlihat disana ada seorang ibu-ibu yang sedang mengepel lantai. Ibu itu nampak terkejut, melihat Darma terjatuh.


"maaf den" ucapnya.


Darma berdiri dan menepuk celananya yang basah dan kotor.


"iya, tidak apa-apa kok bu. Saya juga yang tidak hati-hati" jawab Darma. Ibu itu hanya tersenyum pada Darma.


"Boss Olivianya, ada bu?"


"Oh Boss! ada di dalam kamarnya"


"ouh makasih yah bu!"


"iya"


Busyet! Di rumahnya aja semua pembantunya memanggil Olivia dengan boss! Hebat betul! benak Darma.


Darmapun membuka pintu masuk ke dalam rumah. Saat dia membuka pintu dia di kagetkan dengan adanya 4 perempuan berkacamata hitam dan memakai jas hitam, berdasi merah seragam, menjatuhkan dirinya ke lantai. Nampaknya itu adalah Bodyguardnya Olivia. Para Bodyguard itu memegangi dan mengkunci Darma yang tergelatak di lantai.


"mau apa kamu?" ucap Bodyguard 1.


"ada perlu apa?" ucap Bodyguard 2.


"Lihat dia membawa apa?" Bodyguard 3 menunjuk amplop yang di bawa Darma.


Bodyguard 4 membawa amplop itu kemudian memeriksanya, yang ternyata adalah uang.


Darma hanya terdiam sambil meringis kesakitan karena lengan dan kakinya di kunci dengan kuncian seni bela diri entah apa namanya.

__ADS_1


"Aman Boss!" ucap Bodyguard 4 memegangi sebuah alat komunikasi yang berada di kerah jasnya. Para Bodyguard itu melepaskan kunciannya dan Darma bisa menghela nafas lega.


Darma lalu berdiri memegangi lengannya kesakitan. Para Bodyguard itu kemudian berbaris kembali, dan kemudian berjalan layaknya paskibra dan pergi dari sana!


"ih aneh-aneh wae" kesal Darma.


"awewe deih (wanita lagi)"


Darma kemudian berjalan sembari melihat-lihat rumah Olivia yang megah itu. Kemudian dia duduk di kursi ruang tamu. Lalu menelepon Olivia untuk datang menemuinya. Oliviapun datang dengan pakaian yang uh... Astagfirullah


Dia memakai Kaos dan celana pendek yang hanya sampai menutupi paha. Itu membuat Darma memalingkan wajahnya.


"mana?" Olivia mengulurkan tangannya meminta.


"ini boss" Darma menyodorkan amplopnya sembari menutupi matanya dengan tangan kirinya.


Olivia heran sekaligus kesal dengan tingkah laku Darma.


So suci banget! benak Olivia.


Olivia kemudian mengambil amplop yang di bawa Darma.


"ya udah lo pulang sana!" usir Olivia.


"iya boss, permisi" Ucap Olivia berdiri. Darma lalu berjalan sembari memalingkan dan menutupi matanya di hadapan Olivia.


Olivia menyilangkan tangannya sebal melihat Darma.


*****


Keesokan harinya, Olivia datang pagi sekali. Dia menuju ke ruangan rapat untuk mempersiapkan kedatangan Mr. Martin yang akan mengadakan rapat dengannya hari ini. Dia benar-benar gugup. Hingga dia membersihkan ruangan itu sendirian, tak menunggu para office boy melakukannya.


Setelah sudah merasa semuanya rapih dan bersih. Olivia pergi ke ruangannya, duduk termenung. Dia kebingungan menghadapi Mr. Martin.


Mr. Martin adalah Orang yang paling berpengaruh dalam perusahaan Olivia. Dengan bekerja sama dengan Mr. Martinlah yang membuat maju perusahaan yang dikelolanya kini.


Mr. Martin sangat membantu dalam kebutuhan alat dan juga bahan-bahan untuk membuat kemajuan produk-produk Destiny media.


Sekarang Mr. Martin akan mengadakan rapat secara mendadak. Biasanya kalau Mr. Martin ingin datang, pasti ada problem. Kalau sekedar kepentingan kemajuan perusahaannya dia akan menyuruh para manajernya. Olivia takut cabang-cabangnya membuat kesalahan sehingga membuat Perusahaan Mr. Martin rugi. Seperti cabang yang di ketuai Roy yang telah membuat rugi Olivia dan Mr. Martin.


Olivia mulai mengetik untuk mempersiapkan topik nanti rapat. Darma datang dengan ceria seperti biasanya.


"Selamat pagi" sapa Darma. Olivia terus fokus mengetik di laptopnya tak menghiraukan Darma.

__ADS_1


Darma melihat Olivia bingung, dia terlihat panik seperti mau ketemu gunderewo. Darma kemudian ingat bahwa hari ini akan ada rapat. Dia telah melihat isi kertas yang di remas Olivia , kemudian di lemparkan ke arahnya waktu itu.


"ada rapat ya boss?" tanya Darma. Olivia hanya diam bermenung ke arah laptopnya.


Melihat Olivia yang tengah pusing Darma merasa, dirinya sangat ingin membantu Olivia.


"ada yang perlu saya bantu boss?" tawar Darma.


Olivia berpikir menaruh telunjuknya di jidatnya. Kemudian setelah beberapa menit dia melanjutkan mengetiknya. Tak menghiraukan apa yang dikatakan Darma.


Darma diam-diam melihat apa yang di kerjakan Olivia dari belakang kursi Olivia. Ternyata itu adalah sebuah naskah materi rapat. Dari melihatnya saja, Darma langsung dapat hidayah.


"Bagaimana kalau memuji kelebihan produk mereka dan kecocokannya produk Martin Corp dengan produk Destiny boss"


Olivia menoleh ke belakang. Darma tersenyum pada Olivia.


"gue sudah tahu!" jawab Olivia ketus. Kemudian dia menuliskan dan menjabarkan apa yang tadi Darma ucapkan dengan kata-katanya sendiri.


"sebutkan juga keuntungan bagi Martin Corp bila bekerja sama dengan Destiny media. Lalu promosikan barang-barang dari Martin Corp ke Channel TV Destiny, agar mereka bisa lebih kuat kerja samanya dengan kita" terus Darma. Olivia mengikuti apa yang Darma ucapkan, dan menulisnya. Mungkin karena dia terlalu panik jadi percaya pada Darma dan menuliskannya.


Olivia kemudian mencetak yang di tulisnya ke atas kertas.


"Akhirnya selesai" lega Olivia.


Olivia kemudian menoleh ke arah Darma yang terlihat senang melihat dirinya.


"apa lo lihat-lihat?" sentak Olivia. Darma terkejut kaget.


"mending lo bikinin gue kopi sana!" suruhnya.


"baik boss" Darma kemudian pergi menuju ruangan OB, untuk membuat kopi.


Setelah Dia membuat kopi, dia lalu kembali lagi ke ruangan Olivia. Setelah sampai di ruangan, Kemudian dia menyodorkan kopinya kepada Olivia.


"ini boss" ucapnya.


Olivia kemudian menyunting kembali kertas-kertas yang telah di cetaknya agar tidak ada kesalahan. Dia sudah membuat beberapa salinan nya, untuk diberikan kepada Mr. Martin dan orang-orangnya. Setelah sudah merasa seratus persen benar, Olivia memberi map dokumen pada kertas-kertas itu. Kemudian menaruh kertasnya di atas meja. Berdekatan dengan dokumen data kerugian dua bulan lalu. Olivia lalu mengambil kopinya kemudian menyeruputnya.


Dia melihat jam yang ada di dinding. Dia terkejut sudah hampir jam sembilan, tepat rapat itu di mulai. Olivia lantas langsung menaruh gelas kopinya dan mengambil dokumen yang tadi dibuat, di mejanya. Sial, dirinya salah membawa dokumen. Dia malah membawa dokumen berisikan data kerugian dua bulan lalu. Dia pergi dengan cepat ke arah ruang rapat tak mengetahui hal tersebut.


"kenapa aku tidak di ajak?" heran Darma.


"kenapa juga dia tidak menyuruhku membantunya?"

__ADS_1


Darma melihat ke arah meja, dan terlihat di sana ada beberapa dokumen berisi materi rapat yang tadi dibuat Olivia. Darma pun langsung mengambil semua dokumen itu dan bergegas mengejar Olivia.


Bersambung...


__ADS_2