
Di tengah adegan ledakkan. Olivia yang menghayati filmnya. Tiba-tiba...
"Aaaaaaaaaahhhhh" teriak Darma terbangun dari pingsan.
Olivia terkaget sampai-sampai laptopnya terjatuh. Oliviapun menoleh pada si biang keroknya, Darma.
"Dasar anak kadal" Ucapnya pada Darma kesal.
"aku dimana ini? Tahun berapa? Apakah manusia belum punah?" tanya Darma tiba-tiba sembari bangun, duduk menoleh ke kanan dan ke kiri.
Olivia menggelengkan kepalanya tersenyum mendengar celotehan Darma barusan.
"di ruangan gue! Tahun 2021. Dan manusia tidak akan punah karena ada gue yang selamatin mereka"
"Oh...." Darma membuang nafasnya lega "oh syukurlah" Darmapun memegang kepalanya.
"kenapa aku ada disini Boss?" tanya Darma.
"tadi lo pingsan"
"hahhhhh!?" kaget Darma. Darma lalu teringat kembali sebelum pingsan dirinya ditakuti Olivia dengan boneka pisang.
Darmapun menggidikkan tubuhnya geli mengingat boneka pisang itu. Olivia yang melihat Darma seperti itu tertawa.
"wah senang sekali Boss!" sindir Darma.
"iya, emang haha"
Darma hanya membuang napasnya kesal. Olivia menghentikan tawanya, lalu menatap Darma. Kenapa dirinya bisa tertawa seperti ini bersama Darma.
"lo phobia pisang?"
"iya Boss"
"haha kenapa?"
"ceritanya pendek"
"heh..." Olivia membuang napasnya kesal
"Ya udah cerita kalau pendek"
"Rahasia ah" tolak Darma tak mau memberitahu, dirinya terlalu malu untuk menceritakannya pada siapapun.
"kenapa? Ini perintah" ucap Olivia.
"gak mau ah Boss"
"cepat!"
"gak mau" ucap Darma menoleh dengan penuh hayat.
"heh dasar!" Olivia berdesih kesal memalingkan wajahnya.
Olivia kembali menatap Darma. Pipinya menjadi merah.
"kenapa lo tolongin gue?"
Darma menoleh pada Olivia.
"padahal lo takut sama boneka itu?"
Olivia menundukkan kepalanya. Dirinya menjadi gugup dengan pertanyaannya. Dia jadi takut akan jawaban Darma. Bagaimana kalau jawabannya sama dengan yang ada di bayangan Olivia. Bahwa Darma menyukai Olivia.
"yah karena Boss hampir jatuh atuh"
Olivia menjegil menatap Darma.
"coba kalau terjatuh. Kepala Boss bisa benjol" jawab Darma dengan penuh semangat.
Olivia menatap Darma dengan saksama. Ternyata tidak sesuai dengan yang ada di bayangannya. Tapi entah kenapa Olivia merasa kecewa akan jawaban Darma.
"hanya karena itu?" tekan Olivia bertanya.
"eh!?" bingung Darma.
__ADS_1
"enggak karena hal lain?" tanya Olivia.
"hal lain?" bingung Darma. Apa maksud Olivia?
"Kenapa dengan gue? Kenapa gue merasa kecewa dengan jawabannya?" batin Olivia. Olivia se akan tidak terima dengan jawaban Darma itu.
"sudahlah. Lupakan!" ucap Olivia kembali menundukkan kepalanya.
"apa yang gue lakukan?" tanyanya dalam hati.
"yah, aku cuma menolong dengan apa yang ku bisa"
"tapi Boss tidak apa-apa kan?" tanya Darma.
Olivia menatap Darma kembali. Pipinya kembali memerah. Kenapa Darma menanyakan keadaannya? Padahal dirinya sendiri tadi pingsan!
"Perhatianmu berlebihan, Darma" ucap Olivia dalam hati. Dia seakan tersentuh dengan pertanyaan Darma tadi.
Olivia memalingkan wajahnya, salah tingkah. Lalu berdiri sambil memegang laptopnya. Kemudian pergi ke mejanya.
Darma menatap Olivia. Masih penasaran dengan keadaan Olivia, kakinya menyentuh lantai untuk berdiri.
"Boss" panggil Darma.
"lo kan baru sadar..." ucap Olivia menoleh ke arah Darma "jangan berdiri, atau berjalan dulu bodoh!" lanjutnya.
Darma terdiam.
"Oh...ok" angguk Darma menatap Olivia.
Olivia lalu menaruh laptopnya. Dan berjalan keluar. Ketika dia memegang gagang pintu dia kembali lagi ke meja Darma untuk mengambil makanan yang tadi ia bawa. Diapun berjalan ke arah Darma lagi.
"gue udah pesanin makanan. Jadi kalau lo lapar lo tinggal makan ini"
Oliviapun memberikannya pada Darma. Darmapun mengambilnya.
"terima kasih" ucap Darma pelan. Darma bingung dengan tingkah Olivia. Dia jadi baik padanya.
"Tapi, syukurlah" batin Darma.
"hah? Kenapa?" Darma semakin bingung.
"Dah jangan banyak tanya"
Darma hanya mengangguk sembari menatap Olivia.
Oliviapun pergi menuju ke luar. Darma masih heran kenapa dia tiba-tiba pergi begitu saja.
"Hmmm... Mungkin urusan CEO" terka Darma.
Olivia turun ke lantai bawah dan menuju parkiran. Setelah di parkiran dia langsung masuk ke dalam mobilnya.
Di mobil, Oliviapun memejamkan matanya kemudian menyandarkan kepalanya di kursi mobil, membuang napasnya kesal. Kemudian membuka matanya kembali.
"kenapa gue jadi kayak gini?" tanyanya pada diri sendiri.
"tapi Boss tidak apa-apa kan?" Olivia mengingat Darma menanyakannya.
"apa bener... Gue suka sama Darma?" Seketika Olivia terdiam menyebutkan hal itu.
Olivia kembali membuang napasnya kesal.
"kayaknya gue bener-bener butuh refreshing"
Oliviapun memarkirkan mobilnya lalu melaju pergi dari kantor. Dia ingin Merilekskan pikirannya yang di penuhi bayangan Darma. Olivia pikir dengan jalan-jalan dapat membantu melupakannya.
Diapun pergi ke taman dekat kantornya. Disana dia duduk sambil menatap pekarangan bunga. Begitu indah matanya memandang bunga-bunga yang bermekaran di taman itu.
Tiba-tiba dia melihat Darma dengan seorang wanita berjalan melintasinya. Hati Olivia merasa kesal melihatnya. Diapun langsung menarik bahu Darma dan membuatnya membalikkan badan menghadapnya.
"hey kenapa lo gak di kantor?" sentak Olivia.
Betapa kagetnya Olivia, setelah melihat pria itu ternyata bukan Darma.
"apa maksudmu?" tanya pria itu.
__ADS_1
"eh... E..." Olivia jadi salah tingkah.
"maaf ku kira seseorang" ucapnya.
"i.. Iya" gagap pria itu.
"eh ini Olivia kan?" tunjuk pria itu.
"bukan" jawab Olivia.
"benarkah? Tapi anda mirip seperti Olivia yang ada di TV"
"sayang kamu modus yah?" amuk wanita disampingnya.
"eh... Eng... Enggak sayang" jawab pria itu dengan gagapnya.
"Hiiiihhh..." wanita itu lalu menarik tangan pria di sampingnya Dan membawanya pergi.
Olivia menatap mereka.
"dasar pasangan bodoh" ucapnya.
"Aaaaahhhhhhh!!" kesal Olivia kemudian duduk di bangku taman kembali.
"kenapa gue kebayang dia sih!" ucapnya memegang kepalanya.
Kemudian seorang bencong membawa kecrek menghampirinya.
"selamat siang" sapa bencong itu.
Olivia menatap wajah bencong itu. Dia kaget melihat wajahnya. Dia adalah Darma yang berdandan memakai riasan wanita. Kapan dia beralih menjadi bencong ini?
"eikeh disini mau menyanyi lagu untuk membuang kegalauan anda"
"hah!?"
"baiklah ini lagu spesial untuk anda" bencong itu kemudian menepuk-nepukkan kecrek yang di bawanya.
"nuhuna hinu hina hinu yeaaaahhhh" bencong itu bernyanyi.
Dia tidak percaya Darma jadi bencong seperti ini. Olivia lalu menggelengkan kepala sembari memejamkan matanya. Ternyata itu adalah ilusinya. Aslinya bencong itu berkumis lebat dan mempunyai tahi lalat di pipinya. Sama sekali bukan Darma.
"ah apa yang kupikirkan?" Olivia kembali menepak jidatnya.
"ih.... " Olivia mulai kesal dengan bencong itu.
"ini nih" Dia lalu menyodorkan uang sepuluh ribu.
Bencong itu menerimanya. Kemudian berterima kasih dan pergi.
Olivia menyusutkan tubuhnya pada kursi taman itu.
"kenapa gue terbayang dia terus hiii" ucapnya dengan nada nangis di buat-buat.
*****
Di sore hari, di toko Destiny 47.
"wah... Akhirnya selesai juga" ucap Diana, yang telah menyelesaikan proposal bisnisnya.
"besok tinggal ku ajukan"
Kemudian Diana menatap ke jendela, melihat pemandangan indah kota dari sana.
Iapun lalu melihat ke arah jam tangannya. Disana menunjukkan pukul 16.14 WIB.
"sepertinya sekarang waktuku senggang" Iapun mengambil tasnya lalu pergi ke area parkir, membawa motornya.
Di motor dia mengambil sesuatu di tasnya, kemudian menatapnya. Itu adalah foto Darma.
"apa kabarmu di sana?" tanyanya memandang foto itu.
Bersambung....
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa tinggalkan jejak like, comment, vote, dan follow juga yah. Biar authornya rajin upload... xixixi ๐