The Garabagan

The Garabagan
Episode 111 : Dulu...


__ADS_3

"oh baiklah..."


Pada waktu SD, Aku sekolah di SDN 2 Linggarjati...


"tunggu" henti Olivia menghentikan cerita dari Darma. Dia menatap Darma dengan penuh kebingungan.


"Linggarjati?" heran Olivia.


"bukannya dalam resume kamu, di SD Bajaraya"


"iya kan aku pindah sekolah" jawab Darma.


Olivia menatap Darma. Olivia baru tahu kalau Darma pindahan dari sekolah lain juga. Lagipula Olivia tidak tahu kehidupan Darma sebelum dirinya pindah waktu kelas empat.


"ya udah lanjutin" suruh Olivia.


Nah sekolah ini lumayan jauh dari SD Bajaraya. Cuman satu kecamatan saja.


Oh yah Boss. Waktu kecil aku orangnya agak gemukkan...


"gemuk?" heran Olivia. Olivia baru dengar itu juga. Setahu Olivia, dulu Darma itu tidak gemuk.


"iya" jawab Darma serius.


"Ah mungkin waktu sebelum bertemu aku mungkin dia gemukkan" batin Olivia.


Nah aku juga anak yang jarang bergaul, tapi aku juga orangnya gak bisa diam. Aku selalu memainkan apa yang ada di dekatku. Seperti penghapus yang selalu ku bayangkan menjadi mobil - mobilan. Ketika aku memainkan penghapus itu aku seperti masuk ke dunia lain. Yang di mana, aku seperti mengemudikan sebuah mobil luar angkasa. Akupun bermain mengelilingi kelas, walaupun saat itu ada guru. Dan Akhirnya akupun di hukum oleh guru.


Aku juga suka menggambar. Bahkan di semua buku pelajaran sekolahku, selalu banyak dengan gambar yang ku buat.


Aku juga suka ngobrol sama binatang apapun itu. Baik itu kadal, semut, cicak, kelabang, pokoknya binatang lah. Bahkan kalau aku bertemu king kong sekalipun, akan aku ajak ngobrol juga. Namun yang lebih lagi aku suka adalah bermain dengan kucing. Menurutku kucing itu makhluk yang imut, mereka juga sudah bagai teman dan sahabat dalam hidupku.


Di kelas, aku selalu menyendiri dan selalu asik dengan Duniaku. Aku merasa senang walaupun sendiri. Tak tahu kenapa?


Ketika seluruh kelas di suruh memberitahukan tentang cita - citaku menjadi apa oleh guruku. Aku pun menjawab, "aku ingin menjadi pahlawan super" alasannya, yah karena aku suka nonton Dora The Explorer di TV.


"wididit berhasil yeaaahhhh!!!"


"kok gak nyambung yah!" ucap Olivia memotong cerita dari Darma.


"yah namanya juga Bocah, Oli" jawab Darma.


"yang benar ceritanya ih" kesal Olivia. Dia merasa Darma sedang bercanda. Olivia juga tak habis pikir, Darma seorang penyendiri? Itu tidak mungkin. Waktu dirinya satu SD saja, Darma sudah akrab sama semua orang di kelas. Cerita Darma benar - benar kebalikkan dari Darma yang Olivia temui dulu.


"aneh! Kok kayak yang di buat - buat oleh Darma" batin Olivia.


"itu bener Oliv" tekan Darma.


"masa gitu sih?" heran Olivia merasa aneh dengan cerita Darma.


"ya emang aku waktu kecil mah kayak gitu atuh" jawab Darma.


"hmmm" Olivia menatap Darma curiga.


"ini beneran bukan rekayasa?" Olivia memicingkan matanya menatap Darma. Dirinya merasa tidak percaya dengan cerita Darma, akan tetapi dari raut wajahnya menunjukkan dia bercerita dengan benar dan serius.

__ADS_1


"ya ampun" tak percaya Darma. Harus bagaimana lagi Darma menjelaskan pada Olivia.


"beneran Oliv. Sumpah!" sumpah Darma mengacungkan dua jarinya.


Olivia menghembuskan napasnya. Tentang percaya atau tidaknya dengan cerita Darma, itu urusan nanti. Yang penting sekarang, adalah mendengar semua pengakuan perlakuan Darma terhadap dirinya waktu SD.


"ceritanya bisa langsung saat kamu pindah ke SD Bajaraya gak?" tanya Olivia.


"eh daritadi di skip mulu atuh" heran Darma.


"ya... Aku hanya ingin tahu apa yang kamu lakukan di SD itu" jawab Olivia.


"haaaahhh" Darma menghembuskan napasnya panjang.


"baiklah" jawab Darma.


OK, jadi empat tahun kemudian. Emak sama Abah mengajakku pindah ke Bajaraya. Alasannya karena, Emak ingin rumah kita dekat dengan nenekku. Nenekku sudah sendirian selama setahun kebelakang, karena kakek meninggalkan kita semuanya menuju alam syurga.


Oli, harus tahu. Nenekku itu sangat baiiiiiiikkkkk sekalih. Setiap aku berkunjung menemui nenekku. Dia selalu memberikanku makanan yang enak. Dia juga suka bercerita, waktu dirinya masih muda.


"Nek, ceritakan waktu Nenek ketemuan sama kakek" pintaku pada Nenek.


"wah kamu ini, nenek jadi malu" jawab nenek malu - malu.


"ayo cepat nek!" pinta ku memaksa.


"hehe... Baca aja yah novelnya" jawab Nenek.


"novel?" heranku.


"buku cerita" jawab nenek.


"emang udah di buat buku?" tanyaku.


"enggak sih!" jawab Nenek.


"cuman ada di Noveltoon, judulnya Celetre Couple"


"noveltoon?" tanyaku pada nenek.


"itu aplikasi untuk baca novel" jawab nenek. Wuaaahhhh ternyata nenekku itu gaul yah.


"wuuuuaahhhhhh... Aku mau baca" ucapku.


"punya HP gak kamu?" tanya nenek dengan wajah mengejek.


"enggak. Kan aku masih kecil" jawabku.


Nenek pun tertawa meledek.


"BUAHAHAHAHAHA..." nenek tertawa terbahak - bahak.


"kasihan sekali cucuku ini! Hahaha"


Akupun heran menatap nenek. Nenek seperti mengeluarkan sesuatu dari saku dasternya.

__ADS_1


"lihat ini nenek aja punya HP" unjuk Nenek dengan sombongnya.


"wuuuuahhhhh..." kagumku.


"kamu ini, anak - anak yang lain aja sekarang udah main HP. Kenapa kamu enggak?"


"aku gak mau merepotkan emak sama abah Nek. Lagian kitakan orang gak punya"


"hmmm... Anak baik kamu ini" Nenek mengusap kepalaku.


"nek punya kakek gede gak?"


"APANYA?" kaget nenek.


"hp nya" lanjutku.


"ouh" lega nenek. Mungkin dia pikir, aku bertanya yang bukan - bukan hehe.


Setelah kami pindah, dan membangun rumah kecil kami. Akupun di sekolahkan di SD Bajaraya. Saat itu hari pertamaku masuk ke sekolah.


"ayo Darma perkenalkan diri kamu" ucap guruku saat itu.


"SELAMAAATTT PAGIIIII SEMUANYAAAAA!!!" teriakku menyapa mereka. Merekapun langsung melihat ke arahku.


"pagiii" jawab mereka serentak.


"Namaku Deriyana" ucapku menunjuk diri sendiri menggunakan jempol dengan so kerennya.


"jenis kelaminku belalai gajah"


"hah?" kaget gurukku.


"Cita - citaku menjadi atlet congklak profesional dan juga..." aku meyipitkan mataku menatap mereka semua.


"...AKU AKAN JADI PAHLAWAN YANG MENYELAMATKAN DUNIAAAAA" teriakku yang mungkin suaranya sampai ke seluruh sekolah.


"jadi kuharap kalian bisa menjadi temanku" akupun tersenyum.


"haha orang aneh" salah seorang siswa berbicara.


"baiklah Darma di sana ada dua bangku kosong. Silakan pilih mau duduk dimana?" guruku mempersilakanku duduk.


Disana, aku melihat ada dua bangku yang kosong. Diantaranya bangku kosong sebangku dengan seorang anak perempuan yang tengah bersidekap melihatku. Dan satunya lagi, dekat dengan Geno. Karena aku belum terbiasa dengan perempuan, akupun memilih duduk sebangku dengan Geno saja.


"hey bisakah kita berteman" ucapku setelah duduk dekat Geno.


"Ge - Geno?" ucap Olivia seolah bertanya. Dirinya rasa mengenal nama itu. Itu saat... Saat...


"kelas empat aku tinggal kelas..." Olivia mengingat cerita Darma yang barusan di ceritakan. Olivia juga jadi teringat ada anak yang berteriak seperti itu waktu dirinya SD dulu. Tapi ingatannya waktu itu samar - samar, karena Olivia saat itu tidur di kelas. Hanya saja dia terbangun oleh teriakan anak itu. Olivia juga tidak terlalu peduli akan sekitarnya waktu itu. Dirinya tidak peduli akan orang di sekitarnya. Dia hanya suka menyendiri dan memikirkan bagaimana caranya menghancurkan Darma.


"Darma Deriyana" batin Olivia mengingat nama Darma.


"mungkinkah?..."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2