The Garabagan

The Garabagan
Epesode 109 : Hah?


__ADS_3

"siapa orang yang membuatmu begini?" tanya Olivia kembali.


"orang itu..." Darma menatap Olivia ragu. Dirinya merasa bimbang ingin melanjutkan ucapannya pada Olivia. Darma benar - benar tidak mau memberitahukan Laila kepada Bossnya itu.


Oliviapun menarik tangan jas Darma dengan dua jarinya.


"ayo cepat katakan! Cepat katakan!" pinta Olivia dengan lebaynya.


"ingin tahu banget apa yah?" tanya Darma dengan raut wajah heran.


"iya" jawab Olivia dengan wajah memelas, kemudian dengan sengaja mengedipkan kedua matanya pada Darma dua kali.


Darma tersenyum geli menatap kelakuan Olivia itu. Tidak ia sangka, ternyata Olivia mempunyai sifat seperti ini juga.


"ayo cepat katakan ih!" sebal Olivia gemas.


"tapi Boss janji dulu" pinta Darma.


"hisshhhh..." decih Olivia kesal memalingkan wajahnya.


"janji dulu kalau Boss tidak akan memarahi orangnya"


"sudah ku bilang, panggil aku Olivia" gerutu Olivia.


Ah Darma lupa. Masalahnya dirinya belum terbiasa memanggil Olivia dengan namanya.


"maaf lupa!" jawab Darma.


"hmmmpp" Olivia semakin memalingkan wajahnya.


"janji dulu Olivia" ulang Darma dengan senyum di buat - buatnya. Oliviapun akhirnya kembali menoleh lagi menatap Darma.


"iya" angguk Olivia dengan senang menatap Darma.


Darmapun tersenyum melihat Olivia. Akan tetapi senyumannya luntur, kala ia harus menyebutkan nama seseorang yang membuatnya sakit perut sampai pinsan dan dilarikan ke rumah sakit ini.


"orang itu adalah Laila" jawab Darma.


"Laila?" jawab Olivia seolah bertanya. Dirinya sangat kaget mendengar nama itu.


"iya" angguk Darma.


"dasar itu cewek yah" kesal Olivia.


"Tolong jangan memarahinya Boss. Jangan kasih tahu orang lain juga Boss. Aku takut nanti dia malu dan sakit hati"


"kamu ini yah! Dia itu sudah bikin kamu di bawa kesini! Masih aja di belain"


Padahal Oliviapun sudah lebih banyak membuat Darma terluka. Aduh! Tak intro apa Olivia ini?


"jangan bilang begitu Boss! Mungkin saja emang Laila tidak sengaja membuat itu"


"tidak sengaja gimana? Dia kan udah bisa masak!" jawab Olivia dengan nada sebal.


"bagaimana bisa dia tidak bisa masak nasi goreng?" heran Olivia.


"aku juga bisa. Dan separah - parahnya nasi goreng buatanku palingan keasinan garam"


"ini kok bisa nasi goreng sampai membuat kamu bisa begini?"


"DI SENGAJA ITU!" seru Olivia menekan pernyataannya.


"Jangan gitu Ol" lirih Darma menenangkan Olivia.


"ih kok cuma Ol? Gak enak banget buat di dengar" sahut Olivia tak terima.


"ya kan nama Boss Olivia" jawab Darma tersenyum.


"yah yang bagusan dikit dong. Oliv kek!"

__ADS_1


"iya atuh. Jangan gitu Olivia" Darma membenarkan.


"nah gitu" Olivia menunjuk Darma.


"kita kan belum tahu sendiri dari mulut Laila, aku akan berbicara kalau sudah di kantor nanti sama Laila" terang Darma.


"aku ikut"


"enggak usah Boss"


"aku ikut" tekan Olivia.


"jangan Boss! Nanti..."


"aku ikut!" ucap Olivia mendekati wajah Darma.


Darma menatap Olivia. Kemudian berkedip bingung. Sifat hangatnya telah kembali.


Darma pun hanya bisa pasrah, mau gimana lagi, Olivia maksa banget ingin ikut berbicara pada Laila.


"baiklah" jawab Darma.


"yes!" Olivia mengepalkan tangannya kemudian mengayunkannya ke bawah.


Darmapun menidurkan dirinya kembali di hospital bed Nya. Kemudian...


Kruuukkkk.... Suara perut Olivia berbunyi. Oliviapun kemudian memegangi perutnya. Darmapun kembali bangun ke posisi duduk bersandar pada bantal.


"Oh Boss belum lapar yah?" tanya Darma.


"OLIVIA" Olivia membenarkan.


"Oh Olivia belum lapar yah?" tanya Darma kembali.


"hmmm" angguk Olivia memajukan bibir bawahnya.


"pesan makanan aja atuh, Vi"


Melihat Olivia memainkan ponselnya, Darmapun mengambil ponselnya. Dia berencana untuk menelepon Diana. Akan setelah di cari-cari ternyata nomor Diana yang di simpannya tidak ada.


"eh? Kok gak ada" ucap Darma. Diapun terus bulak - balik mencari kontak Diana itu, tapi hasilnya tetap saja tidak ada.


Olivia menatap Darma secara diam - diam. Dia mengerti apa yang di bilang Darma tidak ada.


Jantung Olivia berdegup kencang. Dirinya panik. Bagaimana kalau Darma tahu kalau Olivia yang menghapusnya.


"AAAHHHH... BAGAIMANA INI?" batin Olivia panik.


"DASAR BODOH KAMU OLIVIA! APA YANG KAMU LAKUKAAAAN!?" jerit batin Olivia.


"a-apanya yang tidak ada?" tanya Olivia pura-pura tak tahu.


"nomor Diana, Oliv. Ini gak ada" jawab Darma panik.


"kamu lupa menyimpannya mungkin?" ucap Olivia mencari cara menutupinya.


"eh benarkah?" heran Darma.


"padahal aku yakin menyimpannya waktu itu"


"lalu kenapa tidak ada?"


"entahlah, aku tak tahu" jawab Darma.


"tapi aku yakin Oliv, aku sudah menyimpannya"


"mungkin semesta tak menakdirkan kamu untuk mempunyai kontak Diana"


Darma terus mengutak - atik handphone nya. Berharap ia benar - benar tidak lupa untuk menyimpannya. Namun mau bagaimanapun hasilnya tetap tidak ada.

__ADS_1


Darmapun menghembuskan napas nya merasa kecewa. Diapun menurunkan ponselnya ke bawah kasur dengan kedua tangannya.


Olivia menatap Darma, kemudian tersenyum senang. Akhirnya Darma jadi tidak bisa memanggil Diana.


"sudahlah!" ucap Olivia memegang tangan Darma. Darma menatap Olivia.


"mending kamu istirahat. Kamu harus cepat sembuh. Dua hari lagi kamu kan gajian"


Ah gajian. Darma menatap datar Olivia. Apa yang di harapkan dari gajinya? Lima ratus ribu hanya cukup untuk bayar kosannya saja.


"ah begitu" jawab Darma tersenyum. Darmapun kemudian menyampingkan badannya, kemudian turun dari hospital bed.


"eh mau kemana?" tanya Olivia.


"ambil wudlu" jawab Darma menoleh.


"tuh sudah waktunya dzuhur kan?" Darma menunjukkan ponselnya.


"tunggu" Oliviapun berdiri kemudian mengambil impusan Darma.


"ayo aku antar ke kamar mandi" ucap Olivia tersenyum.


"enggak usah Boss. Ah maksudku Oliv" tolak Darma tak enak.


"udah gak pa - pa" jawab Olivia.


"masalahnya aku juga ingin mengeluarkan air mancur"


"ah? Ah begitu" kaget Olivia. Iapun kemudian menyerahkan impusannya pada Darma. Darmapun melangkahkan kakinya menuju toilet.


"ah tunggu" tahan Olivia. Darmapun menoleh melihat ke arah Olivia.


"ada apa lagi Vi?" tanya Darma.


"nanti sholatnya berjamaah saja" ujar Olivia.


"ouh boleh" jawab Darma dengan senang hati.


"aku ingin kamu jadi imamku" lanjut Olivia.


"ah...." kaget Darma. Jantungnya berdetak sekali jeduk. Darma jadi terpikir imam keluarga Olivia. Tapi maksud Olivia pasti jadi imam sholatnya. Astaga pipinya jadi merah.


"ah tentu saja" jawab Darma kemudian dengan Segera membalikkan badannya menuju toilet.


Darmapun masuk, kemudian membuka resleting dan mengeluarkan belalai untuk mengeluarkan air seninya. Setelah itu ia membersihkannya lalu memasukkan kembali belalainya.


Setelah selesai, Darmapun mengambil air untuk berwudlu. Setelah selesai berwudlu, iapun keluar dari toilet. Setelah Darma keluar, Olivia pun berjalan mendekati Darma kemudian memandang Darma.


"tunggu sebentar!" ucap Olivia.


"iya" jawab Darma.


"nanti aku siap jadi makmum mu" lanjut Olivia tersenyum kemudian masuk ke dalam toilet.


Darma pun segera menyiapkan tempat untuk mereka sholat berjamaah. Impusan milik Darma ia gantung di tiang di dekatnya. Kali ini Darma lebih memilih sholat sambil duduk saja.


Akhirnya, Oliviapun keluar dari toilet. Darmapun memulai ritual ibadahnya sampai akhirnya ditutup dengan salam. Setelah selesai salam, Oliviapun mendekati Darma kemudian mengulurkan tangannya. Darma menatap bingung Olivia.


"kenapa?" tanya Darma berbisik.


"salaman. Kan sehabis sholat biasanya salaman"


Darma menggaruk kepalanya bingung. Biasanya di Mesjidnya memang sehabis sholat selalu melakukan salaman. Tapi antara laki - laki dan perempuan itu di pisah. Kini Darma bingung mau menyikapi Olivia gimana?


Darmapun melihat tangan Olivia yang melambai itu. Kasihan juga kalau tidak di balas. Darmapun secara perlahan membalas salaman Olivia.


Oliviapun kemudian dengan segera mengecup punggung tangan Darma. Darma langsung menarik tangannya kala itu juga, dia terkaget bukan main. Jantungnya langsung berdebar tidak karuan. Pipinya jadi memerah kembali.


"lihat kita sudah seperti suami istri kan?" ucap Olivia tersenyum.

__ADS_1


"Hah?" Darma menganga menatap Olivia. Gawat! Olivia kerasukan hantu ketan.


Bersambung...


__ADS_2