The Garabagan

The Garabagan
Epesode 72 : Ganti


__ADS_3

Mobilpun mulai berjalan menuju tempat kantor Destiny TV berada. Darma menatap Olivia, dia memakai gaun yang dipakai Darma tempo hari.


Lagian, gaun itu hanya menutupi area dada sampai ke bawah, namun di area lengan masih terlihat kulit putih nan mulusnya. Gawat, itu membuat jantung Darma berdebar, dan tubuhnya menjadi panas.


"Aaaaaaahhhhh... Pemandangan yang seharusnya tidak boleh kulihat" batin Darma.


Darma pun memalingkan wajahnya untuk menghindari menatap yang tidak boleh ia lihat itu.


Olivia menatap Darma, dirinya merasa kesal terhadap Darma, setelah dia memakai gaun mewahnya itu, kenapa Darma tidak mengatakan apapun.


"bilang cocok kek" batin Olivia.


Darma harus bagaimana? Sebenarnya dia suka Olivia menggunakan gaun itu, akan tetapi itu tidak menutup semua tubuh Olivia, bahkan area payudaranya terlihat sedikit. Itu berbahaya jika dilihat lelaki. Dan Darma di ajarkan tidak boleh melihat aurat wanita.


Olivia melihat Darma bingung, kenapa dengannya biasanya juga cerewet.


"Apakah karena Darma terpesona kepadaku?" terka batin Olivia.


Oliviapun langsung tersenyum senang.


"hey" panggil Olivia.


"hmmm" jawab Darma menggeram.


"bagaimana penampilanku?" tanya Olivia dengan tersenyum.


"berbahaya" jawab Darma.


"hah?" bingung Olivia.


Yah, inilah saatnya Darma keluarkan semua kekuatannya untuk mengatakan yang ada di benaknya. Biarpun dia harus di turunkan di tengah jalan sekalipun. Darmapun menoleh melihat ke arah Olivia.


"Berbahaya loh Boss"


"berbahaya apanya?" heran Olivia.


"pakaian itu tak menutup semua badanmu, itu berbahaya kalau di lihat lelaki"


"bahaya gimana sih maksudnya, aku tak mengerti?"


"lelaki pasti akan na-na-na-na-na..." Gawat Darma gugup mengatakannya.


"Na?"


"NAFSUUUUUUU" teriak Darma. Akhirnya dia mengatakannya.


Olivia menatap Darma. Darma menghela napasnya, sekarang dia pasrah akan di turunkan di tengah jalanpun.


"kamu nafsu melihatku?" tanya Olivia.


"Aaaaaaahhhhh... Pertanyaan apakah iniiiiiiii?!?!?" teriak hati Darma.


"iii..." Darma gugup bukan main. Jantungnya sampai berdebar kencang dari biasanya.


"kenapa aku malah lapar di saat seperti ini?" batin Darma.


"iya" Darma langsung memalingkan wajahnya malu, pipinya sampai memerah.


Olivia malah tersenyum senang.


"begitu yah. Jadi kamu menganggapku wanita" batin Olivia.

__ADS_1


"kamu gak suka kalau aku pakai gaun ini?" tanya Olivia.


"bu-bukan gak suka..." Darma mengedipkan matanya dengan berat, dia jadi salah tingkah jadinya.


"hanya saja terlalu terbuka" lanjutnya.


Olivia menatap Darma, jadi itu alasannya kenapa Darma jadi pendiam, di karenakan gugup Olivia memakai gaun itu.


"lelaki manapun pasti akan suka melihat yang terbuka seperti itu" ucap Darma kembali.


Via menatap mereka dari kaca spion, nampaknya ada kecanggungan yang terjadi, tapi ia harus fokus melihat ke depan, menyetir.


"lalu kenapa kamu tak mau melihatnya?"


Darmapun menghela napasanya,


"belum saatnya" jawab Darma.


"Oh yah, Darma juga pernah memalingkan wajahnya ketika datang kerumahku. Saat aku memakai celana pendek" batin Olivia.


"kalau Boss adalah istriku, baru aku boleh melihatnya" ucap Darma kembali.


Sontak ucapan Darma itu membuat mata Olivia membulat saking kagetnya. Jantungnya berdebar kencang kembali. Ia pun lalu menundukkan kepalanya.


"A-apa yang lo bicarakan?" ucap Olivia dengan gugupnya.


"eh? Aku pakai lo lagi" batin Olivia.


Darma kaget tersadar akan perkataanya, kemudian menoleh menatap Olivia.


"haaaahhhhhh... Misalkan, maksudnya misalkan" gugup Darma menjelaskan.


Via tersenyum mendengar mereka berdua.


"ke-kenapa harus seperti itu?" tanya Olivia.


"hah?" Darma menganga menatap Olivia, apakah Olivia paham maksud Darma.


"kenapa wanita tidak boleh memakai pakaian terbuka? Dan hanya memperlihatkannya pada suaminya. Bukankah itu egois?"


"pppffttt" Darma menahan tawanya.


"kenapa malah tertawa?" tanya Olivia menoleh pada Darma.


"ya karena agama mengajarkan ketika kita lelaki sudah menikah, kita hanya melihat pada wanita yang kita nikahi, dan menundukkan pandangan pada wanita lainnya"


"terus hubungannya denganku apa? Aku kan belum menikah. Jadi wajarkan memperlihatkan sedikit, agar menarik lelaki untuk menyukaiku"


"kenapa tidak nanti saja memperlihatkannya pada lelaki pilihan Boss saja nanti"


"justru..." ucapan Olivia terhenti.


"kamulah lelaki pilihanku" lanjut batinnya. Oliviapun menundukkan kepalanya tersipu malu.


"kan jauh lebih spesial kalau hanya di perlihatkan hanya pada suami Boss saja" lanjut Darma.


Olivia merenung, benar sekali ucapan Darma, untuk apa dirinya memperlihatkan keindahan tubuhnya pada semua lelaki. Apa manfaatnya? Walaupun hanya sedikit, itu juga sangat berharga. Diapun lalu menghembuskan napasnya.


"Baiklah. Mulai sekarang, Tidak boleh ada lelaki lain yang melihat indahnya tubuhku, walau itu hanya sedikit" batin Olivia.


"Aku hanya ingin..." Olivia menatap Darma.

__ADS_1


"memperlihatkannya hanya padamu"


"Darma..."


Oliviapun menutup matanya dan membukanya kembali dan mengahadap ke depan.


"Via" panggil Olivia pada Via.


"iya Boss" jawab Via.


"putar balik sekarang"


"hah?"


Darma menatap Olivia bingung. Apakah dirinya akan di turunkan di tengah jalan lagi?


"kemana Boss?" tanya Darma.


"ayo ke rumahku dulu" ucap Olivia pada Via.


"baik Boss" jawab Via.


Via pun memutar balikan mobilnya, kemudian berjalan cepat ke arah menuju rumah Olivia.


"akan ku turuti perintahmu" ucap Olivia menatap Darma.


"hah?" kaget Darma. Tumben Olivia mau mendengarkan dirinya, tapi syukurlah!


Olivia tersenyum dengan manisnya pada Darma. Darma menatapnya, jantungnya kembali berdetak kencang kembali. Pipinya memerah.


Olivia melihat hal itu, Darma sedang tersipu malu. Diapun merasa senang.


*****


Setelah Olivia sampai dirumahnya, diapun bergegas mengganti pakaiannya yang lebih tertutup. Setelah selesai memilih diapun lalu turun ke bawah, disana ada Darma yang tengah berdiri menunggunya dekat mobil. Darmapun menatap Olivia tersenyum. Oliviapun berjalan mendekati mobil.


"cocok sekali" puji Darma.


Sontak pipi Olivia memerah merona mendengar hal itu. Karena malu, ia pun kembali masuk ke dalam mobil kembali. Darmapun dengan segera ikut naik mobil kembali.


Ketika Darma naik mobil, Oliviapun memalingkan wajahnya tersenyum. Dia tak mau Darma melihat wajahnya yang memerah akibat tersipu malu. Olivia merasa senang, akhirnya kata itu terucap di mulut orang yang dia sukainya itu.


"akhirnya terucap juga" batin Olivia.


Mobilpun berjalan kembali, karena mereka merasa akan terlambat jadi Olivia menyuruh Via agar sedikit kebut mengejar waktu.


*****


Hingga akhirnya sekitar dua puluh menitan, merekapun sampai di kantor Destiny TV. Darmapun keluar dari mobil dan membawa tas milik Olivia, diapun lalu membukakan pintu mobil agar Olivia dapat keluar. Dengan hati yang berbunga, Oliviapun menginjak karpet merah yang menjalar, kemudian berdiri. Semua mata dan kamera mulai menyorotnya. Sementara Darma dia menatap karpet merah sembari jongkok.


"jadi inilah karpet merah" batinnya.


"hey Darma ayo" panggil Olivia.


"oh iya" Darmapun berdiri kemudian berjalan seirama dengan Olivia.


Oliviapun lalu di wawancarai dulu oleh pihak media. Yah karena dia CEO dari Dastiny Media. Walaupun sedikit terlambat, tidak meredupkan kilau di dalam dirinya. Darma menatap Olivia yang tengah wawancara itu.


"kapan yah aku masuk TV?" batin Darma.


Bersambung...

__ADS_1


Bantu support novel ini, agar Darma bisa masuk TV gengs!


__ADS_2