
"ada pekerjaan buat lo! Ini dari boss Olivia!"
"pekerjaan apa?"
"lo harus pergi ke Citampi. Ke tempat yang bernama The Skull"
"hah?" bingung Darma kenapa namanya skull. Bukankah artinya tengkorak! "aku tak tahu tempat itu, untuk apa?"
"lo harus ambil setoran dari mereka!"
"emang disana milik Destiny juga?"
"iya gak tahu!"
"hah?" Darma semakin bingung.
"kenapa? lo mau protes? sana protes sama Olivia!"
"boleh aku minta nomer Olivia?"
"buat apa?"
"ya mau tanyain dulu"
"lo kan asistennya! Masa gak di kasih nomernya sih?"
"iya aku lupa belum minta" Darma terlalu sibuk akan pekerjaan dan hukuman-hukuman yang di berikan Olivia. Sehingga dia lupa meminta hal sepenting seperti minta nomor dari Olivia.
"**** banget sih!" Daniel menyogoh ponsel yang ada di dalam saku celananya. Mencari kontak Olivia.
"nih!" Daniel menyodorkan ponselnya.
Darma mengambil ponsel itu dan menyimpan nomer dari Olivia.
"sekalian sama yang kamu yah!" pinta Darma.
"hah? ya udah cepet!" ketus Daniel.
"udah nih!" Darma mengembalikan ponsel Daniel. Daniel mengambilnya dengan cepat dan memasukannya pada celananya. Dia membalikan badan dan pergi dari hadapan Darma.
"makasih yah!" ucap Darma.
__ADS_1
"selamat melaksanakan tugasnya!" ujar Daniel melambaikan tangan pergi dari sana.
Daniel bingung sekaligus senang, kenapa Olivia menyuruh Darma pergi ke tempat para preman se Jakarta barat berada.
"Sepertinya Olivia sangat benci Darma! Sampai melakukan ini!" Daniel menggosok-gosokan kadua tangannya nampak gembira.
"Bagus!" Daniel tersenyum jahat.
Darma menelpon Olivia untuk memastikan bahwa kerjaannya benar.
"Heyyyyy Bossss!!!" teriak Darma
"biasa aja! penging kuping gue!" sentak Olivia.
"maaf boss, maaf boss!"
"siapa ini?"
"saya Darma Boss"
"ouh pantes!"
"pantes apa boss?" tanya Darma
"hahaha" Darma membalasnya tertawa. Walaupun jantungnya semrawutan.
"ada perlu apa lo? dan dari mana dapat nomer gue?"
"gini boss.." Darma menjelaskan tentang pekerjaannya dan dari mana dia mendapatkan nomer Olivia.
"ouh iya bener lo harus kesana!"
"sejak kapan boss buka..."
"dah lah gue mau libuan dulu. bye!" Olivia menutup teleponnya.
*****
Sesampainya di tempat yang bernama Skull ini. Darma melihat nampak ada yang tidak beres dengan tempat ini! Tempatnya begitu kotor. Orang-orang disana tubuhnya begitu besar-besar di penuhi tatto. Memakai pakaian yang sobek. Darma menegakkan dadanya, dan mencoba masuk. Seketika orang disana melihat ke arahnya.
"misi!"
__ADS_1
"ada apa bocah?" tanya seorang pria gondrong bertatto ****** biyawak.
"aku dari kantor pusat Destiny Media"
"wahhhh dari Destiny Media?" pria itu nampak gembira mendengar Destiny Media.
"i...iya!" Darma gugup sedikit ketakutan.
"mau apa lo kesini?" tanya pria gondrong tersebut memegang pinggangnya.
"aku mau nagih setoran dari kalian!" jawab Darma.
Seketika orang-orang disana yang tengah duduk dan bersandar berdiri mendekati Darma.
"MAKSUD LO APA BANGS*t!?" Murka pria berambut gondrong itu menarik kerah Darma.
"Berani juga lo yah!"
"itu... bang...anu..." Darma ketakutan dan hampir mau pipis di celananya.
"APA HEH?" Gertak pria itu.
"lepasin dulu bisa?!" pinta Darma. pria itu melepaskan tangannya yang menarik erat kerah Darma.
"i... itu lihat ada celana dalam terbang!" Darma menunjuk ke arah atas belakang pria gondrong itu. semua orang di sana melihat ke arah yang di tunjukan Darma.
"mana gak ad..." pria itu menoleh ke arah Darma. Namun Darma sudah tidak ada di sana!
"******* dia lari!" kesal pria itu melihat Darma di luar yang tengah lari "cepat kejar!"
Semua yang disana mengejar Darma kecuali pria gondrong.
Darma dikejar-kejar oleh para preman. membuatnya lari setengah mati secepatnya menghindari preman itu.
Ditengah lari Darma melihat penjual tepung. Dia pun membanting semua tepung itu ke arah preman. Para preman itu ada yang jatuh dan matanya perih terkena tepung.
"ini bu uangnya!" Darma memberi beberapa lembar uang. Entah berapa nilainya, yang pasti karena dia saat itu sedang panik tak terpikirkan apapun.
Darma kembali berlari menjauh dari preman itu. Tapi nampaknya preman itu nampak bertambah kesal.
"BUNUH DIA!!!" teriak seorang preman. Preman itu lalu mengejar Darma kembali...
__ADS_1
Bersambung...