The Garabagan

The Garabagan
Episode 33 : Tidurlah


__ADS_3

"Ada apa ini?" tanya Zaenudin, satpam yang berjaga saat itu.


"gak tahu! Tapi suhu badannya panas" jawab Darma.


Sementara Olivia diam lemah. Matanya meram. Sepertinya dia pinsan.


"ya sudah bawa ke rumah sakit aja" kata Zaenudin.


"iya om!" jawab Darma.


Darmapun langsung membopong Olivia. Zaenudin menghentikan taksi. Taksipun berhenti. Kemudian Darma memasukan Olivia kedalam mobil di bagian belakang. Sementara Darma, duduk di depan. Taksipun melaju.


Mereka berhenti di sebuah rumah sakit. Segera Darma memanggil bantuan dari pihak rumah sakit. Empat susterpun datang membawa Brankar dorong.


Oliviapun ditidurkan disana dan di bawa ke kamar 24. Diapun di periksa oleh dokter. Darma menunggu di luar ruangan. Kemudian ada kucing masuk keruangan itu. Bunyinya meow meow. Darma memandang kucing itu, sambil bekata dalam hati : "ucing saha eta teh?" ( kucing siapa itu)


10 menit kemudian, Dokterpun keluar dari ruangan itu. Darma langsung berdiri. Kucing yang tadi masuk, keluar lagi. Bunyinya meow meow.


"kucing siapa dok?" tanya Darma.


"kucing milik pasien" jawab dokter.


"kok malah nanya kucing yah?" heran Darma pada dirinya sendiri.


"gimana keadaannya dok?"


"dia hanya terlalu stres dan kelelahan, juga kekurangan minum air. Saya sarankan perbanyak istirahat dan minumlah air sebanyak mungkin"


"ouh iya dok, makasih dok"


"iya"


Dokterpun pergi. Kucing tadi masuk lewat jendela. Bunyinya meow meow. Ah kenapa jadi ada kucing sih!


Darmapun langsung masuk menemui Olivia. Dia tengah terbaring tidur di brankar. Darma menatapnya. Kemudian menarik kursi dan duduk di dekat Olivia.


"cepat sembuh boss" ucap Darma.


*****


Di tengah malam, mata Olivia terbuka. Dia melihat ke arah depan. Dia tak mengenali tempat yang dilihatnya. Seekor Kucingpun berjalan di atas jendela. Bunyinya meow meow.


Olivia melihat ke arah samping kanan, dia melihat tengah tertidur seorang pemuda dengan keadaan duduk bersandar ke dinding. Olivia menatapnya. Pemuda yang di bencinya telah membantunya untuk yang kedua kalinya. Kemudian dia menatap ke sekeliling, dia akhirnya sadar bahwa ini adalah rumah sakit.


"Hih... Kenapa gue ada di rumah sakit?" tanyanya pada diri sendiri.


Olivia kemudian mengingat kembali kenapa dirinya bisa pingsan. Sehabis magrib dirinya begitu pusing hingga akhirnya tertidur lemas di kursinya. Dan terdengar suara seseorang bicara padanya. Entahlah, bayangannya runyem.


Dia melihat jam ditangannya. Disana menunjukkan pukul 01.24 WIB. Diapun bangun melihat kearah Darma. Dia menatap Darma, heran.


"Dia baik pada gue pasti hanya karena gue atasannya saja" batin Olivia.


Kaki Oliviapun disentuhkan pada lantai, dia bangun berniat pergi dari sana meninggalkan Darma yang tengah tertidur. Akan tetapi badannya terlalu lemah. Kepalanya begitu pusing ketika berdiri. Diapun tersungkur terjatuh.

__ADS_1


Suaranya keras sehingga membangunkan Darma yang tengah tertidur. Darma terperanjat kaget. Ketika dia melihat Olivia yang terbaring di lantai, dia langsung buru-buru menghampirinya.


"Boss" ucap Darma langsung memegangi pundak Olivia.


"Boss gak papa?" tanya nya.


Aaaaaa... Olivia meringis sembari menepis tangan Darma yang membantunya bangun.


"Boss biarin aku bantu boss" ucap Darma.


"lepasin!" ucap Olivia.


Darma tak ambil pikir dia langsung memegangi belakang leher dan belakang lutut Olivia. Kemudian mengangkatnya. Olivia diam. Dia hanya menatap Darma.


Darma pun memindahkan Olivia ke brankar kembali. Dengan lembut dia mebaringkan tubuh Olivia ke atas brankar.


"Kata dokter, Boss harus banyak istirahat, jangan banyak pikiran" ucap Darma.


"jangan lupa lagi banyak air minum" lanjutnya.


"apaan si lo! So peduli banget!" jawab Olivia.


"Boss aku tuh khawatir tadi"


Khawatir? Olivia heran. Seorang Darma khawatir pada Olivia. Darma benar-benar pintar berakting baik, batin Olivia.


Olivia tidak akan pernah percaya dengan orang yang pernah menjahatinya itu. Bahkan sampai kucing yang tadi bisa makan gajah sekalipun. Dia akan selalu membenci Darma.


"Cih" Olivia tersenyum sinis "khawatir?"


"gak usah berlagak khawatir deh!"


"aku beneran khawatir"


"gue tahu orang kayak lo"


"tahu apa?"


"semuanya"


"wah" senang Darma "contohnya!"


"lo orang yang sekali gak suka sama orang, lo bakal jahatin orang itu"


"hah?" bingung Darma "salah" Darma tersenyum lebar. Olivia tersenyum sinis.


"iya sih! Itu dulu... Tapi sekarang aku mau belajar jadi orang yang baik"


Olivia menatap Darma. Emang dari sifatnya yang sekarang dengan dia yang dulu sangat berbeda jauh. Walaupun sifat aneh atau Garabagannya tidak berubah.


"orang yang mau menerima kekurangan orang lain dan bersedia mudah memaafkan" ucap Darma.


Tapi Olivia masih tak percaya pada Darma. Dia baik padanya hanya karena Olivia sekarang atasannya saja. Jadi dia sekarang sedang berakting menjadi baik agar terpandang di hadapan Olivia. Itulah yang Olivia pikirkan.

__ADS_1


"Boss..." panggil Darma


"apa?" tanya Olivia dengan nada dingin.


"Ingin tahu cerita diriku waktu kecil?" tanya Darma.


Otomatis mata Olivia membulat kaget mendengar perkataan Darma tersebut. Tentu saja dia ingin mendengar kejujuran kejahatan Darma kepada Olivia waktu kecil. Baru Olivia akan menunjukkan siapa dirinya sebenarnya pada Darma.


"boleh" ucap Olivia.


"ah kayaknya udah malam!" ucap Darma "Boss istirahat lagi aja"


Teringin Olivia menendang Darma sampai ke planet pluto. Tadi nawarin! Sekarang malah berkata udah malam. Hiiiiihhhhh Darma!


"tidak apa-apa! Gue akan dengerin kok"


"gak Boss. Demi kesehatan boss, lebih baik boss istirahat sekarang ya"


"gue mau denger cerita lo"


"kok boss kayaknya penasaran banget?" heran Darma.


"eng...enggak!" Olivia tergagap bingung.


"Ok gini aja! Lain kali aku cerita" ucap Darma


"Sekarang Boss tidur! Aku bisa buat boss tertidur" lanjut Darma Darma.


"hah!?" bingung Olivia.


"iya. Dengan sebuah cerita dongeng sebelum tidur!"


"ih gak gak!" tolak Olivia "gak usah!"


"kalau begitu boss tidur"


"ok gini ceritanya...."


Darma bercerita tentang kancil,kerbau, dan buaya. Bukannya senang Olivia malah jengkel. Dia menutup telinganya dengan bantal. Tapi Darma, dia tetap bercerita walaupun tahu Olivia menutup telinganya. Darma terus bercerita karena percaya Olivia pasti masih bisa mendengarnya. Olivia melepaskan bantalnya yang di tutup ke telinganya. Dia lalu melotot ke arah Darma.


"Diam bisa gak!" sentaknya "gue malah gak bisa tidur!"


"ouh aku punya jurus yang lain. Tenang boss"


"sudah!" tolak Olivia


Darma kemudian bernyanyi lagu penghantar tidur. Olivia terus menghentikan Darma tapi Darma tak mendengarkan, dia terus bernyanyi. Akhirnya Olivia memalingkan wajahnya dari Darma. Tidurnya menghadap ke arah kiri sembari menyumbat kupingnya dengan tangannya. Karena pegal dia melepaskan tangannya. Terdengarlah suara Darma yang lumayan merdu mengusap pelan telinga Olivia. Merilekskan otaknya. Merayu matanya agar terpejam tidur.


Hingga akhirnya setelah Darma menyanyikan tiga lagunya. Olivia tidur dengan pulasnya. Darmapun menghentikan suaranya. Dan, melihat ke arah Olivia. Darma tersenyum.


Darmapun melihat kucing yang tak bisa diam tadi tertidur mendengar suara merdu Darma.


"Alhamdulillah" ucapnya.

__ADS_1


Darma menarik selimut kemudian diselimutkan ke seluruh tubuh Olivia. Setelah itu Darma ke kamar kecil untuk berwudlu dan melaksanakan shalat Tahajud.


Bersambung...


__ADS_2