The Garabagan

The Garabagan
Epesode 114 : Sebuah Selfie


__ADS_3

Di siang hari setelah dzuhur, Darmapun dinyatakan boleh keluar dari area rumah sakit oleh , Oliviapun membayar semua iuran biaya rumah sakitnya Darma.


Kini mereka sedang duduk berada di taman belakang rumah sakit. Darma ingin jalan - jalan sebentar dan Olivia pun mengikuti Darma.


"wuaaahhh indahnya tamannya" kagum Darma.


"cuman bunga - bunga doang" jawab Olivia melihat ke sekitar.


"itu ada patung dua" Darma menunjuk patung kuda dan sebuah naga. Olivia pun menatap apa yang di tunjuk Darma.


"menurutmu itu indah?" tanya Olivia.


"ya tentu saja, susah loh buat yang seperti itu" jawab Darma.


"menurutku, yang sedang aku tatap ini jauh lebih indah" ucap Olivia memandangi Darma.


"susah loh ingin memlikinya" lanjutnya.


"hah?" bingung Darma. Darma tidak mengerti apa yang dikatakan Olivia. Diapun lalu menoleh ke belakang dan terlihat di sana ada patung Kera lagi manyun.


"ah maksud Boss itu" tunjuk Darma. Dirinya mengira yang di maksud Olivia indah adalah patung kera manyun itu. Olivia pun merasa sebal menundukkan kepalanya, Darma ternyata salah kira.


"ishhh..." desihnya kesal.


Darmapun kemudian melihat seorang anak kecil yang di foto oleh ibunya. Darma pun jadi teringat emaknya di kampung. Iapun dengan segera mengambil Handphone di saku jasnya kemudian membuka kamera untuk memoto pemandangan taman ini.


"kamu mau berfoto?" tanya Olivia.


"enggak aku mau nyangkul. Ya iyalah moto Boss ini" canda Darma.


"maksudku Oliv" ralat Darma.


"mau aku fotokan?" tawar Olivia.


"ah tidak usah. Aku hanya memfoto taman ini dan ku kirimkan pada emak saja" jawab Darma.


"udah gak papa" Olivia berdiri kemudian menarik tangan Darma.


"ayo kamu berdiri disana" Olivia menunjuk patung kuda.


"ahhh gak usah Oliv! Aku malu berfoto" jawab Darma.


"kamu kenapa sih gak suka di foto? Padahal kamu itu ganteng" heran Olivia menatap Darma.


"aaaaahhhh... Kamu ini meledek saja" jawab Darma.


"beneran" jawab Olivia menatap serius Darma. Kini merekapun saling bertatap muka. Dan Olivia memegang tangan Darma. Jantung mereka berdegup kencang melihat satu sama lain.


"ahahaha... Oliv ini bisa aja!" tawa Darma di buat - buat.


"iya" Olivia tersenyum kaku.


"cepat kamu kesana biar ku foto menggunakan ponselku" Olivia memegangi ponselnya.


"baiklah satu kali ya" Darmapun pergi menuju dekat patung kuda.

__ADS_1


"baiklah satu dua..." Cekrek gambalpun terambil. Darmapun melihat ke sekitar, dirinya seperti sedang dilihat oleh banyak orang. Diapun dengan segera mendekati Olivia kembali.


"ini lihatlah!" Olivia menunjukkan hasil potretnya pada Darma. Melihat hasilnya, Darma merasa terkesima.


"wahhh jernih sekali" kagum Darma.


"iya dong ini kan Handphone mahal" jawab Olivia.


"wihhhh memang hebat Oliv ini" puji Darma.


Olivia tersenyum. Begitu senang rasanya di puji seorang Darma.


"lihatkan? Kamu itu ganteng" puji Olivia.


"iya yah. Ini pasti kameranya yang bagus ini" jawab Darma melihat ke hasil foto.


"haha" Olivia tertawa. Memang susah meyakinkan Darma kalau dirinya itu tampan. Olivia tak tahu apakah Darma sengaja, atau memang dia tidak tahu.


"kenapa?" heran Darma.


"enggak" geleng Olivia. Oliviapun melihat hasil foto itu, terbesit dipikiran rasanya ingin juga berfoto dengan Darma.


"mau berfoto lagi?" tanya Olivia.


"enggak itu juga sudah cukup buat dikirim ke emak" jawab Darma.


"kalau begitu aku ingin berselfie denganmu" pinta Olivia.


"selfie?" tanya Darma.


"entahlah Oliv. Aku malu" ujar Darma.


"enggak apa - apa. Tinggal lihat ke kamera" jawab Olivia.


Darmapun mengikuti perintah Olivia. Olivia pun tersenyum dan... Cekrek... Gambar pun di ambil.


*****


Setelah berada dikamarnya, Oliviapun duduk sembari senyum - senyum sendiri menatap ponsel. Dirinya tengah melihat hasil gambar dirinya berselfie dengan Darma. Ah betapa berbunganya Olivia telah mengambil gambar bersama Darma.


"ya ampun kamu cute banget sih Darma" ucap Olivia.


Oliviapun membuka aplikasi instagram. Terbesit di kepalanya ingin membagikan kebahagiaannya itu. Ketika Olivia hendak memposting foto itu, ia kebingungan untuk tulisan atau caption nya. Setelah satu menit berpikir, diapun menuliskannya kemudian mempostingnya.


Setelah memposting, Oliviapun merasa malu sendiri diliputi rasa senang. Iapun menjatuhkan dirinya ke kasur kemudian menutup wajahnya dengan bantal.


*****


Sedangkan Darma yang berada di kosannya telah mengirim gambarnya yang di fotokan oleh Olivia pada emaknya. Emaknya pun membalas "wuuuahhhh indah sekali"


"iya mak. Nanti kalau aku punya banyak uang aku ajak mak kesini" balas Darma.


"iya aamiin" balas emaknya.


"ngomong - ngomong Darma. Pemandangan indahnya terhalang oleh kamu. Merusak pemandangan wae" lanjut emak bercanda.

__ADS_1


Jlebbbb... Jantung Darma tertusuk. Nah itulah kenapa Darma tak percaya dengan dirinya tampan. Emaknya selalu bercanda Darma itu jelek bahkan tak pernah menyebutnya tampan.


Dari waktu kecil juga emaknya selalu bilang, " mana wajah jeleknya mana?" Darma kecil pun tersenyum.


"wahahaha..." emak pun tertawa.


Darmapun kemudian membalas pesan dari emak, "iya mak. Nanti mah gak bakal ada foto aku nya"


"eh barakokok. Emak mah cuma bercanda" balas Emak.


"eh?" sadar Darma tersenyum.


"oh ternyata cuma bercanda" balas Darma.


Darmapun kembali melihat foto, dirinya terdiam kala melihat foto dirinya dengan Olivia. Tanpa sadar Darma terus memandangi foto itu, terutama Olivia. Iapun tersenyum. Kemudian iapun mengirimkan foto itu pada emaknya.


"ini mak foto aku dengan Bossku"


"eh kirain teh kekasih kamu?" balas emak.


Deg... Jantung Darma berdegup kencang membaca balasan emaknya itu.


"ya gak mungkin lah mak. Dia itu kan atasan aku" balas Darma.


"ya mungkin saja atuh. Jodohkan tidak ada yang tahu?"


Darma terdiam menatap balasan emaknya itu, dia pun berpikir mana mungkin Olivia menyukai dirinya. Bahkan Darma pernah mendengar sendiri ketika Olivia berbincang dengan Laila di kantin


"lalu kenapa Boss tidak menyukai Darma?" tanya Laila.


Darma terus melangkahkan kakinya sampai bisa mendekati Mereka berdua. Laila melihat Darma yang tengah berjalan ke arah mereka.


"Dia itu tidak kompeten, sifatnya juga norak, terus berisik, terus suka joged-joged gak jelas, cerewet, suka bicara gak jelas..."


Langkah kaki Darma terhenti mendengar semua ucapan Olivia itu. Dia terdiam menatap Laila dan juga Olivia.


"...Lah pokoknya aku gak suka dia lah" lanjut Olivia.


Mengingat hal itu, Darma merasa tidak mungkin seorang Olivia menyukainya.


"haha beda kasta mak" balas Darma.


"kayak jaman majapahit aja ada kasta" balas emak.


"haha"


*****


Di satu sisi Diana yang di sibukkan soal rencananya membuka cabang baru. Mendapatkan notif dari instagram tentang postingan Olivia terbaru. Diapun kemudian menekan notif itu. Otomatis Diana pun terkaget dengan apa yang dilihatnya. Dia melihat foto Olivia bersama Darma dengan caption "karyawanku❤" dengan emotikon ❤ gambar hati.


Hati Diana merasakan sakit rasanya. Setelah tidak di hubungi oleh Darma, dirinya malah melihat pemandangan yang menyakitkan ini. Diana pun terdiam membeku. Ia tak kuasa menahan sakit, ia pun menjatuhkan ponselnya ke meja. Air matanya menitik jatuh dari matanya.


"jadi ini alasan kamu tak menghubungiku" ucap Diana.


TBC...

__ADS_1


__ADS_2