The Garabagan

The Garabagan
Episode 14 : Di perjalanan ini


__ADS_3

Olivia fokus pada laptopnya tak menjawab sapaan dari Darma. Darma berdiri di samping Olivia. Berdiri tegak. Dia menunggu Olivia selesai makan.


Olivia melirik Darma. Menyodorkan piring bekas makanannya ke depan Darma pertanda dia sudah selesai bersantapnya. Darma melongo melihat piring itu.


"Ada apa boss?" tanya Darma.


"Kamu makan piringnya!" celetuk Olivia.


"hah?" Darma bingung.


"ya anterinlah ke bawah! Gak peka banget sih" ketus Olivia


"ouh iya maaf boss!"


Darma mengambil piring itu lalu membawanya menuju bawah. Namun saat di luar ruangan dia kembali lagi pada Olivia.


"ini ke tong sampah atau ke kantin boss?"


Olivia melirik Darma tajam, betapa bodohnya pemuda satu ini. Ya ampun!


"Ke kantinlah bodoh!" sentak Olivia


"yah kan boss nyuruhnya ke bawah, jadi saya bingung!" jawab Darma.


"makanya otak itu di kepala, bukan di..." Olivia melirik bagian bawah Darma.


"Dengkul!"


"mana ada manusia yang otaknya di dengkul boss?"


"itu lo buktinya"


"emang boss pernah bedah tubuh saya?"


Olivia mengkerutkan dahinya. Darma berhasil membuat dia kesal, begitu menyebalkannya orang ini.


"dah cepat bawa ke bawah!"


"siap boss!"


Darma pergi lagi menuju bawah. Namun ketika di luar ruangan dia kembali lagi.


"E... Boss" panggilnya.


"apa lagi?" kesal Olivia.


"kita jadi ke Toko Destiny jadi gak?"


"iya jadi. Lo tunggu di bawah ya!"


"ouh iya boss"


Darma pergi kembali menuju bawah. Namun ketika di luar ruangan dia kembali lagi.


"Boss"


"apa lagi?" kesabaran Olivia sudah mulai habis.


"itu garpunya gak sekalian di bawa?" Darma menunjuk dengan mata dan bibirnya garpu dan pisau yang ada di meja Olivia.


"ouh iya bawa!" suruh Olivia.


Darmapun mengambil pisau dan garpu itu kemudian meletakannya di piringnya. Darma pergi lagi menuju bawah. Namun ketika di luar ruangan dia kembali lagi.


"Boss"


"APAAAAA!?" amuk Olivia.


"ini aku gak di suruh bayarkan?"


"GAK!!!"


"boss tadi aku makan di kantin kantor"


"siapa yang suruh?"


"yah aku di ajak oleh teman disini, juga katanya biaya makan sudah di tanggung perusahaan. Sudah tertera di kontrak katanya!"


Olivia tak percaya bagaimana dia bisa tahu? Padahal dia sudah menyuruh para manager untuk menyuruh para pegawainya diam. Tidak membicarakan tentang makan ini pada siapapun. Agar Darma tidak tahu dan tidak kebagian makanan. Memang sepandai-pandai tupai melompat dia akan jatuh juga.


"ouh untuk itu iya, tapi lo gak boleh makan dulu di sana. Mulai minggu depan baru!"


"Anu boss boleh saya minta kontrak untuk perorangan. Agar di jadiin bukti, dan aku bisa tahu peraturan yang ada di kontrak itu"


"ouh baiklah" Olivia tersenyum jahat.


Olivia mengambil sebuah lembar kertas dan sertifikat milik Darma. Dia menaruhnya di meja.


"E.. Boss nanti aja aku ambilnya setelah menaruh ini dulu"


"iya sudah sana"


Darma pegi lagi menuju bawah. Namun ketika di luar ruangan dia kembali lagi.

__ADS_1


"Boss"


"sekarang apa lagi?"


"Eeee... Gak jadi!"


"hiiiiiiihhhhh" Olivia mengepalkan tangannya kesal menginjak-injak lantai.


Darma pergi lagi menuju bawah. Kali ini benar-benar ke bawah. Dia menaruh piring bekas Olivia di kantin. Lalu kembali ke ruangan Olivia. Ia ingin mengambil surat dan sertifikat kontrak nya dulu baru ke bawah.


Ruangan itu sedang kosong. Darma mengambil surat kontrak miliknya. menyimpannya di tasnya, untuk di baca nanti di kosan.


"ini bawain tas gue!" ucap Olivia di belakang Darma.


Darma terkejut menoleh ke Olivia. Dia berpikir Olivia sudah di bawah ternyata masih ada di sini. Darma lalu membawa tas milik Olivia.


"baik boss"


Olivia berjalan pergi. Darma mengekor. Mereka pergi kebawah menuju parkiran. Oliviapun masuk ke mobilnya.


"wahhh beneran ini teh?" Darma senang tak percaya dia akan menaiki mobil mewah.


"hey bodoh cepat!" teriak Olivia ke luar jendela mobilnya.


"i... Iya boss" Darma berlari kecil kemudian masuk ke dalam mobil.


Dia begitu noraknya memegang dan melihat-lihat dalam mobil itu.


"ayo jalan!" perintah Olivia.


Darma mengernyitkan dahinya.


"a... apa boss?"


"jalan bodoh!" jelas Olivia tangannya menunjuk kedepan.


Darma bingung. Dia tidak bisa mengendarai mobil, bagaimana caranya dirinya menjalankannya.


"aku tidak bisa naik mobil boss" ucapnya terus terang.


"dasar bodoh! Kenapa lo gak bilang!" sentak Olivia.


"ya boss gak nanya!" jawabnya.


"hah dasar bodoh!" Olivia menepuk jidatnya.


"cepat turun tukeran posisi!"


"ayo jalan boss" Darma menunjuk kedepan.


"kenapa kamu perintah gue heh?"


Darma hanya tersenyum membalas perkataan Olivia. Olivia menyalakan mobilnya kemudian berjalan keluar dari parkiran dan kantor.


diperjalanan Olivia memutar musik yang ada di mobilnya.


"boss!" panggil Darma, namun Olivia tak menjawabnya.


"boss!"


"boss!"


Darma terus memanggil Olivia tiada henti. Sampai Olivia menyerah berdiam dan menjawabnya.


"iya APA!!?" kesal Olivia.


"katanya sebelumku boss mempunyai asisiten. Dia sebenarnya kemana? Apa boss memecatnya?"


"sebelum lo, gue tadinya ada tiga asisten"


"yang kesatu dia berhenti ketika saat itu perusahaan mau bubar"


"bubar?" heran Darma.


"bangkrut!"


"ouh"


"yang kedua itu laki. Dia kesal dan berkelahi sama gue. Tapi biasa gue yang menang. Gue pecat dia deh haha" Olivia tertawa.


hehhhh?? Kok ada ya cewek kaya gitu? benak Darma.


Sebenarnya Olivia sengaja menjahili membuat kesal asisten yang kedua itu. Dia ingin berkelahi untuk mencoba bela dirinya. Duh dasar ada-ada saja.


"dan yang ketiga itu cewek lagi. Cuman ya karena dia gak cekatan dan lelet. Akhirnya kontraknya hanya gue berlakukan selama tiga bulan. habis menghambat sih"


"kenapa gue malah ceritain ini sama lo si?" Olivia tak sadar sedari tadi bercerita.


Darma melihat kearah depan sembari berpikir. Dirinya harus membuktikan bahwa dirinya berkualitas selama tiga bulan. Dia akan berusaha memanfaatkan waktunya itu.


Aku mungkin tak akan selamanya disini, tapi setidaknya aku harus memberi kesan dalam setiap hadirku, benak Darma.


"Boss aku akan memanfaatkan waktu tiga bulan ini. Aku akan berusaha!" ucap Darma.

__ADS_1


Olivia melirik Darma tersenyum sinis mendengar perkataannya.


"Lo aja udah nyia-nyiain waktu lo dengan mulut rambang lo!"


"kalau menurutku banyak bicara untuk mempererat hubungan itu tidak mengapa. Yang tak baik itu bicara tapi malah memputuskan hubungan"


"serah lo dah"


Olivia merasa bosan dengan musik yang di dengarnya diapun memindahkan lagunya. Kali ini lagu yang di putar adalah lagu dari kahitna berjudul cantik. Darma yang langsung mendengar lagu ini matanya membulat kegirangan. Ini adalah lagu kesukaannya waktu di kampung.


"walau mentari terbit di utara, cintaku hanya untukmuuuuu" Darma ikut bernyanyi.


Olivia melihat ke arah Darma.


"Ada hati yang termanis dan penuh cinta"


Darma menghayati lagu ini sampai tangan dan tubuhnya bergerak-gerak.


"Tentu saja kan kubalas seisi jiwa..."


"tiada lagi tiada lagi yang ganggu kita ini kesungguhan ... sungguh aku sayang kamu"


Segera Olivia memindahkan lagunya karena tak ingin mendengar Darma bernyanyi. Suara Darma sebenarnya lumayan bagus, hanya Olivia tak mau melihat dia asik saja.


Kali ini lagu yang diputar adalah lagu cherrybelle berjudul diam-diam suka. Lagu ini juga lagu favorit Darma ketika di kampung.


"kau adalah incaran hatiku"


"ku selalu memperhatikanmu"


"tak henti jadi teman berbagi"


"semoga kau rasa apa yang kurasa"


Olivia kesal melihat Darma asik. Dia memindahkan lagi lagunya. Lagu berikutnya lagu barat Impossible - shontle. kali ini Olivia yakin Darma tidak bisa lagu barat.


"tell them all i know now"


yah ternyata Darma tahu lagu ini.


"shout it from the roof top"


"write on the sky line"


"all we had is gone now"


"tell them i was happy "


"and my heart is broken"


"all my scars are open, tell them what i hope would be"


"impossible...."


"impossibelllll..."


karena pusing, Olivia mematikan radionya.


"ahhhh boss kenapa di matiin?"


"berisik!"


"yah boss ayo kita nyanyi bareng" rengek Darma.


"ogah banget nyanyi sama lo"


"ayolah boss.." Darma mencoba merayu. Olivia tak menjawab fokus kedepan.


"tapi suaraku bagus gak boss?"


"jelek kayak muka lo!" jawab Olivia tajam.


"yahhh,,, asem dong haha" Darma tertawa.


Sepanjang jalan Darma terus mengoceh tiada henti.


"Boss apakah di sana ada orang yang bernama Juned?"


Olivia diam tak menjawab semua pertanyaan Darma. Tapi Darma tak berhenti mengoceh dia terus bertanya yang aneh-aneh. Kadang bercerita tentang pengelamannya.


"Diam!" sentak Olivia menyumbat mulut Darma dengan kain.


"ini perintah gue. Jangan lo lepas itu kain dari mulut lo.


"hmmm" Darma mengangguk sambil hormat.


"bssss mmmmmmm"


Darma terus mengoceh walaupun di bekam kain.


Jikalau tahu akan begini, Olivia mending bawa Headphones saja. Ah Darma benar-benar cerewet. Ingin sekali Olivia menyantetnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2