
Darma kembali berlari menjauh dari preman itu. Tapi nampaknya preman itu nampak bertambah kesal.
"BUNUH DIA!!!" teriak seorang preman. Preman itu mengejar Darma kembali.
Darma melihat tukang buah di depannya. Kemudian mengambil dua buah pepaya dan membayarnya. Dua buah pepaya itu di lempar ke jalan dan
BRUUUUUKKKKKK!!!
Membuat preman itu terjatuh karena terpeleset menginjak pepaya sehingga membuat preman lain ikut terjatuh.
Darma tertawa melihat mereka. Para preman itu tambah kesal, geram ingin mentampeleng Darma.
Darma kembali berlari menjauh. Tapi dua preman masih bisa berdiri dan kembali mengejar Darma.
Darma berlari ke gang yang sempit. Dia melempar segala barang yang ada di depannya ke arah para preman itu.
Darma berlari keluar gang, disana ada bapak-bapak yang sedang membawa sebuah kayu besar. Darma kepikiran ide nakal untuk membuat preman itu kapok mengejarnya.
Dia berlari mendekati mendekat ke bapak itu. Preman itu tipis berada di dekat Darma. Darma memutar kayu itu, sehingga bapak itu kehilangan keseimbangan. Berputar-putar. Kayu itu menabrak kepala satu preman, yang satunya lagi mencoba menghindar namun akhirnya malah terjatuh dan menarik celana si bapak itu, sehingga terlihat sempaknya berwarna pink bergambar hello kitty.
Si bapak tersebut langsung melepaskan kayu yang di pegangnya dan menutupi bagian burungnya, malu. Otomatis kayu itu jatuh menimpa preman itu. Darmapun tertawa melihat mereka.
"hahaha tuh rasain! Gurih kan?" ejek Darma.
__ADS_1
"woy awas lo ya!" ancam preman itu sambil kesakitan tertimpa kayu.
"haha dadah!" Darma melambai kemudian pergi lari dari sana.
Setelah jauh dari sana Darma kepikiran tentang kerjaan satu ini. Benar-benar tak masuk akal. Mana ada pegawai nagih preman. Olivia benar-benar ingin membuatnya ******. pikir Darma.
"aaaaaaahhhhh pusing aing!" kesel Darma.
Tiba-tiba ponsel Darma berdering. Darmapun mengambil ponsel di saku celananya. Ternyata itu dari Olivia. Darmapun mengangkatnya.
"hallo" Ucap Darma dengan nada kesal.
"kok nada lo gitu! Udah berani?" ucap Olivia.
"enggak boss" jawab Darma dengan nada malas.
Sudah gila kali Olivia! pikir Darma. Kalo dia mau nagih ke preman, dia harus ngalahin dulu para preman itu. Manalah Darma bisa!
"duh boss! Kalo ngasih kerjaan jangan yang sulit dong!" rengek Darma.
"sulit gimana?" Olivia pura-pura tak tahu.
"masa suruh nagih ke preman sih! Untung saya gak kenapa-kenapa! Habis di kejar-kejar tadi"
__ADS_1
"siapa yang nyuruh nagih ke preman ****!" jawab Olivia dengan tersenyum mengejek.
"eh?" bingung Darma.
"gua suruh lo buat nagih ke Pabrik Destiny Corp"
"hah bukannya boss nyuruh nagih ke The Skull tadi pagi! Ini gimana si?" Darma menggaruk kepalanya bingung.
"emang tempatnya dekat The Skull! ya udah gue iyain aja tadi. Kirain lo tahu!"
"yah si bangkong itu berarti salah!"
"ya lo juga yang bodoh sih"
"ya udah boss saya OTW nagih kalo begitu!"
"yah cepat!"
Olivia menutup teleponnya. Tersenyum senang telah menjahili Darma kembali.
"hahaha bodoh emang! Padahal gue bisa aja narik lewat ATM! emang bodoh!" Olivia tertawa jahat.
Darma kemudian bergegas menuju tempat Destiny Corp berada. Diapun menagih uang pada manajer disana. Manajer itu memberikan uangnya. Sebenarnya manajer itu sudah berkompromi dengan Olivia terkait dengan Darma. Hanya saja Olivia bilang bahwa Darma sedang Ulang Tahun.
__ADS_1
Setelah mendapatkan uangnya Darma memasukan uangnya ke jasnya. Darmapun bergegas menuju rumah Olivia menaiki angkutan Umum.
Bersambung...