The Garabagan

The Garabagan
Episode 18 : Perih


__ADS_3

Mengapa Darma melemah! Dulu waktu SD dia akan melawan siapapun yang berani memerintah dan melawannya. Termasuk kepala sekolah sekalipun. Tapi sekarang Darma telah berubah. Itu yang membuat Olivia ganar. Bagaimana bisa dia berubah drastis seperti ini?


Olivia menekan tombol 24 di lift. Pintu lift menutup. Lift naik ke atas ke tempat yang di tujunya.


Darma melihat Olivia menaikan satu halisnya.


"Kenapa aing gak di ajak ya?" heran Darma.


Darma bergegas menaiki lift dan menyusul ke ruangan Olivia.


Sesampainya di ruangan Olivia.


"Semoga keselamatan terlimpah curah untukmu boss" Ucap Darma membuka pintu.


"hmmm" jawab Olivia.


"ini tasnya boss" Darma menyimpan tas Olivia di mejanya.


"apa lo sudah bersihin lantai?" tanya Olivia


"yah kan nganterin dulu tas milik boss"


"ouh baiklah, sekarang cepat bersihin sana!"


"baik boss"


Darma beranjak pergi dari sana ke ruangan OB. Sesampainya di sana, Darma di sambut oleh para Office Boy dengan alat kebersihannya. Sepertinya mereka semua sudah tahu bahwa Darma yang akan membersihkan semua lantai yang ada di kantor ini. Hah Nasib.


Darma lalu membersihkan semua lantai yang ada di kantor. Dari lantai 1 sampai lantai 24. Kurang lebih satu jam, pekerjaanya akhirnya selesai. Darma sangat kelelahan.


Darma istirahat sebentar, dan kembali lagi ke ruangan Olivia. Dia membuka pintu ruangan itu, dan masuk ke dalam. Akan tetapi sebuah tali mengait kakinya sehingga membuat dia terjatuh tersungkur ke lantai.


"aduhh siapa lagi yang pasang tali disini!?" tanya Darma.


"wahah terjatuh!" ujar seseorang yang baru datang, Daniel.


Darma mengangkat tubuhnya kemudian duduk menghadap Daniel.


"iya haha"


"ketawa lagi!?" kesal Daniel.


"iya bro" jawab Darma.


"heh! gue hanya mau ngingetin sama lo ya! lo jangan dekati lagi Diana!" Gertak Daniel.


"lah kenapa?" bingung Darma

__ADS_1


"yah kalau lo masih berani! lo gak akan tenang di sini!" Ancam Daniel kembali.


"haha" Darma tertawa.


"kenapa lo tertawa?"


"hidup di dunia ini, kita tak akan pernah tenang. Karena fitnah akan selalu ada selama kita masih hidup dan akan ada orang yang tak akan suka sama kita. Sabar dan ikhlas adalah cara melawannya"


"cih,,, so bijak lo" Decak Daniel sinis.


"haha enggak kok" Darma tersipu malu.


"ya udah gue udah peringati! gua cabut dulu!" Daniel pergi dari sana dan pergi kemeja tempatnya yang tak jauh dari situ.


Selepas Daniel pergi, Oliviapun yang entah habis pergi dari mana, Datang ke ruangannya.


"kenapa ada tali di sini?" tanya Olivia.


"gak tahu boss! Tadi aku kesini ini udah malang dekat pintu"


"CEPAT BUANG!" suruh Olivia dengan nada tinggi.


"baik boss!"


Darma kemudian membuang tali itu ke tong sampah dekat meja miliknya. Tiba-tiba dari tong sampah keluar sebrotan cairan ke matanya. Cairan itu membuat mata Darma perih.


"boss" panggil Darma memegangi kedua matanya.


"apa?" jawab Olivia singkat, tersenyum licik ke arah Darma.


Dari senyumannya sudah pasti ini adalah ulah Olivia untuk mengerjai Darma.


"boss boleh minta kain! perih mataku!" pinta Darma mengucek matanya.


"ouh boleh!" Olivia menyodorkan kain ke arah Darma.


"mana boss?" Darma lengannya meraba-raba.


Bukannya memberikan, Olivia malah melemparkan kainnya ke lantai.


"ups! Jatuh!" Olivia tersenyum licik.


Darma menurunkan tubuhnya merangkak mencari kain itu.


"dimana boss?" tanyanaya meraba-raba lantai.


"aduh aku lagi sibuk! cari saja yah" jawab Olivia alasan.

__ADS_1


"boss tolong!" Darma terus meraba-raba lantai berharap kainnya ketemu.


Dia akhirnya meraba sesuatu yang halus, yang ternyata karpet.


"ah tidak apa-apalah karpetpun" benak Darma.


Darma menarik karpet itu pada matanya. Akan tetapi karpet itu terlepas karena di tarik oleh Olivia.


"eh siapa yang tarik? Perih ini tolong!"


"ini" Olivia menyodorkan kain ke arah Darma.


Darma mengambil kain itu dari tangan Olivia. Dan mengelapkannya pada mata nya. Namun matanya masih perih.


"Boss boleh anterin aku ke kamar mandi!" pinta Darma.


"ouh boleh" Olivia tersenyum.


Olivia memegangi tangan Darma dan menuntunnya menuju kamar mandi khusus milik Olivia.


"dah sampai" Olivia melepaskan pegangannya.


"makasih boss" Darma meraba dan melangkah masuk ke kamar mandi.


ketika hendak masuk, Sebuah sabun terinjak Darma. Sehingga membuatnya tergeledak jatuh ke lantai. Kepalanya terbentur keras kelantai. Olivia hanya menahan tawanya melihat Darma.


"hey kau tidak apa-apa?" Olivia pura-pura.


"tidak apa-apa boss!" Jawab Darma, padahal kepalanya begitu pusing karena benturan tadi.


Darma berdiri dan meraba-raba kembali. Akhirnya dia berhasil memegang keran dan mengocorkan air.


Darma memasukan air kedalam matanya secara terus menerus. Akhirnya setelah beberapa kali dia membersihkan matanya, perih di mata itu hilang. Darma bisa melihat


kembali.


"wahhh boss sudah tidak perih lagi" Darma menoleh ke arah Olivia.


Olivia hanya tersenyum sebelah kemudian membalikan badan.


"hah tunggu besok lagi!" Batin Olivia.


Olivia berjalan menuju tempat duduknya.


Hari ketiga berakhir, Darma kali ini benar-benar sial. Ia tidak makan di kantin bersama Diana karena dia baru bisa menggunakan jatah makannya mulai minggu besok lagi. Hari ini baru hari Kamis, tiga hari lagi baru dia bisa menggunakan jatah makannya kembali.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2