
Di malam hari, Olivia memanggil orang suruhannya untuk menghadap dirinya. Orang itupun datang menemui Olivia. Dia seorang laki-laki kira - kira berumur 35 tahunan. Dia bernama Albert.
"ada apa Boss?" tanya Albert.
"aku ingin kamu carikan orang yang bernama Burhan Aliansyah"
"emang kenapa Boss?" tanya Albert.
"dia adalah ayah temanku" jawab Olivia.
"eh?" heran Albert. Dia heran, Olivia yang biasanya tidak pernah ikut campur urusan orang lain. Kenapa Tiba-tiba ingin membantu temannya ini?
"baik Boss" ucap laki-laki itu. Laki-laki itupun kemudian pergi dari hadapan Olivia.
Albert merupakan orang suruhan yang selalu di percaya oleh Olivia. Dirinya sudah mengabdi pada Olivia selama enam bulan terakhir.
Olivia memang tidak terlalu suka ikut campur dalam urusan orang lain. Tapi setelah bertemu Darma, dia akhirnya mengerti arti kata peduli. Peduli terhadap sesama, walaupun kita tidak mengenal orang itu.
Olivia melihat ke arah langit - langit rumahnya. Ah dirinya merasa bersyukur telah di Pertemukan dengan manusia seperti Darma. Dia bisa belajar jadi orang yang lebih baik lagi karena nya.
*****
Di pagi hari Darma, sudah berada di depan kantor. Dirinya sudah siap masuk ke dalam kantor dengan senyuman di bibirnya. Di satu sisi juga, Darma Adijaya yang merupakan pegawai baru. Dirinya berangkat lebih awal, padahal dirinya sudah di suruh untuk datang pukul delapanan. Alasanya sederhana, Darma Adijaya ingin mengetahui dan mengenal tempat kerjanya. Alhasil Darma Deriyana dan Darma Adijaya pun bertemu.
Darma melongo melihat penampilan Darma A yang sangat nyentrik. Dirinya beda dari yang lain. Tiga anting yang terpasang di masing - masing telingannya. Dan juga rambutnya yang berwarna merah. Darma benar - benar kaget melihat ada pegawai kantoran yang berpenampilan seperti itu.
"Wuahhhh" kagum Darma D.
Darma Adijaya hanya melihat sinis pada Darma Deriyana. Dia pun berjalan melewatinya.
"hey tunggu" tahan Darma D mengejar Darma A.
Darma A memelankan langkah kakinya.
"apa?" tanya Darma Adijaya dengan dinginnya.
"kamu baru di sini?" tanya Darma D.
"iya"
"WUAHHHHHHHH..." kagum Darma D dengan lebaynya.
"kenapa orang ini?" batin Darma A heran.
"lebay sekali" lanjutnya.
"perkenalkan namaku Darma" Darma menyodorkan tangannya untuk menyalami orang yang baru dilihatnya ini.
"Darma" jawab Darma A menjabat tangan dari Darma D.
"iya. Namamu siapa?" tanya Darma D tersenyum.
"Darma" jawab Darma A.
"iya, lalu namamu?"
"Darma"
Darma Deriyana mulai bingung. Kenapa orang itu terus menyebut dan memanggil namanya.
__ADS_1
"namamu siapa?" tanya Darma kembali.
"Darma" jawab Darma A dengan kesal menatap Darma D.
"iya itu aku. Terus namamu siapa?" ucap Darma D dengan penuh kelembutan.
"DARMA ADIJAYA" kesal Darma A meninggikan nada suaranya.
"bukan namaku Darma Deriyana" jelas Darma D.
"DARMA ADIJAYA. Itu namaku" jelas Darma A kesal.
"oh...hohohoho jadi namamu Darma juga?" kaget Darma terkekeh.
"hmmm" geram Darma A.
"ohoh begitu yah... Hahahaa" Darma D tertawa. Sementara Darma satunya hanya melihat Darma D datar tanpa ekspresi.
"salam kenal yah" Darma menggoyang - goyangkan tangan dari Darma A dengan senyum riang di buat - buatnya.
"iya... Iya..." jawab Darma A bosan.
"tapi yah... Darma..." Darma D melirik Darma A.
"kayaknya aku pernah ketemu kamu deh..."
"muka lo juga gak asing" jawab Darma A.
"apakah kita pernah bertemu?" tanya Darma D.
Merekapun saling bertatapan satu sama lain. Wajah mereka kelihatan tidak asing di mata masing - masing.
"mana mungkin" jawab Darma A.
"kenapa ini orang?" batin Darma A heran.
"baiklah kalau begitu aku ke atas dulu yah" pamit Darma D.
"tunggu!" henti Darma A dengan ekspresi datarnya.
"Ruang Controller ada di mana yah?" tanya Darma A.
"Oh di lantai 12" jawab Darma D sambil berjalan pergi.
"aku pergi dulu yah... Assalamualaikum" salam Darma D.
"hmmm" jawab Darma A.
Darma Deriyana pun berjalan Meraungi tangga menuju lantai atas. Setelah sampai di dekat ruangan Olivia, Darmapun terdiam melihat ruangan Olivia masih di kunci.
"Oh tidak biasanya Boss telat?" heran Darma.
*****
Sementara itu, Olivia kini telah sampai di kantor. Dirinya hari ini kesiangan, dan bangun pada pukul setengah tujuhan. Olivia pun terus berjalan menuju ke lift.
Di tengah ia berjalan, matanya hampir terpejam karena masih keadaan ngantuk. Akhirnya kakinya pun tersandung akibat tidak fokus. Diapun hampir terjatuh. Namun ketika hendak terjatuh, bahunya di tahan dari depan oleh seseorang.
Diapun kaget, kemudian melihat orang yang memegangi bahunya. Ternyata itu adalah Daniel.
__ADS_1
"Boss tidak apa-apa?" tanya Daniel.
"ouh iya" jawab Olivia membenarkan posisinya menjadi berdiri.
"Boss seperti kelelahan?" tanya Daniel melihat wajah dari Olivia.
"ah enggak kok" sangkal Olivia.
"benarkah? Lalu kenapa itu matanya sudah seperti panda gitu?" heran Daniel menunjuk Olivia.
"ah benarkah?" kaget Olivia. Diapun mengambil cermin yang ada di wadah bedak untuk melihat wajahnya.
"haha gak Boss. Saya bercanda Boss" canda Daniel.
"ih apaan sih" kesal Olivia memanyunkan bibirnya.
"maaf Boss... Sesekali bercanda gak apa - apa kan?"
Mendengar Daniel berbicara seperti itu, dia jadi teringat pada Darma. Lagam dari suaranya mirip dengan Darma.
"ah padahal baru kemarin ketemu, kayaknya aku sudah rindu" batin Olivia.
Daniel melihat pada Olivia, Olivia seperti menatap dengan tatapan kosong ke arah depan. Danielpun terheran - heran.
"Boss" panggil Daniel.
"Oh iya aku harus menemuinya" kaget Olivia kemudian menatap Daniel.
"menemui siapa?" heran Daniel.
"oh itu... " Olivia bingung mau jawab apa. Masa iya dia harus bilang ingin segera bertemu Darma, karena rindu.
"Oh iya aku mau bertemu laptop kesayanganku di ruangan" ucap Olivia.
"Laptop kesayangan?" kaget Daniel kemudian menutup bibir dengan tangan kanannya. Dia benar - benar kaget, pipinya sampai memerah. Sebab itulah dia menutup wajah dengan tangan kanannya.
"kenapa kamu kayak kaget?" heran Olivia menatap Daniel.
"Oh... Eng... Enggak" gagap Daniel.
"Boss aku harus keluar dulu" ucap Daniel kemudian pergi begitu saja. Olivia melihat aneh pada Daniel.
"aneh banget sih?" gumam Olivia heran. Oliviapun kemudian pergi menaiki lift kemudian naik ke atas.
Daniel menghentikan kakinya kemudian menoleh ke arah tempat tadi Olivia berdiri.
"ternyata itu laptop kesayangannya" gumam Daniel dengan wajah yang memerah.
"jadi gue telah menyimpan surat itu di tempat yang tepat"
Dia mengingat kembali dirinya yang menyelipkan surat cinta kepada Olivia waktu Olivia sedang pergi ke perayaan ulang tahun Destiny TV. Dirinya dengan sengaja masuk ke ruangan Olivia lalu menutup CCTV agar tidak terekam. Dia pun mengendap - endap dengan hati - hati agar tidak terekam sedikitpun oleh CCTV disana. Setelah sampai dekat CCTV, iapun mengambil kursi lalu menaikinya untuk menutup CCTV dengan foto keadaan kantor dengan keadaan normal. Namun ketika setelah selesai menutupnya, Danielpun terjatuh kebelakang sehingga surat cintanya menancap pada sebuah paku kecil. Surat itupun jadi bolong sedikit di area bawah.
"Wooaaahhh... Apa ini?" Daniel melihat amplop suratnya yang bolong.
"Bodo Amat ah! Yang penting si Boss mengerti isinya" ucap Daniel.
Iapun Kemudian menyimpan surat cintanya di dalam laptop Olivia. Dia dengan tersenyum berbunga - bunga menyimpan surat itu. Kemudian mengambil penutup CCTV nya dan pergi dengan dengan hati - hati pergi keluar.
"hmmmm" Danielpun kini tersenyum mengingatnya.
__ADS_1
Diapun kemudian memasukan kedua tangannya pada saku celananya kemudian berbalik dan berjalan kembali keluar.
Bersambung...