The Garabagan

The Garabagan
Epesode 61 : Awal Baru


__ADS_3

Diana lalu mencetak semua foto yang di ambilnya baik itu foto dirinya bersama teman-temannya dan tentunya juga foto Darma yang tengah mengkuti lomba lari.



Untuk melihat wajah Darma dengan jelas, Diana memerlukan foto itu, karena dirinya terlalu takut untuk bertemu dengan Darma. Darma juga tidak pernah memposting foto dirinya di sosial media. Jadi rasanya sulit untuk melihat wajah dari Darma. Hanya di foto itu, Diana dapat melihat dengan detail wajah tampannya Darma. Dia sangat bersyukur dirinya mempunyai foto Darma itu, walaupun tak sepengetahuan dari Darma. Yah, Itu juga sudah cukup untuk bisa melihat wajahnya.


Berbulan-bulan berlalu, Diana belum kunjung mendekati Darma juga. Dirinya terlalu malu dan takut. Dan Dia sudah menjadi kelas tiga semester dua. Alias OSIS masa tenggang.


"bagus sekali. Kamu belum ada kemajuan juga" ejek Agnes pada temannya. Mereka sedang berjalan hendak ke kelas.


"hehe" Diana hanya membalas ejekan Agnes itu dengan senyuman.


"aku akan menembaknya ketika nanti aku lulus" ucap Diana kemudian.


"Haaaaaahhhhh!?" teriak Agnes kaget.


"hey yang benar saja?" Agnes tidak percaya dengan yang dia dengar "kamu belum juga mendekatinya"


"kenapa? Kan aku cantik" ucap Diana dengan sombongnya.


"haha" Agnes malah tertawa.


"aku yakin di tolaknya kamu itu 80%"


Diana terdiam dirinya jadi gugup. Dia lalu menatap Agnes tajam.


"ah gimana ini Agnes?" rengek Diana.


"makanya dekati dulu dia" jawab Agnes.


Diana terdiam, ucapan Agnes memang benar. Dirinya harus mendekati Darma dulu, baru menembaknya.


"baiklah" ucap Diana. Agnes menatap Diana bingung.


"aku akan mendekati Darma" ucapnya.


"wuahhhhhh" kaget Agnes girang.


"mulai bulan depan" ucap Diana kemudian.


"hahhhhh!?" Agnes jadi capek sendiri jadinya, iapun lalu menyusutkan tubuhnya pada tembok.


"YANG BENAR SAJA!" teriak Agnes kesal.


"hehe" Diana malah tersenyum.


"aduh capek deh" Agnes pun menepak jidatnya, pusing dengan temannya ini.


Sebulan kemudian...


"ayo katanya mau mendekati Darma"


"Ah!" Diana panik, pipinya memerah.


"mulai besok saja"


"hehhhh" kesal agnes.


Keesokkan hari, Diana di dorong oleh Agnes ke kelas Darma.


"hey Agnes, biarkan aku sendiri saja"


"hah? Yang benar?"


"iya" angguk Diana "kalau di antar kamu. Nanti aku di kira gak gentle"


"ya udah sana. Aku awasi yah"


Dianapun berjalan mendekati kelas Darma. Namun baru juga dua langkah, dirinya malah balik badan kemudian berlari pergi sekencang kilat. Agnes melihat anak itu berlari terbirit-birit seperti di kejar gunderewo.


"hahhhhh" Agnespun menepak jidatnya.


Satu minggu berlalu, Diana belum kunjung ada kemajuan juga. Kini Dirinya mendengar kabar bahwa rabu besok semua kelas 2 akan mengikuti praktek kerja lapangan.


"haha kamu dengarkan?" tanya Agnes menekan Diana.


"i-iya" jawab Diana.


"kita masih punya waktu dua hari" ucap Diana. Diana menatap Agnes.


"kamu dekati dia. Buat dia jatuh cinta selama dua hari" lanjut Agnes.


"tidak" jawab Diana.


"kenapa?"

__ADS_1


"Darma harus fokus pada nanti PKL-nya. Aku tak mau mengganggunya" jawab Diana.


Agnes tak tahu harus berkata apa lagi. Capek rasanya meyakinkan Diana.


"ah terserah kamu lah" ucap Agnes kemudian duduk di bangkunya.


Beberapa bulan berlalu, Diana tak melihat Darma lagi di sekolah. Sekolah tetap ramai, tapi rasanya Diana merasa sepi. Walaupun dirinya belum pernah berbicara dekat dengan Darma. Tapi kesan hadirnya Darma saja sudah membuat Diana bahagia. Dirinya yang terbiasa melihat candaan Darma dan teman-temannya dari jauh, memberikan kesan nuansa warna dalam hidupnya.


Hari kelulusan pun tiba, Darma masih mengerjakan Praktek Kerja Lapangannya. Bahkan ketika hari berbahagianya ini, Diana merasa gelisah. Sayang Darma tak melihat hari kelulusannya ini. Hari terakhir dirinya berada di sekolah.


Setahun berlalu, Diana sudah bekerja pada sebuah pabrik makanan. Dia sudah memiliki pacar, yang tadinya teman sepabriknya, Hanif. Dirinya berusaha untuk melupakan orang yang tidak bisa ia miliki itu. Dan lebih memilih menerima orang yang mencintainya. Akan tetapi setelah berpacaran selama tiga bulan, Diana memutuskannya. Alasannya, Diana merasa Hanif bukanlah orang yang baik untuknya. Padahal Hanif itu ganteng, cuman sifatnya yang mudah emosian membuat Diana tak menyukainya.


Hanif memang belum pernah memarahi Diana sekalipun, cuman Diana pernah melihat Hanif selalu berlaku kasar pada keluarganya, terutama ibunya. Bayangkan saja, sama ibunya saja, yang melahirkan dirinya sendiri, dia bisa berlaku kasar. Apalagi nanti sama istrinya. Kamu coba bayangkan deh. Bisa di tempeleng kamu.


Diana jadi galau kembali. Di saat itu juga Diana kembali melihat foto Darma di kamarnya tergeletak. Dia lalu mengambilnya dan menatapnya tersenyum. Diana kembali teringat rantaian kenangan dengan Darma. Mulai dari waktu Darma menabrak Tedi.


Brukkkkk....


Tedi akhirnya terjatuh bebarengan dengan Darma. Dianapun yang di pegang tangannya terikut terjatuh dan menimpa Darma. Mereka pun lalu saling tatap beberapa detik. Lalu Darma berdiri.


"ahhhhhhhhh maaf" ucap Darma kemudian membantu Diana berdiri.


Kemudian Diana mengingat saat Darma menghampiri kelasnya di jam istirahat. Dia langsung masuk ke dalam, kemudian bertemu Diana. Memberi sebuah minuman untuk tanda minta maaf.


"maaf tentang menabrakmu" ucap Darma.


Ah setelah mengingat semuanya, Diana jadi merasa rindu padanya. Dia terus tersenyum memandangi foto itu. Hatinya terlalu sulit untuk melupakan Darma.


"apa kabar kamu?" tanya Diana menatap foto itu, kemudian tersenyum.


Di hari-hari selanjutnya, Diana menjadikan foto Darma sebagai teman curhatnya. Entah kenapa walau harinya terasa berat, setelah berbicara pada foto itu dia selalu merasa baikkan.


"aku akan melakukan yang terbaik dalam hidupku, Darma" ucapnya memandangi foto itu.


Dua tahun kemudian, Diana mendengar tentang sebuah perusahaan yang sedang naik daun, Destiny Media. Disana dikatakan lulusan sederajat SMA dan SMKpun bisa di kerjakan di kantor, Dianapun mencoba melamar kesana lewat online. Walaupun dia masih berstatus masih bekerja di pabrik.


Setelah mengikuti rangkaian test online akhirnya Diana di terima di perusahaan itu. Diapun di panggil untuk mengikuti test wawancara esoknya. Benar-benar mendadak.


Dianapun lalu memberanikan diri berbicara pada manajer pabrik, bahwa dirinya mengundurkan diri dari pabriknya. Manajernya hanya bisa pasrah melepasnya. Dianapun terbebas, lalu bersiap untuk pergi ke Jakarta.


Mengetahui bahwa Agnes itu asalnya dari Jakarta, iapun lalu menghubungi Agnes.


"hallo Nes"


"hallo"


"aku mau minta sesuatu boleh?"


"minta apa?"


"aku nginap di rumah kamu sebelum aku menemukan kosan di jakarta"


"tunggu... Biar ku tebak"


"ah?"


"kamu melamar di Destiny Media juga?"


"iya, kok tahu?"


"hehe" Agnes tersenyum "sebenarnya aku juga ikut namun gagal"


"ehhhh?"


"oh yah rumahku yang sekarang dekat dengan kantor pusatnya"


"benarkah?"


"iya, dan aku tahu alasan kamu ikut kesana"


"kenapa?"


"karena ada Darma kan?"


"hah? Darma?"


"alah kamu ini jangan pura-pura gak tahu"


"beneran aku gak tahu. Kamu tahu darimana kalau Darma ikut?"


"alah kamu ini...." ledek Agnes "itu di website nya kan ada. Darma paling atas"


"iyakah?" kaget Diana.


"tunggu sebentar!" Dianapun dengan segera menambah tab di ponselnya dia lalu membuka browser dan menuju website dari Destiny Corp. Dan ternyata benar, Darma ada dalam daftar yang lolos test. Bahkan menempati daftar paling atas sebagai nilai test terbesar.

__ADS_1


"ternyata benar" ucap Diana menganga pada ponsel.


"ahhhhhhhhhh" teriak Diana senang.


"eh apa kamu gak malu teriak seperti itu di jalan"


"oh iya hehe"


"heh dasar"


"ini takdir Agnes. Semesta mempertemukanku dengan dia lagi"


"kali ini jangan kabur"


"hehe... Tenang mentalku sudah lebih kuat dari dulu"


"syukurlah"


"iya Nes" Diana tersenyum kembali.


"eh iya. Aku nginep di rumah kamu, boleh gak?"


"dasar kamu ini. Ya bolehlah"


"hehe makasih Agnes aku menyukaimu"


"aku juga hehe"


"kalau begitu aku kerja dulu ya"


"iya sana. Semangat Agnes"


"iya. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Diana lalu melihat website Destiny Corp kembali. Dirinya tersenyum bahagia.


"Takdir itu indah" ucapnya.


Dia lalu berjalan pergi dengan tersenyum di sepanjang jalan.


Dengan semangat dia lalu mempersiapkan barang-barangnya kemudian berangkat pergi menuju Jakarta.


"kali ini aku akan berjuang" ucap Diana di dalam bus.


Buspun berangkat. Diana tersenyum riang. Begitu bahagia hatinya akan menemui Darma kembali.


Hingga sekitar jam sebelas malam pun, Diana sampai di tujuan. Dia kemudian di jemput oleh Agnes. Mereka lalu saling berpelukkan karena baru berjumpa setelah selama dua tahun. Diana lalu langsung tidur di kamar Agnes karena kelelahan.


"busyet saking lelahnya yah" ucap Agnes melihat Diana. Agnespun lalu menutup tubuh Diana menggunakan Selimutnya.


*****


Keesokan harinya, Diana sudah sampai di kantor pusat Destiny Media. Baru juga dirinya sampai di kantor, akhirnya dia melihat seseorang yang ia sukai sejak sedari bangku SMK, Darma Deriyana.


Diana mengepalkan tangannya untuk mendorong energi keberaniannya. Dianapun lalu menghembuskan napasnya kemudian berjalan mendekati Darma.


"uwaaaawww!!! Gede pisan kantornya,,," kagum Darma


"ikut test juga?" Akhirnya Diana berbicara pada Darma juga.


Kini Diana telah siap berhadapan dengan Darma.


Bersambung...



Visual Diana.



Darma Deriyana


**Lunas yah... Visual Dari Darma plus Diana juga. Semoga cocok. Aamiin


Kasih tanggapannya di kolom komentar Gengs!


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Love U All๐Ÿ’•


Jangan lupa like ๐Ÿ‘


Comment๐Ÿ’ฌ

__ADS_1


Dan Rate 5 nya โญโญโญโญโญ**


__ADS_2