The Garabagan

The Garabagan
Epesode 63 : Gaplok


__ADS_3

Darmapun segera mengambil tas milik Olivia, lalu segera pergi mengejar Olivia. Namun ketika sudah di luar ruangan, dia bingung Olivia pergi kemana. Kemudian Darmapun bertanya pada karyawan wanita yang berjalan melewatinya. Wanita itu lalu menjawab bahwa Olivia turun lewat lift dan menuju bawah.


Setelah mendengar hal itu, Darmapun lalu berlari lewat jalur tangga, dia terus berlari dan berlari. Dengan napas yang terengah-engah, Darma akhirnya sampai di bawah. Namun sayang dia tak melihat Olivia. Diapun mencoba berlari menuju parkiran dan hasilnya masih nihil.


"hah... Hah... Hah..." hembusan napas Darma kelelahan.


"ah sudah-lah! Gak a-ada" ucapnya.


Darmapun membalikkan badannya, berencana kembali lagi. Namun dia membalikkan badannya kembali.


"tapi kasihan juga, kalau Boss mau belanja ke tempat yang bukan cabang miliknya. Dia pasti bingung mau pakai apa" kata Batin Darma.


"dan juga kalau di tas ini ada kehilangan sesuatu..."


"HUAAAAAAAHHHHHH!?!?" Darma berteriak takut.


"bisa-bisa si Boss membunuhku" Darmapun lalu membayangkan dirinya di tembak menggunakan senjata shotgun oleh Olivia, seperti yang ada di adegan film yang di tonton Olivia.


Darma lalu menatap tas yang di pegangnya, "tidak ada cara lain. Aku harus mengantarkannya"


Darmapun berlari menuju trotoar dengan gaya seperti ninja. Diapun berhenti, bingung mau naik apa? Tidak mungkinkan berjalan.


Akhirnya diapun melihat sebuah tukang ojek online yang telah mengantarkan penumpangnya. Dengan cepat Darma lalu naik ke jok belakang pengemudi OJOL itu. Otomatis OJOL itu kaget.


"Apa ini woy!?" tanyanya.


"cepat bang kejar pemilik tas ini!" Darma menunjukkan tasnya ke hadapan wajah OJOL itu.


"maaf nih bang yah!"


"iya aku maafkan, cepat!"


"itu yang punya tasnya siapa? Tujuannya kemana? Dia dimana sekarang?"


"Olivia Anna Jelita"


"hah? Yang benar?" kaget OJOL itu. Rupanya OJOL itu fans nya Olivia.


"iya" jawab Darma dengan santai.


"kalau begitu cepat katakan. Dimana dia? Biar gue antar"


"hehe" Darma terkekeh.


"kenapa malah tertawa?"


"itulah masalahnya. Aku juga tidak tahu"


"Hah?" bingung OJOL itu menatap Darma. Darma menatap OJOL itu dengan tersenyum.


Krik... Krikk.... Suara jangkrik entah dimana menggemingkan suasana mereka. Angin sepoi - sepoi bertiup menghembus kulit mereka. Mereka bertatapan cukup lama.


Brunggggg.....


Akhirnya Darma di tinggalkan oleh OJOL itu.


"heyyyy tungguuuuuuu!!!" teriak Darma mengejar OJOL itu.


"dasar! Padahal Aku akan menelepon boss ini"


"tunggu kenapa tidak ku lakukan dari tadi yah?"


Darmapun menyogoh ponselnya, lalu kemudian mencoba menghubungi Olivia. Dia menamai Olivia di kontaknya dengan nama 'Boss Galak'


Olivia yang tengah menyetirpun melihat ponselnya berbunyi dan berdering di kursi mobil. Diapun mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelepon. Olivia memicingkan matanya, dia seperti merasa tidak asing dengan nomer yang memanggilnya itu, Olivia nampak mengenali nomer tersebut.


Tanpa pikir panjang, Olivia lalu mengangkat telepon itu.


"Hallo" sapa Olivia.

__ADS_1


"ohoho hallo Boss" Ucap Darma dengan ceria.


"Darma?" kaget batin Olivia. Oliviapun mengingat kembali Darma pernah menelepon ke nomernya saat disuruh ke The Skull.


Olivia lalu menghembuskan napasnya. Dia saat ini masih kesal pada Darma. Walaupun Olivia tidak tahu kenapa dirinya bisa kesal sama Darma. Mungkin saja karena Darma tidak menuruti perintahnya dan lebih memilih mengejar Diana. Entahlah, pokoknya hatinya merasa kesal sekali pada Darma.


"ada apa lo telepon gue?" tanya Olivia dengan juteknya.


"ini Boss, tas Boss ketinggalan"


"Astaga Gue lupa!" ucap Olivia dalam hati. Saking kesalnya pada Darma, dirinya sampai lupa pada barang pentingnya itu. Oliviapun lalau menghentikan mobilnya dan menepi ke kiri.


Karena Olivia sedang merasa kesal, diapun punya ide untuk menjahili Darma. Oliviapun tersenyum.


"Darma, cepat bawa kesini itu tas"


"Iya Boss dimana?"


"gue di Jl. Jeruk manis IV"


"oh deket dong"


"iya kamu jalan saja kesini nya"


"baiklah Boss, nanti kalau aku sudah sampai di telepon lagi"


"iya"


Tutttt.... Tutttt.... Olivia menutup teleponnya. Kemudian tersenyum licik.


Darma pun menyimpan ponsel di saku celananya kembali. Kemudian berjalan agak cepat menuju tempat yang dikatakan Olivia.


Setelah berjalan sekitar lima belas menitan, iapun sampai di tempat yang dikatakan oleh Olivia.


Darma melihat ke kanan dan ke kiri, mencari Olivia. Namun dia tak menemukan Olivia. Darmapun menyogoh ponselnya lalu menelepon Olivia kembali.


Olivia menatap layar ponselnya tersenyum, Darma menelepon dirinya lagi. Oliviapun mengangkatnya.


"Oh maaf, kayaknya ini bukan di Jl. Jeruk Manis IV"


"hah terus dimana Boss?"


"sebentar gue tanyain dulu sama orang yah"


"hah? Bukankah Olivia sudah lama berada di Jakarta. Masa tidak tahu nama jalan di jakarta ini" batin Darma.


"pak mohon maaf, mau tanya. Kalau ini namanya jalan apa yah?" tanya Olivia pura-pura. Padahal disana tidak ada orang. Dia melakukannya Supaya terdengar nyata oleh Darma saja.


"oh begitu ya pak. Makasih pak" lanjut Olivia.


Darma mendengar dengan seksama. Olivia memang tidak tahu dirinya dimana. Darma jadi tidak enak sudah suudzon sama Olivia.


"ini di Jl. Jeruk Manis I"


"dekat apa Boss?"


"dekat Restoran"


"oh baiklah. Nanti kalau aku sudah sampai, aku kabarin lagi"


"iya"


Tutttt.... Tutttt.... Olivia menutup teleponnya. Kemudian Olivia tertawa renyah telah menjahili Darma.


Darma kemudian berjalan kembali menuju tempat yang Olivia sebutkan. Dengan keadaan kaki yang sudah pegal, Darma tak menghiraukannya, ia tetap meneruskan jalannya. Hingga akhirnya dia sampai di tempat yang di sebutkan Olivia. Namun Darma tak melihat sebuah restoran satupun. Dia jadi bingung, kemudian mengambil ponselnya lalu menelepon Olivia kembali.


"hallo Boss"


"iya Darma. Lo udah sampai?" tanya Olivia.

__ADS_1


"iya aku sudah di Jl. Jeruk Manis I"


Olivia pikir menjahili Darmanya sudah cukup. Dia merasa kasihan pada Darma. Padahal Darma hanya ingin membantu mengantarkan tas miliknya.


"bentar..." ucap Olivia "ini di google map kok gue sedang berada di Jl. Jeruk manis III, Darma"


"Hahhhhhhhhh!?" kaget Darma.


"baiklah Boss aku kesana"


"iya"


Tutttt.... Tutttt.... Olivia menutup teleponnya. Olivia Kemudian tersenyum menatap layar ponselnya.


Darmapun berlari menuju tempat yang Olivia sebutkan. Semoga saja kali ini Olivia benar. Karena merasa lelah, Darmapun memperlambat langkah larinya, kemudian berjalan seperti biasa.


Dan ketika dia tengah asik berjalan, sesorang tiba-tiba berlari dari belakang kemudian menarik tas yang di bawa Darma. Akan tetapi karena Darma sangat kuat memegang Tas milik Olivia itu, pria itu malah tertarik dan terjatuh kebelakang.


"hey kamu tidak apa-apa?" tanya Darma pada orang itu.


Kemudian dari belakang tiba-tiba...


Bukkk!!!


Darma di pukul pada belakang kepalanya oleh pria berambut panjang. Diapun otomatis jadi pusing dan tersungkur ke bawah.


Dengan keadaan pusing Darma melihat pada orang yang memukulnya itu. Pria itu berpakaian seperti preman, ototnya juga besar, dan berambut panjang.


"cepat bawa!" ucap pria berambut panjang itu.


Pria berjaket kulit yang tadi terjatuhpun mencoba mengambil tas yang masih di pegang Darma. Namun Darma tidak akan semudah itu memberikannya.


"cepat berikan!" ucap seorang pria berjaket kulit itu.


"mana mungkin bleee" Darma malah meledek mengulurkan lidahnya.


" Bangs**" amuk pria berjaket kulit itu langsung memukul perut dari Darma.


Bakkkk!!!


Darma tersungkur, memundurkan kakinya. Dia lalu memegang perutnya sakit. Tetapi syukurlah tasnya masih ada di tangannya.


"cepat berikan!" perintah pria itu.


Pria berjaket kulit itupun mencoba memukul Darma, akan tetapi Darma berhasil menghindar lalu iapun mendorong pria itu sampai mereka berdua terjatuh bersamaan.


"Bangs**" amuk pria gondrong "gue bunuh lo"


Darma kembali ditendang wajahnya sampai ia terpental. Darahpun berceceran. Pria itu menarik kerah Darma dan mengangkatnya. Darma masih memegangi tas milik Olivia itu


"berikan pada gue!" ucap pria itu. Darma lalu dipukuli lagi dia area perut tiada henti.


Aaaaaaaa..... Ringis Darma. Jikalau hidupnya akan berakhir hari ini, dia merasa akan lega karena telah membantu orang. Dirinya bisa mati syahid seperti yang dikatakan Ustad Steven.


Darma sudah berlumuran darah. Pria itu masih memukulinya sampai Darma mati.


Tamat....


"woy jangan bercanda author aku masih kuaaaaaaaattttt!!!"


Baiklah,


Bersambung...


Bantu Darma agar bisa kuat lagi gengs, dengan cara :


Jangan lupa like 👍


Comment💬

__ADS_1


Dan Rate 5 nya ⭐⭐⭐⭐⭐


awokwokawok


__ADS_2