
"ouh benar-benar hari yang menyenangkan" ucapnya menggerutu terlentang dan melihat ke arah langit-langit.
Darma bangkit berdiri dan berjalan menuju ruangan Olivia. Darma tak mau dirinya berdiam diri disitu. Dia harus bekerja. Darma berjalan tak memperdulikan luka di sikutnya.
Darma lalu masuk kedalam ruangan Olivia dengan wajah lusuh kelelahannya. Terlihat disana pintu sedikit terbuka. Darma memegang gagang pintu.
"sudah boss" ucapnya membukakan pintu.
Tiba - tiba dari atas sebuah ember berisikan cairan berwarna putih menimpanya. Ember itu masuk ke kepala Darma.
"aaaaaa... Apalagi ini?" Darma mengambil ember itu dari kepalanya. Kemudian mengusap wajahnya.
Dan dari luar datanglah seorang perempuan berambut panjang berjas merah mendatanginya. Olivia.
"heyyy kenapa bisa kotor seperti ini? ishhhh di kantor saya lagi!" Olivia menggerutu.
"kamu yah!" tunjuk Olivia.
"ehhh... Kenapa saya boss?"
"kamu main kotor-kotaran di ruangan ini pasti!"
"sumpah demi allah... saya gak lakuin boss!" ucap Darma. Dia tidak mengerti kenapa Olivia menuduhnya.
"saya tadi habis dari wc,,,terus kesini, pas buka tiba-tiba ember jatuh dari atas" jelas Darma.
Olivia melingkarkan kedua tangannya menatap Darma dengan tajam.
"itu tidak mungkin, siapa coba yang mau melakukan hal itu di ruangan saya?"
"mungkin saja,,, siapa tahu boss ulang tahun,,, terus ada yang mengerjai boss!"
"ulang tahun saya dua bulan lagi"
"kalau begitu... pasti ada cctv di sini! ayo lihat CCTVnya"
Olivia terdiam. Ternyata Olivia yang melakukan perbuatan jahil tersebut. Dia lupa bahwa dia tidak menutup atau mematikan CCTVnya.
"E.... Udahlah bersihin kotoran ini! terus ganti pakaian kamu!" Suruh Olivia mengelak.
"Tapi boss..."
"Udah cepat!" bentak Olivia
"Bolehkah saya mengganti Seragam saya?" Tanya Darma berbinar-binar
"iya!" Jawab Olivia singkat.
"baiklah saya akan ke toilet dulu!" Darma kembali tersenyum lebar, kemudian menoleh ke arah Olivia. Olivia menghindari tatapan menjijikan Darma.
"Boss aku tidak bisa pakai toilet di ruangan ini kan?" tanya Darma.
"iya itu khusus untuk saya!" Ucap Olivia dengan nada sombongnya.
"yahah begitu" Darma terbahak.
"jadi saya harus menggunakan toilet di luar yah!" Olivia tak menjawab ucapan dari Darma. Olivia menatap Darma kesal dan pergi mendekati tempat duduknya.
"baiklah boss saya pamit ke toilet dulu!" Darma melambai pada Boss nya itu, yang tengah menatap layar laptopnya.
Olivia bermenung memikirkan rencana bodohnya tadi. Kenapa dia bisa sebodoh itu melupakan adanya CCTV.
****
setelah mengganti pakaiannya Di dalam toilet Darma berpikir soal kejadian tadi. Darma tahu bahwa itu perbuatan Olivia. Namun dia lebih memilih bersabar daripada begaduh dengan atasannya.
"huh,,, sabar Darma sabar! ingatlah semua akan indah pada waktunya" ucapnya menenangkan diri. Darma membenarkan dasinya sedikit lalu keluar dari toilet itu.
Di perjalanan menuju ruangan Olivia, Darma bertemu dengan Diana yang tengah berjalan menuju ruangan Controller.
"Heyy,,, Diana!" panggil Darma. Diana lantas langsung menoleh ka arah Darma.
"iya" jawabnya.
"wahhh,,, kamu pasti mau ke ruang controller ya?!" tebak Darma.
__ADS_1
"iya,,, kenapa?"
"Nggak,,, Gimana kerjamu lancar?"
"haha,,, aku masih di latih! belum kerja dulu" Diana tersenyum.
"Ouh begitu,,,"
angin Canggung berhembus disana. Membuat mereka berdiam diri saling tatap. Keduanya mulai berteriak dalam hati. apalagi Diana yang sudah seharian kemarin tidak berbicara dengan Darma.
Aaaaaaahhhhhh,,,, ayolah diriku carilah topik pembahasan!!! Teriak Diana dalam hatinya.
Darma mulai menggaruk kepalanya. Mata Diana pecah melihatnya. Darma pasti bosan, pikirnya.
"ahhhh,,, kalau begitu..."
"bagaimana kalau nanti makan bareng pas jam istirahat!" tutur Diana secara cepat mematahkan kata yang akan di ucap Darma.
aaaaaaaaahhhhhh!!! Teriak Diana dalam hati
kenapa dirinya begitu bodoh berkata seperti itu. Pikirnya.
"ouh boleh" Ucap Darma.
Peluru kebahagiaan menembak hati Diana. Membuatnya tak percaya dengan yang di ucap oleh Darma. Dia begitu senang.
"be...Benarkah!?" Tanya Diana memastikan.
"eh,,, Iya" ucap Darma tersenyum.
Jangan tersenyum Darma! Kau membuat hati Diana berliput kebahagiaan ketika melihat senyumnya.
"kalau begitu sudah dulu yah,, aku harus pergi!"
"ouh iya!" Diana mengangguk.
Darma melewati Diana. Berlalu pergi menuju ruangan Olivia sembari bersiul. Kedua tangannya di masukan kedalam saku celananya. Diana terus melihati Darma yang berjalan menjauh di depannya.
*****
"wahhh bikin baper banget" ucap Olivia yan tengah menonton adegan sedih film Tom & Jerry. Hadeh...
"Boss!" ucap seorang pegawai tiba-tiba membuka pintu dengan keras. mengejutkan Olivia yang tengah menonton film. Pegawai itu yang diSmackdown di prolog. Baiklah akan saya beri nama, namanya Daniel.
Olivia lantas membanting pegawai itu dengan Kursi.
Aaaaaaa!!! Daniel kesakitan.
"Ada apa woyyyyy!!!" Teriak Olivia kesal.
"ini boss Pak Martin mau adain rapat tiga hari lagi!" Daniel mengacungkan tangannya yang memegang kertas.
Olivia mengambil kertas itu dan membukanya. Ternyata isinya sebuah surat dari Mr. Martin Septian yang akan mengadakan rapat di kantor Olivia tiga hari lagi.
"mau apa pak Martin mengajak rapat ya?" Olivia menaruh telunjuk di dagunya heran.
Daniel menggeserkan kursi yang menimpanya lalu berdiri menghadap Olivia.
"ya udah boss saya lanjut kerja lagi" Daniel mengangguk pamit. Olivia hanya mengangkat tangan menjawabnya. Daniel kemudian pergi dari sana. Saat di luar ruangan Daniel menghembuskan nafasnya lalu tersenyum sinis. Darma yang baru datang melihat Daniel itu tengah tersenyum.
"Hey bung!" panggil Darma.
Daniel menoleh.
"apa?" tanya Daniel dengan ketus.
"di gigimu ada bekas cabe, jangan terlalu banyak tersenyum" Darma berlalu masuk ke ruangan Olivia.
Setelah mendengar Darma, Daniel lalu meraba gigi-giginya kemudian berlari mencari cermin.
"heyyy Boss aku sudah selesai!" Ucap Darma.
"yah baiklah sekarang kau coba cek beberapa lampiran di sana sudah benar apa belum" suruh Olivia sembari memandangi surat Rapat itu.
Darma duduk di tempat yang telah ditunjuk Olrh Olivia.
__ADS_1
"Itu apa boss?" tanya Darma sembari mengecek lampiran yang ada dilaptopnya.
"Ini kertas!" jawab Olivia sembari mengacung-ngacungkan kertasnya.
"pake nanya lagi" lanjutnya dengan nada jutek.
"iya tapi kertas apa?" tanya Darma lagi.
"saya tahu kamu itu basa-basi ya! sudah jangan banyak nanya saya sedang pusing!" sentak Olivia.
"kalau basi ya tinggal di angetin lagi! kan jadi enak boss!" celetuk Darma, dia tak melihat kondisi. Olivia benar-benar jengkel kepadanya. Dia meremas kertas itu. Lalu melemparkannya pada kepala Darma.
"BISA DIAM GAK SI LO! SUSAH AMAT DI BILANGIN" sentak Olivia.
Darma tersentak dia melihat wajah mengerikan Olivia saat marah.
"eh sabar boss, aku kan cuma tanya doang!" jawab Darma dengan santainya.
"Oh ngelawan kamu ya!"
"bukan melawan boss, aku hanya membenarkan" jawab Darma lagi-lagi.
"Lo mau gue hukum!" ancam Olivia.
Buset dah ini wanita beneran marah. gaya bicaranya udah lo-gua. benak Darma.
"kenapa saya di hukum boss?" tanya Darma kembali.
"Lo..." Ucapan Olivia terpotong.
"Ini Boss tidak ada masalah!" Darma menunjukan laptopnya "bisa kita print sekarang!?" lanjutnya.
Olivia tak habis pikir dengan pemuda ini. Di saat dirinya sedang memarahinya. Dia dengan santainya menanggapi dirinya dan memberikan tugasnya.
Bola mata Olivia jadi tertuju pada laptop yang ditunjukan Darma. Dia melihat, ternyata sudah benar. Akan tetapi karena Egonya dia menepis laptop itu. Laptop itu terjatuh namun dengan sigap Darma menangkapnya.
"yahah hampir saja jatuh!" Darma tertawa kecil.
"Bodo amat dah!" cuek Olivia membalikan badannya.
"Jangan terlalu Overthinking boss. Nanti bisa stress. Sesekali santai atuh nikmati hidup" Ucap Darma dengan santainya.
"Lagipun kita di dunia itu hanya senda gurau. Sesekali tertawalah" lanjutnya
Bukannya tergundah dengan kalimat yang di ucapkan Darma. Olivia malah tambah kesal terhadapnya.
"Bangs** " sebal Olivia
"Lo gak ngehargain gue sebagai atasan hah?" sentak Olivia mendekati Darma.
"bukan begitu boss..." ucap Darma mulai panik.
"Lo remehin gue heh!" Olivia memajukan langkahnya membuat Darma memundurkn kakinya menjauh.
"ouh bukan..."
"simpen laptop itu ke meja!" suruh Olivia.
Darma lalu menyimpan laptop itu di meja. Setelah disimpan baju Darma di tarik kemudian dengan kuncian bela diri pencak silat, Darma tersungkur ke bawah terkunci tidak bisa bergerak.
"Lo mau gue hajar heh?" ucap Olivia.
"Haaaaaaaaa!?!?!?" Darma berteriak sampai terdengar sampai keluar.
"pasti ada yang di smack lagi ama si boss!" ucap seorang pegawai.
Bersambung....
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Terimakasih bagi yang sudah baca jangan lupa follow, follow,,dan jangan lupa follow dan ingat follow,,,dan 1 lagi mohon follow agar maenambah keakraban kita
Intinya jangan lupa follow ,,rate,,comment,,,dan follow lagi
Teng teneeengggg teeeenngg teneeeeng
__ADS_1
@yoga_jfp