
Setelah Rapat telah selesai, Olivia menyuruh Darma untuk membereskan semua bekas rapat, lalu pergi ke ruangannya tanpa kata berterima kasih.
Bagi Olivia, berterima kasih pada orang yang di bencinya itu akan menghancurkan wibawanya. Darma, dia hanya menuruti perintah Olivia atasannya.
Setelah selesai membereskan ruangan rapat, Darma kemudian pergi kembali ke ruangan Olivia. Terlihat disana Olivia tengah tertidur dengan posisi duduk di kursinya dan menempelkan kepala dan tangannya di meja. Darma tak mau mengganggu. Kemudian dia pergi dari sana, melakukan pekerjaan yang bisa dia lakukan.
Dalam mimpinya, Olivia bermimpi bahwa perusahaannya di ambil alih oleh Darma. Karena Darma begitu cerdas. Kemudian dia di perbudak menjadi asistennya Darma. Darma menyuruhnya membersihkan semua lantai di kantornya seriap hari. Darma juga menjahilinya setiap hari, seperti yang dia lakukan setiap hari. Bahkan kejahilannya yang terakhir yaitu di bangkunya di pasangi paku, sehingga ketika dia duduk membuatnya tertusuk di area boker kesakitan dan terbangun dari mimpinya.
"bangke!" ucapnya mengusap wajahnya.
"untung cuma mimpi"
****
Waktu menjadi sore, Darma kemudian kembali ke ruangan Olivia. Terlihat Disana sosok perempuan tengah menunggu kedatngannya menyilangkan tangan, nampak kesal akan dirinya.
"Hey, kutukupret!" panggil Olivia.
"kutukupret?" bingung Darma. Kenapa dirinya di panggil begitu?
"iya lo!" Olivia menunjuk Darma. Darma menunjuk dirinya memastikan. Olivia mengangguk.
"ada apa Boss?" tanya Darma.
"kemana aja lo?" tanya Olivia dengan nada tinggi.
"aku tadi bantu-bantu di lantai 12."
"siapa yang suruh?" sentaknya. Darma terdiam.
"itu tugas lo numpuk! dan itu harus selesai hari ini" Olivia menunjuk dokumen-dokumen di meja Darma.
"maaf boss, aku gak tahu atuh"
"udah sekarang, lo gue hukum lagi!" ucap Olivia. Darma tercengang mendengar kata hukuman lagi, padahal dirinya lelah bekerja membantu di lantai 12.
"maaf nih, Boss. Bukankah waktunya udah mepet, mending sekarang aku kerjakan saja."
"emang bisa secepat itu?"
"akan saya coba dulu atuh. Yah setidaknya kan kalau tidak selesai semuanya, mungkin sebagian akan selesai"
"udah terlambat! kalau sebagian yang lain belum selesai, itu gak akan ter-Acc semua"
"ya udah maaf!"
"maaf, maaf !? emang ini bisa selesai dengan kata maaf?" Olivia menatap Darma tajam. Darma hanya menundukan kepalanya. Bukannya takut, dia hanya menghargai atasan dan memperlihatkan penyesalan ketika dirinya salah.
"Terus aku harus gimana Boss?" tanya nya.
"Ya udah selesaikan itu, kemudian lo pergi bersihin semua toilet di semua kantor ini. Gue juga udah suruh OB pulang di shift sore!"
"baik Boss"
Dengan sabarnya, Darma menyelesaikan semua pekerjaannya. Walaupun pada akhirnya tidak selesai semuanya. Darma kemudian membersihkan semua toilet yang ada di kantor itu.
Darma pulang lebih malam hari ini, yaitu pada jam sembilanan. Biasanya Darma setelah usai kerja selalu berkunjung ke tempat Ucup dan adik-adiknya, tapi untuk sekarang pasti mereka sudah tidur. Lagian kemarin dia sudah memberi mereka uang, jadi tak perlu khawatir lagi.
Ucup bilang dia dan adik-adiknya sudah berada di kota ini selama sebulan, karena mencari ayahnya yang dulu pergi ke kota ini. Mereka membangun tenda dari karung bekas, dan mengemis untuk bertahan hidup.
Darma berencana akan mencari panti asuhan dulu, kemudian membantu mencari ayahnya yang hilang. Dia sudah mencari dan menemukan panti asuhan menggunakan map online, namun sangat jauh dari sana. Dia akan mengantarkan mereka nanti ketika hari rabu, yaitu tepat dimana dia libur.
__ADS_1
Darma pulang ke kosannya untuk tidur karena sudah lelah. Di luar kosannya terlihat seorang pria yang tengah menangis tersedu-sedu memandangi sebuah foto. Darmapun menghampirinya.
Hueeeeeeekkkkk.... Pria itu menangis.
"sungguh teganya-teganya...teganya-teganya... Teganyaaaaaa" pria itu bernyanyi sembari menangis.
"ada apa bang?" tanya Darma.
"apa lo tanya-tanya?" sentak pria itu.
"ehhhh siapa tahu aku bisa bantu!"
"gak ada yang bisa bantu, ini masalah..." pria itu menunjuk dadanya "hati men!"
"ehhhh..." kesal Darma.
"habis putus ya bang?" terka Darma.
Hueeeeeeeeeeekkkkkkkkkkkkk.... Pria itu semakin menangis lebih keras.
"udah bang! berarti itu teh bukan jodohnya" Darma memegangi pundak pria itu, menenangkan.
"tapi gue tuh sayang sama dia bang... dia itu hidup dan mati gue!"
"ihhhh,,, wanita masih banyak atuh!"
"tapi gak ada yang seperti dia bang!"
Darma kemudian berdiri, merapatkan jari-jari lengannya seperti paduan suara. Kemudian bernyanyi.
"putus cinta soal biasa, sedihnya jangan lama-lama, nanti kau bisa mati rasa, tegarkan hatimu dan melangkahlah..." Pria itu melihat ke arah Darma, dia mengenal lagu itu.
"bukan barakokok!" saut Darma "ini lagunya Darso judulnya Impossible"
"ouhhh" pria itu ber oh ria.
"aku lanjutin ya!"
"iya silahkan"
"Dont worry,,, u yeahhhhhhh... Dont Worry U yeahhhhhhhh...."
"bukankah itu lagu bob marley bang?"
"bukan, dengerin dulu!"
"Ok"
"hooooooo!!! mungkin kah.. Kitakan selalu bersama... Walau terbentang jarak antara kitaaaaaaaaa!"
"kok malah ke lagu mungkinkah?"
"Berdua bersamamu mengajarkankuu.. Apa artinya kenyamanan,,,, kesetiaan,,, keamanan,,,, kebersihan,,, keterlaluan,,,, keindahan,,,, kebodohon,,,, kepintaran,,,, kepodolan,,,, kerasukan,,,, kemasukan,,,, kenikmatan,,,, kesengsaraan,,,,, kesempurnaan cintaaaaaaa"
"bang itu lagu kesukaan gue, kenapa lo rusak?"
"aku gak rusak! cuman nambahin aja biar enak"
"ouh jadi begitu!"
"udah! Yang pentingkan kamu gak sedih lagi"
__ADS_1
"jadi abang... dari tadi.... menghibur saya.." pria itu menunjuk dirinya.
"iya" Jawab Darma. Pria itu kemudian menunjukan wajah cengengnya.
"Makasih bang!" pria itu tiba-tiba meluk Darma. Darma merasa pengap karena pelukannya sungguh erat.
"le...pa...sin engap...!" ucap Darma pengap.
"oh maaf bang!" pria itu melepaskan pelukannya.
"gue kesenangan. Ternyata ada orang yang masih peduli sama gue!"
"iya, pasti ada lah. Makanya buka matamu, bukan hanya untuk dia saja, dan rasakan masih banyak yang peduli sama kamu" ucap Darma memegangi dadanya masih merasakan sesak nafasnya. Pria itu menatap Darma dengan jijiknya.
"kayak pernah denger tuh kata-kata!"
"BTW, nama gue Ferdian Malik" pria itu mengulurkan tangannya berkenalan.
"Namaku Adam Jackson" jawab Darma membalas tangan Ferdian.
Ferdian melihat tanda pengenal perusahaan Destiny milik Darma.
"tapi itu tertulis namanya Darma" Ferdian menunjuk tanda pengenal Darma.
"ya udah panggil Darma aja!"
"ehhhhh,,,, abang ni tipu-tipu! Untung aku ini pintar!" Ferdian menyenggol-nyenggol pundak Darma sembari tertawa kecil.
"ya udah aku masuk dulu!"
Darma menunjuk kosannya.
"jadi abang ngekos di sini juga?" tanya Ferdian riang.
"iya!" jawab Darma singkat.
"berarti kita sama! boleh gue main ke kosan lo?"
"boleh, asal jangan ambil barang saja!"
"abang ini, masa muka ganteng kaya gue, nyolong sih?" Ferdian tertawa.
"iya, becanda" jawab Darma "ayo masuk!" Darma berjalan masuk ke kosannya.
Kosan Darma berbentuk Rumah susun, dia berada di lantai atas. Darma tidak tahu bahwa teman barunya ini, adalah orang yang membanting Darma pakai Termos di Episode 1 : OTW.
Tapi dia yang akan menambah warna di hidupnya. Entah itu warna yang cerah atau warna gelap kayak hidupnya Darma saat ini.
Dikamar kosan Darma, Dia dan Ferdian hanya mengghibah mantan pacarnya Ferdian sampai jam 1. Astagfirullah berdosa! Tapi Darma sangat tertarik dengan topik ghibah Ferdian. Dari sana, Percayalah Ghibah itu dapat memperat tali pertemanan. haha...
Bersambung....
____________________________________
bagi yang sudah baca jangan lupa follow, follow,,dan jangan lupa follow dan ingat follow,,,dan 1 lagi mohon follow
Intinya jangan lupa follow ,,like,,comment,,,dan follow lagi
Teng teneeengggg teeeenngg teneeeeng
@yoga_jfp
__ADS_1