The Garabagan

The Garabagan
Episode 37 : Game


__ADS_3

Pada malam hari, Olivia merasa ingin jalan-jalan untuk menghilangkan rasa stresnya karena ayahnya itu. Diapun pergi belanja di mall-nya sendiri, Destiny Mall. Menggunakan pakaian mewahnya dengan kacamata yang terpasang di matanya.


Padahal sebenarnya dia bisa menyuruh orang-orangnya untuk menghantarkan apa yang dia inginkan, tapi Olivia lebih memilih berjalan sendiri ditemani asistennya untuk menghilangkan rasa lelah di hatinya itu.


Ketika dia tengah melihat keramaian orang-orang di bawah dari atas lantai tiga. Diapun melihat Darma, dia sedang bermain permainan tembak-tembakan bersama temannya Ferdian.


"Hahhhhh!? Hanya itu kemampuanmu wahai alien jelek!" Darma mengejek Alien dalam video game "Rasakan ini!" dia menembakkan pistol analog yang dipegangnya.


"mati kau haha"


"wuuuuaahhhhhh hebat!" kagum Ferdian.


"yahhhh aku naik level"


"ah tapi waktunya habis. Beli koin lagi"


"mana ada duit aku"


"lah bohong kamu. Kamu kan bekerja di Destiny, masa gak ada uang sih!"


"Aku kan..."


"Ouh lo disini ya" Olivia tiba-tiba menghampiri mereka. Memotong perkataan dari Darma.


"eh Boss!" kaget Darma tak percaya dengan yang dilihatnya. Kenapa juga seorang Olivia ada di Mallnya sendiri. Padahal kalau dia ingin sesuatu dia bisa menyuruh managernya saja. Pikir Darma.


"Boss sedang memeriksa tempat ini ya?" terka Darma.


"so tahu lo" jawab Olivia


"Oliviaaaaaa!?" kaget Ferdian "Olivia yang itu!"


"iya dia CEO dari Destiny Media"


"Waaaaaahhhhhhhh yang benar!?" Ferdian masih tidak percaya.


"Iya" jawab Olivia langsung.


"Wahhhhhh mbak aku ngefans sama mbak" girang Ferdian memegang tangan Olivia.


Darma hanya tersenyum sinis. Ferdian tidak tahu aslinya Olivia seperti apa! Benak Darma.


"lepaskan tanganmu tolong" ucap Asisten Olivia, namanya Via.


Olivia mengangkat tangannya "gak papa kok" ucapnya.


"Boleh aku minta tanda tangan!" mohon Ferdian.


"ah maaf. Sekarang aku tidak bawa pulpen"


"akan aku cari" Ferdianpun langsung berlari mencari tempat alat alat tulis.


"ehhhhhhhh!?" heran Darma "sampai segitunya"


"Hey Lo" panggil Olivia pada Darma


"iya"


"Lo jangan bilang berapa gaji lo pada siapapun"


"hah? kenapa?" heran Darma.


"kalo lo lakuin itu. Gaji lo akan semakin dikurangi"


"ya ampun. Gaji lagi" kesal Darma.


"apa!? Melawan?"


"enggak boss"


"Jadi lo minta uang seratus ribu buat main ginian"


"eh enggak. Itu buat kebutuhan sehari-hariku"


"terus ini apa?"


"Tadi siang waktu aku pulang dari panti asuhan, aku menolong ibu-ibu yang di jambret. Terus aku dikasih deh seratus ribu sama ibu itu"


"cih" Olivia tersenyum sinis, dia tidak percaya dengan apa yang di ceritakan Darma "ceritamu kayak fiktif"


"Yah kurasa Boss gak akan percaya" Darma agak kesal, namun dia sembunyikan kekesalannya itu. Darmapun mengambil uang seratus ribu di sakunya.


"ini Boss" Darma menyodorkan uang seratus ribunya.


"apa ini?" heran Olivia


"aku kembalikan uang yang aku pinjam" Darmapun tersenyum.


Olivia melihat ke arah Asistennya, kemudian menatap Darma kembali. Entah kenapa dirinya berasa rendah ketika Darma mengembalikan uang seratus ribu itu.

__ADS_1


"Lo meledek gue ya!?"


"eng... Enggak. Meledek gimana?" bingung Darma.


"kayak gue gak punya uang lagi aja! Sampai Lo kembaliin uang itu. Uang gue mah banyak, gak perlu di kembaliin uang seratus ribu itu"


"jadi Boss dari tadi pagi itu niatnya memberi"


"iya" Olivia menyilangkan lengannya dengan sombongnya. Memalingkan wajahnya.


"oh ya udah. Makasih boss" Darma tersenyum.


Olivia menatap Darma.


"ya udah Boss aku pamit pulang dulu"


"iya" jawab Olivia ketus.


Darmapun membalikan badannya berjalan pergi. Tak jauh Darma teringat kayaknya dia ada uang lima ribu di sakunya. Dia kepikiran ingin membeli koin dan bermain satu kali lagi.


Diapun belok kearah pembelian koin. Tak disangka ternyata Olivia juga sedang meminta beberapa koin, tentunya tanpa bayar pastinya.


"Boss!?" ucap Darma tak percaya.


"iya. Kenapa?" timpal Olivia dengan nada juteknya.


"Boss mau bermain juga?" tanya Darma.


"iya" jawabnya singkat.


"ouh begitu!"


Darmapun tersenyum di depannya serasa ada lawan.


"kalau begitu aku mau menantang kamu Boss!" Darma menunjuk Olivia seperti orang yang berbicara dalam film action.


"Hah???" bingung Olivia.


"Mari kita beradu bermain Alien shooter!" tantang Darma. Orang-orang disana melihat kearah Darma. Suara Darma yang keras membuatnya jadi pusat perhatian disana.


"cih" Olivia tersenyum sinis. Belum pernah dirinya ditantang seperti ini selama dia menjadi CEO. Beraninya Darma menantang Olivia seperti itu. Itu membuat harga diri seorang Olivia merasa direndahkan.


Tapi ini kesempatan gue buat ngalahin dan permaluin lo Darma. Benak Olivia.


"haha" Olivia tertawa "Berani juga lo pada Boss lo yah!?" Olivia menundukan kepalanya


"Ayo kita berduel. Kalau lo sampai kalah gaji lo dipotong"


"Baiklah"


*****


Merekapun sudah berada di tempatnya masing-masing.


"Boss apa anda mengerti gamenya?" tanya Via, Asisten Olivia.


"gak tahu" jawab Olivia dengan senyuman percaya diri.


"hahhhhhhh!?" heran Asistennya itu.


"yang penting tembak-tembakan kan? Aku sudah sering main game ginian"


"baiklah aku menjadi manusia dan Boss jadi Alien"


"apa!?" kaget Olivia


"ganti posisi" teraknya.


"Hahhhhh!?"


"ganti posisi cepat! Gue gak mau jadi Alien!" titah Olivia.


"tapi...."


"CEPAT!"


"ahhhh baiklah" pasrah Darma.


Merekapun berganti posisi.


"Baiklah, aku menjadi Alien! Akan ku jajah bumi hahaha"


"gak akan gue biarkan!" jawab Olivia.


THREE....


TWO...


ONEEEEE.....

__ADS_1


GOOOOO!!!


Dorrrr.... Dorrrr.... Dorrrr....


Merekapun bermain dengan gigihnya. Keduanya sama-sama menghayati karakternya masing-masing. Olivia memimpin dengan skor yang tinggi. Hampir melumpuhkan tentara Alien milik Darma.


Apa!? Bagaimana bisa? Batin Darma.


"haha musnahlah lo Alien Darma!"


Olivia benar-benar berimajinasi kalau itu benar-benar nyata. Dia seakan perang beneran dengan Darma. Sehingga emosi saat bermain game pun dipakainya. Tidak terasa rasa sedihnya jadi hilang. Olivia bermain dengan riangnya ingin menjatuhkan Darma.


"Matiiiii looooo!!!"


Duarrrrrrrr


Pertempuran semakin sengit. Olivia berhasil meruntuhkan dinding dari pasukan Darma. Darma terdesak.


Olivia menyerbu markas dari Darma. Darmapun melancarkan serangan dengan skill kekuatan penuhnya sehingga membuat setengah pasuakan Olivia lumpuh.


"Haha Boss aku akan mengalahkanmu"


"haha!?" Olivia tertawa


"tidak semudah itu!" Olivia mengaktifkan skill Gorilla nya membuat pasukan Darma luluh lantah. Waktu gamepun tinggal sedikit. Kalau begini terus Darma akan kalah.


Ketika dia mau menembak kepala Darma


Tiba-tiba seorang monster Ferdian pun datang. Memegang tangannya, tangannya tidak bisa berkutik.


"Tanda Tangan!" ucap Monster Ferdian


Ini kesempatan Darma!


"HiiiiiiiiiAaaaaahhhhhhhh!!!" Darma menembak langsung Olivia, pas bagian hatinya. Yang membuat Olivia langsung game over.


"Ahhhhh sial!" Ucap Olivia.


"yessss Alhamdulillah" teriak Darma dengan senangnya.


"mbak Olivia tanda tangannya" Ferdian menyodorkan pulpennya.


"Apaan sih lo!" sentak Olivia pada Ferdian "Gue jadi kalah tuh!"


Ferdian yang tadinya riangpun seketika langsung menjadi awan gugur.


"Maaf!" ucapnya.


Darmapun menghampiri Olivia.


"Nah Boss,,, Aku mau gajiku sesuai UMR yah"


"Gak bisa!" tolak Olivia.


"Hahhhhhhh!? Kenapa? Itu perjanjiannya loh!"


"tadi gue ada yang ganggu. Pertandingan tadi gak sah!"


"ehhhhhhhh!?!?"


"Maaf Darma" ucap Ferdian


"iya gak apa-apa" Darma tersenyum menepak punggung Ferdian.


"tapi yah kalau gak ada kamu Ferdian. Mungkin Boss sudah menang"


"tentu saja, kalau gak ada dia gue pasti menang"


"pertandingan tadi sangat menyenangkan Boss. Aku tak percaya Boss bisa sehebat itu"


"heh" Olivia tersenyum sinis "tentu saja!" Olivia menyilangkan tangan dengan sombongnya. Olivia membalikkan badannya membelakangi Darma.


Yah kurasa tadi sangat menyenangkan. Benak Olivia


"kalau begitu ayo tanding ulang!" tantang Olivia pada Darma.


"Maaf. Aku tidak punya koin lagi, koinku cuma satu. Aku harus irit Boss"


"oh... begitu" wajah Olivia sepertinya tampak muram.


"tapi kalau kamu mau. Aku akan memberimu dua koin lagi"


"wuuuuaahhhhhh yang benar?" girang Darma tidak percaya.


"iya" angguk Olivia "tapi kalau kamu kalah nanti kamu akan dapat hukuman. Berani gak?"


"yahhhhhhhh" Darmapun berpikir kalau dirinya kalah dia akan mendapat hukuman lagi. Dirinya sudah lelah dengan hukuman yang diberikan Olivia.


"Oh boleh!" Darma tersenyum dengan percaya diri.

__ADS_1


"tapi kalau aku menang seperti yang tadi saja. Gajiku harus sesuai UMR. Dan juga beri Ferdian tanda tangan"


"Baiklah" Olivia tersenyum senang. Akhirnya dia bisa melawan Darma lagi. Merekapun berhadapan saling menatap sebagai rival.


__ADS_2