
Darma melihat ke arah meja, dan terlihat di sana ada beberapa dokumen berisi materi rapat yang tadi dibuat Olivia. Darma pun langsung mengambil semua dokumen itu dan bergegas mengejar Olivia.
Terlambat! Olivia sudah masuk ke ruang rapat dan disana sudah hadir Mr. Martin dan orang-orangnya.
Darma diam di pintu. Dia tidak bisa melihat dari jendela karena rapatnya tertutup. Dia hanya bisa melihat di sebuah lubang di pintu.
Olivia membagikan dokumen yang di bawanya. Mr. Martin dan Orang-orang mengambilnya masing-masing satu dokumen yang di bagikan Olivia.
Rapatpun di buka oleh Olivia.
"selamat sejahtera bagi kita semua"
"saya ucapkan terima kasih kepada Mr. martin yang telah mengadakan rapat ini. Tak luput juga hadirin-hadirin yang saya banggakan"
"Oke, untuk mempersingkat acara saya dan regu Destiny mempersilakan kepada Mr. Martin untuk menyampaikan topik yang akan di sampaikan"
Semua orang diruang itu bertepuk tangan. Olivia duduk di kursinya. Mr. Martin pun mengsandarkan tangannya di meja.
"salam sejahtera bagi kita semua" ucapnya.
"Langsung saja. Saya dari Martin Corp..." Mr.Martin memandang Olivia "merasa kecewa akan kerja sama yang kita janjikan."
Olivia tercengang mendengar pernyataan dari Mr. Martin tersebut. Jantungnya berdebar tidak karuan. Matanya membulat seakan dunia terasa mau kiamat.
"Sudah selama dua tahun kita bekerja sama" Mr. Martin berdiri berjalan ke arah Olivia.
"tapi Destiny Corp telah..." Mr. Martin berhadapan dengan Olivia. Olivia menatap Mr. Martin dengan penuh kecemasan.
"membuat dua kali kesalahan yang membuat rugi, perusahaan kami"
"yang pertama, produk kami digunakan untuk percobaan produk kalian. Produk kalian belum sempurna, tapi malah di pasarkan. Produk kalian gagal! Dan dengan produk kalian yang gagal itu membuat produk kami juga kekurangan konsumen. Karena sebelum kalian bekerja sama dengan kami. Kalian telah lebih dulu, bekerja sama dengan yang lain, dan berhasil. Kemudian kalian bekerja sama dengan kami dan gagal. Memang lagi nasib sial! tapi produk kami benar-benar baik, bahkan telah teruji secara Internasional. Namun saat bekerja sama dengan kalian, malah gagal. Alhasil kami harus melakukan perbaikan besar-besaran, dan untunglah akhirnya kami kembali berjaya."
"setelah berjaya kalian bekerja sama dengan kami kembali! Kalian telah membuktikan kejayaan kalian kepada kami. Produk kami juga berkembang. Terima kasih"
__ADS_1
"Tapi sekarang! kalian kembali telah lalai. Membuat kerugian besar bagi perusahaan kami. Perusahaan kalian semakin maju. Tapi perusahaanku malah mundur alon-alon mergo sadar aku sopo..." Mr. Martin malah nyanyi. Semua peserta rapat disana menganga melihat Mr. Martin.
"ehemm,,, ehemmm,,, " Mr. Martin menggoyangkan dasinya, pura-pura membenarkan agar kelihatan Cool.
"jadi setelah perusahaan kalian maju. Kalian sudah seperti orang arogan dan sombong. Ketika saya menyuruh orang saya untuk membuat kontrak penarikan produk kami untuk di kirimkan ke cabangmu yang lain. Itu di karenakan karena cabang yang di sana lebih rame. Tapi apa yang didapat? Orangku malah di pukuli menggunakan botol minuman keras"
"Roy" ucap Olivia pelan, mengepalkan tangannya.
"Produk kami di nilai buruk oleh konsumen karena di cabangmu pernah ada kerusakan sistem. Tapi malah menyalahkan produk kami"
"kalian juga kehilangan koordinasi pada perusahaan kami"
"Lalu di antara kalian, ada yang mengambil investasi uang saham perusahaan kami pada kalian. itu yang membuat kami merugi banyak!"
Olivia semakin membulat matanya, siapa yang berani mengambil saham milik Martin Corp? Siapa yang korupsi?
"tapi saya telah melaporkan itu pada KPK"
"soal di lanjutkan tidaknya kerja sama kita. Akan di tentukan bagaimana pernyataan anda" Martin menunjuk Olivia "tentang perihal yang saya sampaikan"
Para peserta rapat memberikan tepuk tangan. Martinpun kembali duduk di tempatnya.
Olivia dengan keadaan gemetar berdiri, untuk menanggapi dan menjawab semua persoalan yang Martin lontarkan.
"Ok! ayo dilihat dokumen yang saya bagikan"
Dia kemudian membuka dokumen yang telah dia buat. Betapa terkejutnya dia, bahwa yang ia bawa adalah dokumen data kerugian dua bulan lalu. Dia terdiam di tempat. Semua peserta rapat sudah terlanjur membuka dokumen yang di bagikannya.
Mereka kelihatan ingin tertawa namun menahannya. Mr. Martin menatapi Olivia dengan tajam, mengetuk-ngetukan jari telunjuknya ke atas meja. Olivia berdebar panik melihatnya.
Entah kenapa di sana rasanya seperti banyak sosok menakutkan yang melihatnya. Dirinya bagaikan berdiri di sebuah hukuman eksekusi mati, yang dimana jawabannya yang akan menentukannya.
Olivia biasa bijak dalam setiap rapatnya, itulah mengapa orang-orangnya nampak heran dengan Olivia hari ini. Olivia bisa pandai berkomunikasi tapi sekarang seperti ada yang menabraknya dengan toronton harapan, sehingga membuatnya lumpuh terdiam.
__ADS_1
Olivia menjadi tidak bisa berpikir. Dia sudah di hadapi rasa panik dan grogi. Dia hanya terpaku diam di sana.
Di saat Olivia tidak tahu apa yang harus di lakukan. Sebuah langkah kaki memasuki ruang rapat. Suara itu menggema di gending telinganya.
Dia melihat seorang pemuda dengan kemeja putih datang menghampirinya. Pikiran Olivia semakin pecah, bahwa orang yang masuk itu adalah Darma yang membawa beberapa dokumen dipeluk di tangan kanannya.
"Assalamualaikum" sapa Darma.
"Waalaikumsalam" jawab peserta rapat dengan serentak.
Olivia terus memandangi pemuda yang masuk ini. Darma menoleh dan tersenyum ke arahnya, seolah berkata "tidak apa-apa"
"Mohon maaf, Namaku Darma Deryana. Aku asistennya Boss Olivia. Disini aku mau mengatakan dokumen yang Boss bagikan salah. Ini adalah dokumen yang benar" Darma menunjukkan dokumen yang dibawanya.
Olivia kesal mendengar pernyataan Darma. Dia merasa perkataan Darma, membuatnya seperti dipojokan. Darma kemudian membagikan Dokumen yang di pegangnya.
"ini boss" Darma menyodorkan satu dokumen. Oliviapun mengambilnya.
Darma kemudian memasang LCD proyektor untuk membantu Olivia presentasi. Darma menghampiri Olivia.
"mana Boss?" pinta Darma. Menyodorkan tangannya.
"apa?" bingung Olivia.
"flashdisk berisi file untuk presentasi" ucap Darma.
Olivia kembali mengingat bahwa tadi dirinya membawa flashdisk yang berisi susunan topik untuk rapat di Power Point. Oliviapun menyogoh Flashdisk di saku jasnya, kemudian memberikannya kepada Darma.
"Semangat Boss!" ucapnya memberikan semangat. Darma lalu memasang flashdisk di laptopnya. menyalin data, kemudian menunjukannya kedepan menggunakan LCD proyektor.
Olivia melihati terus Darma, dia tak menyangka yang akan menolongnya saat itu adalah orang yang di bencinya. Dia sangat kesal, kenapa tidak ada orang lain, selain Darma. Benar-benar menyebalkan.
Namun akhirnya, Rapatpun berjalan dengan sempurna, Mr. Martin melanjutkan kerja samanya dengan Destiny Media. Soal orang yang mengambil uang investasi dari Martin Corps, Olivia akan menghubungi KPK, untuk memeriksa para pegawainya. Demikianlah Rapat ini selesai dengan Olivia yang harus terus belajar memperbaiki ketidaktelitian dan kelalaiannya tadi.
__ADS_1
Dan nampaknya, Olivia harus berterima kasih pada Darma.
Bersambung...