
Di pagi hari kira-kira pukul 07.00 WIB. Sinar mentari mulai menyapa menerangi wajah Darma. Darma membuka matanya dan melihat orang-orang yang kebagian siff malam tengah keluar dari kantor.
Pekerja yang kebagian sift siang mulai berdatanan berdatangan.
Mereka melihat Darma dengan terheran - heran. Kenapa pemuda ini diikat digerbang.
Mereka melintasi gerbang menaiki kendaraan mereka bertanya-bertanya kepada satpam yang berjaga disana.
"kenapa ini mas?" Pertanyaan dari pegawai yang saling bergantian. Membuat Darma geram. Ingin sekali rasanya Mentampeleng pala otak mereka sampai ke Amerika.
"biasa orang yang mau mengambil barang milik orang lain." jawaban satpam kepada mereka yang bertanya.
Mereka pergi sembari melihat Darma dengan tatapan sinis. Darma merasa batinnya tersiksa dengan di tuduh yang padahal tak dilakukannya. Dia merasa di permalukan di hari pertama bekerjanya. Darma teringat kata-kata ustadz yang ada di kampungnya yang bernama Ustadz Steven yang pernah berkata :
"bersyukurlah ketika engkau mendapatkan masalah. Karena dengan adanya masalah kita bisa sabar. Dan sabar itu ibadah. Dan ibadah itu balasannya syurga"
Darma hanya bisa berserah diri kepada yang maha kuasa dan sesuai dengan perkataan Ustadz Steven, Darma di haruskan bersabar.
Tak lama ada sebuah mobil mewah menghampiri gerbang itu. Siapa lagi kalau bukan Olivia Anna Jelita yang datang.
Olivia membuka kaca pintu mobilnya. Disana Olivia melihat Darma dengan kecewa karena tidak sesuai dengan apa yang di ekspektasinya, yaitu Darma nampak biasa saja dan tidak terluka sedikitpun.
"hey kenapa dia di borgol?" Olivia pura-pura tidak tahu menunjuk Darma.
"ha? Bukannya...!" bingung satpam
"dia asisten saya ,,,"ucap Olivia
Darma mengerutkan dahinya, merasa heran kenapa Olivia bisa mengakuinya sekarang, tapi semalam kenapa dia bisa lupa?
Dia hanya berpositif thinking saja kemungkinan Olivia kepalanya terbentur barbel lalu dia menjadi lupa.
"ouh iya maaf malam tadi aku lupa karena kelelahan, tapi setelah saya cek website perusahaan ternyata iya dia itu asisten saya dan mendapatkan nilai test terbesar pula" jelas Olivia
Para satpam menatap Olivia dengan raut wajah datar mengangap.
"sekarang ayo lepaskan dia!" suruh Olivia, segera para satpam itu melepaskan tali dan borgol dari Darma.
Darma berdecak kagum pada perempuan itu. Tidak disangka dari sikapnya yang jutek, Ternyata Olivia orang baik.
"yahah maaf yah anak muda" satpam berkumis lebat itu tertawa menggaruk kepalanya.
"iya bang,,, woles,,, lagian jika aku di posisi abang mungkin akan melakukan hal yang sama. Abang kan cuma ngejalanin tugas" Darma tersenyum memaafkan kesalahan satpam-satpam itu, Walaupun setelah apa yang dia lakukan kepadanya. Dia tetap ikhlas hati memaapkan mereka. Seperti Ustadz Steven cakap :
Maafkanlah orang yang menjahatimu. Doakan dia. Jangan kamu bertindak seperti mereka, karena kalau begitu berarti kamu sama dengan mereka. Balaslah kejahatan dengan kebaikan.
__ADS_1
"nah Darma tolong bawain tas yang ada di mobil ke ruangan saya yah!" suruh Olivia pada Darma seolah - olah tak merasa bersalah. Olivia tak memperdulikan Darma luka atau tidak, Olivia hanya ingin Darma harud terus bekerja sampai titik darah penghabisannya. Kejam, itulah dunia.
Darma kebingungan dengan sikap Olivia, dia tak mempedulikan kesalahan yang telah dia buat dan tidak meminta maaf padanya setelah apa yang terjadi.
Darma hanya mengangguk dan melaksanakan tugas yang di berikan Olivia.
"baik boss!" ucap Darma dengan posisi hormat.
Darma bergegas mengambil Tas di dalam mobil. Terlihat ada 3 tas disana. Dia mengangkat satu tas milik Olivia. Mata Darma membulat kaget bukan main, ternyata tas yang dia angkat itu sangat berat. Sebenarnya apa yang Olivia bawa? Apakah seekor gajah sehingga bisa seberat ini. Darma tak berani mengintip tas Olivia karena takut tak sopan lagipun Olivia sedang melihatnya dengan menyilangkan tangannya.
Dengan sekuat tenaga pemuda itu mengangkat tas milik Olivia dan membawanya kehadapan Olivia.
Dia memasangkan kedua tas itu di kedua bahunya dan yang satu di angkat menggunakan kedua tangannya. Darma jarang sekali olahraga. Wajahnya memerah dan urat-uratnya sampai keluar karena berat.
"ayo masuk!" ajaknya tak mempedulikan raut wajah Darma. Olivia berjalan tak menghiraukan Darma yang bersusah payah mengangkat tas milik Olivia itu.
Darma dan Oliviapun masuk ke kantornya dan berjalan mendekati lift.
"e... Darma kamu naik tangga aja ya soalnya Saya mau melakukan sesuatu yang tak boleh seorangpun tahu di lift" pinta Olivia mengada-ada.
Dia hanya ingin mengerjai Darma saja.
Darma bingung dengan permintaan Olivia apa yang dilakukan seorang boss di lift sampai - sampai harus tidak boleh ada orang yang melihatnya.
"hahhhhhhh?!!" kaget Darma heran.
"iya" jawab Olivia mengangguk
"apa yang Boss lakukan di lift sampai - sampai tak boleh ada yang melihatnya?" tanya Darma penasaran.
"tak sopan sekali kamu ini!" Olivia menatap Darma dengan wajah menyeramkan.
"ini adalah perintah!" Olivia melotot "Lagipun saya selalu sendiri ketika di lift, dan tidak ada yang berani menaiki lift bersama saya" ucapnya mencari alasan.
Hiiiiiiihhhhhh....
Bulu kuduk Darma berdiri melihat wajah Olivia yang sepertinya marah.
"si...si... Siap boss" ucap Darma menahan beban.
Tanpa ambil ancang - ancang Darma langsung pergi menuju tangga. Dia memaksakan walau tak kuat menahan tas milik Olivia. Tapi dia ingin memberi yang terbaik di hari pertamanya.
Tak lama kemudian ada tiga pegawai Destiny menghampiri Olivia dan menaiki lift bersamanya. Nasib, Darma tak melihatnya karena dia sudah mulai menapaki lantai tangga.
"selamat pagi boss" ketiga pegawai itu tersenyum menyapa
__ADS_1
"pagi" jawab Olivia singkat.
Merekapun naik ke atas. Pegawai itu berhenti di lantai 18 sedangkan Olivia di lantai paling atas yakni 24.
Sementara Darma berjalan menyusuri tangga dengan keringat yang membasahi tubuhnya. Hingga Akhirnya sampai di lantai 24 dengan tubuh yang meleleh karena berat yang dia muat. Namun Darma tak pantang menyerah dia membawa ketiga tas itu menuju ruangan Olivia.
Darma mengetuk pintu ruangan Olivia menggunakan kepalanya karena tangannya sibuk memegangi tas milik Olivia.
"masuk" jawab Olivia
Darma kesal bukan main, tapi dia menghela nafasnya dan mengucapkan istigfar di hatinya. Yah dia harus bersabar...
"anu... Maaf Boss, saya sedikit kesusahan di sini,,, tangan saya penuh,,, sedang membawa tas milik boss" ujar Darma.
Olivia pun akhirnya membuka pintunya sibuk menghapit Hp dengan Telinga dan bahu sebelah kanannya sembari melihat dokumen.
"ouh iya terima kasih"
Olivia menyimpan dokumen itu di mejanya dan menutup teleponnya.
"ini di simpan dimana boss?" tanya Darma.
"Simpan aja di gudang di lojok sana dan tasnya bawa kesini lagi" perintah Olivia
"ouh iya boss" jawab Darma
Darmapun menyimpannya di gudang dan membuka isi tasnya. Dia kaget bukan main yang ternyata isi tasnya sebuah....
"hahhhhh???!!"
Darma berteriak tidak percaya bahwa yang dia bawa adalah sebuah baja yang besar dan juga barbel seberat 30kg. Olivia yang mendengar teriakan Darma tersenyum geli karena telah berhasil mengerjai Darma.
Untuk apa semua baja ini pikir Darma. Namun Dia hanya berpositif thinking kembali. Mungkin digunakan untuk keperluan perusahaan seperti Membuat spiteng elektrik. Pikirnya.
Setelah selesai menyimpan Besi-besi itu.
Darma membawa kembali tas milik Olivia menghampiri kembali Olivia dan berdiri canggung di dekatnya.
Bersambung...
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Terimakasih bagi yang sudah baca jangan lupa follow, follow,,dan jangan lupa follow dan ingat follow,,,dan 1 lagi mohon follow agar maenambah keakraban kita
Intinya jangan lupa follow ,,vote,,comment,,,dan follow lagi
__ADS_1
Teng teneeengggg teeeenngg teneeeeng
@yoga_jfp