The Garabagan

The Garabagan
Episode 81 : Haorrr


__ADS_3

Merekapun lalu melangkahkan kakinya segera masuk ke kawasan panti asuhan Limpah Kasih.


Setelah beberapa langkah memasuki area panti asuhan. Mereka berdua melihat ada tiga anak berlari menghampiri mereka, mereka tidak lain adalah Ucup, Deby, dan Tania. Dengan segera mereka bertiga memeluk kaki dari Darma.


"kakak" ucap Tania senang. Darmapun mengusap kepala Tania.


"kakak datang lagi" ucap Darma.


"hmmm" angguk Tania.


"maaf yah, kakak tidak bawa apa - apa"


"gak papa kak. Kakak menemui kami juga, kami bahagia" sahut Deby.


"ononono..." Darma terharu kemudian tubuhnya turun menyamai tinggi mereka. Iapun lalu memeluknya.


"aku doakan kamu jadi orang kaya seperti Bill Gates" ucap Darma.


"Aaminn" jawab Deby tersenyum.


Olivia menatap Darma yang memeluki empat anak itu.


"sudah seperti orang tuanya saja" batin Olivia. Oliviapun tersenyum.


"Ahhh... Anakku pasti senang punya ayah seperti Darma" lanjutnya.


"nah sekarang aku mau mengenalkan kalian pada seseorang" ucap Darma melepaskan pelukannya.


"hah? Siapa wanita itu?" tunjuk Tania.


"apakah pacar kakak?" sahut Ucup.


Deg... Jantung Olivia berdebar kencang mendengarnya. Pipinya jadi memerah karena malu.


"hmmm kamu itu yah masih kecil sudah tahu pacaran saja" ucap Darma mengelus kepala Ucup.


"terus dia siapa kak?" tanya Deby penasaran.


"Dia adalah Bo..."


"teman kak Darma" potong Olivia mendekati mereka.


"eh?" kaget Darma. Darma dan Olivia sudah berteman?


"salam kenal semuanya namaku Olivia. Panggil kak Olivia saja"


"hallo kakak" sapa Tania.


"wahhhhh manisnya" kagum Olivia.


Deby dan Ucup pun menarik Tania. Dan merekapun berkumpul berdiskusi layaknya pemain bola yang sedang membahas strategi.


"hmmm... Kita harus berbuat sesuatu" ucap Ucup.


"berbuat apa?" heran Tania.


"kak Darma itu orangnya sangat baik. Dia harus dapat jodoh yang baik juga" ucap Deby.


"oh begitu" faham Tania.


Olivia heran dengan mereka yang saling berbisik-bisik seperti itu.


"apa mereka selalu seperti itu?" tanya Olivia pada Darma.


"tidak. Baru pertama aku melihatnya" jawab Darma.


"ehhhh?" heran Olivia. Diapun lalu melihat mereka bertiga yang tengah berunding kembali.


"mari kita test dia. Apakah dia orang baik" ucap Ucup.


"oke" faham Deby dan Tania.


Merekapun melepaskan pelukannya masing - masing dan kembali menghadap Darma.


"kak Darma" panggil Tania.


"apa boleh kami bermain dengan teman kakak"


"Ouh tentu saja boleh" senang Darma, diapun melihat ke arah Olivia.


"tapi tergantung Boss saja"

__ADS_1


"Boss?" bingung Deby.


Mereka bertiga pun saling berpelukan dan berunding kembali.


"dia panggil Boss" ucap Ucup


"maksudnya apa ya?" bingung Deby.


"mungkinkah kak Darma takut kepada dia, dan memanggilnya Boss"


"hah? Mana ada lelaki takut sama wanita?" sahut Deby.


"tapi bisa aja kan temannya kak Darma itu mempunyai kekuatan super. Sehingga kak Darma takut" jawab Tania asal jeplak.


"hah benar itu" ucap Deby setuju.


"apakah dia orang jahat yah?" penasaran Ucup.


Olivia merasa bingung dengan sikap anak - anak itu. Kemungkinan itu semua karena Darma memanggil Olivia dengan Boss.


"Darma, seharusnya kamu memanggil namaku"


"Eh? Kenapa?" bingung Darma "bukankah itu tidak sopan?"


"Boss ini di panggil ibu saja olehku tidak mau. Apalagi dipanggil dengan nama" lanjut Darma.


Olivia terdiam menatap Darma. Bahkan Darma selalu formal pada Olivia, dirinya merasa bahwa Darma dengannya belum terlalu akrab. Padahal Darma kepada Laila dan Diana, selalu memanggil dengan nama mereka. Ahh Kenapa di saat seperti ini, Olivia malah iri kepada Mereka berdua sih.


"Aku kan..." ucap Olivia malu-malu "sedang menjadi temanmu"


"eh?"


"temankan harus memanggil dengan sebutan nama"


"tidak apa - apa nih?"


"iya"


"Ehemmm" Darma batuk di buat - buat.


"baiklah Oli" ucap Darma tersenyum menatap Olivia.


Olivia tersenyum, Hatinya jadi merasa senang ketika Darma memanggil namanya langsung seperti itu.


Olivia langsung merasa jengkel di panggil seperti itu oleh Darma. Diapun lalu menyubit bahu dari Darma.


"Aaaaaaaaaahhhhh" ringis Darma kesakitan.


Ucup, Deby, dan Tania pun melihatnya. Mereka tertegun dengan apa yang dilihatnya. Mereka melihat Darma kesayangannya sedang di siksa.


"kak Darma di sakiti" ucap Tania.


"Bercanda Boss" ringis Darma kesakitan.


Dengan segera Deby pun berlari kemudian menarik tangan Olivia yang tengah mencubit Darma. Oliviapun menatap Deby bingung, Deby mencoba menyelamatkan Darma.


"JANGAN SAKITI KAK DARMAAAA" teriak Deby.


"Eh?" bingung Darma.


"tidak... Itu..." bingung Olivia.


Taniapun ikut menyusul dan membentangkan tangannya menghalangi Darma.


"Kakak jahat. Kenapa menyakiti kak Darma? Padahal kak Darma itu baik" ucap Tania.


Olivia terdiam menatap Tania. Kata - kata yang di lontarkan Tania, langsung masuk ke dalam hatinya.


"Kenapa menyakitinya yah?" batin Olivia.


Oliviapun menatap Darma.


"Iya juga. Kenapa aku menyakiti orang sebaik dia?"


Olivia jadi merasa tak enak hati jadinya. Kata - kata Tania langsung mengenai hatinya.


"Hahahaha" Darma tertawa.


Deby dan Tania menatap bingung Darma.


"kenapa kakak tertawa?" tanya Tania.

__ADS_1


"kalian emang superhero yah" ucap Darma mengelus rambut Deby dan Tania.


"iya, aku akan bantuin kakak" ucap Tania mengepalkan tangannya.


"haha pasti itu" jawab Darma dengan terkekeh.


"tapi dia itu bukan orang jahat yang harus kalian lawan" ucap Darma menunjuk Olivia.


Mendengar hal itu, Olivia langsung menatap Darma.


"dia orang baik. Kakak pernah di tolong oleh Dia"


Olivia heran, dirinya bisa di sebut baik dari sisi mananya? Padahal Jelas - jelas dia sering berbuat jahat kepada Darma. Apakah karena perhatian Olivia pada Darma akhir-akhir ini.


"Ouh begitu" faham Tania.


"iya. Dia itu teman kakak. Namanya Olivia"


Betapa senang hati Olivia rasanya. Darma memperkenalkan dirinya pada anak - anak itu. Dia juga mengakui Olivia sebagai temannya.


Tapi bila di sebut baik, Olivia rasa Darma berlebihan. Semua kebaikan akhir-akhir ini tidak sepadan yang di lakukannya Pada Darma sebelumnya.


"tidak" ucap Olivia.


Darma, Deby, dan Taniapun malihat ke arah yang bersuara itu.


"aku adalah monster yang akan menguasai dunia haha" Olivia berakting layaknya orang jahat.


Mereka bertigapun tertegun menatap Olivia.


"AH GAWAT MONSTER DATANG" teriak Darma.


"aku membutuhkanmu superhero" ucap Darma bertinggung pada Deby dan Tania.


"woaahhh" senang Deby.


"kami akan menyelamatkan bumi" ucap Deby dan Tania bersamaan.


"hey ada satu hero lagi" seru Ucup tak mau kalah.


Akhirnya Olivia dan Darma bermain bersama mereka bertiga bahkan hampir seluruh anak panti ikut main bersama mereka.


Sampai akhirnya ketika sore hari, merekapun selesai bermain terus melakukan solat ashar berjamaah.


"wahhh tadi seru sekali" ucap Darma pada Olivia yang tengah duduk.


"iya hehe" jawab Olivia tersenyum.


"eh kemana si ibu yah?" Darma baru sadar, dia belum melihat Bu Arini.


"Ibu?" bingung Olivia.


"iya, dia pemilik panti asuhan ini"


"Oh" jawab Olivia beroh ria.


"UCUP" panggil Darma.


"iya kak?" ucup menghampiri Darma.


"si Ibu kemana?"


"ouh lagi mengantar Rifa ke klinik"


"hah? Kenapa?"


"kakinya terkilir waktu malam"


"Oh"


"tapi sebentar lagi kayaknya sih pulang"


"oh begitu"


Baru juga di bicarakan, Ucup langsung melihat Bu Arini yang sedang berjalan menghampiri.


"nah itu Ibu" tunjuk Ucup.


Merekapun menoleh pada Ibu Arini yang tengah berjalan menghampiri. Mata Olivia langsung terjegal melihat sosok yang berjalan tersebut. Begitupun Bu Arini yang langsung menghentikan langkahnya Ketika menatap Olivia.


"Ibu?" ucap Olivia.

__ADS_1


"Oliv" ucap Ibu Arini.


Bersambung...


__ADS_2