The Garabagan

The Garabagan
epesode 42 : Apa yang kurasakan?


__ADS_3

Olivia memandang Darma dan khawatir, apakah Darma mendengar yang ia ceritakan pada nek Ratih.


"Aahhhh perih nek" nyeri Olivia. Tangannya sedang di guyur alkohol supaya cepat kering oleh Nek Ratih.


"iya tahan yah" lirih Nek Ratih.


Olivia kembali menatap Darma, kemudian mengalihkan pandangannya kembali pada Nek Ratih.


Nek Ratihpun telah selesai mengobati Olivia. Jari telunjuknya sudah di buntal menggunakan plester.


"nah udah" ucap Nek Ratih mengelus tangan Olivia.


"makasih nek" ucap Olivia "maaf piringnya jadi pecah nek"


"ah gak papa"


Olivia memandang Darma, Ini semua gara-gara lo Darma. Batin Olivia.


"Maaf Boss,,, aku tadi mengagetkanmu yah" tutur Darma.


Mendengar Darma meminta maaf, Olivia jadi diam menatap Darma. Darma sadar akan kesalahannya, ya walaupun itu salah Olivia sendiri. Kenapa dirinya begitu kaget atas kehadiran Darma. Apa dia tak ingin Darma tahu tentang Olivia adalah anak yang sering dijahili Darma waktu kecil. Iya benar. Belum waktunya Darma mengetahuinya.


"nggak kok. Gue yang ceroboh"


"enggak... itu salahku" tolak Darma, dia merasa kejadian tadi benar-benar salahnya.


"enggak, itu salah gue!" Olivia tak mau kalah.


"enggak Boss itu salahku"


"enggak..."


"sudah... Yang penting Olivia tidak apa-apa" ujar Nek Ratih menghentikan mereka menyalahkan diri mereka sendiri.


Olivia menatap Nek Ratih "iya nek" jawab Olivia.


Nek Ratih menatap Olivia dan Darma, dia pikir nampaknya Olivia dan Darma cocok jadi pasangan. Nek Ratih jadi tersenyum.


"kenapa nenek tersenyum?" bingung Darma.


"enggak kok" Nek Ratih tersenyum. Dia tak mau memberitahu mereka, takut mereka malu.


"luka Boss mungkin lucu" terka Darma menunjuk tangan Olivia yang terluka


"gambar panda" lanjutnya.


Sontak Nek Ratihpun tak bisa menahan tawanya. Masa ada luka bergambar panda? Haha...


"lo itu yah" kesal Olivia mengepalkan tangannya mau menonjok Darma.


Darma hanya mengangkat kedua tangannya meminta ampun.


"bercanda Boss bercanda!" ucapnya.


"aduh... Kamu ini Darma" Nek Ratih mengusap air mata tertawanya.


Darma kemudian mengambil jas pinknya dekat Olivia "Nek aku mau pamit ke kantor lagi" pamit Darma.


"oh mau lanjut lagi?"


"iya nek"


"oh iya hati-hati"

__ADS_1


Darmapun mencium tangan dari Nek Ratih.


"aku pergi. Terima kasih atas makannya" pamitnya.


"iya" jawab Nek Ratih.


"aku jadi enak"


"haha kamu ini"


"ya udah yah nek aku pergi"


"iya nak"


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Darmapun membalikkan badannya kemudian melangkahkan kaki menuju keluar.


"Nek,,, maaf yah gak bisa lama-lama" pamit Olivia juga. Dia juga kayaknya harus pergi mengejar Darma, untuk memastikan bahwa Darma tak mendengar semua yang di ceritakan Olivia pada Nek Ratih.


"eh kamu mau kemana?" tanya Nek Ratih.


"aku juga harus ke kantor"


"oh begitu"


"iya nek"


"ya udah hati-hati yah"


"makasih atas acara makannya"


"jangan sungkan, kalau kamu perlu apa-apa..." Nek Ratih tersenyum "datang saja kesini"


"iya nek" jawabnya. Oliviapun melepaskan pelukkannya.


Mata dari Nek Ratih berkaca-kaca. Dia serasa telah dipeluk oleh anaknya sendiri.


"Ayo nenek antar sampai depan"


Nek Ratihpun merangkul Olivia, mengantarkannya sampai depan. Setelah didepan, Via ikut berpamitan pada Nek Ratih. Merekapun pergi berjalan menjauh dari Nek Ratih. Pergi menuju tempat mobil yang mereka parkir.


Nek Ratih menatap kepergian mereka. Sungguh asik rasanya jika anaknya masih hidup. Pasti akan seru seperti ini.


****


Oliviapun tiba di tempat via memarkirkan mobilnya. Dia menoleh ke kiri dan ke kanan mencari jejak dari Darma. Tapi dia tak menemukan jejak kakinya. Akhirnya Olivia berencana pergi ke kantor.


Namun ketika hendak ke kantor, Akhirnya Olivia menjumpai Darma tengah berjalan di dekat toko komputer. Oliviapun lantas menghentikan mobilnya.


"Hey bodoh" panggilnya.


Darma menoleh ke arah Olivia "iya Boss?" tanyanya menghampiri.


"masuk ke mobil" perintahnya.


Darma berfikir menempelkan jari telunjuk dan jempol di dagunya "untuk apa Olivia mengajaknya?"


"cepat!" suruhnya sebal.


Darmapun langsung naik dengan cepat. Dia tak mau Olivia mengomelinya di depan orang banyak, malu atuh!

__ADS_1


Setelah Darma naik, Olivia langsung menyuruh Via menginjak gasnya supaya berjalan. Kini Darma duduk dekat dengan Olivia. Darma hanya menatap ke depan. Keheningan melanda mereka beberapa menit. Olivia yang mau menanyakan Darma mendengar cerita atau tidak di dapur tadi, serasa terhenti di kerongkongannya tidak bisa di ucapkan. Kini Olivia diam mematung memandang jendela mobilnya.


"Boss bisa di ajak makan di rumah orang juga yah haha" ucap Darma memecah keheningan.


Olivia merasa sebal dengan perkataan Darma, ingin rasanya dia menjitak kepalanya akan candaannya itu. Tapi Darma benar juga, kenapa Olivia mau di ajak makan bersama tadi. Yah, Olivia sih memang belum pernah di ajak makan sama seseorang seumur hidupnya. Bahkan ketika dia berkunjung ke rumahnya Renita, karena kedua orang tua Renita pergi ke luar negeri untuk menjadi TKI waktu Renita SMP.


"Boss makan dengan lahapnya loh"


"Lo ngejek gue?" Olivia menoleh ke arah Darma.


"Haaaa Bukan,,, bukan" Darma panik takut Olivia menyantetnya.


"Hanya saja..." Darma menundukkan kepala-nya ke bawah "aku senang Boss bisa dekat dengan seseorang seperti itu" Darma tersenyum ke arah Olivia.


Olivia menatap Darma tajam. Mendengar hal itu, Olivia serasa tidak ada suara lagi terdengar bahkan suara mobilnya yang melaju. Pipinya memerah, Jantungnya berdebar kencang ketika mendengar kata "senang" yang di lontarkan Darma.


Olivia terus menatap Darma, berfikir dalam sanubarinya ternyata tampan juga pria yang di tatapnya ini. Via menatap mereka di kaca spion, kemudian tersenyum senang.


Oliviapun memalingkan wajahnya kembali ke jendela. Suara-suara yang tadi tidak terdengar mulai kembali terdengar di telinganya.


"maaf" ucap Darma kembali memalingkan wajahnya.


"i... Iya" gagap Olivia.


Mobil terus berjalan seiring dengan Mereka yang tidak berkomunikasi kembali. Tidak ada kata lagi yang terucap, Darma hanya memainkan tangannya ke luar jendela sedangkan Olivia hanya menatap jendela mobil. Sampai akhirnya mereka tiba di kantor.


"bawain tas gue!" suruh Olivia keluar dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam kantor meninggalkan Darma.


"Ok Boss" Dengan cepat Darma mengambil tas milik Olivia kemudian menyusul Olivia. Setelah mereka turun, Via pergi ke parkiran untuk memarkir mobilnya.


Setelah masuk ke kantor, seperti biasa Olivia naik lift dan Darma naik tangga untuk ke lantai 24. Kemudian Olivia tiduran di kursi sofa yang ada diruangannya. Dia mengingat kembali dengan peristiwa hari ini, Darma yang membuat jantungnya terus berdebar.


Olivia menatap luka yang di plesternya, dia teringat ketika Darma membantunya menggunakan jasnya. Darma rela jasnya kotor demi menutup lukaku, batin Olivia.


Kemudian...


"Lo ngejek gue?" Olivia menoleh ke arah Darma.


"Haaaa Bukan,,, bukan" Darma panik takut Olivia menyantetnya.


"Hanya saja..." Darma menundukkan kepalanya ke bawah "aku senang Boss bisa dekat dengan seseorang seperti itu"


Dia mendukungku agar aku banyak teman. Kenapa gue jadi begini? Heran Olivia dalam batinnya. Baru pertama kali dirinya merasakan hal ini. Perasaan apakah ini?


"Apakah gue suka sama dia?" gumam Olivia.


Matanya melotot seusai mengatakan hal itu "Haaaahhhh!?!?" teriak dia bangun dari tidurannya.


"gak mungkin! Haha" Olivia tertawa "sama Darma? Haha tentu saja tidak mungkin"


"tapi..." Olivia teringat ketika Darma membantunya ketika rapat dengan Mr. Martin. Ketika Darma membawanya menuju rumah sakit. Tertawanya. Lalu senyumnya yang manis. Ramah tamahnya. Kekonyolannya. Bawelnya. Banyolannya. Bahkan dia yang selalu mengingatkan Olivia untuk ibadah.


Olivia menggelengkan kepalanya. Kemudian memegang kepalanya dengan kedua tangan.


"ah gak mungkin!" ucapnya


"gue gak bakalan suka sama dia! Gak bakalan" Olivia meyakinkan pada dirinya.


"gue akan balas dendam atas apa yang dia lakuin dulu sama gue"


Olivia tersenyum "yah, itu yang harus gue lakuin. Gue akan jahili dia lagi"


Oliviapun berdiri kemudian segera mempersiapkan sesuatu untuk menjahili Darma.

__ADS_1


Bersambung...


jangan lupa tinggalkan jejak gengs 😁


__ADS_2