The Garabagan

The Garabagan
Epesode 110 : Ceritakanlah!


__ADS_3

Oliviapun kemudian dengan segera mengecup punggung tangan Darma. Darma langsung menarik tangannya kala itu juga, dia terkaget bukan main. Jantungnya langsung berdebar tidak karuan. Pipinya jadi memerah kembali.


"lihat kita" ucap Olivia tersenyum.


"sudah seperti suami istri kan?"


"Hah?" Darma menganga menatap Olivia. Jantungnya hampir mau meledak di buat nya.


"a-apa maksud Boss?" gugup Darma bertanya.


"Olivia!" ucap Olivia membenarkan.


"jangan terlalu formal ah"


"iya, apa ma-maksud kamu?" tanya Darma kembali.


"nah gitu! Pake kamu aja" ucap Olivia tersenyum.


"hah?" bingung Darma. Dirinya bingung, tak habis pikir. Apa Bossnya itu sedang mengerjai Darma lagi. Kenapa tiba-tiba sifatnya jadi seperti ini.


Olivia tersenyum geli menatap Darma. Wajah malu - malu Darma benar-benar lucu. Olivia jadi gemes melihatnya.


"kenapa Boss mencium tanganku?" tanya Darma kembali.


"hah?" nganga Olivia pura - pura polos.


"bukankah setelah sholat itu biasanya salaman kan?" tanya Olivia.


"iya itu benar, Tapi ada batasannya antara laki - laki dan perempuan. Kalau yang sudah mahram baru boleh mengecup tangan seperti tadi" jelas Darma.


"oh begitu yah" jawab Olivia tersenyum berlagak baru tahu.


"i-iya" jawab Darma memalingkan wajahnya.


"berarti aku harus jadi istrimu, baru boleh mencium tanganmu?" tanya Olivia dengan wajah pura-pura polosnya, mencoba menggoda Darma.


"hah?" Darma terkejut bukan main menatap Olivia. Diapun dengan segera memalingkan kembali wajahnya. Pipi Darma benar - benar memerah. Jantungnya berdegup kencang sudah tak normal.


"harus gitu?" Olivia mengejar wajah Darma yang berpaling. Darmapun membalikkan wajahnya ke arah sebelahnya.


"iya" jawab Darma.


"ouh begitu" Olivia berlagak baru tahu.


"kalau begitu maukah..."


"aaaa!!!" Darma meringis pura - pura kesakitan memegangi perutnya. Oliviapun kaget, kemudian memegangi bahu Darma.


"hey kamu gak apa-apa?" tanya Olivia khawatir.


"eee.... Sakit lagi" jawab Darma dengan nada kesakitan.


"ayo ke kasur lagi" ucap Olivia mengajak Darma berdiri.


"hospital Bed" jawab Darma tersenyum membenarkan.


"iya, itulah" jawab Olivia.


Darmapun kemudian berdiri di bantu Olivia yang membahu dan memegangi inpusan Darma. Darmapun di dudukkan di hospital bed, kemudian di tidurkan. Dengan hati - hati Olivia melayani darma.


"aaaa... Boss aku sudah tidak kuat" ucap Darma dengan napas yang tidak kuat lagi untuk di keluarkan.


"aku..."


"aku..."


"iya, bertahanlah sebentar yah!" pinta Olivia memegangi tangan Darma. Dirinya khawatir bukan main.


"Aku lapar Boss" ucap Darma.


"hah?" Olivia menganga melihat Darma. Ternyata Darma hanya mengerjainya saja.


"ih dasar" Oliviapun mencubit bahu Darma.

__ADS_1


"AAAA!!!" teriak Darma kesakitan.


"hehe" Darma pun tersenyum.


"gak lucu ih" sebal Olivia.


"ya habis Boss bicaranya ngelantur Kemana - mana" jawab Darma.


"bilangnya 'kamu' ih!" kesal Olivia. Dirinya tak suka Darma memanggil dirinya terus dengan sebutan Boss.


"iya maaf. Aku belum terbiasa Oliv" balas Darma.


"hmmm" Olivia memajukan bibir bawahnya sebal.


"aku tadi gak ngelantur" ujar Olivia dengan wajah serius.


Darma menatap Olivia. Nampaknya Olivia sudah benar - benar berubah. Bahkan berubah dengan drastis dari Olivia dulu.


Disaat mereka saling bertatapan satu sama lain. Kemudian datanglah seseorang membawa bingkisan yang besar.


"misi Boss" ucap orang itu. Oliviapun menoleh pada orang itu. Ternyata itu seorang kurir dari Destiny Restaurant untuk mengantar pesanan Olivia.


"ouh sudah datang yah" ucap Olivia girang kemudian berdiri.


"iya ini" Kurir itu memberikan bingkisannya pada Olivia. Oliviapun dengan sigap menerimanya.


"kalau begitu saya pamit dulu Boss" pamit kurir itu. Sang kurirpun pergi.


Oliviapun menaruh bingkisan itu di laci pasien, kemudian dengan segera mengeluarkan isi dari bingkisan itu. Ternyata itu sebuah nasi dan juga BBQ khas Destiny Restaurant. Oliviapun memberikan satu untuk Darma. Darma menatap makanan yang di berikan Olivia itu.


"ini untuk mang ateng?" tanya Darma.


"buat mang ujang aja" jawab Darma meladeni candaan Darma.


"mang ujang yang mana?" tanya Darma kembali.


"itu untuk kamu lah bodoh!" ucap Olivia sedikit tersenyum.


"ayo cepat makan" ucap Olivia.


Darmapun membuka bungkus dari makanan itu. Begitu juga Olivia. Merekapun makan bersama - sama.


"Wuuuahhh... Enak Boss" kagum Darma.


"maksudku Olivia" ucapnya kembali.


"hehe" Olivia tersenyum.


Darmapun kembali melahap makanan itu. Sementara Olivia memakannya dengan perlahan, agar terlihat anggun di mata Darma. Tapi Darma tak memedulikan hal itu, ia hanya fokus melahap makanannya.


Oliviapun menatap Darma. Kemudian menghembuskan napasnya panjang. Olivia tak mau menunda lagi perihal Darma yang harus mengetahui masa lalunya. Olivia ingin agar Darma mengerti kenapa dia menjahatinya sebulan lalu.


"aku masih punya permintaan terakhir ku" batin Olivia.


"aku ingin..."


"agar Darma sendiri yang bercerita tentang masa lalunya waktu SD. Aku ingin mendengar langsung dari Darma"


"hey Darma" panggil Olivia.


"hmmm" Darma menatap Olivia dengan makanan yang penuh di mulutnya.


"aku masih punya permintaan terakhirku kan?" tanya Olivia mengingatkan.


"heeh" angguk Darma.


"aku ingin kamu ceritakan masa lalumu padaku" ucap Olivia.


"Oh?" kaget Darma berhenti mengunyah.


"masa laluku?" tanya Darma kembali.


"iya"

__ADS_1


"masa laluku biasa saja" jawab Darma.


"bi... Biasa saja?" heran Olivia. Apanya yang biasa saja? Darma dulu sering membully dirinya.


Olivia mengepalkan tangannya kesal. Darma bahkan tak mengingat dulu dirinya pernah membully Olivia.


"apa maksudmu?" tanya Olivia.


"ya biasa saja!" jawab Darma.


Olivia semakin kesal. Darma bilang, "biasa saja" setelah apa yang dilakukan Darma kepada Olivia.


"apakah menurutnya membully orang yang bodoh itu biasa saja? Wajar - wajar saja?" batin Olivia kesal.


"tapi aku ingin dengar dia bercerita! Kalau dia menyembunyikan semuanya! Darma benar - benar kelewatan!"


"ceritakan!" ucap Olivia datar.


"Boss yakin?"


"iya" angguk Olivia.


"masa laluku membosankan" jawab Darma.


"iya gak apa - apa! Aku akan dengar!" jawab Olivia.


"baiklah" angguk Darma.


"setelah makanku habis" lanjut Darma melanjutkan makanannya.


Olivia kesal menatap Darma. Iapun kemudian merebut makanan dari Darma.


"ahhhh Boss" teriak Darma.


"ceritakan dulu" ucap Olivia.


"baiklah... Baiklah" jawab Darma tersenyum.


"tapi aku ingin minum dulu" pinta Darma.


"ih dasar!" Olivia pun dengan perasaan kesalnya, memberikan minuman dalam botol dari bingkisan tadi. Darmpaun meminumnya.


Setelah selesai minum, Darmapun memberikan botol air itu pada Olivia. Oliviapun menyimpan botol air itu.


"nah udah kan?" tanya Olivia.


"iya, makasih Boss" ucap Darma.


"sama - sama, ayo cepat ceritakan" pinta Olivia tak sabar.


"baiklah"


"dulu..." Darma membenangkan tangan kirinya.


"abah dan emak main kuda - kudaan di kamar..."


"kenapa jadi ceritain orang tuamu!" potong Olivia.


"kan emak sama abah main enjot - enjotan dulu, baru aku lahir!" jawab Darma.


"ih gak usah yang itu! Lewat!" perintah Olivia.


"baiklah..."


"akupun lahir kedunia..."


"langsung ke kamu saat SD saja" potong Olivia.


"oh baiklah..."


"waktu SD..."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2