The Garabagan

The Garabagan
Epesode 48 : Boneka pisang


__ADS_3

"Naik-naik kepuncak gedung.... Tinggi tinggi sekaliiii"


Olivia menatap Darma sembari menggelengkan kepalanya tersenyum melihat tingkah Darma.


"Orang Aneh" ucapnya pelan tersenyum. Pintu lift pun terbuka, Iapun masuk lalu naik ke lantai 24.


*****


"Darma tolong buat daftar investasi gue bulan ini yah!"


"Wokeh Boss" Darma mengacungkan jempolnya.


Darmapun mengerjakan apa yang di suruh oleh Olivia. Dia menatap layar laptopnya. Tersenyum, inilah pekerjaan yang seharusnya. Membantu Olivia dalam keperluan lingkup perusahaan. Tidak seperti mengangkat besi melalui tangga seperti yang dilakukannya saat pertama kerja. Juga tidak membersihkan seluruh lantai yang selalu hampir ia lakukan.


Darma mengerjakan daftar tertulis investasi Olivia, sementara itu Olivia melanjutkan menonton film di laptopnya.


Disaat semuanya sedang adem ayem Melakukan Aktivitasnya. Darmapun tidak sengaja menyenggol sebuah kotak di pinggirnya. Darma lalu melihat Sesosok makhluk mengerikan jatuh dari dalam kotak jatuh di depan laptop yang sedang digunakan Darma.


"Aaaaaaaaaahhhhh!!!" teriak Darma seperti wanita. Sontak Oliviapun kaget kemudian menoleh ke arah Darma.


"Ada apa sih!?" kesalnya.


Darma berlari kemudian bersembunyi di belakang kursi Olivia. Olivia jadi makin bingung.


"Apa sih ih?" kesalnya.


"itu Boss... Ada... Ada..." Darma benar-benar ketakutan.


"Apa? Ada apa?"


"itu Ada pisang!" teriaknya gemetaran.


"Hah!?" bingung Olivia.


"Ada pisang Boss, takut!"


"hah!? Masa ada pisang di kantor gue?" heran Olivia.


"itu di meja ku Boss, cepat keluarkan" perintah Darma bersembunyi di sebalik kursi Olivia.


Oliviapun menggelengakan kepalanya bingung menanggapi Darma. Dia berdiri dan berjalan mendekati meja Darma.


Olivia menganga kaget. Ternyata itu adalah boneka pisang mungil milik Laila.


"Aduh ya ampun! Masa cowok takut sama yang kayak gi..." ucapan Olivia terpotong karena ada ide terang di kepalanya untuk menjahili Darma.


Olivia tersenyum "oh pisang ya!?"


"Boss cepat panggil pemadam kebakaran"


Eh busyet, sampai segitunya. Bagi Darma pisang merupakan makhluk paling menakutkan, bahkan melebihi Ular ataupun Naga. Yah, dia memliki phobia pada pisang.


Olivia memegang boneka tersebut.


"Wah Boss berani...." kagum Darma "cepat buang Boss" ucap Darma tersenyum.


"kenapa lo takut sama yang kayak ginian?" tanya Olivia tersenyum menatap boneka yang di pegangnya itu.

__ADS_1


"hah!? Lebih abik aku berhadapan dengan Tirex daripada berhadapan dengan yang begituan"


"padahal ini lucu loh!"


"LUCU DARIMANANYA???" teriak Darma.


"ini coba lihat!" Olivia mencoba mendekati Darma untuk memperlihatkan pada Darma.


"AAAAAAAHHHHH!!!" teriak Darma "BOSS JANGAN MENDEKAAAATTTT!!!" Darma mengacungkan tangan kanannya mencoba menghentikan langkah Olivia.


"ini lihat lucu loh!" Olivia semakin mendekati Darma.


"Aaaaaahhhhhhhhh...." teriak Darma menjauihi Olivia.


"BOSS jangan main-main dong" pinta Darma.


Olivia tersenyum "siapa yang bermain-main?" Olivia mendekati Darma. Darma pergi menjauhi.


"Boss jangan Boss" rengek Darma.


Oliviapun berjalan cepat mengejar Darma.


"Aaaaaaahhhhh!!!" Darma berteriak berlari menuju pintu keluar. Namun Olivia menghadangnya dari depan. Darmapun berjalan mundur menjauhi Olivia.


"ini lucu loh... Lihat!" ucap Olivia berjalan menyodorkan boneka itu.


"TIDAAAAAAKKK" teriak Darma. Darma terpojok dia berada di sudut tembok.


"ayolah lihat... Lucu loh!"


"Haaaaaaaaa!? Jangan Boss"


Oliviapun hampir terjatuh akan tetapi Darma yang sedang menghindar dengan sigap menangkap tangannya, dan menariknya. Otomatis Olivia tertahan di pangkuan Darma.


Mata Olivia membelalak terkejut menatap Darma. Punggungnya sekarang sedang dipegang dengan erat oleh Darma. Jantungnya berdebar kencang kembali. Begitu dekatnya dia, sampai terlihat jelas wajah tampan dari Darma.


Darma membelalak ketakutan menatap boneka yang dipegang Olivia. Karena tak kuat dengan ketakutannya terhadap boneka itu, dengan segera dia mengangkat Olivia sehingga bisa berdiri kembali.


Darmapun tak tahan. Tubuhnya jadi lemas, Kepalanya pusing, dan akhirnya dia pingsan.


Olivia menatap Darma yang sedang terlentang dilantai menutup matanya itu.


"lebay banget sih lo!" ucapnya.


Darma tidak menjawab juga. Olivia merasa sedikit takut melihat dia seperti itu. Diapun langsung panik mendekati Darma dan menggoyang-goyangkan badannya.


"Hey... Bodoh.... Bangun" ucapnya panik "hey bangun"


"Aduh gimana ini?" bingung Olivia menggaruk belakang kepalanya.


Oliviapun mendekatkan telinga di dada Darma. Syukurlah dia masih bisa mendengar jantung Darma berdetak.


"Syukurlah... Dia masih bernapas"


Oliviapun segera mencekau punggung dan belakang lutut Darma. Iapun lalu mengangkatnya, kemudian membopong Darma menuju sofa yang ada diruangannya.


Dengan hati-hati dan perlahan, Olivia membaringkan Darma di sofa itu.

__ADS_1


"Dasar ...." ucapnya bertinggung menatap wajah Darma "padahal lo sendiri takut!"


Olivia mengingat kembali dirinya ditahan oleh Darma agar dirinya tidak terjatuh. Begitu pedulinya Darma, sampai ia melupakan rasa takutnya. Jantung Olivia kembali berdebar dengan cepat mengingat kejadian itu.


Iapun lalu mengusap rambut Darma yang menghalangi halisnya. Kemudian mengelus pipi mulus dari Darma. Ah, Pipi Olivia jadi merah menatap wajah tampan yang tengah terpejam di depannya.


Olivia lalu tersenyum memiringkan kepalanya menatap Darma. Dia teringat kembali perkataan dari Laila kemarin.


"pasti yang menjadi istrimu akan senang terus kalau sama kamu"


"Aamin" jawab Darma


Kini Olivia memandang wajah Darma. Berpikir, pasti akan senang bila mempunyai kekasih seperti Darma. Dia lucu, baik, penyabar dan juga tampan tentunya.


Mata Darmapun akhirnya terbuka. Olivia langsung merasa senang memandangnya. Namun tangannya masih menempel pada pipi Darma, kemudian dia kaget dan Segera berdiri menjauh dari Darma.


"hah aku dimana ini?" tanya Darma.


"di ruangan gue" jawab Olivia dengan badan membelakanginya


"ohhh"


Darmpun merasa sedikit pusing kemudian meringis memegang kepalanya. Olivia langsung khawatir dan langsung bertunggung mengahampiri Darma.


"lo gak apa-apa ?" tanyanya.


"masih agak pusing"


"kenapa lo nahan gue tadi? Padahal lo sangat takut pada boneka pisang tadi?"


"itu karena... Aku..." Darma nampak gugup, pipinya memerah.


"aku apa?" tanya Olivia penasaran semakin mendekati Darma.


"aku...."


"aku apa Darma?"


"suka sama Boss"


Mata Olivia terbelalak mendengar perkataan yang Darma lontarkan barusan. Wajah Oliviapun mendekati pipi dari Darma. Mata Darma membuntang menatap wajah Olivia yang mendekatinya. Bibirnya dipajukan kedepan, semakin mendekat pada wajah Darma. Dan akhirnya bersentuhanlah bibir Olivia dengan pipi Darma. Rasanya Olivia seakan cahaya bumi saat itu menerangi hatinya. Rasanya Olivia benar-benar perempuan yang bahagia di muka bumi. Dan tentu saja, itu hanya halunya Olivia.


"apa sih yang gue pikirkan" ucapnya menepuk pipinya.


Olivia kembali bertanya kedalam hatinya. Apa maksud Darma berbuat baik padanya? Padahal Olivia selalu menjahati Darma. Apakah benar kalau Darma suka padanya? Seperti apa yang dihalukan Olivia barusan. Hah, Olivia jadi berat otak jadinya.


Tangannya yang menempel pada pipi Darma, serasa tak ingin melepaskannya.


Rasanya begitu nyaman dan penuh kehangatan. Sama seperti sikap Darma yang selalu hangat pada Olivia.


"Darma" ucapnya.


Pintu ruanganpun terbuka. Namun kembali di tutupnya. Setelah pemuda yang membukanya melihat Olivia yang tengah memandangi Darma. Pria itu kemudian membuka pintunya sedikit untuk mengintip mereka. Pria itu ternyata Daniel.


Bersambung...


**gengs jangan lupa kasih vote, like dan comment biar abdi lebih semangat updatenya ya hehe**...

__ADS_1


Sarangheo 💕**


__ADS_2