The Garabagan

The Garabagan
Epesode 58 : Suka Darma


__ADS_3

"oh iya Darma"


"hmmm"


"selain Yopi..."


"...Ada siswi lain lagi yang menyukaimu"


"hah? Benarkah siapa?"


Hujanpun berhenti. Tetesan air dari dedauan menitik jatuh ke tanah. Diana menatap Darma. Akankah dia mengaku pada Darma sekarang? Bahwa dirinya menyukai Darma.


"orang itu...." gugup Diana.


Darma semakin menatap Diana. Dirinya benar-benar penasaran.


Diana gugup. Dirinya ragu, Akankah dirinya menyatakan perasaannya sekarang? bagaimana kalau dirinya di tolak seperti Yopi? Lagipun gengsi juga bila wanita menyatakan perasaannya terlebih dahulu. Pikir Diana.


"Biarlah aku membuat Darma mengejarku" batin Diana.


"siapa?" penasaran Darma.


"Udin? Jarwo? Asep?" terka Darma.


"bukan! Masa cowok"


"Wkwkwk" Darma terwekwek.


Tak lama kemudian, Buspun datang. Darma menoleh ke arah Bus. Sayang sekali padahal Darma sangat penasaran dengan siapa lagi selain Yopi yang menyukainya. Ah menyebalkan.


"Busmu datang" tunjuk Diana. Akhirnya keajaiban datang juga. Jadi dirinya tidak perlu mengatakannya sekarang.


"Oh iya" angguk Darma.


"bagaimana denganmu? Apakah tempat tinggalmu dekat dari sini?"


"dekat tinggal seratus meter lagi sampai"


"ohohoho kurasa itu dekat"


Darmapun berdiri "aku berangkat kalau begitu" ucapnya.


"iya. Hati-hati di jalan" jawab Diana.


"wokeh" Darma mengacungkan jempolnya.


Dengan berat langkah, Darmapun naik ke dalam bus, kemudian duduk di kursi belakang. Buspun berjalan. Di jendela bus, Darma melambai ke arah Diana. Diana tersenyum kemudian melambaikan tangannya juga.


Hah, hari itu sangat berkesan di hati keduanya. Setelah hampir sebulan mereka tidak bertegur sapa, kemudian takdir mempertemukan mereka kembali.


Diana tersenyum memandangi kepergian Bus. Namun matanya terperanjat setelah sadar kelupaan sesuatu.


"ah! Aku lupa minta nomer whatsApp-nya" ucapnya menepak jidat.


"ah rabu depan lagi saja. Dia juga pasti kesini lagi"


Dianapun membalikkan badannya kemudian berjalan pergi menuju apartemennya.


Di tengah perjalanan Darma memandangi pemandangan luar dari jendela busnya. Dia kembali mengingat percakapan dirinya dengan Diana.


"Apakah aku cantik?" tanya Diana.


Dia melihat dengan detail wajah dari Diana. Dia bukan hanya sekedar hanya cantik tapi indah.


"...Ada siswi lain lagi yang menyukaimu" Darma mengingat kembali perkataan Diana. Dia penasaran dengan siapa yang menyukainya lagi? atau jangan-jangan...


"Haaaaahhhhhhhhhhh!?!?" teriak Darma dalam bus. Sontak mengagetkan semua orang yang ada dalam bus. Pria berkumis yang sedang tertidur pulas terkaget dan terjedot ke jendela, saking kagetnya mendengar teriakan Darma.


"woyyyy apaan sih?" amuk seorang pria.


"ah maaf... Maaf" ucap Darma menempelkan kedua tangannya.


Diapun lalu berpikir, "apakah mungkin siswa yang menyukaiku itu Di-Di-Di-Di-di"

__ADS_1


"Diana?" ucapnya.


Darmapun terdiam beberapa detik kemudian dia malah tertawa dengan suara bengeknya. Wanita yang duduk di sampingnya menatap Darma, "Apakah orang ini sudah gila?" pikirnya.


"mana mungkinlah" ucap Darma kembali. Darmapun kemudian memasang earphone di telinganya. Kemudian memejamkan mata sambil mendengarkan alunan lagu dari ponselnya.


*****


"Oh jadi kamu bertemu dengan Darma?" tanya Agnes di panggilan Video.


"iya" senyum Diana.


"Cieeeeee" ledek Agnes.


"semenjak kejadian Darma menabrak Tedi. Aku jadi selalu penasaran dengannya"


"haha"


"Nes inget gak..."


Dianapun bercerita kembali tentang dirinya pada sahabatnya itu.


Flashback On


Setelah kejadian tabrakkannya dengan Darma. Dua hari setelahnya, Gery, dan Tedi di panggil BK karena Darma melapor bahwa dirinya di pukuli oleh Gery dan Tedi. Merekapun dapat hukuman diskors selama satu minggu. Namun keesokkan harinya Diana mendengar berita bahwa Darma kembali di pukuli di lapangan yang jauh dari sekolah. Darmapun melaporkannya pada polisi. Tedi dan Gery beserta gengnya akhirnya di amankan oleh pihak polisi. Yah mereka dipenjara selama tiga bulan. Namun mereka tidak di pecat di sekolah.


Setelah mendengar Yopi bercerita pada temannya, perihal Darma terus tersakiti seperti itu karena dia hanya membantu Yopi. Dianapun jadi merasa kasihan pada Darma dan mengangap yang dilakukannya itu keren.


Keesokkan harinya, Darmapun menghampiri kelas Diana di jam istirahat. Dia langsung masuk ke dalam, kemudian bertemu Diana. Memberi sebuah minuman yang di belinya untuk tanda minta maaf.


"maaf aku menabrakmu" ucap Darma.


"i-iya" Diana gugup jadinya. Dirinya malah memarahi Darma waktu itu, padahal Darma sedang berada dalam kesulitan. Dan terlihat Darma masih memar-memar di wajahnya, bekas dipukuli.


"aku sudah di maafkan?" tanya Darma girang.


"eh... Iya" jawab Diana.


"Ohohoho...." tertawanya di buat-buat "makasih yah"


"iya"


"haha... Dasar orang aneh" ucap Agnes.


"i-iya" Diana menatap Darma. Dia jadi penasaran manusia seperti apakah Darma itu.


Di kamarnya, Dianapun mulai mencari nama Darma di sosial media, mulai dari Instagram, Facebook, ataupun twitter. Tapi hasilnya nihil.


"Dia tidak punya sosial media yah!" ucapnya.


Kemudian di sekolah Diana selalu melihat Darma ketika bertemu dengannya. Dari yang terlihat Darma seperti tidak punya banyak teman. Kemungkinan karena sifat anehnya. Dirinya hanya selalu bersama Arif, Billy, dan Firda.


Kemudian ketika Diana sedang berada di jalan menaiki motornya. Dia melihat Darma memberhentikan motornya, kemudian memungut seekor anak kucing di tepi jalan. Dia lalu memasukannya kedalam tas, kemudian membawanya.


"ternyata dia orang yang baik" ucap Diana tersenyum melihat Darma.


Diana melihat Darma bersama ketiga temannya selalu hampir ada di mesjid sekolah. Yang mungkin jarang sekali orang melakukan itu, biasanya semua siswa lebih memilih untuk bermain daripada beribadah seperti itu.


Diana juga pernah melihat Darma selalu bermain bersama anak kecil.


"Penyayang anak-anak sekali" puji Diana melihat Darma dari kejauhan.


Ah rasanya Diana teringin dekat dengan Darma. Dia ingin lebih-lebih lagi mengenal Darma. Tapi dirinya rasanya tidak berani, terlalu malu.


Di dalam kamar, Diana menatap ke arah langit-langit kamarnya. Tidak terasa rasa penasarannya malah menjadi suka pada Darma. Darma berhasil mempesonakan dirinya.


"Darma" ucapnya


Diana kemudian selalu membuat puisi untuk Darma. Sebuah tulisan sajak penuh rindu dari dirinya yang tidak bisa mendekat. Untaian kata, bait per bait mengangkat suara senyapnya untuk Darma. Suara yang tidak bisa di katakanya pada Darma.


"aku suka kamu, Darma" ucap Diana sembari menulis.


*****

__ADS_1


Namun di sekolah Diana juga kadang melihat Yopi selalu dekat dengan Darma. Yopi itu satu angkatan dengan Diana, dia juga ambil jurusan Akutansi, cuman beda kelas saja. Yopi juga cantik orangnya, dia lumayan pinter dan hobinya bernyanyi.


Hati Diana merasa khawatir melihat mereka dekat. Entah kenapa hatinya terasa takut dan sakit. Seakan Yopi dapat membawa jauh Darma dari semestanya.


Diana jadi lebih pendiam dari biasanya Setelah melihat dan tahu bahwa Darma dan Yopi dekat. Agnes sang sahabatnyapun khawatir dengan keadaan temannya itu. Di tengah mereka sedang berkumpul di kelas,


"kamu kenapa sih Na?" tanya Agnes.


"en-enggak" jawab Diana dengan tersenyum.


"kamu kayak sedih begitu?"


"enggak. Siapa yang sedih?" jawab Diana.


"kangen mantan?" celetuk Rosella temannya Diana.


"ih amit-amit" jawab Diana terkekeh


"nah gitu dong senyum" ucap Agnes.


"hehe... Iya sahabatku"


Beberapa hari kemudian, Diana beserta temannya sedang berada di kantin. Lalu selang beberapa menit, Darma dan ketiga temannya duduk di tempat duduk dekat Diana dan temannya. Darma sama sekali tidak menyapa Diana. Dia seperti lupa dengannya.


Diana kesal, tapi tak tahu kesal kenapa. Dirinya sesekali melihat Darma kemudian memalingkannya kembali. Agnes mulai tahu gerak-gerik Diana. Diana sepertinya tertarik pada Darma. Yah, wajar sih Darma juga lumayan ganteng.


"kamu Dar? Kalau udah lulus mau kemana?" tanya Billy.


"ke ITB" jawab Darma.


"wanjir kuliah maneh?" kaget Firda tak percaya, temannya akan kuliah di ITB.


"Institut Tembok Beton. Nguli haha"


"haha an####" Arif tertawa.


Selang lima menitan Yopi dan Linapun datang menghampiri Darma.


"Bu aku pesan yang sama seperti Darma"


"kenapa harus sama yah?" tanya Billy.


"Biar hatinya juga sama hehe" jawab Yopi. Darma hanya tersenyum menanggapinya.


Diana melihat mereka. Dirinya serasa tak kuasa berada dekat Darma. Dadanya terlalu sakit. Diapun lalu berdiri.


"maaf kayaknya aku mau ke kelas duluan deh" ucap Diana.


"hah mau apa?" tanya Rosella bingung.


Dianapun kemudian berjalan pergi ke kelasnya. Agnes yang melihatnya seperti itu kemudian ikut pergi ke kelas.


Diana duduk di kursinya, kemudian menidurkan kepalanya di meja. Dia menatap ke arah jendela kelas. Dirinya serasa hampa.


"kamu suka sama Darma?" tanya Agnes yang tidak di sadari sudah duduk di kursi dekat Diana.


"Hah!?" kaget Diana "Agnes?"


"apa kamu suka Darma?"


"enggak" Jawab Diana secepat kilat.


Diana memegang pundak Diana "jangan bohong. Kita itu sudah lama temenan"


"Iya. Aku suka dia" jawab Diana dengan wajah memelas "Aku suka dia Nes"


Agnes tersenyum. Kemudian mengelus rambut dari Diana.


Bersambung...


Love U All💕


Jangan lupa like 👍

__ADS_1


Comment💬


Dan Rate 5 nya ⭐⭐⭐⭐⭐**


__ADS_2