The Garabagan

The Garabagan
Epesode 66 : Hospital Bed!


__ADS_3

"Wuahhhhh ada apa ini?"


Darma benar-benar bingung. Mengapa Olivia ada disini? Dia pikir Olivia langsung pergi pulang ketika dia meminta maaf. Ternyata dia ada disini menemaninya, Olivia juga menggenggam tangan miliknya.


"kenapa harus menggenggam tanganku yah?" heran Darma.


"Mungkinkah Boss takut berada di rumah sakit?" terka batinnya. Darma lalu mengingat waktu Olivia dilarikan ke rumah sakit, dia dengan buru-burunya ingin langsung pulang, tidak ingin lama-lama di rumah sakit. Aneh, padahal di rumah sakit bisa makan gratis, hehe.


"wahhhhh... Mungkinkah waktu itu, karena Boss juga takut berada di rumah sakit?" Darma lalu menatap Olivia yang tengah tertidur lalu melihat tangannya yang di genggam dengan eratnya.


"haha tidak mungkin" elaknya, "Mana mungkin Boss Olivia takut"


"tapi bagaimana kalau iya?"


"HUAAAAAAAHHHHHH!? Kasihan sekali si Boss. Dia sampai rela ketakutan demi menemani diriku disini"


Darma menatap Olivia dengan seksama. Olivia sampai rela tertidur dengan keadaan duduk begitu demi menemani Darma.


"ternyata Boss baik juga" puji batinnya.


" aku harus melakukan sesuatu." Darma mengacungkan tangan mengepalnya meyakinkan dirinya.


"Aku tidak bisa membiarkan Boss ketakutan di rumah sakit ini. Aku harus... Harus... pulang besok"


Darmapun lalu melihat jam di ponselnya. Ternyata sudah menunjukkan pukul tiga subuh.


"Wooooooaaaahhhh sudah jam tiga"


Dia lalu melepaskan genggaman tangan Olivia dengan hati-hati. Setelah terlepas Darmapun lalu pergi ke kamar mandi untuk berwudlu lalu iapun melaksanakan sholat sunat tahajud. Setelah selesai kemudian Darma melanjutkan dengan acara dzikir, baca Al-Quran di ponselnya lalu terakhir berdoa.


Setelah pelaksanaan ritual ibadahnya selesai, Darma lalu menoleh pada Olivia. Dia merasa tak tega melihat Olivia tertidur dengan keadaan seperti itu. Iapun lalu berdiri dan mendekati Olivia. Kemudian sang Darmapun memegangi bagian kaki dan punggung Olivia, dengan hati-hati Olivia pun di angkat oleh Darma kemudian dipindahkan pada kasur tempatnya tidur.


Setelah selesai memindahkan Olivia, Darmapun lalu mengambil ponselnya. Kemudian mengirim pesan pada Ferdian.


"Ferdian tolong jaga celana dalamku, takut ada kucing masuk nanti di cakar, bolong deh!"


Beberapa detikpun Ferdian membalas pesannya.


"emang kamu dimana? Dengan siapa? Semalam berbuat apa?"


Darmapun tersenyum, Ferdian membalasnya dengan lirik lagu dari kangen band. Darmapun lalu membalas lagi pesannya.


"Aku hanya pergi tuk sementara... Bukan tuk meninggalkanmu selamanyaaa.."


"kamu lagi dimana ***? Sampai gak balik ke kosan"


"aku di rumah sakit"


"loh kok bisa?"


Aiyayiyay... Tang ting ning ting tang iyay... Suara nada dering ponsel Darma, Ferdianpun lalu menelepon Darma.


Karena berisik, Darma segera menolak panggilan itu. Darmapun lalu melihat ke arah Olivia. Untunglah Olivia tidak bangun, dirinya hanya bergerak sedikit.


"ih kamu! Jangan menelepon nanti berisik" balas pesan Darma.


"maaf... Maaf"


"iya... Untungnya gak ada yang bangun"


"kamu dirumah sakit mana?"


"rumah sakit apa ini yah? Gak tahu"


"kirim lokasi aja"

__ADS_1


"oh iya yah"


Darmapun lalu mengirim lokasi terkininya pada Ferdian. Ferdianpun mengerti dan dia berencana akan mendatangi Darma besok siang. Tapi Darma berkata tidak usah, dirinya juga akan pulang. Kemudian Ferdian membalas, "capek deh!"


*****


Adzan shubuhpun berkumandang di ponsel Darma, Darma yang tengah mengantuk memegangi hpnya terkejut lalu mengucek matanya. Dia melihat pengingat sholat di ponselnya.


Iapun dengan segera berdiri dan hendak ke kamar mandi. Namun langkahnya terhenti dia lalu berbalik dan melihat pada Olivia yang tengah tertidur pulas. Iapun lalu mendekatinya berencana untuk mengajaknya sholat bersama.


"Hoaaaaammmmm!!!" Olivia menguap. Ternyata dirinya sudah terbangun. Darma melongo menatapnya.


Oliviapun lalu bangun, mengucek matanya, dan mengusap iler di dekat bibirnya. Olivia menoleh ke samping, wuuuuaahhhhhh betapa kagetnya sampai diam mematung ada Darma yang harus melihat dirinya mengiler.


"Ah" keriau Olivia di tahan.


"wohoh Boss sudah bangun ternyata" ucap Darma.


Olivia dengan segera membalikkan badannya membelakangi Darma. Dia lalu memegangi kedua pipinya.


"Aaaaaaaaaahhhhh!!!" teriak Olivia dalam batinnya.


"Darma melihat gue mengiler?" ucapnya dalam hati.


"kalau begitu ayo Boss, kita sholat subuh berjamaah" ajak Darma.


Oliviapun menenangkan dirinya lalu kembali menghadap Darma.


"aku sedang halangan sekarang" jawab Olivia kemudian. Olivia berkata jujur dirinya sekarang emang lagi bulan merah. Kalau gak percaya silakan periksa sendiri.


"ouh begitu" jawab Darma.


"kalau begitu aku ke mushola dulu" ijin Darma.


"oh iya" jawab Olivia.


"enggak takut apa? Terang begini kok"


"oh. Kalau begitu aku ke mushola dulu"


"oh yah Darma" ucap Olivia kemudian melihati dirinya sedang berada di kasur yang seharusnya tempat Darma.


"kenapa aku ada disini?"


" Boss ngigau dan naik ke kasur"


"hospital bed kali" Olivia membenarkan.


"sama aja ah"


"hah? Yang benar?" keget Olivia.


"kok perasaan kayak telat yah kagetnya" heran Darma.


"perasaan gu..." Olivia memotong bicaranya. Dia harus memakai "aku" ketika dengan Darma.


"perasaan aku gak pernah mengigau dan tidur sambil berjalan deh"


"aku ke mushola dulu udah adzan" ucap Darma kemudian melangkah berjalan ke keluar.


"hey... Tung" Olivia mencoba menghentikan Darma akan tetapi Darma tetap berjalan pergi.


Olivia berpikir, emang dirinya pernah ngigau sampai berpindah tempat kayak gitu. Kayaknya sih belum pernah.


Olivia kemudian terpikir, mungkinkah Darma yang memindahkan Olivia ke Hospital bed itu. Olivia jadi tersenyum.

__ADS_1


"Karena merasa peduli, mungkin Darma memindahkanku" batin Olivia.


Diapun tersenyum senang lalu menjatuhkan dirinya ke kasur, tidak hospital bed. Dan menutupi wajahnya dengan bantal karena malu.


Iapun membuka bantal itu lalu memeluknya. Olivia membayangkan bagaimana dirinya di peluk oleh Darma saat membopong memindahkannya. Ah pasti dirinya seperti putri yang di bopong oleh pangeran.


"ampun Darma. Sampai tak jujur. Apakah kamu malu?" ucap Olivia.


Waktu pagi, Kira-kira jam enam lebihan Darma kembali lagi ke kamar tempatnya dirawat. Disana dia sudah di sambut oleh Olivia yang tengah duduk di kasur, ah tidak di hospital bed sembari tersenyum menatapnya.


Walaupun agak aneh, Darma tetap menghampiri Olivia. Olivia terus memandanginya dengan senyumnya itu. Darma jadi gerogi melihatnya, dia terus membelokkan matanya agar tak melihat Olivia.


Olivia semakin senang, dirinya berhasil membuat Darma salah tingkah.


"kita akan pulang siang ini" ucap Darma.


"eh?" kaget Olivia sampai lengkungan senyumnya kembali buyar.


"kenapa?"


"aku sudah baikkan" jawab Darma.


"benarkah?"


"iya"


Olivia menatap Darma, kemudian turun dari hospital bed dan berdiri menghadap Darma. Dirinya masih ragu dengan keadaan Darma. Darma menatap Olivia juga, dia tahu Olivia pasti tidak yakin dengannya, padahal itu semua agar Olivia bisa pulang. Karena Darma pikir Olivia takut berada di rumah sakit.


"tidak..."


"aku sudah sehat Boss" sahut Darma memotong perkataan Olivia.


"lihat ini" Darmapun lalu kemudian berjoget salsa dengan hot menggoyangkan bokongnya. Darma lalu berjoget seperti kera. Kemudian berjoget balet. Kemudian.... Sudahlah Darma capek, kasihan.


"lihatkan aku sudah baik" ucap Darma membentangkan kedua tangannya.


"baiklah, tapi kamu istirahat yah!"


"ah?" heran Darma.


"tidak Boss. Aku masih kuat bekerja"


"pokoknya kamu harus istirahat" tekan Olivia.


Darma menatap Olivia bingung. Tumben Olivia menyuruhnya istirahat, biasanya walau keadaan sedang hujan kodokpun Darma harus tetap bekerja. Tapi kenapa hari ini dia disuruh istirahat oleh Olivia. Rasanya aneh.


"kalau kamu masih ingin bekerja juga, gajimu saya potong" ancam Olivia.


"ta-ta-tapi bagaimana dengan aku membantu acara Ulang tahun Destiny TV siapa dong?"


"udah. Nanti biar aku yang atur nanti"


"tapi, Boss..."


"udah" ucap Olivia mendekati Darma. Darma jadi tediam karena kaget.


"turuti perintah Bossmu" lanjut Olivia dengan lembut. Darma membuntang menatap Olivia. Entah apa yang merasuki Olivia? Kenapa dia jadi bisa hangat ini pada Darma. Ini bukan Olivia yang Darma kenal saja.


Bersambung...


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa like 👍


Comment💬

__ADS_1


Dan Rate 5 nya ⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2