
Tiga hari kemudian, Darma menatap ke atas gedung dari gerbang. Akhirnya dia bisa bekerja kembali setelah istirahat selama tiga hari. Luka-lukanya juga sudah agak hilang, bahkan perban dikepalanya sudah dia lepaskan.
"anu... Darma" panggil zaenudin yang sedari tadi menatap Darma.
"iya bang?"
"itu kenapa wajahmu kayak memar-memar gitu?"
"HAAAAAHHHHHHH!?!?" teriak Darma bingung.
"abang gak tahu?" tanya Darma.
"tidak. Emang kenape?"
"aku ini habis di hajar oleh king kong dan godzilla"
"bohong kan?" tanya Zaenudin datar menatap Darma.
"HUAAAAAAAHHHHHH!?" teriak Bima kaget.
"hey kenapa kamu kaget?" heran Zaenudin menatap Bima.
"dia bercandalah itu"
"oh" Bima beroh ria.
"hehe" Darma terkekeh.
"enggaklah. Aku cuma di pukuli jambred aja"
"hah? Kapan?"
"emang abang bener gak tahu?"
"enggak" geleng kepala zaenudin.
"ehhh!?" heran Darma.
"kapan?" tanya Bima.
"empat hari yang lalu"
Zaenudin dan Bima membuntang menatap Darma.
"Ohhhh jadi kamu lah yeh yang nangkap para jambred tuh?" tanya Zaenudin dengan mata ayng berbinar.
"eh?" kaget Darma.
"wahhhh kamu sudah jadi hero" puji Bima.
"hah?" heran Darma. Kenapa mereka menganggap Darma yang menangkap mereka padahal dirinya yang di habisi? Emang mereka tidak tahu kalau yang menangkap mereka itu Olivia?
"haha bukanlah" sangkal Darma.
"hah?"
"Boss Olivialah yang nangkap mereka"
"huahhhhhh!?" teriak mereka tak percaya.
"aku masuk dulu yah" pamit Darma. Darmapun meninggalkan mereka yang masih menganga tak percaya.
Hingga dia masukpun Darma selalu di tanyai perihal wajahnya yang masih agak memar oleh karyawan yang melihatnya. Darmapun hanya menjawab seadanya. Kemudian ketika di tangga di lantai 21, Darmapun bertemu dengan Opik, Daniel, dan Gerard.
"Hahahahahahahahaha" Opik tertawa memegangi perutnya.
"kenapa dengan muka lo?" tanya Daniel.
"sedang jadi badut kah?" ledek Gerard.
Darma hanya membuang napasnya bosan. Lalu pergi meninggalkan mereka.
"mampus lo! Babak belur gitu" ejek Opik.
Darma hanya terus berjalan berusaha tak mempedulikan mereka. Darmapun sudah sampai di depan pintu kantor Olivia.
Darma lalu menggaruk bokongnya gatal, Kemudian membuka pintu tersebut. Setelah pintu terbuka, Darma di suguhi dengan pemandangan Olivia yang tengah bertelepon sembari menulis sesuatu. Darmapun lalu mendekati Olivia.
"pagi Boss"
Olivia mengangkat tangan kanannya, pertanda "tunggu dulu". Darmapun lalu melihat apa yang di tulis oleh Olivia. Ternyata itu adalah daftar persiapan ulang tahun Destiny TV, yang seharusnya jadi tugasnya.
"Oh baiklah kalau begitu" ucap Olivia menelepon. Oliviapun menutup teleponnya.
"anu Boss ada yang bisa aku bantu" tanya Darma.
"tidak. Udah selesai kok" jawab Olivia dengan senyumannya.
"Wahhhhhhh!?" teriak Darma kaget.
"Boss melakukannya sendiri?" tanya Darma.
"iya"
"Aaaaa...." bibir Darma bergetar, rasanya Seperti dia tidak bisa bicara apa-apa.
"aku mohon maaf Boss" ucap Darma menempelkan kedua tangannya.
__ADS_1
"kenapa harus minta maaf?" heran Olivia.
"kamu kan lagi sakit"
"kata Boss kan dulu, walau dalam keadaan apapun harus tetap profesional"
"yah tapi kan aku yang nyuruh kamu untuk istirahat"
"lagipun..." Olivia berpikir itu juga semua salahnya, karena Darma mengantarkan tas miliknya dan Olivia malah mengerjainya. Namun sepertinya Olivia tak mau mengatakannya sekarang. Dia takut Darma akan semakin membencjnya.
"lagipun?" penasaran Darma.
"tidak" jawab Olivia menutup laptopnya.
"sudahlah, lagipun sudah selesaikan"
"dua hari lagi yah Boss?"
"iya. Persiapkan pakaian terbaikmu, jangan pakai jas pinkmu itu"
"eh? Tapi kenapa? Bukankah ini seragam asistennya Boss?" jawab Darma mengacungkan kerah jasnya.
"mulai sekarang ganti aja deh" ucap Olivia.
"hah?" bingung Darma.
"nanti aku pesankan jas yang mahal untukmu yah"
"ah gak usah Boss" tolak Darma.
"kamu gak mau?"
"tidak bukannya begitu"
Olivia menatap Darma. Dirinya pernah beberapa kali bertemu dengan orang yang seperti Darma. Dirinya seolah-olah tidak mau, padahal mau.
"Hehe" Darma tersenyum. Olivia menatapnya bingung.
"aku sangat berterima kasih. Tapi aku masih punya jas biruku"
Olivia menatap Darma.
"Maksudnya Jas biru yang itu yah?" batin Olivia. Olivia merasa iba pada Darma, jas biru itu lumayan kumuh.
Oliviapun lalu berdiri kemudian mendekati Darma. Darma menatapnya.
" kamu tak mau?"
"tidak Boss. Tidak apa-apa"
"ah baiklah" pasrah Olivia. Lagipula percuma juga, Darma tetap menolaknya. Oliviapun duduk di kursinya.
"ayo Buka" perintah Olivia.
"ini punya siapa?" tanya Darma.
"enggak tahu. Punyamu kan?" jawab Olivia menunjuk Darma dari kursinya. Darma menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan dari Olivia. Darma merasa tidak pernah ingat memesan sesuatu.
"buka saja" perintah Olivia.
"kalau yang punya kotak ini marah gimana?"
"haha" Olivia tertawa.
"buka saja. Mungkin seseorang yang memberikannya padamu"
"hah?" bingung Darma.
" Boss apakah ini sebuah..."
"buka saja"
"ohoh baiklah" Darmapun perlahan membuka kotak itu.
"ahah tidak,,, tidak..."
"eh?"
"kalau ini bukan punyaku, tak seharusnya ku buka kan?"
Olivia menatap Darma. Kenapa dalam hatinya dia merasa jengkel dengan tingkah Darma. Kenapa dia tidak peka kalau itu pemberian dari Olivia.
"itu dariku" ucap Olivia memejamkan matanya.
"ah?" Darma menaikkan halisnya kaget sekaligus bingung.
"untukmu" Oliviapun lalu membuka matanya menatap Darma. Pipinya memerah akibat malu.
"hah?" kaget Darma. Dia lalu melihat kotak itu kemudian menatap Olivia, kemudian menatap kembali kotak itu lalu menatap Olivia lagi, begitulah sampai ia sadar akan kenyataan bahwa Olivia memang Memberinya.
"HUAAAAAAAHHHHHH!?" teriaknya kaget.
"kenapa Boss memberiku? Ulang tahunku kan udah lewat"
Olivia memalingkan wajahnya malu.
"itu untuk seragammu yang baru"
__ADS_1
"Wuahhhhh hahaha... Seragam baruuuuuuu... Aku tidak akan memakai jas pink itu lagiiiiii" teriak riang hati Darma.
Darmapun lalu membuka kotak itu. Betapa kagetnya dia setelah melihat isi dalam kotak itu. Dia sampai membuka mulutnya lebar saking tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ternyata yang ada di kotak itu adalah sebuah gaun berwarna merah.
"untuk apa ini?" bingung Darma.
"seragammu lah" jawab Olivia.
"tidak. Apa ini apa? Tidak mungkin aku memakai gaun ini di kantor kan?" batin Darma.
"masa aku pakai ginian sih Boss?"
Olivia merasa sebal terhadap Darma. Setelah dia memesan dan membeli sesuatu yang mahal. Tapi oleh Darma tidak di hargai.
"kamu tidak suka?" tanya Olivia.
"jelaslah Boss" rengek Darma.
"tapi... Tapi kenapa?" heran Olivia. Hatinya merasa teriris ketika Darma tak menyukai pemberiannya.
"kenapa?" Darma malah balik bertanya. Darma lalu menggaruk kepalanya pusing dengan tingkah Olivia. Kenapa asisten lelakinya harus pakai gaun. Kenapa Olivia selalu mengerjainya.
"masa aku harus pake gaun" ucap Darma mendekati Olivia.
"gaun?" bingung Olivia.
"ini" Darma lalu memperlihatkan isi kotak itu pada Olivia.
"Hueeeeekkkk... Boss jangan paksa aku memakai iniiiii" rengek Darma duduk belunjur.
"ppffttttt" Olivia menahan tawa dengan tangannya.
Darma menatap Olivia. Senang betul dia membuat Darma malu.
"jadi tertukar yah" batin Olivia menatap Darma.
Tiba-tiba lampu ide muncul di kepalanya. Sesekali mengerjai Darma, mungkin tidak apa-apa. Asal jangan kelewatan saja.
"iya itu seragammu yang baru hahahaha" Olivia tertawa terbahak-bahak.
"hah? Hueeeeekkkkkkkk" tangis Darma semakin keras.
"ayo pakai" perintah Olivia.
"gak mauuuuuuuu huhu"
"nanti gaji kamu saya naikin tiga kali lipat"
Mata Darma langsung membulat mendengar hal itu. Darmapun berdiri kemudian menopang tangannya pada meja Olivia.
"yang benar?" tanya Darma dengan girang.
Olivia kaget, wajahnya sangat dekat dengan Darma. Jantungnya sampai berdebar kencang kembali.
"i-iya" jawab Olivia dengan gugup.
"wahahahahaha" Darma pun tertawa memecak pinggangnya.
"tapi tunggu. Apakah aku mau memakai gaun itu ke kantor tiap hari?" batin Darma.
"tidak! Pasti si Opik dan teman-temannya akan meledek ku"
Darmapun mulai melamun Opik dan temannya menertawakan Darma.
"hahahahahahahahaha udah ganti kelamin yah?" ejek Opik.
"Uuuuuuhhhhh cantik buanget sih" Gerard tak mau kalah.
"ahahaha Bahaya!" batin Darma.
"Boss aku gak mau" rengek Darma, "aku lebih suka jas pink gambar uhuhu itu"
Olivia tersenyum geli. Mungkin sudah cukup mengerjai Darma.
"baiklah" ucap Olivia. Darmapun merasa lega.
"tetapi kamu harus pakai itu sekarang. Kalau besok aku sudah siapin jas baru untukmu"
"hah? Gak mau" tolak Darma dengan wajah memelas.
"cuma sebentar, kira-kira satu jam lah."
Darma menaikan alisnya bingung dengan sifat Olivia. Apakah Olivia ini mempunyai masalah sindrom?
"cukup satu jam. Setelah itu kamu pakai jas pinkmu kembali"
"gak bisa nolak yah?" tanya Darma dengan wajah lesu.
"enggak. Tapi tenang nanti ada hadiah buatmu"
"baiklah" pasrah Darma.
Darmapun lalu membawa gaun merah itu dan menuju keluar untuk ganti baju.
"pakai kamar mandi yang di dalam saja"
"oh baiklah" Darma membalikkan badan. Dan berjalan selayaknya zombie.
__ADS_1
Bersambung...