The Garabagan

The Garabagan
Epesode 67 : Aam


__ADS_3

"turuti perintah Bossmu" lanjut Olivia dengan lembut. Darma membuntang menatap Olivia. Entah apa yang merasuki Olivia? Kenapa dia jadi bisa sehangat ini pada Darma. Ini bukan Olivia yang Darma kenal saja.


"baiklah" jawab Darma.


"tapi apa Boss yakin?"


"iya" jawab Olivia tersenyum.


Apa ini mimpi? Mimpi apakah ini? Olivia sangat lembut kali ini. Hati Darma bingung sekaligus senang.


"baiklah nanti aku langsung pulang ke kampung halaman" ucap Darma bercanda.


Olivia membuntang mendengar perkataan Darma barusan.


"hah? Parah banget yah sakitnya sampai harus pulang ke kampung halaman?" tanyanya, iapun lalu memegang kepala Darma yang di perban.


"aw!" jerit Darma sakit.


"kalo masih sakit begitu jangan pulang dulu, di rawat dulu aja disini sampai sembuh"


"ahahaha Boss ini" Darma malah terkekeh.


"luka segini tidak akan menyakitiku" ucap Darma dengan gaya so keren.


"heh?" Olivia tersenyum sinis kemudian menepak kepala Darma pelan.


"ahahaha!!!" teriak Darma kesakitan memegangi kepalanya.


"katanya tidak sakit?"


"tentu saja sakit kalau di tepak" ucap Darma.


"haha" Olivia tertawa. Darma menatapnya datar.


"lihat kan! Sudah dirawat aja sampai sembuh"


"tidak, Boss..."


"aku akan menemanimu kok" potong Olivia.


"eh?" kaget Darma. Dirinya lalu menatap Olivia.


Olivia menundukkan kepalanya ke bawah, dirinya tidak mau Darma melihat pipinya yang merah karena malu.


"tidak bisa" ucap Darma kemudian.


Olivia terkaget dan langsung menatap Darma. Apakah tawarannya baru saja di tolak oleh Darma?


Olivia tidak boleh menemani Darma, Darma memang belum sembuh total, akan tetapi dia tidak mau merepotkan Olivia untuk menemaninya. Darma juga berpikir, kasihan Olivia, dia juga takut berada di rumah sakit ini.


"aku gak enak" lanjut Darma kemudian.


"oh" Olivia beroh lega tersenyum.


"tidak apa-apa kok. Aku ikhlas" jawab Olivia kemudian tersenyum kembali.


"HUAAAAAAAHHHHHH!?" kaget hati Darma. Sungguh kejadian yang... Kejadian yang menakjubkan. Ada apa ini? Olivia jadi baik padanya. Darma jadi tambah bersyukur.


"bukankah Boss takut di rumah sakit?" akhirnya Darma menanyakannya juga.


"hah? Apa?" Olivia terkekeh mendengarnya.


"Boss takut berada dirumah sakit kan?" tanya Darma lagi.


"kenapa aku harus takut?"


"yah habisnya kan Boss semalam memegang..." ucapan Darma terhenti, dia seakan ragu mengatakannya.


Olivia membuntang menatap Darma. Dia tahu maksud Darma. Itu tentang semalam dirinya memegangi tangan Darma semalaman.


"memegang tanganku" Darma menunjukkan tangannya.


"itu karena Boss takut kan?"


Olivia diam tak bisa menjawab. Apa yang harus ia katakan, apakah dia harus jujur bahwa dirinya menyukai Darma. Dan dengan tangannya itu membuat Olivia bisa merasa nyaman tertidur. Tapi itu tidak mungkinkan, Olivia saja baru menyadari dirinya menyukai Darma kemarin. Masa sudah mau di ungkapkan sih?


"tapi tunggu! Darma teringin pulang apakah karena dia khawatir terhadapku? Karena dia mengira kalau aku takut berada di rumah sakit dikarenakan dia melihat aku menggenggam tangannya?" batin Olivia.


Olivia menatap Darma dengan seksama. Wajahnya memang sedang terlihat serius.

__ADS_1


"bodoh emang!" Olivia tersenyum lalu memejamkan matanya dan kembali membukanya untuk melihat Darma.


"sebwgitu pedulinya kamu terhadapku"


"aku tidak salah..."


"Aku benar-benar menyukai orang dihadapanku ini"


Olivia lalu duduk di hospital bed dengan kaki yang terambai ke bawah menatap Darma.


"iya itu karena aku takut" jawab Olivia kemudian.


"woah? Ternyata benar" senang Darma menunjuk Olivia.


" aku takut kehilanganmu" lanjut Olivia.


"hah!?" kaget Darma menganga tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"HUAAAAAAAHHHHHH!?!?" teriak hatinya.


"HUAAAAAAAHHHHHH!?!?" teriak hatinya lagi.


"HUAAAAAAAHHHHHH!?!?" teriak hatinya lagi. Sampai tiga kali.


"Apa yang barusan Boss katakan?" tanyanya dalam hati.


"si Boss sedang tidak terbentur beko kan? Sedang tidak kerasukan jurig kresek kan? Ini bukan mimpi atau khayalan kan?" tanya Darma terheran-heran dalam hati.


"jangan salah paham. Karena kalo kamu mati, aku juga yang harus tanggung jawab, harus Ngirim uang duka buat karyawan"


"syukurlah...." lega Darma setelah mendengar alasan tersebut


"benar juga, Boss tak mungkin peduli sama aku haha"


"ohoho begitu ah... Aha... Aha... Ahaha" Darma tertawa di paksakan karena salah tingkah.


"hmmm" angguk Olivia tersenyum.


"belum saatnya ku katakan" batin Olivia.


"masih terlalu awal" lanjutnya.


"Boss gak takut di rumah sakit?"


"enggaklah bodoh, kenapa aku harus takut"


"benar juga yah haha" Darmapun tertawa menggaruk belakang kepalanya.


"iya. Jadi kamu tak boleh pulang. Ini perintah"


"baiklah Boss" hormat Darma.


Dia tersenyum melihat Olivia.


"ternyata si Boss baik juga"


****


Pagi hari pukul 08.00 di kota Iseki,


"bagaimana ini? Kalau kamu belum punya penghasilan buat kota ini. Kamu akan saya turunkan dari kursi walikota" amuk Darta, ketua dari partai Peluru. Partai inilah yang mencalonkan Irwan untuk jadi Walikota di Kiseki.


"baik pak. Saya akan melakukan semuanya agar itu semua bisa di penuhi" jawab Irwan.


"Dasar kenapa waktu itu usahamu bisa bangkrut seperti itu" heran Darta.


"Dengar yah saya beri waktu kamu sebulan. Kalau dalam sebulan ini kamu tidak segera menemukan solusi juga. Maka akan saya laporkan juga perihal kamu melakukan tindakan korupsi"


"baik pak" jawab Irwan.


"kalau begitu saya pergi" pamit Darta.


Dartapun keluar dari ruangannya Irwan. Setelah Darta keluar, Irwanpun meluapkan emosinya dengan membanting buku yang di mejanya.


"Gue harus dapatkan Destiny! Itu juga bagian dari gue!"


Irwan mengepalkan tangannya kesal.


"baiklah Olivia. Jika kamu tidak bisa dipaksa dengan cara halus. Maka waktunya gue main kasar" Irwanpun tersenyum licik.

__ADS_1


*****


"ini makanan buat kamu" Olivia menyodorkan makanan yang semalam dibeli Olivia.


"eh serius?" kaget Darma duduk di hospital bed.


"iya serius"


"wahahhhhh makasih" Darmapun menerima pemberian Olivia itu. Kemudian ia membukanya dan mulai memakannya.


"wuahaha enakkk" ucapnya dengan lebay.


"boss juga harus rasa!"


"tidak. Buat kamu aja"


"eh jangan gitu. Boss juga belum makan kan?"


"eh....?" kaget Olivia. Darma ternyata memperhatikan dirinya. Entah kenapa dengan hal yang sederhana seperti itu bisa membuat hati Olivia merasa sangat senang.


Diapun tersenyum, dengan keadaan gugup di sertai wajah yang memerahnya lalu duduk di samping Darma. Darma kaget dengan Olivia yang mendekatinya.


"ada apa Boss?" tanya Darma.


"benar juga, aku belum makan" jawab Olivia dengan pandangan ke depan.


"nah kalo gitu, ganjal dulu menggunakan ini"


"suapin" ucap Olivia kemudian.


"hah?" kaget Darma.


"itu perintah" Olivia kemudian menatap Darma.


"hehe tapi..."


"kalau gak di suapin, aku tak mau makan"


"?" tanda tanya dalam hati Darma. Olivia tidak kepukul preman itu kan? Tapi kenapa dirinya ingin di manja, di suapin.


"ahah tidak. Malu nanti dilihat orang" tolak Darma, dengan pipi yang memerah.


"dasar, padahal aku sudah menyelematkanmu kemarian" kesal Olivia lalu memalingkan wajahnya.


Darma kemudian kembali teringat kejadian saat dirinya dikeroyok.


"iya juga yah, kalau tidak ada si Boss. Pasti aku dah punya pangkat Almarhum" pikir Darma.


"yah baiklah" setuju Darma.


"lagian Bosskan sudah menyelamatkanku kemarin" lanjutnya. Olivia tersenyum mendengarnya, lalu iapun menatap Darma kembali.


Darmapun lalu mengambil cemilan yang ada di bungkusan lalu menyuapi cemilan ke mulut Olivia. Olivia menatap Darma yang mengasongkan tangannya ke pada mulutnya. Dia tersenyum senang, kemudian membuka mulutnya dan melahap cemilan yang di asongkan tangan Darma dengan hati yang sangat gembira. Betapa beruntungnya ia, bisa dekat dengan lelaki seperti Darma.


"dalam tiga hari, aku akan menikmati kebersamaanku dengannya" batin Olivia.


"lagi?" tanya Darma.


"hmmm" Olivia mengangguk.


Darmapun mengambil cemilan dan melayang-layangkan tangannya.


"tut.... Tut... Keretanya mau masuk terowongan" Darma bernyanyi meledek Olivia.


"hehe" Olivia tersenyum menatapnya.


"baiklah aaa...!!!" Darma mengasongkan tangannya. Olivia membuka mulutnya lalu mengambil makanannya dengan mulutnya dan memakannya dengan berbunga-bunga.


Bersambung...


💕❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤💕


Jangan lupa like 👍


Comment💬


Dan Rate 5 nya ⭐⭐⭐⭐⭐


Biar authornya semangat, Teheee 😅

__ADS_1


Oh yah,,, jangan lupa follow juga ig-ku @yoga_jfp


__ADS_2