
****
Di malam hari Olivia telah memesan baju jas khusus untuk Darma. Dan Hari ini Olivia telah membawanya ke kantor.
Sesampainya di gerbang Olivia terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya yakni Darma yang tengah berdiri menunggu kedatangannya. Tersenyum di gerbang.
"selamat pagi boss!" Darma hormat pada Olivia.
Olivia lalu membuka kaca mobilnya dan melempar Kantong plastik berisi seragam untuk Darma. Olivia melajukan mobilnya menuju parkiran tanpa memberikan sepatah katapun pada Darma.
Darma memutar balikan kantung plastik itu melihatnya dengan heran. Di luar kantong plastik itu terdapat sebuah tulisan.
Pakai sebelum memasuki kantor!
Darma lalu bergegas memasuki toilet yang berada di luar kantor dekat parkiran. Darma dengan wajah kesenangan terganti dengan keheranan karena seragamnya tak seperti yang lainnya.
Wuuuaaaaahhhhh... Kagum Darma.
"tapi kenapa warnanya pink?" heran Darma.
Darma mengangkat seragam itu ke hadapannya. Terlihat jasnya di penuhi gambar-gambar imut. Seperti hello kitty. Yang lebih parah adanya gambar seekor monyet imut yang berpose manja cetar membahana.
"ahhhhh..." Darma memicingkan matanya bingung sekaligus jijik.
"kenapa seperti ini?" heran Darma.
"pasti aku di ketawain deh oleh semua yang melihatku!" ucapnya
"apakah boss sedang mengerjaiku?" pikir Darma dalam hati.
Tapi dia tak pikir lama dia mulai memakai seragamnya. Tak mempedulikan anggapan nanti orang yang akan melihatnya.
Dia kemudian mengangkat celana seragamnya yang lebih aneh lagi. Di bagian belakang bokongnya ada emot kotoran tersenyum.
"apalagi ini?" bingungnya. Namun sekali lagi dia masih memakainya. Kemudian dia memasangkan tanda pengenal di dadanya.
Darma lalu keluar dengan agak gugup. Dia langsung masuk kedalam kantor. Dan benar, semua orang yang tertawa melihat kaeanehan Darma.
Wajah Darma memerah karena malu. Dia lalu memasuki lift. Nasib di lift tersebut ternyata ada beberapa pegawai yang ikut naik. Pegawai itu tak kuasa menahan tawanya karena melihat seragam milik Darma. Sebagian yang lain ada yang tertawa secara terang-terangan dan sebagian yang lain berusaha menahannya. Di dalam lift rasanya dia ingin menutupi wajahnya dengan kantong plastik karena malunya.
Satu persatu pegawai itu turun di lantainya masing-masing. Setelah turun mereka memuaskan tertawa mereka dengan enaknya.
Akhirnya Darma sampai di lantai yang ia tuju, yaitu lantai 24. Dia langsung lari ke ruangan kantor tempat Olivia.
"Boss...." Teriak Darma membuka pintu dengan keras.
__ADS_1
Olivia yang sedang menatap layar laptopnya langsung melirik Darma dengan tajam.
"ada apa?" Tanya wanita itu dengan Dingin. Sesungguhnya dia ingin tertawa melihat Darma, namun dia harus tetap menjaga kharismanya.
"Boss masa seragamku seperti ini?" rengek Darma.
"terus? Kamu tak terima?" Saut Olivia dengan juteknya.
"Boss lihat ini!" Darma menghadap ke belakang sambil menunjuk gambar monyet yang berpose cetar membahana di jasnya.
"masa gambar monyet! Pose Cherybelle lagi"
Menurut Olivia, gambarnya cocok dengan Darma. Sama dengan sifat yang dimiliki Darma.
"kenapa? Itu cocok buat kamu!" jawab Olivia ketus.
Darma secepat kilat menopangkan kedua tangannya di meja Olivia, sehingga mereka berdekatan.
"kok cocok? Apa aku mirip **** boss?" rengek Darma.
"bisa jadi" Olivia mulai tak tahan dengan tawanya.
"hahhhhhhh???" teriak Darma tak percaya dengan ucapan dari Olivia.
Darma lalu menjauh dari meja dan memegangi kepalanya.
" Itu emang seragam khusus asisten saya"
"haaaa!? benarkah?" Darma menoleh.
"kalo kamu gak mau pakai itu!" Olivia menunjuk seragam yang dikenakan Darma.
"gaji kamu akan saya potong!" ancamnya.
Seketika petir terasa menyambar Darma. Dia terkejut dengan Ucapan dari Olivia. Cuman tak suka dengan seragam saja dirinya harus di potong gaji. Bahkan ini masih hari kedua dirinya bekerja. Olivia benar-benar wanita yang menyebalkan.
Tapi apalah daya Darma, dia harus mematuhi ucapan Olivia kalau tidak, gajinya yang akan jadi taruhannya. Lagipun sekarang dia sedang mau menolong anak-anak yatim piatu, ucup, Debby, dan Tania. Bagaimana jika dia tak mendapatkan uang? Bagaimana dia mau membantu anak-anak itu. Dia hanya bisa sabar dan menerima seragam memalukannya itu.
Darma melihat Olivia dengan tatapan berapi-api. Dia sedikit kesal terhadapnya.
"baiklah boss, saya terima seragam ini tapi jangan potong gaji saya" Darma menempelkan kedua telapak tangannya memohon.
"bagus" Olivia mengangguk tersenyum licik
"lagi pula di kontrak yang kamu tanda tangani hari itu. Pada aturan satu, Menyatakan bahwa kamu harus nurut dan patuh kepadaku"
__ADS_1
"kedua" Olivia mengacungkan dua jarinya.
"kamu harus terima dipekerjakan apa saja dan menerima setiap tindakan dariku"
"ketiga, kamu tidak boleh keluar atau pindah ke perusahaan lain kecuali sudah enam bulan atau saya phk"
"Jika kamu melanggar kamu akan dijerat pasal"
Seketika hawa disana menjadi dingin. Hembusan AC begitu terasa di kulit mereka.
"sekarang kamu saya potong gaji, karena tadi sudah tidak menurut tidak mau pakai seragam"
Haaaaaaaaa...... Darma terkejut.
Darma menjatuhkan lututnya ke lantai. Memohon kepada Olivia. Kedua Telapak tangannya ditempelkan.
"aku mohon jangan potong gajiku boss!" Darma berteriak memohon pada Olivia.
Olivia nampak senang dengan melihat Darma memohon seperti itu. Dia telah berhasil mempermalukan orang yang dia bencinya itu. Dia lantas tersenyum girang.
"baiklah! Tapi aku ganti jadi hukuman ya!"
"apapun hukuman itu akan saya terima boss asal jangan potong gaji saya" Darma terengek-rengek.
"sekarang..." Olivia menjeda bicaranya memikirkan dahulu hukuman untuknya.
"kamu bersihin semua toilet di kantor ini!"
Glekkk...
Darma menelan ludahnya. Dia ingin teriak sekencang kencangnya mendengar perintah itu. Tapi apa yang bisa dia lakukan? Dia hanya bisa bersabar dan melaksanakan perintah itu.
"baiklah boss" ucap Darma dengan tersenyum terpaksa lalu langsung pergi begitu saja.
****
Setelah selesai membersihkan semua toilet kini Darma istirahat sejenak di sebuah WC di lantai 24.
Setelah hilang rasa letihnya Darma berdiri kembali dan menuju keluar kamar mandi. Namun saat mau ke luar...
Brukkkk....
Dia terpeleset setelah menginjak sesuatu yang licin. Jasnya sobek pada bagian sikut dan Sikutnya berdarah setelah terbeset pintu.
"haha" Darma tertawa.
__ADS_1
"ouh benar-benar hari yang menyenangkan" ucapnya sembari terlentang dan melihat ke arah langit-langit.
Bersambung...