The Garabagan

The Garabagan
Epesode 54 : Berjalan


__ADS_3

Olivia tersenyum kembali, kemudian berjalan mengikuti Darma. Ah rasanya Olivia sangat bahagia hari ini, walaupun hari ini banyak beban pikiran di kepalanya perihal siapa pelaku yang korupsi dana saham? Tapi berkat Darma dirinya bisa terus tersenyum melupakan sejenak masalah yang di hadapinya.


Darma terus berjalan. Olivia heran kenapa dia tidak menuju parkiran?


"hey" panggil Olivia. Darmapun menoleh.


"kenapa tidak ke parkiran?" tanyanya.


"gak perlu" jawab Darma tersenyum "berjalan saja, lebih seru" lanjutnya


Darmapun membalikkan badan kemudian berjalan kembali. Olivia mengejar Darma, sampai mereka berjalan sejajar.


"seru?" bingung Olivia.


"iya"angguk Darma "kita bisa lihat cacing salto, terus bisa lihat daun, rumput, dan kaki seribu yang sedang bersemedi"


"emang yah lo kalo ngomong seenak jidat" kesal Olivia.


"haha" Darma terkekeh. Kemudian Darma menatap Olivia, dia merasa senang sekaligus heran, Olivia bisa juga di ajak olehnya jalan-jalan juga. Sepertinya Olivia mulai terbuka padanya.


"Baguslah kita bisa jadi teman yang baik" Batin Darma.


"boss cita-citanya dari kecil apa dulu? Apakah menjadi seorang pebisnis itu cita-cita Boss dari kecil?"


"hmmmmm" Olivia melihat keatas berpikir "enggak. Gue kepikiran berbisnis mulai waktu smp"


"uuuwaaaaaawwwwww" kagum Darma dengan lebaynya.


"masih SMP udah berpikir berbisnis. Hebat sekali" kagum Darma.


Olivia menatap Darma. Dirinya merasa senang dapat di puji Darma. Seolah semesta menerangi hatinya seketika. Tapi Dirinya penasaran dengan kehidupan Darma ketika di SMP seperti apa. Apakah dirinya sejahat di SD, ataukah sebaik yang sekarang?


"oh yah, kalo lo. Apa cita-cita lo waktu kecil?" tanya Olivia.


"aku?" tanya Darma menunjuk dirinya sendiri.


"iya"


"waktu TK, aku bercita-cita menjadi..." Darma mengingat kembali cita-citanya waktu TK.


"haha" Dia terkekeh mengingatnya.


"kenapa tertawa?" tanya Olivia.


"cita-citaku menjadi bidadari"


"hah?" kaget Olivia "haha" diapun terkekeh.


"itu benar" Darma meyakinkan.


"masa cowok jadi bidadari!"


"yah namanya juga anak TK"


"haha... Gue juga gak gitu-gitu amat. Terus bagaimana pendapat teman-teman lo dulu?"


"mereka kagum padaku. Cuman orang tua mereka mentertawakanku"


"haha... Ternyata lo dari kecil emang aneh"


"iyah"


"aku dulunya berpikir pasti akan senang bila menjadi laki-laki pertama yang bisa jadi bidadari"


"haha" Olivia tertawa dengan gelinya.


Darma tersenyum. Olivia ternyata asik juga ketika di ajak bicara. Coba saja dia tidak galak dan jutek. Pasti dia akan akrab dengan Darma.


Tak terasa merekapun sudah berjalan jauh dari kantor. Tapi Olivia masih bingung kemana arah perjalanan ini?

__ADS_1


"hey mau kemana sih ini?" tanya Olivia.


"ke Destiny Mall" jawab Darma.


"kenapa tidak naik mobil gue saja"


"kan biar bisa liat cacing salto"


"hahhh" Olivia membuang napasnya kesal "mana?" ledek Olivia. Tak mungkin kan ada cacing bisa salto!


Darma pun berhenti di dekat pohon, kemudian menggali tanah di dekatnya. Olivia hanya diam menyaksikan apa yang pemuda itu lakukan. Dia akhirnya menemukan sebuah cacing tanah menggeliat.


"lihat Boss" tunjuk Darma.


"ih jorok banget sih"


"ayo salto cing!" ucap Darma pada cacing.


Olivia melihat Darma yang memerintah cacing itu. Dasar emang orang gila, benak Olivia.


"mana? Gak salto?" ledek Olivia.


"mungkin dia takut kalau ada Boss"


"takut kenapa?"


"di potong gaji haha" celetuk Darma. Entah kenapa Olivia langsung merasa kesal dengan ucapan Darma itu.


"hey" panggil Olivia kesal. Darmapun menoleh kearah Olivia.


"apa lo nyindir gue?"


"hehe... Eng-enggak" gagap Darma menatap Olivia. Ah kenapa dirinya membuat Olivia marah lagi. Dirinyapun membalikkan wajahnya terus menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"apa lo tak nyaman dengan kebijakan gaji gue?"


Darmapun menatap Olivia kembali.


"aku tidak nyaman" lanjut Darma.


Setelah mendengarnya Olivia menelan salivanya. Dirinya serasa menjadi orang yang di benci Darma. Tentunya pasti, dirinya selalu berbuat yang membuat Darma menderita.


"kalau begitu..." ucap Olivia.


"Wuaaaahhhhhhhhhh" teriak Darma melihat ke atas memotong ucapan dari Olivia.


Oliviapun melihat ke atas juga. Tetapi, apa yang bisa membuat Darma berteriak senang seperti itu? Dirinya hanya melihat pesawat yang melintas.


"kapaaaaaaallllll mentaaaaaaa duiiiiiiiiiiitttttt" teriak Darma.


"Woyyyyyy..... Kapaaaaaaallllll mentaaaaaaa duiiiiiiiiiiitttttt" teriaknya lagi. Olivia terkekeh melihatnya.


"kapal?" bingung Olivia. Apa maksudnya kapal? Apa Darma berhayal ada kapal yang berlayar di langit.


"itu boss ada pesawat!" tunjuk Darma.


"oh pesawat" di sunda pesawat itu disebut kapal.


"Woyyyyyy..... Kapaaaaaaallllll mentaaaaaaa duiiiiiiiiiiitttttt"


Oliviapun mendekati Darma "kenapa lo berteriak kayak gitu sih? Malu-maluin banget"


"hehe... Di tempatku kalau ada pesawat yang melintas kami selalu berteriak minta duit"


"biar apa?"


"enggak tahu. Seneng aja"


"tapi pernah ada yang kasih?"

__ADS_1


"Hehe... Enggaklah. Ini kami lakukan supaya kesenangan saja"


"unfaedah" ucap Olivia.


"ayo Boss coba? Biar rasakan kenikmatannya"


"hah?" Olivia terkekeh sinis "buat apa?"


"ayo" paksa Darma "apakah Boss Malu?"


"iyalah"


Darma tersenyum menatap Olivia. Ah jantung Olivia merasa berdetak kembali.


Kemudian Darmapun berjalan kembali. Olivia kembali mengikuti Darma. Hingga akhirnya merekapun sampai di Destiny Mall. Merekapun masuk ke dalam.


"aku tantang Boss lagi" ucap Darma.


"jadi lo bawa gue kesini" tunjuk Olivia kebawah "hanya untuk balas dendam?"


"hah?" kaget Darma. Kenapa juga harus balas dendam.


"tidak. Aku hanya ingin menantang Boss lagi. Yang waktu itu aku sudah terima kekalahanku karena..."


Olivia menatap Darma.


"Boss telah menerima boneka yang ku beri" Darma kemudian tersenyum.


Olivia berkedip lambat menatap Darma. Rasanya pria ini sungguh mengesankan di matanya. Kenapa selama ini Olivia selalu menyakitinya?


"Dan aku tak akan minta apapun jika menang"


"PD banget lo"


"harus dong PD mah"


"gue yang akan menang" tunjuk Olivia pada dirinya.


"kalau gue menang gue mau minta tiga permintaan"


"permintaan?"


"iya. Berani?"


"berani" angguk Darma.


Darmapun berjalan melangkahkan kakinya. Namun langkahnya terhenti ketika ada tangan yang memegang tangannya. Darmapun menoleh membalikkan badannya dan menatap orang yang menarik tangannya, Olivia. Tangannya masih dipegangnya.


"bentar" ucap Olivia "lo gak minta apapun?"


Darma masih menatap Olivia. Diapun langsung menaikan wajahnya ke atas, kemudian menatap Olivia kembali.


"iya" jawab Darma singkat. Bagi Darma kali ini dia hanya ingin menghibur Olivia saja.


Oliviapun menatap tangan yang di genggamnya. Lalu iya segera menarik kembali tangan yang menempel di tangan Darma itu.


"oh baiklah" jawab Olivia memalingkan wajahnya. Dia serasa tak mau memperlihatkan wajahnya. Malu bray!


"ayo" ajak Darma. Iapun membalikkan badannya kemudian berjalan menuju tempat bermain game.


"iya" jawab Olivia singkat.


Olivia lalu melihat tangan kanan yang tadi memegang tangan Darma. Rasanya tangan Olivia jadi seperti berkilauan. Iapun lalu tersenyum, mengepalkan tangannya lalu menempelkannya di dadanya. Olivia mencengkram erat tangannya dan tersenyum hangat merasa senang. Dia berhasil memegang tangan Darma.


Bersambung...


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Terima kasih buat kalian yang sudah membaca. Mohon maaf bila ada salah kata. Dan tidak mengenakkan yang aku tulis. percayalah aku hanya berusaha ingin menghibur kalian saja. Terima kasih.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan follow. Dan bila ada kritik saran silahkan untuk berkomentar.


Kansha hamnida ๐Ÿ’•


__ADS_2