
"Lo mau gue hajar heh?" ucap Olivia.
"Haaaaaaaaa!?!?!?" Darma berteriak sampai terdengar sampai keluar.
"pasti ada yang di smack lagi ama si boss!" ucap seorang pegawai diluar ruangan.
"aduhhhh Boss! Baiklah... baiklah aku minta maaf!" rengek Darma.
"sekali lagi lo melawan gue! lo bakal ******!" Olivia lalu melepaskan kunciannya.
Darma bangun memegang tangannya kesakitan. Wajahnya kemudian menatap Olivia Berbinar-binar.
"Wahhhhhh hebat sekali tadi!" kagum Darma dengan bersemangat yang membuat Olivia menganga kebingungan.
"Boss belajar dari mana? itu kalau lawan penjahat pasti keren!"
"?"
Olivia kebingungan setelah dia mengkunci lengan Darma bukannya dia kesakitan dan menjadi diam. Dia malah kegirangan. Pria yang aneh.
"coba bayangkan kalau aku bisa bela diri seperti boss... " Darma mengepalakan kedua lengannya.
"Ciaaaatttt.... Ciaaaaatttt..." dia memperagakan beberapa pukulan.
"penjahatnya pasti kalah, wahhh hebat!" Darma memegang pinggang.
Olivia pusing bukan main. Ingin dia memecat Darma tapi dalam kontrak dia harus mempekerjakan Darma dulu selama enam bulan. Juga dirinya belum puas membalas dan menghancurkan Darma.
"Lo ya! Gak puas-puas juga! " sentak Olivia.
"kenapa boss?" tanya Darma santai.
"Lo itu udah bikin salah, tapi gak ada rasa bersalah banget sih jadi orang"
"kan tadi saya sudah minta maaf boss!"
"ngelawan lagi!"
"yehhh siapa yang ngelawan kan tadi saya gak ngelawan waktu di smack ama boss!"
"hihhhhhh..." Olivia mengepal dan mengarahkannya ke muka Darma. Darma hanya merem kemudian membuka matanya terlihat sebuah pukulan tangan yang hampir menyentuh mukanya.
"maaf boss..."ucapnya.
"Ya udah gini aja. Boss hukum saya lagi aja! Biar boss puas!"
"ide briliant!"
"tapi boss harus maafin saya!"
"iya!"
"kalau begitu katakan! apa hukuman saya?"
"baiklah, gue mau hukumanmu agak berguna sedikit!" Olivia menaruh telunjuknya berpikir.
"Ok! Hukumanmu adalah kamu harus..."
Darma melihat ke arah Olivia penuh dengan ketegangan.
"Cuciin mobil saya tiga hari sekali pada waktu subuh"
Darma dengan santainya menatap Olivia. Menghembuskan nafasnya. Darma pasrah akan hukuman itu.
"baiklah" jawabnya.
Olivia membalikan badannya kembali ke mejanya. Darma berdiri tertegun disana.
"Boss apakah saya ada kerjaan lagi hari ini?"
"ouh yah nanti setelah istirahat kerja, temenin gue pergi untuk memeriksa kinerja di toko Destiny media"
"wahhhh itu pasti asik"
Olivia melihat Darma tajam.
"apa boss sering mengunjungi Toko itu? Atau cuma seminggu sekali? Atau sebulan sekali? Atau..."
"tolong jangan banyak basa-basi" Darma diam berhenti berbicara
"Dan jangan so akrab dengan gue!" Olivia menatap Darma tajam.
Darma melihat tatapan mengerikan itu. Membuatnya bertekuk terdiam.
hahaha... Darma malah tertawa.
__ADS_1
"kenapa kamu tertawa?"
"bukannya atasan sama bawahan itu harus saling mengenal dan akrab ya! Agar terbangun chemistrynya. Dan juga bisa saling percaya"
"mau gue pecahkan pala otak lo!"
"kenapa boss marah? Bukankah itu benar! Lalu bagaimana caranya saya menjadi asisten boss jikalau saya tak akrab sama boss"
"pokoknya jangan so akrab! Itu adalah perintah! Lagian akrab dengan Asisten, apa untungnya? Lo itu tinggal nurutin perintah gue. Itu kerjaan lo. cukup!"
"kita lihat saja nanti boss!" Darma tersenyum
"aku pasti bisa membuat boss bisa akrab denganku" lanjutnya.
Olivia semakin jengkel pada Darma yang selalu menjawab dirinya.
"Disaat itu juga lo udah gak bakal disini lagi!"
Darma menelan salivanya.
"tahu kenapa?" tanya Olivia.
"gak boss"
"karena umur lo hanya enam bulan disini. Karena lo tak akan gue jadikan pegawai tetap! Yah salah sendiri sih buat masalah sama atasan!"
Darma terdiam tak berkutik. Seharusnya dia dari tadi diam dan menuruti perkataan Olivia saja. Tapi dia malah berani melawan bahkan menceramahinya. Sekarang dia punya umur bekerja di sana hanya enam bulan. Apa yang harus dia lakukan?
Darma lantas kembali tersenyum.
"baiklah boss akan saya manfaatkan waktu enam bulan itu sebaik mungkin" ujarnya.
Olivia tak mau menghiraukan pemuda ini. Dia sedikit heran padahal dirinya sudah terpojok tapi masih bersikap tenang. Luar biasa.
Olivia berpikir kembali. Sepertinya enam bulan itu cukup lama. Dia sudah tak tahan melihat Darma. Rasanya ingin dia memecatnya, namun dia merasa balas dendamnya belum puas.
"ah tidak! Gue kurangin umur lo menjadi 3 bulan aja deh"
Darma melotot tercengang. Kini umurnya di perusahaan ini semakin berkurang. Dia semakin bingung. Apa dia harus memohon?
"kok bisa boss?"
"yah terserah gue dong! Gue yang punya ini perusahaan!"
"SUDAH" sentak Olivia.
"MAU GUE KURANGIN UMUR LO LAGI HEH?"
"baiklah boss" pasrah Darma.
"sudah sekarang ini bagikan dokumen ini ke Staff management!" Olivia menyodorkan beberapa lembar kertas.
Darma mengambil kertas tersebut.
"Management itu di lantai 12 ya boss?" Darma melihat ke arah lembar kertas itu. Olivia hanya diam tak menjawab.
"boss..." panggil Darma, tapi Olivia masih diam menatap layar laptopnya.
"Boss..."
"boss..."
"BOOOOOOSSSSS!!!" teriak Darma yang langsung mendobrak telinga Olivia. Olivia sangat sangat jengkel pada pemuda ini.
"IYA" ucap Olivia dengan nada tinggi.
"KAMU SUDAH TAHUKAN! NGAPAIN NANYA! PAKE TERIAK-TERIAK LAGI TAK SOPAN!" Olivia meninggikan suaranya sebal.
"yah kan takut salah boss" Darma dengan santainya.
"kan bisa nanti tanya orang-orang disana!"
"tapikan ke boss lebih cepat. Boss kan pemilik perusahaan ini jadi sudah pasti tahu semuanya"
Urat-urat kepala Olivia sudah berawut-awutan. Begitu menyebalkannya pemuda ini. Yah walaupun yang menyebalkan Olivia sih.
"sekarang sudah tahukan? Cepat pergi!"
"baiklah boss! Maaf bila saya menyebalkan boss" Darma menundukan kepalanya. Pergi menjalankan tugasnya.
"Emang!" ujar Olivia Selepas Darma pergi.
*****
Jam istirahat kerjapun tiba. Darma pergi menuju tempat ibadah yang di sediakan kantor itu di lantai satu bawah.
__ADS_1
Namun niatnya terhenti melihat Olivia yang tengah asik melihat layar laptopnya melihat Drama kesukaanya Teletubies Mencari Cinta.
Darma menghampiri wanita itu.
"Boss sekarang udah waktunya Dzuhur"
"terus?"
"Boss sedang tidak PMS kan?"
"pertanyaan apa itu? tak sopan!"
"ayo kita shalat bersama-sama" ajak Darma.
"sudah gue bilang jangan so akrab ya!"
"bukan begitu boss, aku hanya ingin mengajak boss saja"
"gue sedang malas. Sana pergi saja sendirian"
"ihhh gak baik boss, jangan malas-malasan beribadah"
"ih bodo. Yang penting gue sukses"
Busyet dah sombong banget ini orang. Pikir Darma.
"justru berterima kasihlah boss sama tuhan, boss sudah diberi kesuksesan yang melimpah ini"
Olivia beerdiri.
"Orang kaya lo berani ceramahin gue lagi!"
"yah kan boss muslim. Sesama muslim itu saudara. Dan Sesama saudara harus saling mengingatkan"
"yah kalau gue gak mau. Bebas dong! Inget ya gini-gini juga gue pernah ngaji. Tidak ada paksaan dalam hal beragama"
"Iya bener. Tugasku hanya menyampaikan dan hidayah itu dari Allah. Tapi seenggaknya kan berusaha mengingatkan sampai boss mau!"
"kalau gue tetap gak mau lo mau apa?"
"ya baiklah itu terserah boss. Tapi aku tak akan berhenti untuk mengingatkan boss!"
"lo mau gue pecat?"
Darma tertegun diam karena perkataan Olivia.
"kenapa?" tanya Olivia tersenyum mengejek.
"lo akan ingetin gue teruskan?"
"pasti" jawab Darma dengan penuh keyakinan.
Olivia menatap heran dengan pemuda ini. Padahal sudah di ancam dengan pekerjaannya. Dia tetap bersikukuh mau mengingatkannya.
"ini pesan terakhirku untuk hari ini boss!"
Olivia melirik ke arah Darma.
"shalatlah sebelum engkau di shalatkan!" Darma lalu berjalan menuju musola yang di sediakan di kantor ini.
Kirain Darma mau mengucapkan kata-kata yang akan membangkitkan semangat ibadah Olivia. Tahunya malah mengatakan kata-kata yang selalu orang lantunkan.
Olivia melanjutkan menyaksikan laptopnya. Tak menghiraukan semua ucapan dari Darma.
****
Darma mengambil air wudlunya. Membasuhkan ketempat yang diperintahkan. Sungguh Menyejukan jiwanya ketika air wudlu membasahi kulitnya. Darma kemudian shalat secara munfarid. Namun ketika rakaat terakhir dia malah kentut.
Preeeetttt...
"astagfirullah... Padahal sedikit lagi"
Darma kemudian mengambil air wudlu kembali. Ketika dia ingin shalat, dia bertemu dengan orang yang ingin shalat juga. Merekapun shalat berjamaah dengan Darma sebagai Imamnya.
Bersambung...
: *•.¸˚*•.¸*•.¸☆ ː̗̀☀̤̣̈̇ː̖́ ☆¸.•*˚¸.•*´¸.•*˚
˚*•.¸`*•.¸˚*•.¸.•*˚¸.•*´¸.•*˚
<3•‧::‧※☺ LOVE U READERS ☺※‧::‧•<3
,.•*´¸.•*˙,.•*´˚*•.,˙*•.¸*•.,
,.•*´¸.•*˙,.•*´ ★ ː̗̀☀̤̣̈̇ː̖́ ★ *•.,˙*•.¸*•.,
__ADS_1