The Garabagan

The Garabagan
Episode 19 : Cobaan dan Cobaan


__ADS_3

Hari ketiga berakhir, Darma kali ini benar-benar sial. Ia tidak makan di kantin bersama Diana karena dia baru bisa menggunakan jatah makannya mulai minggu besok lagi. Hari ini baru hari Kamis, tiga hari lagi baru dia bisa menggunakan jatah makannya kembali.


Hari berikutnya, Darma begitu lelahnya membersihkan semua lantai karena hukuman dari Olivia. Walaupun letih Darma tak lepas dijahili Olivia. Kali ini di kursinya ditempeli Lem. Sehingga ketika duduk, kursi itu menempel di bokongnya. Olivia sedang pergi dari ruangannya saat itu. Ia melihat tingkah Darma lewat CCTV di sebuah ruangan. emang niat ya!


Darma melepas kursi itu secara paksa. Membuat celananya robek di bagian bokong.


Sreeeeeekkkkkk!!!


Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! teriak Darma.


Dia harus menanggung malu hari itu. Karena Olivia tak peduli pada celana sobeknya Darma. Ia harus profesional bekerja, harus bekerja di setiap waktu apapun yang terjadi kecuali ketika sakit.


Dia di suruh hilir mudik mengerjakan sesuatu ke semua lantai. Semua pegawai


tertawa renyah melihat celana sobek Darma. Darma benar-benar sangat malu hari itu.


Diana yang juga melihat Darma ikut tertawa renyah dengan pegawai lain. Habislah! Diana pasti tak mau berteman lagi dengan Darma karena ilfil, itulah yang ada dipikiran Darma kala itu.


"Haha habislah reputasi lo!" ucap Olivia tertawa jahat.

__ADS_1


Darma mencari sarung ke mushola untuk menutupi celananya yang sobek. Tapi setelah di cari tidak ada. Aneh, padahal kemarin-kemarin ada. Tapi sekarang entah kemana menghilang. Seolah-olah benar-benar sudah di rencanakan. Darma hanya bisa sabar dengan semua ini.


Hari berikutnya, pada hari sabtu di waktu subuh dini hari Darma tiba di gerbang rumah Olivia untuk mencuci mobil punya Olivia. Pada hari selasa lalu Olivia memberikan alamat rumahnya pada Darma untuk tanggung jawab akan hukumannya.


"Wissssshhhhh Gede banget!!!" kagum Darma yang melihat rumah Olivia layaknya Istana.


"ada perlu apa mas?" ucap satpam penjaga gerbang di sana.


"ah itu aku disuruh cuci mobil Boss Olivia" jawab Darma.


"emang apanya Olivia?"


"ouh baiklah" Satpam itupun membuka gerbangnya. And wellcome to the castle of Olivia!


"Indahnya tempatnya!" kagum Darma.


Dia melihat begitu banyak bunga-bunga menghiasi halaman rumah Olivia.


Akhirnya Darma melihat 4 mobil mewah terparkir di halaman rumah. Dia langsung bergegas mengahampiri 4 mobil itu, kemudian seperti yang di perintahkan Olivia, dia mencucinya.

__ADS_1


Setelah selesai mencuci mobil Darma diam di sana bersama satpam mengobrol sambil menunggu Olivia agar bisa bareng berangkat ke kantornya. Oliviapun keluar dari istana megahnya kemudian memasuki mobil miliknya setelah itu menyalakan mobil dan menjalankannya. Di gerbang Olivia berhenti sejenak, menunggu satpam membukakan gerbangnya.


"Selamat pagi boss" sapa Darma.


Olivia menurunkan kacamata yang dipakainya menoleh ke arah Darma, kemudian memalingkan wajahnya ke depan tak menjawab sapaan Darma. Setelah gerbang di buka, Olivia melajukan mobilnya meninggalkan Darma disana. Darma melihat kepergian mobil Olivia. Dia sadar emang tak sepatutnya dia bareng dengan orang seperti Olivia. Kastanya terlalu beda jauh, padahal di jaman sekarang kasta sudah ditiadakan. Tapi ternyata masih berlaku pada Olivia toh!


Darma lalu pamit ke satpam, dan berangkat kerja dengan menaiki angkutan umum.


Seperti biasa Darma membersihkan dulu semua lantai selama seminggu ini, seperti yang disuruh Olivia. Namun seperti hari biasanya masih ada yang melakukan hal yang tidak patut kepadanya. Kali ini setelah usai sholat dzuhur, dia memakai sepatunya. Terdapat beberapa duri sehingga membuat kakinya berdarah. Darma mulai kesal, tapi dia kembali beristigfar dan bersabar. Bukan hanya itu pada hari itu juga ketika sedang di Studio di lantai 12 dari atas ada yang menjatuhinya sebuah telur dan tepung sehingga membuat dirinya kotor. Seseorang di sana berbicara dan meminta maaf pada Darma bahwa itu adalah kecelakaan. Darma hanya tersenyum dan mempercayai orang itu.


Hari berikutnya, Di hari minggu setelah selesai membersihkan semua lantai. Saat itu dia bingung tengah bingung, mengapa pintu ruangan Olivia di kunci padahal saat itu sudah pukul 08.20 WIB. Akhirnya ada pegawai yang memberitahunya bahwa Olivia di hari minggu libur dari pekerjaannya. Kenapa dirinya tak di kasih tahu? Darma merasa dirinya seperti tak di akui diperusahaannya!


Kemudian Daniel menghampiri Darma.


"woy soplak!" ujarnya.


"apa?" jawab Darma singkat.


"ada pekerjaan buat lo! Ini dari boss Olivia!"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2