The Garabagan

The Garabagan
Epesode 89 : Aku Minta Maaf


__ADS_3

"Assalamualaikum" salam Darma kemudian pergi meninggalkan Laila.


"Waalaikumsalam" jawab Laila dengan pandangan kosong.


Darmapun melangkahkan kakinya pergi dari sana, di ikuti Olivia mengekor mengikuti Darma. Sementara Laila terdiam mematung menatap kepergian mereka.


Entah kenapa badan Laila menjadi lemas. Dia mulai duduk di kursi yang ada di sana. Sakit rasanya hati Laila menerima kenyataan pahit bahwa Darma menyukai Olivia.


"tentu saja yah! Boss dengan Darma kan selalu bersama. Darma pasti sudah menyukainya" batin Laila.


"tapi tunggu. Boss kan tidak menyukai Darma? Bisa saja Darma di tolak kan?" Laila mulai teringat Olivia tadi bilang tidak menyukai Darma.


"Aaaaaahhhhhh" teriak Laila kesenangan.


"ku rasa aku harus melihat Darma menembak Laila" pikir Laila.


"biar pas Darma sedih... " Laila mulai membayangkan ketika Darma sedih ketika di tolak oleh Olivia.


"maaf Darma, kamu terlalu baik untuk aku" jawab Olivia.


"tidak Oliv... Aku tak bisa hidup tanpamu"


"tidak Darma" Olivia meninggalkan Darma. Ah Darma dicampakkan.


Dan ketika Darma dilanda kesedihan di saat itulah Laila muncul menggunakan pakaian pahlawan super. Laila membuat Darma melupakan kesedihannya, dirinya selalu menghibur dan yang selalu ada buat Darma. Hingga akhirnya Darmapun jatuh cinta kepadanya.


"Laila aku cinta sama kamu" ucap Darma.


"Darma..." Laila memandang Darma dengan penuh hati.


Hingga akhirnya Darmapun kemudian memeluk Laila. Namun di kenyataan Laila hanya memeluk angin. Ah kenyataan memang tak seindah dengan ekspektasi.


"kamu kenapa?" tanya temannya yang bekerja di kantin, dia bernama Lily.


"ah..." Laila tersadar dari bayangannya.


"tidak..." jawab Laila. Laila mulai kepikiran dia harus menyaksikkan sendiri dengan matanya, Darma menembak Olivia.


"aku pergi dulu yah!" pamit Laila. Lailapun pergi dengan segera menyusul Olivia dan juga Darma.


****


"lalu kenapa Boss tidak menyukai Darma?" tanya Laila.


"Dia itu tidak kompeten, sifatnya juga norak, terus berisik, terus suka joged-joged gak jelas, cerewet, suka bicara gak jelas..."


".. Lah pokoknya aku gak suka dia lah"


Mengingat hal itu Darma yang tadinya senang berusaha menjadi pendiam. Dia mulai sedikit menjauhi Olivia.


Olivia melihat perubahan sikap Darma. Mungkinkah karena tadi perkataannya.


"maaf" ucap Darma menundukkan kepalanya.


"aku memang norak yah? Hehe" tanya Darma kemudian terkekeh.


"Darma aku..." Olivia berusaha mengatakan dirinya menyesal dan teringin meminta maaf pada Darma, akan tetapi perkataannya terhenti kala satu tangan Darma mengangkat.


"aku tahu" Darma tersenyum.


"itu memang sifatku" lanjut Darma. Darma menjatuhkan lututnya kelantai memohon.


Olivia jadi semakin tidak enak hati pada Darma. Melihatnya seperti itu membuat hatinya teriris. Dia jadi bingung harus berbuat apa?


"Darma berdirilah" Olivia memegangi kedua bahu Darma untuk membangunkannya.


"aku tahu aku cerewet, tidak bisa diam..." Darma menatap Olivia.


"kurasa memang benar, aku seharusnya membedakan bicara pada atasan"

__ADS_1


"jadi Boss aku minta maaf"


"Aku benar - benar minta maaf"


"Darma..." Olivia tak kuasa melihat Darma yang meminta maaf seperti itu "kau tidak..."


"aku tidak bisa membedakan orang. Aku selalu berbicara kepada siapapun, tanpa tahu mereka nyaman padaku atau tidak..."


"Darma..." Olivia berusaha menenangkan Darma akan tetapi Darma terus mengoceh.


"Boss tahu? Bahkan ketika aku sendiri kemudian ada semut yang lewat. Semut itu aku ajak ngobrol"


"Darma..." panggil Olivia kembali sambil membuatnya terus berdiri, akan tetapi Darma tetap bersikukuh pada posisi memohon pada Olivia.


"aneh memang. Tapi itulah aku, aku selalu ingin berbicara. Sifatku dari kecil emang cerewet..."


"Darma..." Olivia mencoba memanggil Darma akan tetapi Darma tidak mendengarkan Olivia.


"jadi mulai sekarang aku tidak akan cerewet lagi..."


"Darma sudah tidak..."


"aku tidak bisa janjihihihi..." Darma memegangi kedua tangan Olivia " tapi aku akan berusaha"


"Darma...iya aku maafkan"


"mulai sekarang aku tidak akan cerewet lagi. Itu bukan sebuah janji tapi aku akan berusaha Boss"


Para pegawai yang melintas melihati bahkan diam di sana untuk menyaksikkan Darma yang tengah memohon pada Olivia. Olivia melihati para pegawai itu, diapun merasa sedikit malu.


Disaat Darma yang sedang memohon pada Olivia agar di maafkan. Lailapun sampai di depan lift. Dia kaget melihat kejadian itu. Sampai - sampai dia menganga dan di tutup dengan tangan kanannya. Yang Laila bayangkan bukanlah Darma yang memohon meminta maaf, Tapi..


"sebegitu cintanya Darma sama Olivia, sampai - sampai memohon seperti itu?" batin Laila terheran - heran.


"jadi bila aku membuat Boss tidak nyaman maafkan aku"


"iya aku maafkan, tapi kamu berdiri dulu" Olivia memegangi pundak Darma dan sembari melihat ke sekitar.


"iya iya Darma" Olivia berusaha membangunkan Darma, akan tetapi Darma masih tetap bertahan dengan posisi memohonnya.


"Aku tidak akan cerewet lagi Boss..."


"ini kamu berbicara banyak loh" jawab Olivia mulai bingung dengan sikap Darma.


"Hah? Jadi aku melakukannya lagi?" tanya Darma.


"iya iya" jawab Olivia "sekarang berdirilah"


"hueeekkkkk..." Darma malah menangis di buat - buat.


"Boss sekali lagi aku minta maaf" Darma kembali menempelkan kedua tangannya meminta maaf.


"aku tak akan cerewet lagi..."


"iya iya Darma" panik Olivia.


"ini bukan janji, tapi aku akan berusaha" ujar Darma.


"iya Darma" Olivia bingung harus berbuat apa, dia merasa malu dilihati para pegawainya.


"kalau aku berjanji, aku takut mengingkarinya. Nanti malah jadi Dosa..."


"iya Darma..." Aaaaaaahhhhh ingin Olivia teriak di sana, dia benar - benar bingung menghadapi sikap Darma.


"kalau aku Dosa nanti aku masuk neraka..."


"iya Darma"


Laila jadi semakin bingung, mengemis cinta macam apakah itu?

__ADS_1


"dan Neraka itu panas Boss... Aku tak kuat bila di bakar di neraka"


"iya Darma bangunlah" Olivia berusaha membangunkannya.


"Neraka?" heran Laila. Laila berpikir, Mungkin hidup Darma akan seperti di neraka kalau hidup tanpa Olivia.


"owhhh kasihan sekali kamu Darma, begitu dalam cintamu pada Olivia?" iba batin Laila.


"Dan Boss bayangkan yah. Sehari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia"


"kenapa kamu malah ceramah?" bingung Olivia.


"aku jadi teringat dosa ini" ujar seorang pegawai dekat Laila yang menyaksikkan kejadian itu.


"astagfirullah" lima orang beristigfar mengingat dosa mereka.


"eh?" bingung Laila. Ada juga yah pengakuan cinta sampai membuat orang mengingat dosa seperti ini.


"jadi itu bukan janji. Tapi aku akan berusaha sekuat tenagaku untuk menahannya"


"menahan apa?" tanya batin Laila.


"jadi terima lah permohonan..."


"IYAAAA DARMAAAA AKU TERIMAAAAAA" teriak Olivia. Maksudnya terima maaf darimu, gitu.


"hah?" kaget Laila tak percaya.


"Olivia menerima cinta Darma?" batin Laila tak percaya. Kini hati Laila seperti ada yang menyerang, terasa sakit sekali. Seperti di tusuk oleh sebuah pedang. Laila merasa hening tak bisa mendengar suara lagi di sekitarnya.


Dia melihati Darma yang sedari tadi mengoceh, kemudian terdiam tak percaya dengan apa yang di katakan Olivia. Darma mulai tersenyum kemudian berdiri menghadap Olivia. Laila tak sanggup lagi melihatnya, diapun dengan segera pergi berlari menjauh dari tempat itu. Sungguh sakit rasanya hatinya untuk melihat itu semua.


"maksudnya terima apa Boss?" tanya Darma bingung.


"aku terima maaf kamu" lanjut Olivia.


"Wuahhhh benarkah?" ucap Darma tak percaya menutupi bibirnya dengan kedua tangannya.


"iya" angguk Olivia tersenyum. Astaga orang ini, benar - benar orang yang unik. Perasaan Olivia yang tadinya semrawutan, Kini perasaan Olivia jadi ingin tertawa mengingat kejadian permohonan maaf Darma barusan. Belum pernah ada mungkin, sepanjang hidupnya yang meminta maaf seperti itu.


"hehe" akhirnya Olivia terkekeh tak kuasa menahan lekukan bibirnya.


"kenapa Boss?" bingung Darma.


"tidak... Haha hanya ingin ketawa saja" jawab Olivia dengan terkekeh.


"apa Boss benar-benar memaafkan ku?" tanya Darma memastikan.


"tentu sajalah haha"


"kok Boss malah ketawa? Aku gak sedang melawak loh"


"iya aku maafkan seriusan" Olivia mengacungkan dua jari pertanda sumpahnya.


"wahhhh senangnya" senang Darma.


"tapi dengan satu syarat" Olivia mengcungkan jari telunjuknya.


"ehhhh apa syaratnya?"


"jangan hilangkan sifat cerewetmu itu"


"eh kenapa? Bukankah Boss membencinya?"


"aku menyukainya" sahut Olivia secepat kilat.


"hah?" kaget Darma.


Olivia membulat kaget. Dirinya barusan mengucapkan kata suka? Astaga Pipi Olivia langsung memerah. Jantungnya berdebar kencang kembali. Dia tak sadar dengan apa yang dikatakannya barusan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2