The Garabagan

The Garabagan
Epesode 77 : Madang


__ADS_3

Musik bersenandung di dalam mobil yang tengah di kendarai Olivia. Olivia dan Darma ikut bernyanyi mengikuti irama.


"Begadang boleh sajaaaaaa...."


"asal ada makannya"


"haha" Olivia tertawa.


Akhirnya merekapun telah tiba di depan Destiny Mall tepat di waktu ashar. Oliviapun memarkirkan mobilnya.


"ah adzan Boss" ucap Darma.


"iya"


"ayo ke mesjid dulu"


"aku lagi dapet"


"dapet apa?"


"dapet tinta merah hehe"


"ouhoho haha"


Mereka berduapun keluar dari kendaraan roda empat itu, kemudian pergi menuju mushola yang berada di dekat Mall.


Darma melakukan ritual ibadahnya, sementara Olivia duduk menunggu di luar. Setelah Darma selesai berdoa, diapun berjalan ke luar menghampiri Olivia.


"wah Boss menungguku?" tanya Darma kaget.


"iya" jawab Olivia tersenyum.


"aku menunggumu" lanjut Olivia.


"kalau begitu ayo" ajak Darma.


"ayo" Merekapun berjalan masuk menuju Destiny Mall dan menuju tempat Destiny Restaurant berada.


Di saat berjalan Olivia selalu melihat tangan Darma yang berayun ke depan dan ke belakang. Dia terus melihatnya, dan tidak mendengarkan Darma yang tengah mengoceh. Dia hanya fokus pada tangan yang di tatapnya itu.


"kapan yah aku menggenggam erat tangannya" batin Olivia.


Tangannya mencoba memegang tangan dari Darma. Seperti ada dorongan dari hatinya untuk bisa menggenggam tangan dari Darma.


"...nah habis itu Teletubbies nya ti jurulung" Darma menatap Olivia. Otomatis Olivia langsung jadi kaget seketika.


"ohoh gitu" jawab Olivia.


"iya" jawab Darma tersenyum.


"Oh yah Boss..." panggil Darma.


"iya" jawab Olivia.


"apa pekerjaanku di Destiny Restaurant?"


"hmmm... Apa yah?"


"apa coba?"


"kerjanya cuman makan" jawab Olivia.


"hah?" kaget Darma.


"haha... Boss bercanda kan?"


Olivia hanya tersenyum menjawab pertanyaan dari Darma itu.


Oliviapun kemudian duduk di tempat yang kosong. Darma terdiam sembari berdiri. Benarkah pekerjaannya hanya makan?


"ayo cepat duduk" suruh Olivia.


"oh iya" jawab Darma.


Darmapun lalu duduk di kursi dekat Olivia. Dia sedikit bingung, kenapa Olivia membawanya ke restaurant. Apa sebenarnya pekerjaan Darma disini?


Seorang pelayan pun datang membawa buku menu makanan di kedua tangannya.

__ADS_1


"nyonya Olivia" sapa pelayan itu.


"iya" jawab Olivia.


"silakan mau pesan apa nyonya?" tanya pelayan itu sembari menyodorkan buku menu.


"Darma kamu mau pesan apa?" tanya Olivia pada Darma yang tengah melihat ke sekeliling restaurant. Dia melihat kebanyakan yang berada di restoran itu adalah sepasang lelaki dan perempuan. Nampaknya Mereka adalah sepasang kekasih


"kenapa banyak yang pacaran di sini?" heran batin Darma.


"hey Darma" panggil Olivia.


"i-iya" jawab Darma menoleh ke arah Olivia.


"mau pesan apa?" tanya Olivia kembali.


"ehhhh..." kaget Darma.


"ayo di pilih"


"yang benar?" tanya Darma memastikan.


"iya" jawab Olivia tersenyum.


"benarkah?" tanya Darma kembali memastikan.


"iya"


"hahhhhh!?" kaget Darma kembali.


"yang benar?"


"iya cerewet" jawab Olivia.


"pesananku sama Boss aja"


"kalau begitu pesan ini dua"


"baiklah nyonya" jawab pelayan itu. Kemudian membungkuk, lalu pergi.


"jadi kita kesini hanya makan saja?"


"iya"


"tapi kenapa gak di kantin kantor saja Boss?"


Olivia menghembuskan napasnya kesal. Sebenarnya kemarin dia melihat dan mendengar perbincangan Darma dan Laila ketika di kantin.


"enak?" tanya Laila, setelah Darma mencicipi masakannya.


"wahhh enak" jawab Darma dengan senangnya.


Olivia melihat di meja dekat dengan mereka, hanya berjarak tiga meja. Dia menutupi wajahnya menggunakan proposal Diana.


Laila pun melihat noda bekas makanan di dekat bibir Darma. Dengan segera iapun mengusap noda itu. Darma benar-benar terkejut dengan apa yang di lakukan Laila barusan.


Olivia menatap Laila sebal. Hatinya merasa terbakar. Oleh sebab itu kini dia membawa Darma ke Destiny restaurant.


"mulai sekarang, kamu boleh makan disini"


"hah?"


"gratis" lanjut Olivia.


"kan di kantor juga gratis" jawab Darma.


"kenapa harus jauh ke sini?" heran Darma.


"yah karena..."


"aku tidak ingin kamu bersama Laila" lanjut batin Olivia.


"karena?" bingung Darma.


"karena di sini enak" jawab Olivia.


"di kantor juga enak Boss" jawab Darma kembali.

__ADS_1


"terlebih lagi masakan Laila. Wuahhh sungguh enak. Boss harus coba"


Olivia merasa jengkel dengan perkataan Darma. Dia merasa tidak suka Darma memuji - muji Laila.


"kamu suka cewek yang bisa masak yah?"


"eh?" kaget Darma.


"pastinya ya! Semua lelaki pasti mengidamkan wanita yang bisa masak" Olivia menundukan kepalanya.


"Hah... Aku jadi merasa tertinggal dari Laila" batin Olivia.


"enggak juga" jawab Darma. Olivia langsung menatap Darma.


"mau bisa masak atau tidak itu bukanlah masalah" jawab Darma tersenyum.


"yang penting hatinya sefrekuensi"


"kalau tidak bisa masak. Nanti setelah menikah tinggal belajar bersama - sama saja. Dan ketika..."


"makanan terhidang" potong Olivia "kita akan tertawa bersama karena tahu bahwa masakannya ke asinan akibat kebanyakan garam" Olivia tersenyum memandang Darma.


Darma menatap Olivia. Ternyata Olivia sudah tahu.


"mungkinkah karena saat itu?" batin Darma. Dirinya mengingat ketika Dirinya pulang dari Destiny Mall bersama Laila.


"Boss sudah tahu yah" Darma menundukkan kepalanya.


"kamu pernah punya kekasih sebelumnya?" tanya Olivia.


Deg... Deg... Jantung Darma berdebar kencang mendengar pertanyaan dari Olivia tersebut. Apakah maksud dari pertanyaan ini?


"hehe Boss ini. Kenapa bertanya seperti itu?" Darma jadi salah tingkah jadinya.


"aku hanya ingin tahu" jawab Olivia.


"ayo jawab" tekan Olivia.


Darmapun menggelengkan kepalanya.


"tidak punya. Aku belum pernah pacaran" jawab Darma.


Deg... Deg... Olivia jadi merasa senang. Darma sejauh ini belum punya wanita.


"kenapa?" tanya Olivia.


"entahlah. Mungkin aku ini seperti nabi Adam. Tidak mempunyai mantan" jawab Darma tersenyum. Olivia jadi tersenyum menatap Darma sembari menopang dagu dengan tangannya.


"Dan mudah-mudahan nantinya juga tidak ada orang ketiga" lanjut Darma.


"Aamiin" jawab Olivia tersenyum.


"oh yah? Apa kamu tidak ada niatan poligami nantinya?"


"hah?"


"bukankah poligami itu hal yang sangat di sukai lelaki?"


"tidak semuanya. Aku mah satu aja udah cukup" jawab Darma.


"Hmmmm... Aku tidak tahu kamu itu munafik atau tidak?"


"hehe... Terserah Boss saja. Mau percaya atau tidak itu urusan Boss. Tapi aku tak akan pernah lepas dari prinsipku"


" Biasanya kebanyakan lelaki itu mulutnya di penuhi oleh janji - janji manis. Menjanjikan ini itulah, tapi akhirnya tidak menepati janjinya"


"Jika Boss sering bertemu dengan lelaki dengan mulut manis, bukan berarti semua lelaki itu sama. Boss hanya belum menemukannya saja"


"aku harap bisa menemukannya ya"


"Aaminn"


"haha" mereka berduapun tertawa dengan renyahnya.


Olivia menatap Darma, dirinya jadi semakin penasaran dengan sosok Darma. Benarkah dia seorang lelaki yang cukup hanya dengan satu wanita?


Kalau benar, Ah Olivia sangat ingin memlikinya.

__ADS_1


Pelayanpun datang membawa makanan dan menaruhnya di meja. Darma dan Olivia pun lalu baca do'a kemudian mulai menyantap makanannya.


Bersambung...


__ADS_2