The Garabagan

The Garabagan
Episode 47 : Orang Gila


__ADS_3

*****


Di pagi hari, Darma telah selesai membersihkan mobil-mobil milik Olivia. Seperti biasa, selama tiga hari sekali, dirinya harus ke rumah Olivia untuk membersihkan semua mobil milik Olivia. Sekarang itu bukan dijadikan hukuman lagi, melainkan bagian dari pekerjaannya. Soal semalam dia di tampar oleh Olivia. Ahah Darma sudah melupakannya, dia sudah memaafkan Olivia. Tapi itu adalah pengalaman pertama kali Darma ditampar oleh wanita. Ya ampun.


"selamat pagi Boss" sapa Darma pada Olivia yang sudah keluar dari Big Castle nya.


"Pagi" jawab Olivia dengan wajah lelahnya. Darma menatapnya bingung.


Semalaman Olivia tak bisa tidur. Di kamarnya Olivia begitu malu dan terus teringat kejadian saat menuduh dan menampar Darma.


"Aaaaaaaaaahhhhh!!!" teriaknya sembari duduk di atas kasur tempat bobo cantiknya.


"kenapa gue sebodoh itu sih"


"kenapa gue asal tampar dia" terus Olivia malah teringat Darma berduaan dengan Laila yang membahas soal menikah.


"kenapa gue sebal dengan mereka berduaan sih"


"Ahhhhhhhhhh..." Dia lalu menjatuhkan dirinya ke kasur empuknya itu.


"tapi...." Olivia memiringkan posisi tidurnya. Mengingat saat menampar Darma.


Plaaaaaakkkkkk!!!


Via kaget dengan yang dia lihat. Kucing yang tadi di selamatkan Darma langsung lari ke area perumahan. Kini Darma memegangi pipinya yang ditampar. Kemudian menatap Olivia bingung.


"haha" Olivia tertawa mengingatnya "rasakan tamparan gue!" Olivia malah senang.


"tapi..." Olivia mengingat saat Darma di jahili olehnya "kasihan juga"


"yahah" Darma tersenyum. Olivia menoleh ke arah Darma.


"kalau itu mah kan besok jadwal aku untuk membersihkan Kendaraan Boss"


Olivia diam. Kenapa Darma masih bisa tersenyum. Padahal dirinya sudah di tuduh dan ditampar oleh Olivia.


"Kenapa ketika memikirkannya membuat jantung gue berdebar?" tanya Olivia pada dirinya.


Olivia teringat senyuman Darma "Dia Begitu sabar sekali" lamun Olivia dengan lengkungan bibirnya kesamping, yah dia tersenyum di imbangi pipinya yang memerah.


Olivia melihat telunjuknya yang di plester. Teringat kembali waktu Darma menutup lukanya dengan tangan jas miliknya.


"nanti kotor loh!" ucap Olivia.


"tidak apa-apa kok" ucap Darma "nanti darahnya terus keluar kalau gak di tutup"


Hah, Mengingat semua itu, Olivia semakin berbinar menatap telunjuknya. Seolah terlihat di jari telunjuknya penuh akan kilauan cakrawala kebaikan dari Darma.


"begitu perhatiannya kamu Darma" ucapnya.


Tanpa sadar Olivia menutup matanya kemudian menempelkan bibirnya pada jari telunjuknya yang di plester itu.


Malam yang dingin serasa menjadi hangat. Beriringan dengan hati Olivia yang berdebar tidak karuan. Bibirnya yang lembut menyentuh telunjuknya yang pernah dibantu Darma.


Namun matanya melotot kembali. Sadar apa yang dia lakukan. Kemudian menjauhkan telunjuknya dari bibirnya.


"Hah!? Apa-apaan ini!?" bingungnya pada diri sendiri.


Oliviapun menangis di buat-buat mengguling-gulingkan badannya. Dan mulai tidur berbaring. Dia bingung akan perasaan yang menimpa dirinya.


"hiahaha... Lo sudah gila Olivia" ucapnya mengahadap langit-langit.


"Gak... Gak" Olivia menggelengkan kepalanya "Gue gak akan mungkin suka sama lo, Darma" ucapnya membentur-benturkan belakang kepalanya pada bantal.


"AWASSSS AJAAAA LOOOOOOOOOOOO!!!" teriaknya di tengah hari mengalahkan serigala yang meraung pada bulan. Memecahkan telinga semua penghuni yang ada di rumahnya kala itu.


Para Bodyguardnya pun berdatangan mendobrak pintu.


"ada apa Boss?" ucap Bodyguard 1 menodongkan pistolnya.

__ADS_1


"ada yang berbahaya kah?" ucap Bodyguard 2 pasang kuda-kuda pencak silat.


Olivia kaget akan kehadiran mereka, ia seketika langsung bangun dari tidurannya. Kemudian mengusap jidatnya pusing.


"Dah... Dah... Gak ada apa-apa" ucapnya.


"ehhhhh!?" heran Para bodyguardnya.


"Balik ketempat kalian lagi masing-masing"


Para Bodyguard mengangkat halisnya bingung.


"CEPAAAAAATTTTTT!!!" teriak Olivia.


Para Bodyguard pun segera pergi keluar dari kamar Olivia. Olivia kembali menidurkan dirinya.


"oh... Hahaha" dia tertawa sendiri seperti orang gila "gue gak bisa tidur"


Hingga di pagi ini matanya membintit hitam akibat kurang tidur.


"Boss begadang ya?" tanya Darma


Olivia tak menghiraukan pertanyaan Darma. Ia pun langsung menaiki mobil Lamborghini yang sudah di bersihkan Darma. Kali ini dia yang akan membawa mobilnya sendiri.


Diapun memarkirkan mobilnya kemudian menjalankannya sampai gerbang yang masih tertutup. Satpampun membuka gerbang tersebut. Namun setelah dibuka, mobil Olivia tetap diam tidak berjalan. Sang satpam, Pak Romlipun kebingungan.


"Kenapa tidak jalan Boss?" tanya bang Romli. Olivia diam tak menjawab.


Kalau gue gak ada hutang sama lo. Gak akan gue bawa lo! Batin Olivia.


Darmapun berjalan menghampiri mobil Olivia.


"ada apa lagi Boss?" tanya Darma. Dia takut dirinya membuat kesalahan lagi.


"naik" ujar Olivia dengan cepat.


"lo gak mau naik? Ya udah gue tinggal" lanjut Olivia dengan nada juteknya.


Darma benar-benar tak percaya apa yang Olivia ucapkan. Dia langsung naik ke mobil Olivia dengan keadaan masih bingung. Kenapa sekarang Olivia mau membawanya? Setiap Darma membersihkan kendaraan milik Olivia, dirinya selalu ditinggal setelahnya.


"makasih" ucap Darma.


Olivia langsung melajukan mobilnya dengan cepat, tak menjawab ucapan terima kasih dari Darma.


Olivia menancap gasnya. Menjalankan mobilnya secepat turbo, bahkan jika ada mobil di depan dia akan menyalipnya tanpa ragu. Darma mulai panik, dia tak tahan dengan cara kemudi Olivia.


"Aaaaaaaaaaa!!!" teriaknya.


Oliviapun menyalip mobil di depannya.


"Boss awassss!!!"


Olivia hanya tersenyum melihat tingkah Darma. Dia bisa mengerjai Darma kali ini. Diapun semakin menginjak gasnya.


"Aaaaaaaaaahhhhh Bossssss!!" teriak Darma semakin kencang. Bahkan dirinya belum memasang sabuk pengaman. Mengapa Olivia membawanya secara kebut-kebutan? Padahal rumahnya dan kantor lumayan dekat. Tentu saja, dia berniatan untuk bersenang-senang.


Di depan mereka ada truk yang sedang mengangkut kayu. Olivia menancap gasnya mencoba menyalip.


"Oh tidak. Jangan Boss"


Olivia menyalipnya. Walaupun di depan sedang ada banyak mobil. Dasar gila, batin Darma.


Merekapun sampai di kantor. Olivia menginjak Rem secara mendadak. Membuat Darma terjedot pada area depan.


"aduuuhhhhh...." Darma memegangi pelipisnya.


Olivia menahan tawanya dengan tangannya. Darma menatap Olivia, seharusnya dia tahu bahwa Olivia hanya mengerjainya.


"Hmmmm..."

__ADS_1


"haha" Olivia tertawa.


"aku belum bahagiakan orang tuaku, Boss"


"terus?"


"NANTI KALAU AKU MATI BAGAIMANA?" teriak Darma.


"haha... Ya bagus kalo lo mati"


"huahhhh?" Darma ternganga tak percaya dengan apa yang Olivia katakan. Sebenci itukah dirinya pada Darma?


"Nanti dunia damai" lanjut Olivia.


Darma tersenyum.


"kalau aku mati, dunia sepi"


"hah!?" Olivia tersenyum sebelah "yang ada dunia jadi tentram kalau lo gak ada. Jadi kita gak dengar suara berisik lo lagi"


"Nanti Boss rindu kalau aku mati"


Olivia langsung terdiam menatap Darma.


"yahah... Bukan cuma boss, tapi seisi bumi ini akan rindu padaku kalau aku mati"


"PD banget lo!"


"iya atuh haha" Darma tertawa


Olivia menatap Darma. Jantung Olivia kembali berdebar ketika melihat Darma tertawa. Olivia seperti tak bisa mengalihkan pandangannya, seakan ada godaan tersendiri ketika melihatnya. Darmapun menatap Olivia, Olivia langsung memalingkan pandangannya.


"Dah lah" Olivia membuka pintu mobilnya, keluar.


Darmapun juga mencoba Membuka pintu mobil untuk keluar tapi dia tidak tahu caranya bagaimana.


"Boss ini bagaimana?" bingungnya.


Dia menekan tombol apapun yang berada di sekitarnya.


"Hueeeeekkkk" tangis Darma dibuat-buat "aku gak bisa keluar INIIII!!!"


"Aduhhh bego banget sih!" Olivia menepak jidatnya. Diapun membantu membuka pintu mobilnya.


Setelah Pintu terbuka, Darma tersenyum riang "terima kasih Asisten" ucapnya.


"Apa!?" kaget Olivia.


"becanda boss" Darma mengacungkan jari piss nya "becanda"


"hmmmm" jengkel Olivia berjalan pergi masuk ke kantor.


"ehhh Boss tunggu!" teriak Darma mengejar.


Olivia terus berjalan tak menghiraukan Darma. Tidak disangka, Dia melangkah sembari di iringi lengkungan senyum dibibirnya. Yah, Olivia tersenyum. Dia senang akan candaan Darma.


Merekapun sampai di dalam. Darma berjalan menaiki tangga dan Olivia menaiki lift seperti biasanya. Oliviapun menekan tombol lift dan menunggu liftnya turun. Darma melewati Olivia, dia berjalan menaiki tangga sembari bernyanyi.


"Naik-naik kepuncak gedung.... Tinggi tinggi sekaliiii"


Olivia menatap Darma sembari menggelengkan kepalanya tersenyum melihat tingkah Darma.


"Orang Aneh" ucapnya pelan tersenyum. Pintu lift pun terbuka, Iapun masuk lalu naik ke lantai 24.


**Bersambung....


Jan lupa like, comment and vote gengs


Aishiteru ❤**

__ADS_1


__ADS_2