The Garabagan

The Garabagan
Epesode 92 : Di Kantin


__ADS_3

Darma terus berjalan menuju kantin, akan tetapi dia terlupa akan sesuatu kawajibannya yaitu sholat. Dia pun membulatkan matanya lupa.


"Astagfirullah" ucap Darma.


"kenapa Darma?" tanya Diana.


"aku belum sholat Dzuhur" ucap Darma menghadap Diana.


"Ouh kalau begitu sholat dulu aja. Nanti aku tunggu" jawab Diana.


"eh gak perlu! Nanti takut lama"


"gak apa - apa kok"


"Eh yang benar?"


"hehe iya" angguk Diana tersenyum.


"baiklah kalau begitu" Darmapun pergi menuju mushola yang ada di lantai 1 untuk melakukan sholat Dzuhur. Sementara Diana duduk menunggu di depan kantin. Dia akan bersabar menanti sampai Darma kembali kepadanya.


Sementara itu, Opik yang sedang berjalan menuju kantin bersama Gerard, diapun melihat Diana yang sedang duduk sendirian.


"Wiiiihhhh Diana lagi duduk sendirian tuh" senang Opik. Inilah saatnya, kesempatan dia untuk mendekati Diana. Diapun berjalan menuju Diana, namun sayang Gerard menahan kerah bajunya.


"mau apa lo?" tanya Gerard.


"gue duluan!" lanjut Gerard kemudian melepaskan tangannya yang memegang kerah baju dari Opik. Dia pun berjalan mendahului Opik.


Namun Opik tak mau kalah, dia juga mengait kaki dari Gerard sehingga dia hampir terjatuh, namun sayang Gerard berhasil menahan tubuhnya menggunakan tangannya. Opik pun mendahului Gerard.


Diana pun melihat ke arah Opik dan Gerard yang sedang berlomba untuk menuju ke arahnya. Opik dan Gerardpun kini berada di depan Diana. Opik dan Gerardpun merasa lelah. Akhirnya merekapun mendekati Diana secara bersama - sama.


"kenapa sendiri?" tanya Opik.


"Darmanya kemana?" tanya Gerard tak mau kalah. Diana melihat ke arah mereka berdua dengan tatapan sebal.


"dia lagi sholat dulu" jawab Diana memalingkan wajahnya ke arah depan kemudian melihat lagi ke arah mereka yang tersenyum meloya.


"kalian tidak sholat?" tanya Diana.


"udah kok yah, Pik?" bohong Gerard bertanya pada Opik.


"iya, udah" angguk Opik setuju.


"Oh baguslah" Diana tersenyum palsu.


Kyaaaaaa.... Hati Opik dan Gerard berteriak melihat Diana tersenyum seperti itu. Mereka belum pernah di beri senyuman seperti itu oleh Diana.


Diana tak menghiraukan mereka. Dia melihat ke arah jam tangannya untuk melihat waktu Darma yang belum kembali.


"hey Diana" panggil Gerard dengan lembut.


"iya" jawab Diana menatap ke depan.


"kamu cantik hehe" Gerard tersenyum malu - malu biyawak.


"makasih" jawab Diana datar.


Gerard yang melihat sikap Diana pada dirinya. Iapun melihat ke arah Opik. Opik juga melihat ke arah Gerard. Opikpun terkekeh.


"Diana, kamu itu hati-hati sama Darma" ucap Opik.


"Dia itu playboy. Suka mainin wanita" lanjut Gerard.


Diana tersenyum ke arah Gerard dan Opik.

__ADS_1


"Darma itu gak mungkin seperti itu" jawab Diana.


"eh kamu harus percaya. Waktu itu saja aku melihat dia kencan sama Laila" ucap Opik.


"iya, saya juga pernah lihat" Gerard tak mau kalah.


"Laila?" tanya Diana. Dia tak mengenali nama gadis tersebut.


"iya" angguk Opik dan Gerard.


"aku gak akan percaya" jawab Diana tak percaya, Darma yang Diana kenal tidak mungkin seperti itu.


"kita berkata begini juga demi kebaikan kamu" ucap Opik.


"iya" sahut Gerard.


"agar hatimu tidak terluka, Diana" lanjut Opik.


"terima kasih atas perhatian kalian. Tapi aku bisa jaga hatiku sendiri" jawab Diana.


Akhirnya Darmapun kembali, diapun berjalan mendekati Diana, Opik, dan juga Gerard. Darma telah selesai melakukan ritual ibadahnya. Diana yang melihat Darmapun langsung berdiri.


"maaf membuatmu menunggu" ucap Darma.


"enggak kok" jawab Diana.


"wahhh kalian disini juga?" Darma menunjuk Opik dan Gerard sambil tersenyum.


"iya" jawab Opik jutek yang kemudian pergi menuju kantin mendahului Darma dan Diana. Gerardpun menatap Darma tajam, kemudian mengekor mengikuti Opik.


"kenapa mereka?" bingung Darma.


"maaf yah Darma! Mereka pasti kesal melihatmu dekat denganku" batin Diana. Diana menatap Darma kasihan. Darma harus di benci teman sekantornya gara - gara dekat dengan Diana.


"ayo" ajak Darma berjalan menuju kantin.


Merekapun masuk ke kantin, kemudian melihat ke sekitar untuk mencari bangku yang kosong.


"itu di sana aja" tunjuk Darma pada bangku kosong.


"ah iya" angguk Diana.


Darma dan Dianapun berjalan menuju bangku kosong tersebut. Di saat Darma dan Diana yang tengah berjalan menuju bangku kosong itu, Sindi dan Darma A pun terkejut melihat mereka. Mereka duduknya dekat dengan bangku kosong tujuan Darma dan Diana. Tepatnya di sebelah kanan dari bangku kosong tersebut.


Sindi memalingkan wajahnya, dia merasa khawatir Diana akan mengenalinya. Dirinya yang pernah hampir mencelakai Diana. Sementara, Darma A kaget melihat Diana ke kantin bersama Darma satunya. Darma A mulai bepikir, mungkinkah Darma itu kekasihnya Diana?


"Darma itu siapanya Diana?" bisik Darma A pada Sindi.


"eh?" kaget Sindi mendengar pertanyaan Darma A.


Darma dan Diana pun duduk di bangku kosong tersebut. Darmapun kemudian menoleh ke arah kanan. Diapun terkaget ternyata ada si pria beranting di sebelahnya.


"WOOOOAAHHHHHH" teriak Darma kaget sambil berdiri.


Darma A pun terkejut akan teriakan Darma tersebut. Dia melihat Darma dengan tatapan bingung.


"Ada Darma di sini yah!" ucap Darma pada Darma A.


Darma A pun membenarkan jasnya kemudian menatap Diana, setelah itu menoleh ke arah Darma.


"iya" jawab Darma dengan cool nya.


"Wuuuaaaahhhh kok sudah makan di kantin ?" bingung Darma, padahal dirinya dulu harus seminggu, baru dirinya bisa makan di kantin.


"bu Sindi yang menunjukkanku kantin ini" jawab Darma A.

__ADS_1


Sementara Sindi nampak khawatir menatap Diana.


"lihat Diana" tunjuk Darma pada Darma A dan Sindi dengan hebohnya.


Diana pun melihat ke arah mereka berdua. Sindi semakin merasa khawatir Diana mengetahui dirinya yang melakukan hal buruk dulu.


"bukankah mereka sama seperti kita?" tanya Darma.


"sama gimana?" bingung Diana.


Darmapun menghembuskan napasnya kecewa, kemudian duduk kembali dan menatap Diana.


"kamu tak ingat?" tanya Darma seolah mengintrogasi Diana seperti dalam film detektif.


"ingat apa?" Diana benar - benar tak mengerti akan ucapan Darma.


"dulu, kamulah yang memperkenalkanku akan indahnya kantin"


"Ouh" faham Diana.


"kemudian menyuruhku mencoba mencicipi Huevo Croacot..."


"Huevo crocantes" Diana membenarkan.


"benar. Huecrot crotan" tunjuk Darma.


"haha" Diana tertawa.


"dan lihat mereka sama kan?" Darma membeberkan kedua tangannya pada Darma A dan Sindi.


"ouh iya" angguk Diana faham.


"tunggu, jadi dia namanya Darma juga" sadar Diana menunjuk Darma Adijaya.


"iya, kurasa bapaknya nyontek namanya pada bapak ku" jawab Darma.


"mana ada!" balas Darma A.


"hmmm" Diana tersenyum geli.


"hallo, namaku Darma Adijaya" Darma A menyodorkan tangannya pada Diana.


"ouh..." Diana kaget, akan tangan yang menyodor itu. Dianapun melihat ke arah Darma, Darma hanya tersenyum ke arahnya. Tanpa banyak bicara, Diana pun membalas salaman dari Darma A.


"Diana Antasari" ucap Diana.


Darma A tersenyum senang bisa bersalaman dengan Diana. Hatinya berdebar tidak karuan. Bahagia mulai menyelemuti dirinya. Dia tidak menyangka ada bidadari di bumi ini.


Darma menatap Darma A yang nampak senang, ia pun juga melihat Diana yang tersenyum di paksakan. Darma merasa Diana tidak nyaman.


"ehemmm" Darma batuk dengan di buat - buat. Tujuannya untuk membuat mereka sadar dan melepaskan tangan mereka masing - masing. Namun ketika Darma membuka matanya, tangan mereka masih menempel. Hanya Diana saja yang melihat ke arah Darma.


"apa ini?" bingung batin Darma. Dia heran biasanya di drama, di sinetron kalau batuk seperti itu akan mengejutkan mereka.


"Ehemmm..." Darma batuk di sengaja kembali, akan tetapi tangan mereka belum lepas juga.


"Ehemmmm..." Darma batuk kembali, akan tetapi belum terlepas juga.


"ehemmm... Ehemmm" Darma batuk kembali, akan tetapi belum terlepas juga.


"AAAAAAAHHHHH MENYEBALKAN!" teriak Darma membentangkan kedua tangannya.


"Kenapa kamu itu tidak mengerti - mengerti" Darma melepaskan tangan mereka berdua.


"kenapa emangnya?" tanya Darma A.

__ADS_1


Diana menatap Darma, belum pernah dia melihat Darma bertingkah seperti itu. Ada apa dengan Darma?


Bersambung...


__ADS_2