The Garabagan

The Garabagan
Epesode 87 : Woow Kamu Ketahuan


__ADS_3

Setelah sampai di depan ruangannya, Olivia terdiam melihat ke bawah pintu, dia melihati Darma yang tengah tertidur lelap memegangi kain pel dengan posisi duduk bersandar pada pintu masuk. Nampaknya Darma telah selesai melakukan bersih - bersih. Dia kecapekan hingga akhirnya tertidur lelap seperti itu. Olivia pun menghembuskan napasnya heran, kemudian tersenyum.


"padahal sudah aku bilang biarkan OB yang melakukannya" ucapnya lirih, memandangi Darma.


Iapun kemudian jongkok, menopang dagunya dan melihat ke arah Darma. Wajah Darma yang tertidur terlelap mampu membuat mata Olivia terpesona untuk memandanginya.


Oliviapun melihat wajah Darma yang manis tengah tertidur akibat kelelahan. Dia tersenyum, memiringkan kepalanya. Dia tengah melihati orang yang dulunya pernah menjahatinya, sekarang berubah menjadi menawan seperti ini. Begitu indah pemandangan yang di lihat mata Olivia. Hah, Olivia jadi merasa tak tega membangunkannya.


Di tengah Olivia yang sedang menatapi pria pujaannya itu, Kemudian tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka.


Orang itu tersenyum melihat Olivia yang sedang memandang Darma.


"ehemmm" diapun batuk di buat - buat.


Oliviapun terkaget kemudian menoleh ke arah orang itu, yang ternyata dia adalah Renita, sahabatnya.


"Renita?" kaget Olivia.


"senang benar kayaknya" ledek Renita.


"aku... Itu..." Olivia salah tingkah kemudian dengan sigap berdiri menghadap Renita.


"tadinya aku mau bangunkan dia" ucap Olivia kemudian.


"eh benarkah?" tanya Renita dengan mimik wajah mengejek.


"gak akan lo apa - apain kan?" tanya Renita nyinyir.


"Eng..." Olivia kaget. Sampai - sampai jantungnya berdetak kencang sekali jeduk.


"Enggak lah bodoh" kesal Olivia.


"hahaha" Renita tertawa.


"lihat lah muka lo" ejek Renita "lucu sekali haha"


"dasar" sebal Oliv.


Di tengah Renita yang sedang mengejek Olivia, Darmapun membuka matanya bangun dari dunia mimpinya. Darma melihat Renita dan Olivia yang sedang bercanda. Diapun terkaget, Bossnya sudah datang, kemudian dengan sigap berdiri menghadap Olivia.


"selamat pagi Boss" ucap Darma dengan posisi hormat pada Olivia. Olivia dan Renita terkaget dengan sikap Darma yang langsung berdiri.


"oh astaga" kaget Olivia memegangi dadanya.


"haha" Renita malah tertawa.


"kenapa bu Renita tertawa?" heran Darma.


"ah tidak!" jawab Renita. Diapun lalu menyodorkan sebuah dokumen yang dia bawa pada Olivia.


"apa ini?" tanya Olivia.


"aku ingin membuat persetujuan membuat cabang baru"


"oh ya udah" Oliviapun langsung menandatangani persetujuan itu, kemudian membelikannya kembali pada Renita.


"makasih Boss" ucap Renita dengan posisi hormat meniru Darma.


"hehe apaan sih?" heran Olivia terkekeh.


"kalau begitu, aku ke tempatku dulu yah"


"iya"


"Oh yah Darma..." panggil Renita pada Darma.


"iya" jawab Darma tersenyum.


"Bossmu tadi memandangimu saat tidur"


"hah?" kaget Darma. Dia agak bingung dengan maksud perkataan Renita.


"hah?" Jantung Olivia langsung berdetak kencang akibat ucapan Renita tersebut. Olivia merasa malu pada Darma. Oliviapun langsung segera mendekati Renita dan segera menutup mulut Renita agar Renita tidak bicara yang tidak - tidak lagi. Oh pipi Olivia jadi memerah saking malunya.


"A-apa ya-yang kau bicarakan?" gagap Olivia pada Renita. Diapun lalu melihat ke arah Darma.

__ADS_1


"Darma masuk ke dalam" suruh Olivia pada Darma.


"Hah...?" bingung Darma.


"CEPAT SEGERA MASUK KE DALAM" teriak Olivia pada Darma.


"yah tapi kan kuncinya di Boss" jawab Darma. Dia merasa bingung bukan main.


"Oh begitu..." Olivia sadar dia belum membuka kunci ruangannya. Dia jadi merasa semakin malu pada Darma. Olivia jadi terdiam menatap Renita yang sedang ia tutupi bibirnya dengan tangannya. Olivia tak tahu harus berbuat apa. Pikirannya seolah kosong.


Oliviapun menundukkan kepalanya merasa malu, kemudian melepaskan tangan yang menempel pada mulut Renita. Dia lalu mengambil kunci jarak jauhnya kemudian menekan tombol buka. Pintupun tak lagi terkunci.


"nah sudah ku buka" ucap Olivia.


"ah baiklah" jawab Darma kemudian pergi masuk ke dalam.


"hahaha" Renita tertawa puas melihat sahabatnya itu.


Olivia menatap sebal pada Renita "dasar kau ini yah"


Plakkk!!! Olivia memukul bahu Renita.


"haha maaf maaf" ucap Renita sambil mengusap bahu yang tadi di pukul Olivia.


"tapi yah lo harus segera memberitahu dia tentang perasaan lo yang sesungguhnya" ucap Renita kemudian pergi sambil melambai pada Olivia.


"nanti keburu orang lain loh yang lebih dulu" lanjut Renita.


Olivia menatap kepergian Renita. Kata - kata Renita langsung di cerna oleh otak Olivia. Perkataan Renita benar juga, kalau bukan dirinya yang mengatakan rasa sukanya maka orang lain yang lebih dulu mengungkapkannya. Bisa jadi mungkin Laila atau mungkin Diana.


"tapi masa wanita dulu sih yang mengutarakan perasaannya?" batin Olivia.


"dekati saja dulu"


"yah dekati saja dia dulu, sampai dia mencintaiku"


Oliviapun menghela napasnya, kemudian memegangi pipinya dengan kedua tangannya. Iapun tersenyum, kemudian pergi masuk ke dalam ruangannya.


Ketika Olivia melihati Darma yang tengah duduk di mejanya. Jantungnya kembali berdebar kencang melihatnya, dia teringat kejadian tadi. Namun Olivia mencoba menenangkan dirinya, kemudian mulai melangkah menuju meja singgasananya.


"Boss" panggil Darma.


"iya. Ada apa Darma?" tanyanya dengan tersenyum di paksakan.


"apa maksud bu Renita tadi?" tanya Darma.


"Hah!" Olivia bingung mau jawab apa.


"kenapa Boss..."


"Lupakan perkataan Renita tadi" sahut Olivia secepat kilat.


"kenapa?" heran Darma.


"Dia itu suka asal jeplak kalau ngobrol"


"wahahahah kayaknya dia teman yang seru yah"


Olivia menatap Darma, kenapa Olivia melihat Darma seolah tertarik pada Renita.


"kenapa kamu memuji nya seperti itu?" heran Olivia.


"eh aku bukan memuji" jawab Darma "tapi yah... Kayaknya kalau aku dan bu Renita berteman akan asyik aja"


"maksudmu kamu jadi akrab dengan Renita gitu?" tanya Olivia dengan nada kesal.


"iya" angguk Darma.


"Ya sudah kamu kejar dia sana! Sekalian minta nomor Whattsapp nya sana" kesal Olivia kemudian pergi duduk di mejanya. Dia merasa kesal dengan perkataan Darma.


"kenapa Boss marah seperti itu?" heran Darma.


"hah? Siapa juga yang marah?" elak Olivia.


"itu nada bicaranya" Darma mengahampiri Olivia.

__ADS_1


"apakah aku melakukan kesalahan lagi?" tanya Darma.


"iya" jawab Olivia menatap Darma.


"apa lagi sekarang?" heran Darma dengan nada lembutnya.


"dah lah" capek Olivia. Oliviapun kemudian pergi ke luar ruangan.


"eh Boss tunggu!" teriak Darma. Darma benar - benar bingung dengan sikap Olivia. Kenapa juga dia tiba - tiba marah.


"masih datang bulan kah?" terka Darma.


Olivia pergi berjalan menuju kantin. Dia tak tahu ingin pergi kemana, yang pasti entah kenapa dia merasa sebal dengan Darma. Olivia juga merasa malu dengan kejadian tadi depan pintu. Pikirannya sekarang semrawutan. Sesekali mungkin menjauh dari Darma tidak mengapa.


"Dasar menyebalkan" gerutu Olivia.


"mau pesan apa Boss?" tanya Laila menghampiri Olivia.


Ahhhhh ya ampun... Kenapa setelah pergi dari Darma malah melihat Laila. Begitu menyebalkan sekali. Olivia langsung menatap sebal Laila.


"pesan kopi saja"


"baiklah Boss"


Lailapun membuat sebuah kopi dan menghidangkannya di hadapan Olivia. Olivia rasa mungkin dengan secangkir kopi dapat membuat dirinya tenang.


"Darma nya mana yah Boss?" tanya Laila.


"TERANG - TERANGAN SEKALI!" teriak hati Olivia.


"ada di planet pluto!"


"wahhh Boss ini suka becanda aja" jawab Laila terkekeh.


"kenapa sih nanyain Darma?"


"yah aneh aja. Sekarang Boss lebih sering ke kantin. Biasanya kan pesan dari atas atau nyuruh Darma kan dia asisten Boss"


"lagi pengen gerak aja" jawab Olivia seadanya.


"Darmanya lagi ngapain di atas Boss?" tanya Laila kembali.


"punya hubungan apa sih kamu sama Darma?" tanya Olivia kemudian.


"eh?" kaget Laila.


"teman..." jawab Laila.


"Oh..." Olivia menyeruput Kopi yang terhidang di mejanya.


"hidup"


Prrrrttttttt.... Olivia menyemburkan kopi yang di seruputnya. Dia benar - benar kaget dengan ucapan Laila.


"eh Boss kenapa?" heran Laila.


"A-apa katamu tadi?" tanya Olivia.


"teman hidupku" jawab Laila.


Olivia terdiam menatap Laila. Kini dia tahu, Laila ternyata lebih Berbahaya daripada Diana. Laila mampu terang - terangan terhadap perasaannya terhadap Darma.


"hey Laila" panggil Olivia.


"iya"


"kamu suka Darma?" tanya Olivia pelan.


"siapa yang gak suka orang seganteng Darma sih Boss?" jawab Laila tanpa ragu.


"benar sekali. Dia sangat berbahaya. Dia tanpa ragu mengungkapkan perasaannya" batin Olivia menatap tajam Laila.


"Aaaaaaaaaahhhhh.... Aku harus bagaimana ini?" bingung batin Olivia.


"apakah aku juga harus mulai terang - terangan seperti Laila?"

__ADS_1


Bersambung...


Mohon maaf Jarang Upload, di karenakan pekerjaan jadi susah untuk menulis. Terima kasih buat yang masih stay dan setia menunggu kelanjutan cerita dari The Garabagan. Jangan Lupa Like, Comment, Vote dan Follownya ya!๐Ÿ˜๐Ÿ‘


__ADS_2