
Pada dini hari, Oliviapun membuka mata dari tidur lelapnya. Iapun bangun dan melihati Darma masih menutup mata, belum sadarkan diri. Olivia merasa khawatir menatap Darma. Bagaimana kalau Darma tidak bangun lagi? Nanti tokoh utama di Cerita ini diganti dong? Ahhh Olivia tak mau hal itu terjadi. Dia hanya ingin Darma seorang.
Oliviapun memegangi tangan Darma. Meskipun Darma sedang tak sadarkan diri, tapi tangannya begitu hangat. Olivia merasa nyaman menggenggam Darma, saking nyamannya, dirinya merasa, dari semua hal yang pernah tangan Olivia pegang, sejauh ini yang terbaik adalah genggaman tangan Darma.
"Dari semua hal yang pernah tanganku pegang, sejauh ini yang terbaik adalah kamu" ucap Olivia tersenyum dengan pipi yang memerah.
Oliviapun mengecup punggung tangan Darma, kemudian menyimpannya kembali pada kasur, kemudian menyelemuti Darma sampai ke lehernya. Oliviapun melihat wajah yang tertidur.
Jantungnya kembali berdebar tidak karuan kembali. Wajah Darma yang tengah tertidur nampak begitu jelas tampannya. Oliviapun kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Darma. Dia mengusap rambut yang menghalangi halisnya ke samping. Dengan segera ia pun menutup matanya dan mengecup kening dari Darma.
"cepat sembuh Darmaku" ucap Olivia kemudian tersenyum.
Kemudian pipinyapun memerah, malu akan tingkahnya sendiri. Diapun menjauhkan wajahnya dari wajah Darma kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Diapun tersenyum geli sendiri. Ah Darma membuatnya gila.
Oliviapun menurunkan tangannya, kemudian teringat perkataan Darma tentang Diana.
"ah soal Diana..."
"....aku lupa meneleponnya"
"tapi tenang saja. Berkat Boss, aku jadi ingat" Darma kemudian tersenyum.
"hah?" bingung Olivia memiringkan kepalanya.
"nanti malam aku akan segera meneleponnya"
Setelah mengingat hal itu, Olivia jadi khawatir Darma akan menelepon Diana. Olivia pun segera meraba memeriksa jas Darma. Dan akhirnya, Olivia menemukan ponsel Darma. Diapun mengambil ponsel Darma itu, kemudian membuka kontak Darma dan mencari kontak Diana. Oliviapun menemukan Diana, diapun dengan segera menekan hapus kontak itu.
"apakah anda yakin ingin menghapus kontak ini?" bacaan pertanyaan yang ada dalam ponsel Darma.
Olivia terdiam ragu. Apakah dia serius ingin menghapus pesan itu? Apakah dirinya harus berbuat curang? Tapi dia pernah berkata pada Diana untuk bersaing secara sehat.
"apa aku harus menghapus kontak ini?" tanya batin Olivia pada dirinya sendiri.
"tapi aku sudah bilang Diana untuk bersaing secara sehat"
Olivia jadi bingung, apa yang harus dilakukannya? Selama ini dia selalu memegang apa yang dia ucapkan. Apakah kali ini dia akan melanggarnya? Olivia benar - benar bimbang.
"Tapi..." Oliviapun melihat ke arah Darma.
"apakah aku sanggup bila Darma di ambil Diana?" ucapnya menatap khawatir pada Darma. Olivia jadi takut Darma akan lebih memilih Diana. Lagipula Diana itu sangat cantik, bahkan melebihi dirinya.
"Lelaki mana sih yang tidak suka wanita cantik? Darma mungkin juga suka wanita seperti Diana..." batin Olivia.
"...apalagi Diana itu baik, bicaranya lembut, dan juga..." Olivia menggengam tangan Darma erat. Dirinya benar - benar takut kehilangan Darma.
"Diana belum pernah menjahati Darma" ucapnya dengan nada sedih.
Oliviapun melihat ke arah ponsel Darma, dan dengan segera menekan "iya" pada ponsel Darma. Kontak Dianapun terhapus.
__ADS_1
Olivia menghembuskan napasnya. Diapun dengan segera memasukan ponsel Darma ke dalam saku jas kembali. Kemudian menyelemutinya kembali.
Olivia jadi merasa galau kembali. Kala mengingat soal Diana. Oliviapun bersidekap melihat ke arah Darma.
"ku mohon lihatlah aku Darma" ucapnya.
"hanya lihat aku saja" Olivia memegangi pipi Darma.
"...jangan wanita lain" lanjutnya.
Tanpa sengaja Oliviapun melihat ke arah jam tangannya yang memegang pipi Darma. Ternyata waktu sudah menunjukkan waktunya sholat subuh. Olivia jadi teringat Darma yang selalu menyuruhnya agar sholat.
"Boss ayo sholat berjamaah" ajak Darma kala itu.
"Boss jangan lupa sholat" ucap Darma.
"Sholatlah sebelum di sholatkan"
Mengingat perkataan Darma itu, Oliviapun kemudian segera berdiri dan berjalan menuju mushola. Iapun kemudian berwudlu. Setelah selesai berwudlu, Oliviapun memakai mukena yang tersedia di sana kemudian menghadap ke arah kiblat. Iapun melaksanakan sholat subuh secara munfarid.
Setelah usai sholat Olivia pun berdo'a. Di dalam doa Nya iapun meminta :
"Ya Tuhan maafkan lah segala dosa hamba. Maafkan lah segala khilafku. Ampuni aku beserta orang - orang yang baik padaku. Ampuni dosa Darma beserta keluarganya"
"Ya Tuhan, ya tuhanku. Hamba memohon padamu, mudah - mudahan Darma lekas sembuh dan segera membuka matanya kembali"
"Ya Tuhan, jodohkanlah hamba dengan Darma. Kalau dia jodohku dekatkanlah, kalau dia bukan jodohku, jodohkanlah ku mohon, tapi kalau dia sudah kau jodohkan dengan orang lain, putuskanlah, dan jodohkan ia denganku"
"Ya Tuhan… kalau dia ini jodohku, lindungilah dia! Jangan sampai dia tertukar ato hilang yah"
"Aamiin"
Setelah selesai sholat, Oliviapun kemudian melepaskan mukenanya dan segera kembali menemui Darma.
Setelah sampai di tempat Darma, Olivia pun menghembuskan napasnya bermuram durja, ternyata Darma masih terlelap menutup matanya. Oliviapun kemudian duduk di samping dekat Darma kembali.
Diapun memainkan ponselnya, menunggu Darma agar bisa membuka matanya kembali.
*****
Di siang hari, akhirnya Darmapun membuka matanya. Diapun melihati ke arah sekitar, dirinya tak tahu dimana.
"di planet mana ini?" ucap Darma.
Diapun melihat ke arah samping kirinya, ada Bossnya yakni Olivia, tengah tertidur dengan posisi bersidekap. Darmapun mencoba menggerakkan tangan kirinya mencoba menyentuh Olivia.
"Boss menungguku?" tanya Darma tak percaya.
Darmapun Akhirnya menyentuh rambut dari Olivia. Setelah menyentuh, iapun kembali menurunkan tangannya kembali.
__ADS_1
Olivia yang tengah tertidur pulas, mengigau dan segera menggenggam tangan Darma itu. Sontak Darma pun kaget. Pipinya memerah.
"Boss" ucap Darma secara pelan memanggil bossnya itu. Namun Olivia tak mendengarnya, dia sangat lelap tertidur pulas.
Darmapun menatap langit - langit. Dia tak ingin mengganggu Bossnya itu.
1 jam kemudian, Oliviapun bangun, dan melihat ke arah Darma. Ternyata Darma sudah wake up, tengah duduk memainkan ponselnya. Oliviapun terkejut senang, melihat Darma sudah siuman. Diapun dengan segera memeluk Darma.
"Akhirnya kamu bangun juga" ucapnya.
Darma yang sedang memainkan ponselnya itu pun kaget atas Olivia yang tiba - tiba memeluknya. Diapun sampai menjatuhkan ponselnya itu.
"Bo-Bo-Bo-Boss" ucap Darma tergagap. Jantung Darma hampir meledak di peluk seperti itu oleh Olivia. Pipinya pun memerah merona.
Oliviapun melepaskan pelukannya dari Darma. Kemudian menatap wajah Darma yang memerah terkejut itu. Oliviapun tersadar akan tingkahnya. Iapun segera menjauh dari Darma.
"ma-maaf" gagap Olivia meminta maaf.
"hmmm" angguk Darma dengan wajah masih melongo terkejut.
"Astaga! Aku baru bangun tidur!" batinnya.
Darmapun menidurkan diri, lalu menghadap ke samping berlawanan dengan Olivia. Darmapun menatap wajahnya yang memerah itu. Entah kenapa, Darma merasa malu, jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya.
"astaga, Kenapa ini?" tanya batin Darma.
"Ku rasa ini bukan lapar kan?"
Olivia merasa malu. Dirinya sudah melakukan hal agresif pada Darma.
"Uhuhuhu... Kenapa aku ini?" batin Olivia.
"tapi..." Oliviapun mengingat kejutan Darma di malam ulang tahunnya. Walau hanya sekejap, tapi itu terasa begitu indah dalam hidupnya.
"Padahal Darma sedang sakit, tapi tetap saja dia memaksakan diri demi membuatku senang"
"siapa coba yang tidak akan menggila karena kelakuannya itu?"
Oliviapun menghembuskan napasnya. Kemudian menatap Darma yang tidur menyamping itu.
"aku tidak akan menyembunyikan perasaan ku lagi" batin Olivia. Olivia pun tersenyum.
"akan ku gerahkan semua energiku demi mendapatkannya"
"mulai sekarang, aku akan terang - terangan menunjukkan perasaanku"
Bersambung...
*****
__ADS_1
Mohon maaf jarang upload! 🙏