
Di tengah Darma berjalan menyusuri tangga sembari bernyanyi, dia bertemu dengan Laila, ia tengah turun lewat tangga memakai jaket pink.
"Laila?" sapa Darma memastikan kalau itu benar Laila.
"eh Darma" ucapnya. Laila tak percaya dengan apa yang dia lihat. Dia bertemu Darma.
"kenapa kamu lewat tangga?" Darma heran, Karena biasanya pegawai yang selalu lewat tangga hanya Darma saja, kebanyakan semua pegawai lebih memilih naik lift. Kenapa Darma suka lewat tangga? Bukan suka tapi Itu juga karena Olivia.
"Lo pokoknya harus jalan lewat tangga. Biar lo kuat. Karena gue butuh asisten yang kuat" itulah ucap Olivia.
Dan Kini Darma heran menatap Laila.
"haha... T-Tadi A-aku..." gagap Laila "tadi yang naik lift banyak... Iya haha... Jadi aku turun lewat tangga deh"
"oh begitu" faham Darma.
"kamu selalu naik turun lewat tangga yah?"
"kok tahu" tanya Darma, kok Laila sampai tahu. Maksudnya kan Laila selalu ada di kantin. Darimana dia tahu?
"kelihatanlah"
"benarkah?"
"iyo" angguk Laila.
"emang dari kantin kelihat?"
"kelihat. Kan aku punya mata Niregan" note : Niregan adalah sebuah jenis mata yang bisa melihat sesuatu dari jarak jauh dalam serial Naruto.
"haha hebat" Darma menunjuk Laila kagum.
"iya dong haha"
"itu tas milik Boss?" Laila melihat yang di bawa Darma.
"iya"
"habis apa dari atas? Ngantar makanan?"
"enggak"
"hah? Terus apa?"
"cie kepo" ledek Laila
"bukan kepo"
"terus"
"hanya ingin tahu"
"haha sama saja"
"habis apa?"
"cari Boss Olivia"
"hah? Untuk apa?"
"sesuatu... Hehe..." Laila tersenyum
"hmmmm" Darma memutarkan kedua bola matanya.
"tapi Boss nya gak ada tadi"
"iya, baru datang barusan"
"hah iya? Habis darimana?"
"Astaga!" gawat Darma lupa. Sudah berapa menit dirinya di tangga ini. Olivia bisa ngamuk kalau dirinya terlambat.
"kenapa?" heran Laila.
"maaf La... Aku harus ke atas"
"oh... iya" jawab Laila dengan sedikit keheranan.
Dengan segera Darma langsung berlari menyusuri tangga menuju lantai 24. Laila hanya menatapnya pergi.
****
Oliviapun berdiri kemudian segera berfikir sesuatu untuk menjahili Darma.
"apa yah?" tanya Olivia pada diri sendiri.
"aaaaaaahhhhh!?" teriak Darma datang menghampiri "aku minta maaf Boss"
Olivia melihatnya bingung.
"minta maaf kenapa?"
__ADS_1
"eh!?" Bingung Darma. Olivia tak memarahinya.
"aku telat loh"
Benar juga, Olivia tersenyum, Akhirnya kesempatan datang, ini saatnya menjahili Darma. Dirinya sudah lama tak menjahili lagi orang yang di bencinya itu. Bahkan hampir lupa.
"ouh iya. Lo udah telat 10 menit"
"hiiiiiiiihhhhh!?" bulu kuduk Darma langsung berdiri. Kenapa dirinya malah ngaku sih?
"apa hukuman buat lo yah?" Olivia berpikir menaruh jari telunjuk di dagunya.
Darma pasrah, sudah siap dengan hukuman apa yang diberikan oleh Olivia.
"Hukuman lo adalah..."
Kemudian suara pintu terbuka secara perlahan. Semua menoleh ke arah pintu.
"Boss aku kembali" ucap seorang gadis masuk ke ruangan Olivia. Olivia menatap gadis itu.
Darma terkaget. Kenapa Laila ada di sini?
"Laila?" ucap Darma kaget dengan kedatangan gadis ini. Dia juga heran kenapa Laila memakai seragam jas dan juga tidak memakai seragam kantin?
"iya. Hallo Darma" sapa Laila melambaikan tangan.
"Laila bukankah cutimu belum usai!" ucap Olivia pada Laila "Ini belum juga dua bulan loh!"
Cuti? Apanya yang cuti? Bingung Darma.
"Anu Boss... Diakan selalu ada di kantin" Darma menunjuk Olivia yang berjalan mendekati mereka. Apa maksud Olivia dengan Laila cuti? Jelas-jelas Darma selalu melihatnya ada di kantin perusahaan.
Olivia berdecih kesal, dirinya belum puas membalas Darma tapi Laila sudah datang. Ada keperluan apa pula Laila datang?
"aku sudah cutinya Boss. Bukankah lebih cepat masuk, lebih bagus?"
Bukankah dia selalu masuk! Tuhan, Darma benar-benar bingung.
"Boss ada apa ini?" tanya Darma pada Olivia.
Olivia menatap Darma "Dia adalah Sekretaris gue" jawab Olivia.
"Sekretaris?" bingung Darma.
" Sebelum adanya kamu itu aku juga asistennya Boss. Namun disuruh cuti dulu selama dua bulan"
"tapi bukankah kamu kerja di bagian kantin?"
"aku hanya ingin belajar masak. Jadi saat cuti kuhabiskan berada disana untuk belajar"
"hah!?" Darma menganga tak percaya.
"yah sekalian aku juga dapat gaji tambahan hehe"
Darma menatap Olivia dan Laila. Permainan apa ini? Apakah selama ini dirinya hanya sebagai pengganti Laila.
Begitu! Jadi kalau Laila sudah kembali, aku akan diberhentikan. Benak Darma.
Darma menundukan kepalanya ke bawah. Laila melihatnya kasihan. Darma seakan dipermainkan. Maafkan Laila, Darma.
Darma mengangkat kepalanya. Semuanya menatapnya. Tak di sangka ternyata Darma malah tersenyum riang. Kemudian memegang tangan Laila.
"selamat datang kembali haha" riang Darma.
Akhirnya aku terlepas dari beban berat di perusahaan ini! Batin Darma.
"jadi begitu ya... Haha" ucap Darma kembali senang bukan main.
"eh!?" bingung Laila.
"jadi aku akan digantikan?" tanyanya dengan senang.
"hah!?" Bingung Laila. Kenapa Darma akan di ganti oleh dirinya. Apa itu kebijakan Olivia.
Olivia menatap Darma. Entah kenapa Olivia merasa kesal melihat tingkah Darma. Kenapa Darma bisa sesenang itu?
"enggak. Siapa yang ingin menggantimu?"
"eh!?" bingung Darma "kamu kan?" tunjuk Darma.
"tidak ada yang digantikan" jawab Laila "kita berdua jadi Asistennya Boss"
"hah!?" bingung Darma. Benar-benar kejutan yang tidak terduga. Apa-apaan ini?
"tidak... Tidak..." Olivia menggelengkan kepalanya "kamu kan belum selesai cutinya"
"emang harus dua bulan yah Boss?"
Olivia memalingkan matanya ke kanan dan ke kiri, seolah dia bingung.
Rencana Olivia adalah ketika Darma daftar ke perusahaannya, Olivia menyuruh Laila cuti dulu selama dua bulan agar Olivia bisa menjadikan Darma sebagai Asistennya dan agar balas dendam pada Darma bisa secara total tanpa ada yang melihat.
__ADS_1
Olivia berpikir, Laila harus menghabiskan cutinya selama dua bulan, dengan sisa beberapa hari itu, Olivia harus membuat Darma celaka. Yah itu dia!
"habiskan dulu cutimu" ucap Olivia
"eh Boss ini aku udah siap kerja kembali"
"Kamu harus cuti dulu dua bulan kalau kamu bekerjapun, saya gak akan gaji kamu"
Laila tersenyum menatap Olivia.
"gak apa-apa Boss. Lagian di apartement aku bosan" Laila mengalihkan pandangannya pada Darma.
Kenapa pula Laila bisa tinggal di apartemen, sementara Darma di kosan. Gajinya pasti besar ini. Batin Darma.
Olivia menatap Laila tajam. Kenapa dengan gadis ini? Saking maunya dia kerja, walau tidak di gajipun ia rela, batinnya.
"gak bisa! Kamu boleh ada di kantor ini asalkan jangan jadi Asisten saya sementara ini"
"yah Boss ijinin dong... Gak apa-apa gak di gaji juga"
"gak bisa"
"Boss" Laila memasang wajah memelas
"ah ya ampun" Darma menepak kepalanya pusing melihat mereka berdua.
Olivia pusing jadinya, kenapa Laila jadi merengek begini. Biasanya dia selalu menurut kalau diperintah olehnya.
Apapun termasuk disuruh untuk cuti seperti saat itu. Yah siapapun juga sih mau kalau disuruh cuti mah. Waktu itu ketika Olivia menerima pemberitahuan Darma lolos test, iapun langsung kepikiran menyuruh Laila untuk cuti.
"Laila kamu cuti dulu aja dua bulan"
"apa? Yang benar boss?" senang Laila
"iya"
"tapi kenapa Boss?" tanya Laila sedikit bingung.
"enggak. Cuman kamu saya kasih cuti aja dua bulan bisa kan?"
"setelah itu kerja lagi?"
"iya"
"baiklah Boss"
Laila begitu senang mendengar kabar dirinya cuti. Dan sekarang...
"Boss aku ingin kerja lagi!" rengek Laila.
"gak bisa!" tolak Olivia tidak bisa di ganggu gugat.
Lailapun terdiam, dia harus menyerah. Dia tidak bisa melawan kewenangan dari Olivia. Dirinya hanya bisa menuruti kebijakan dari Olivia. Walaupun dia tak tahu kenapa dirinya disuruh untuk cuti, tidak bekerja.
"baiklah Boss. Aku kesini hanya ingin bekerja kembali. Aku takut posisiku di ganti"
"hah!?" kaget Darma "aku tak ada niatan"
"gak akan. Satu bulan lagi kamu sudah jadi Sekretaris saya lagi"
Yah dan aku akan di buang. Batin Darma.
"baiklah Boss" Laila tersenyum "kalau begitu aku akan ke kantin lagi saja. Belajar masak"
"iya. Nikmati cutimu ya"
"pasti Boss"
"kalau begitu saya pamit dulu"
"iya"
Lailapun membalikkan badannya.
"aku berlibur dulu Darma"
"iya haha"
"Nanti satu bulan lagi kita kerjanya bareng"
"Iya aku tunggu" jawab Darma.
Merekapun tersenyum saling menatap. Hati Olivia rasanya sebal melihat mereka seperti itu.
"ehemmm" batuk Olivia di buat - buat.
Lailapun melambaikan tangan. Kemudian pergi keluar menjauh dari mereka.
Olivia menatap Darma. Kejadian tadi merupakan peringatan bahwa dirinya mempunyai waktu 26 hari lagi untuk bisa balas dendam pada Darma, membuat hidup Darma hancur.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan hilap like, comment, dan vote gengs!