The Garabagan

The Garabagan
Epesode 57 : Sebenarnya


__ADS_3

Darma menatap Diana bingung. Emang kapan lagi kali pertama mereka bertemu?


"hah? Bukan waktu itu?" tanya Darma.


"kamu tak ingat?"


"hah? E....." Darma berpikir, emang kalau di lihat dengan seksama Darma rasanya pernah bertemu Diana.


"hehe" Diana terkekeh kemudian menoleh ke depan, kemudian ke arah Darma kembali. Darma melihat Diana bingung.


"semua lelaki yang aku temui hampir semuanya mengingatku. Walaupun aku tak ingat mereka"


"wooooaahhhhhh hebat"


"apa menurutmu aku cantik?"


"hah?" kaget Darma.


"Apakah aku cantik?"


"itu eee...."


"cepat, katakan. Apakah aku cantik?" tekan Diana.


Sebetulnya hati Diana merasa ingin meledak menanyakan hal itu. Namun pertanyaan itu langsung terbesit di pikirannya, dan membuatnya harus mengatakannya.


Darma menatap wajah Diana. Dia bukan hanya cantik, tapi sangat cantik. Pantas saja Opik melabrak Darma waktu di kantin.


"kamu sangat cantik" jawab Darma tersenyum kemudian memalingkan wajahnya. Pipinya memerah, malu. Diapun menggesekkan tangannya dingin. Ah Darma jadi salah tingkah.


Diana yang mendengar perkataan Darma. Terdiam. Kemudian dengan perlahan tersenyum senang, bahagia. Kemudian memalingkan wajahnya tersipu malu.


"Aku ini...." ucap Diana kemudian "satu SMK denganmu"


Darma menoleh pada Diana, betapa biasanya mukanya mendengar itu. Namun rasanya dirinya tidak percaya dengan ucapan Diana.


"yang benar? Jurusan apa?" tanya Darma.


"Akutansi. Kamu benar-benar tidak tahu?" Diana balik bertanya.


"tidak" geleng kepala Darma.


"aku ini dulunya..."


"Jarang bergaul" saut Diana memotong perkataan dari Darma


"eh?"


"yah aku tahu" lanjut Diana. Darma menatap Diana heran. Rasanya Diana seperti tahu segalanya tentang Darma.


Diana tersenyum menatap Darma.


"ya udah kalau kamu memang lupa. Aku akan cerita"


Dianapun bercerita, waktu itu ketika dirinya waktu SMK. Diana adalah kakak kelas dari Darma. Walaupun begitu, usia mereka tetap sama yakni, 22 tahun. Hanya berbeda beberapa bulan.


"kamu kakak kelasku?" tanya Darma.


"iya" angguk Diana.


Diana kembali bercerita, Darma memang di sekolahnya selalu nyentrik, dia pernah di hukum berlari karena kesiangan saat kelas 1.


Ketika orang lain berlari seperti biasa, tapi Darma, malah berlari sambil menggoyangkan bokongnya ke kanan dan ke kiri. Tentunya itu membuat semua yang melihatnya tertawa. Dan saat itu Diana melihat Darma ketika dikelas melihat ke jendela. Saat itu juga Diana menganggapnya orang aneh. Diana merasa tidak akan mau berhubungan atau berteman dengan orang seperti Darma.


Di sekolah Diana selalu di dekati oleh banyak lelaki. Tentunya karena kecantikkan Diana itu, lelaki manapun pasti siap saling bunuh untuk mendapatkannya.


Diana sebenarnya risih dengan para siswa yang terus mendekatinya.


Yang lebih menjengkelkan adalah Diana harus selalu di rayu oleh siswa yang sangat nakal di sekolah, namanya Tedi. Dia selalu mengganggunya. Alasannya sudah pasti Tedi menyukai Diana.


Tapi di suatu hari, ketika waktunya pulang di gerbang sekolah...


"Kamu tahu?" tanya Tedi.


"apa?" jawab Diana dengan nada juteknya.


"bahkan seribu bungapun akan layu jika lihat kecantikanmu"


"oh" jawab Diana singkat padat.


Tedi memegang tangan Diana, membuat Diana yang sedang berjalan otomatis terhenti.

__ADS_1


"ih lepasin... Apaan sih?"


"Kenapa sih lo jutek banget sama gue?"


"lepasin!" perintah Diana.


Namun Tedi malah menggenggam erat tangan Diana. Dan saat itu Diana menoleh kekiri, dan melihat seseorang yang tengah berlari sekencang mungkin. Kemudian akhirnya menabrak Tedi.


Brukkkkk....


Tedi akhirnya terjatuh. Dianapun yang di pegang tangannya terikut terjatuh dan menimpa orang yang menubruk mereka berdua. Dan orang itu adalah Darma.


Diama menatap Darma dan Darma menatap Diana. Darmapun kaget dan langsung berdiri.


"ahhhhhhhhh maaf" ucap Darma kemudian membantu Diana berdiri.


"ahhhhh" Tedi kesakitan memegangi kepalanya.


"aduh apa-apaan sih kamu!" amuk Diana pada Darma.


"heyyy tunggu lo" teriak seorang siswa berlumuran kecap di wajahnya, yang tengah berlari dia adalah Gery. Nampaknya dia mengejar Darma.


"haha" Darma malah tertawa.


"bleeeeeee!!!" ejek Darma mengulurkan lidah. Kemudian Darmapun berlari kembali.


Tedipun kembali berdiri dengan masih memegang kepalanya sakit. Namun ketika hendak berdiri, diapun tertabrak lagi oleh siswa yang mengejar Darma.


Brukkkkk...


Diana tak kuasa menahan tawa waktu itu. Kemudian Diapun berjalan pergi ke parkiran untuk mengambil motornya pulang.


"haha..." Darma tertawa "iya iya aku ingat"


"dasar... Aku saja masih ingat"


"haha"


"kenapa saat itu kamu di kejar Gery?" tanya Diana.


"ah biasa aku iseng" jawab Darma.


"hehe... Bohong!"


"kata Yopi, karena kamu menolong Yopi"


Darma menatap Diana. Rupanya Diana sudah tahu.


"Gery sedang melakukan kekerasan kepada Yopi, karena Yopi telah mengirimkan video Gery selingkuh kepada pacarnya Sinta"


"haha... Kamu tahu banyak yah" puji Darma.


"kamu ceritakan dong" pinta Diana.


"baiklah... Baiklah..."


Darmapun bercerita kembali peristiwa waktu itu. Dirinya tengah duduk di kantin dan tengah makan cireng. Gery bersama satu temannya menghampiri Yopi yang tengah bersama temannya.... Lina. Gerypun lalu menggebrak meja.


"mau lo apa sih?" tanya Gery. Yopi diam tak menjawab, dia melanjutkan minum sirupnya. Gery yang emosi pun menepis gelas yang berisi sirup yang sedang di minum Yopi, sampai terpental jauh dan pecah.


Yopipun menatap Gery, kemudian menggandong tasnya.


"ayo Lina, kita pulang" ajak Yopi.


Gerypun lalu menarik tangan Yopi "dengarin gue dulu bangs*t!" ucapnya kasar.


"lepasin gak?" perintah Yopi.


"dasar..." geram Gery


Plaaaakkkkkk....


Yopipun di tampar.


"lo nampar gue?"


"Iya!"


Plakkkkkkk....


Gery kembali menampar kembali Yopi.

__ADS_1


"dasar...."


Plakkkkkk.... Plaaaakkkkk....


Gery terus menampar Yopi. Kemudian Darmapun mendorong Gery sampai ia tersengkur.


"jangan kasar! Ingat ibu lo juga cewek!" ucap Darma.


"Kamu memang keren" ucap Diana menatap Darma, memotong cerita dari Darma.


"hah?!?" Darma terkejut. Pipinya langsung memerah di sebut seperti itu oleh Diana. Darma jadi salah tingkah jadinya.


"H-ha-haruskah aku lanjutkan ceritanya?" Darma jadi tergagap jadinya.


"t-ti-tidak perlu!" gagap Diana. Perkataannya tadi membuatnya malu juga.


"sebenarnya aku sudah tahu dari Yopi" lanjut Diana.


"Gery memukulimu lalu kamu mendorongnya dan melumuri wajahnya dengan kecap. Kamupun menyuruh Yopi untuk pergi, lalu kamu berlari dan dikejar oleh Gery"


Darma menatap Diana dengan datar.


"kalau sudah tahu kenapa menyuruhku bercerita?" ucapnya dengan datar.


"kamu tahu Yopi menyukaimu semenjak saat itu"


"iya, tahu" jawab Darma "dia pernah menyatakan perasaannya kepadaku"


"kenapa kamu tidak terima?"


"haahhhh" Darma menghembuskan napasnya "Entahlah. Aku tidak mau dulu memikirkan hal itu. Aku belum pantas"


"belum pantas?" bingung Diana.


"kamu lihat aku belum jadi apa-apakan sekarang?" Darma membentangkan kedua tangannya.


"Aku tidak mau seperti anak jaman sekarang, Pacaran aja pake duit orang tua. Kalau aku belum bisa mendapat penghasilan sendiri, aku tidak mau dulu mencari kekasih"


Diana tersenyum pada Darma. Ternyata Darma bisa juga di ajak serius.


"kalau sekarang?"


"aku juga belum mau"


"kenapa?"


"hidupku belum benar"


"terus kapan kamu akan mencari pasangan hidupmu?"


"yah setidaknya sesudah hidupku cukuplah. Cukup untuk memberi orang tuaku dan kebutuhanku. Pokoknya setelah aku punya penghasilan tetap"


"emang sekarang belum punya penghasilan?"


"aku kan baru bekerja satu bulan" itupun gajinya cuma ratus, lanjut batin Darma.


"oh gitu"


"iya"


Merekapun menghadap kedepan. Ternyata hujan sudah agak reda. Tak terasa mereka bercerita sampai sang hujanpun hampir berhenti.


"oh iya Darma" Diana menoleh ke arah Darma.


"hmmm" Darma menoleh menatap Diana.


"selain Yopi..." Diana menelan salivanya gugup "ada siswi lain lagi yang menyukaimu sewaktu SMK"


"hah? Benarkah? siapa?"


Rintikkan Hujan dari langitpun berhenti. Tetesan air dari dedauan menitik jatuh ke tanah. pohon dan kebun mang suep jadi basah semua. Diana menatap Darma. Akankah dia mengaku pada Darma Bahwa dirinya menyukai Darma sekarang?


Bersambung...


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Gengs **akankah Diana menyatakan perasaannya? Dan apakah hati Darma akan jatuh pada hati Diana? ikuti kelanjutannya di next epesode...


Love U All๐Ÿ’•


Jangan lupa like ๐Ÿ‘

__ADS_1


Comment๐Ÿ’ฌ


Dan Rate 5 nya โญโญโญโญโญ**


__ADS_2